Selasa, 08 Desember 2015

Fanfiction Jungkook BTS "Back in Time"



Title : Back in Time
Cast : Nam Hwa Yeon (OC), Jeon Jung Kook
Genre : Sad, Romance
Author : Sandra Tamara
Lenght : One Shoot
Art by Yeon Young
Quotes : “Only one day, you with me please” – Jeon Jung kook.
Soundtrack :
Beast – One Day
Lyn – Back in time
NB ; Ini hasil pemikiran author sendiri. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kesamaan kata, tempat, dan alur. Don’t Copy!!!

Happy Reading.
Mian banyak typo^^

            Pagi yang cerah, terlihat sosok gadis cantik sedang berjalan di pinggir jalan yang menuju rumah kekasihnya.
            Nam Hwa Yeon, yeoja yang ceria, baik dan selalu sabar dengan apa yang di hadapi oleh kekasihnya itu, Jeon Jung Kook.

><>< Hwayeon pov ><><
            Aku berjalan di jalan trotoar untuk menuju apartemen kekasihku, Jeon Jung Kook. Aku hanya melukiskan senyuman manis di bibirku sambil membawa seikat bunga mawar putih.
            Hampir setiap hari minggu aku kerumahnya untuk memberikannya seikat bunga mawar putih. Mungkin banyak orang yang bilang aku ini aneh. Karena seharusnya namja lah yang memberikan seikat bunga ke yeojanya.
            Aku sudah sampai di depan gedung yang tinggi, aku segera masuk dan melewati lobby untuk sampai di lift. Di dalam lift aku menekan tombol 9.

Ting~

            Pintu lift itu sudah terbuka tepat di lantai 9, aku pun keluar dari lift itu dan melewati beberapa pintu yang berada di samping kanan kiriku ini. Aku mencari pintu yang terdapat boneka kecil.

Ting... Tong...

            Aku sudah menemukan pintu itu dan segera menekan tombol bel berkali kali, tapi tidak ada respon dari dalam. Akhirnya ku buka tempat untuk memasukan kode kamarnya. Aku segera menekan tombol 190597 itulah kode dari kamar jungkook.
Clek~
            Pintu nya pun terbuka, aku segera masuk kedalam ruangan itu. Di dalam ruangan, aku melihat banyak sekali pakaian kotor dimana mana, aku pun menuju ke ruangan khusus milik jungkook.

Clek~

            Tepat saat itu, aku menemukan jungkook sedang melukis di atas kanvas putih. Aku segera menghampirinya dan berdiri di sampingnya. Aku melihat ia sedang menggambar dua tangan manusia yang tidak saling berpegangan.
            “Apa arti dari lukisan mu itu?” Tanya ku yang penasaran.
            “Seharusnya kau bisa menebaknya” Jawab jungkook cuek padaku.
            “Lupakan. Ini... aku bawakan mu seikat bunga mawar putih...” Ucapku yang mengalihkan pembicaraan dan memberikannya seikat bunga mawar putih kepadanya.
            “Tidak ada gunanya kau membelikan seikat bunga mawar putih untuku. Kau hanya membuang buang uang saja”
            “Aku membuang buang uang hasil penyimpanan ku hanya untuk dirimu. Sudah 1 tahun aku seperti ini, tapi aku tetap sabar untuk menghadapi ini semua.” Jawabku yang tersenyum manis.
            “Mulai sekarang, kau jangan lagi membelikan ku bunga mawar putih lagi. Kau tau, aku menerima bunga dari pemberian mu karena aku tidak tega melihatmu sakit karena bunga mu di tolak oleh ku” Jelasnya yang bangkit dan menghadap kearahku.
            Aku hanya terdiam terpaku, aku memang selalu seperti ini. Selalu diabaikan olehnya, dan ia membuang muka kepadaku. Tapi aku tetap sabar dengannya. Aku memang gadis bodoh, gadis yang mau saja menjadi kekasih dari Jeon Jung Kook. Aku selalu bertanya tanya, kenapa aku bisa menyukainya? Kenapa aku bisa bertahan sampai saat ini? Ia segera pergi dari hadapanku, tapi aku segera menghentikan langkahnya.
            “Tunggu” Panggilku, ia pun menghentikan langkahnya. Aku segera menoleh kearahnya dengan tatapan berkaca kaca.
            “Jika kau ingin putus denganku, katakan dari dulu, supaya aku tidak sakit karena mu... Kau tau, selama ini aku hanya menyimpan perasaan sakit ku saja... Aku tidak berani mengungkapkan semuanya pada dirimu, Aku gadis bodoh yang masih terus bertahan bersama mu yang selalu mengabaikan ku.” Jelasku dengan cepat sambil mengeluarkan air asin dari pelupuk mataku. Air ini sudah tidak bisa lagi ku tahan, aku mengeluarkan semua tangisanku dihadapannya.
            “Berhentilah menangis” Pintanya.
            “Bagaimana aku bisa berhenti menangis? Hatiku sangat perih dan sedih, dan itu karena ulah mu selama ini” Jawabku yang lirih.
            “Hentikan. Sekarang kau keluar. Keluar dari tempat ini!!” Pintanya yang menghentak ku sedikit, dan membuatku takut.
            “Baiklah. Aku akan keluar dari tempat ini untuk selamanya.” Jawabku yang juga sedikit menghentak dan melangkah pergi dari ruangan itu.
><>< Hwayeon pov End ><><

><>< Jungkook Pov ><><
            Aku baru kali ini mendengar ia berteriak padaku. 1 tahun ini, ia hanya berifat feminim di hadapanku dan memasang senyuman manis di bibirnya. Ternyata selama ini ia memendam rasa perih dan sakit karena ulahku selama ini.
            Aku hanya diam terpaku di tempat ini, aku namja yang begitu beruntung mempunyai yeojachingu yang perhatian padaku, yang sabar dengan perkataanku. