Title : Back in Time
Cast : Nam Hwa Yeon (OC), Jeon Jung Kook
Genre : Sad, Romance
Author : Sandra Tamara
Lenght : One Shoot
Art by Yeon Young
Quotes : “Only one day, you with me please” – Jeon
Jung kook.
Soundtrack :
Beast – One Day
Lyn – Back in time
NB ; Ini hasil pemikiran author sendiri. Mohon maaf
apabila ada kesalahan atau kesamaan kata, tempat, dan alur. Don’t Copy!!!
Happy Reading.
Mian banyak typo^^
Pagi
yang cerah, terlihat sosok gadis cantik sedang berjalan di pinggir jalan yang
menuju rumah kekasihnya.
Nam
Hwa Yeon, yeoja yang ceria, baik dan selalu sabar dengan apa yang di hadapi
oleh kekasihnya itu, Jeon Jung Kook.
><>< Hwayeon pov ><><
Aku
berjalan di jalan trotoar untuk menuju apartemen kekasihku, Jeon Jung Kook. Aku
hanya melukiskan senyuman manis di bibirku sambil membawa seikat bunga mawar
putih.
Hampir
setiap hari minggu aku kerumahnya untuk memberikannya seikat bunga mawar putih.
Mungkin banyak orang yang bilang aku ini aneh. Karena seharusnya namja lah yang
memberikan seikat bunga ke yeojanya.
Aku
sudah sampai di depan gedung yang tinggi, aku segera masuk dan melewati lobby
untuk sampai di lift. Di dalam lift aku menekan tombol 9.
Ting~
Pintu
lift itu sudah terbuka tepat di lantai 9, aku pun keluar dari lift itu dan
melewati beberapa pintu yang berada di samping kanan kiriku ini. Aku mencari
pintu yang terdapat boneka kecil.
Ting... Tong...
Aku
sudah menemukan pintu itu dan segera menekan tombol bel berkali kali, tapi
tidak ada respon dari dalam. Akhirnya ku buka tempat untuk memasukan kode
kamarnya. Aku segera menekan tombol 190597 itulah kode dari kamar jungkook.
Clek~
Pintu
nya pun terbuka, aku segera masuk kedalam ruangan itu. Di dalam ruangan, aku
melihat banyak sekali pakaian kotor dimana mana, aku pun menuju ke ruangan
khusus milik jungkook.
Clek~
Tepat
saat itu, aku menemukan jungkook sedang melukis di atas kanvas putih. Aku
segera menghampirinya dan berdiri di sampingnya. Aku melihat ia sedang
menggambar dua tangan manusia yang tidak saling berpegangan.
“Apa
arti dari lukisan mu itu?” Tanya ku yang penasaran.
“Seharusnya
kau bisa menebaknya” Jawab jungkook cuek padaku.
“Lupakan.
Ini... aku bawakan mu seikat bunga mawar putih...” Ucapku yang mengalihkan
pembicaraan dan memberikannya seikat bunga mawar putih kepadanya.
“Tidak
ada gunanya kau membelikan seikat bunga mawar putih untuku. Kau hanya membuang
buang uang saja”
“Aku
membuang buang uang hasil penyimpanan ku hanya untuk dirimu. Sudah 1 tahun aku
seperti ini, tapi aku tetap sabar untuk menghadapi ini semua.” Jawabku yang
tersenyum manis.
“Mulai
sekarang, kau jangan lagi membelikan ku bunga mawar putih lagi. Kau tau, aku
menerima bunga dari pemberian mu karena aku tidak tega melihatmu sakit karena
bunga mu di tolak oleh ku” Jelasnya yang bangkit dan menghadap kearahku.
Aku
hanya terdiam terpaku, aku memang selalu seperti ini. Selalu diabaikan olehnya,
dan ia membuang muka kepadaku. Tapi aku tetap sabar dengannya. Aku memang gadis
bodoh, gadis yang mau saja menjadi kekasih dari Jeon Jung Kook. Aku selalu
bertanya tanya, kenapa aku bisa menyukainya? Kenapa aku bisa bertahan sampai
saat ini? Ia segera pergi dari hadapanku, tapi aku segera menghentikan
langkahnya.
“Tunggu”
Panggilku, ia pun menghentikan langkahnya. Aku segera menoleh kearahnya dengan
tatapan berkaca kaca.
“Jika
kau ingin putus denganku, katakan dari dulu, supaya aku tidak sakit karena
mu... Kau tau, selama ini aku hanya menyimpan perasaan sakit ku saja... Aku
tidak berani mengungkapkan semuanya pada dirimu, Aku gadis bodoh yang masih
terus bertahan bersama mu yang selalu mengabaikan ku.” Jelasku dengan cepat
sambil mengeluarkan air asin dari pelupuk mataku. Air ini sudah tidak bisa lagi
ku tahan, aku mengeluarkan semua tangisanku dihadapannya.
“Berhentilah
menangis” Pintanya.
“Bagaimana
aku bisa berhenti menangis? Hatiku sangat perih dan sedih, dan itu karena ulah
mu selama ini” Jawabku yang lirih.
“Hentikan.
Sekarang kau keluar. Keluar dari tempat ini!!” Pintanya yang menghentak ku
sedikit, dan membuatku takut.
“Baiklah.
Aku akan keluar dari tempat ini untuk selamanya.” Jawabku yang juga sedikit
menghentak dan melangkah pergi dari ruangan itu.
><>< Hwayeon pov End ><><
><>< Jungkook Pov ><><
Aku
baru kali ini mendengar ia berteriak padaku. 1 tahun ini, ia hanya berifat
feminim di hadapanku dan memasang senyuman manis di bibirnya. Ternyata selama
ini ia memendam rasa perih dan sakit karena ulahku selama ini.
Aku
hanya diam terpaku di tempat ini, aku namja yang begitu beruntung mempunyai
yeojachingu yang perhatian padaku, yang sabar dengan perkataanku. Tapi apa...
aku menyia – nyiakan dirinya dan membuat ia pergi dari kehidupanku.
“AAKKKHHHH!!!!!”
Teriak ku kesal yang membanting tempat cat air ku dengan kencang.
Cring....Cring...
Ponselku
berdering, aku pun segera mengambil ponsel ku di kantung sakuku. Aku melihat
nama di layar ponsel itu “Nam Hwa Yeon”. Aku bingung, kenapa ia menelponku?
“Yoboseyo”
“.....”
“Ne.
Waeyo?” Tanya ku yang sedikit kwatir.
“.....”
“M
Mwo. Hwayeon kecelakaan...” Ucapku yang terkejut.
Aku
segera menurunkan ponselku dari telingaku dan jongkook tepat di ambang pintu
ruangan itu. Air dari pelupuk mataku pun keluar dengan cepat. Hatiku begitu
sakit saat mendengar hwayeon kecelakaan. Ini semua salah ku. Salah ku!!
“Ani...
Ini mimpikan...” Ucapku yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja
terjadi padaku.
“ANDWE!!!”
Teriak ku yang lirih.
“Hiks...
Hiks... Hwayeon.... jeongmal mianhaeyo... hwayeon...” Isak ku pelan yang
bersalah pada hwayeon.
Di
dalam ruangan ini hanya terdengar suara isakan ku saja yang begitu kencang.
Baru kali ini aku merasa kehilangan seseorang yang begitu mencintai dan
menyayangiku selama ini.
><>< Jungkook pov End ><><
Esok
pagi tiba, jungkook mendapatkan berita dari temannya bahwa hwayeon telah tiada
karena ketabrakan mobil pada hari yang lalu. Hatinya begitu hancur, ia begitu
menyesal karena sudah menyia nyiakan hwayeon begitu saja.
Saat
ini ia sedang berjalan jalan di taman bunga sakura, dimana tempat ini adalah
tempat kesukaan hwayeon selama ia masih hidup.
#Flashback
Hwayeon
& Jungkook sedang berjalan santai di taman bunga sakura sambil melihat
pemandangan di sekitarnya. Terlihat hwayeon memasang setengah lingkaran di
bibirnya sedangkan jungkook hanya memasang wajah datar.
“Ini
adalah tempat kesukaanku. Karena aku ingin menjadi bunga sakura” Ucap hwayeon.
“Aku
tidak ingin tau”
“Kau
harus tau, karena aku adalah yeojachingumu” Jawab hwayeon yang menoleh ke
jungkook.
“Lalu,
dimana tempat kesukaanmu?” Tanya hwayeon pada jungkook.
“Tidak
ada”
“Aku
akan tebak, tempat kesukaanmu adalah ruang seni yang berada di apartemenmu”
Tebak hwayeon yang membuat jungkook menolehnya.
“Benarkan
tebakan ku” Ucap hwayeon yang begitu gembira bahwa tebakannya benar.
#Flashback off
“Aku
bersikap seperti ini karena aku tidak suka dengan perjodohan yang di lakukan
oleh kedua orang tua kita. Selama ini aku bersikap seperti ini supaya kau
menyerah denganku” Batin jungkook.
><>< At Flowers Shop ><><
Jungkook
berada di toko bunga yang sering di kunjungi oleh hwayeon untuk membeli bunga
mawar putih untuknya. Terlihat ia sedang mencari bunga mawar putih.
“Apa
yang anda sedang cari?” Tanya pelayan toko itu yang membuat jungkook terkejut.
“Apakah
masih ada seikat bunga mawar putih?” Tanya jungkook pada pelayan itu.
“Eoh.
Sepertinya ada tinggal satu, soalnya ada seorang yeoja yang selalu membeli bunga
mawar putih setiap minggu” Jawab pelayan itu.
“Eoh.
Seorang yeoja?”
“Ne.
Yeoja itu bilang kalau ia membelikannya untuk kekasihnya yang ia cintai”
“Begitu
ya...”
“Ne.
Jarang loh seorang yeoja memberikan bunga mawar putih ke namjanya, biasanya kan
namja nya yang memberikan bunga ke yeojanya” Ucap pelayan itu yang membuat
jungkook lagi lagi ingin menangis.
“Ya
sudah, saya minta satu ikat saja” Jawab jungkook.
><>< Skip ><><
Jungkook
sudah berada di pemakamannya hwayeon. Ia segera jongkok di hadapan pemakaman
hwayeon. Ia menaruh seikat bunga mawar putih itu di dekat batu nisan milik
hwayeon.
“Hwayeon...
ini yang pertama dan terakhirnya aku memberikan seikat bunga mawar putih
untukmu.” Ucap jungkook pelan yang tak sanggup lagi menahan air matanya untuk
jatuh membasahi pipinya.
“Hiks...
Hwayeon jeongmal mianhaeyo.... Hiks... Aku sungguh menyesal saat itu.... Aku
mohon maafkan aku hwayeon...” Isak jungkook.
“Seandainya
waktu bisa berputar, aku hanya ingin menghabiskan waktu waktu ku bersama mu.
Meski itu hanya satu hari.” Ucap jungkook yang lirih. Ia pun segera memeluk
batu nisan milik hwayeon dan yang terdengar hanyalah suara isakan jungkook yang
begitu kencang.
<>
<>
<>
THE END :’(
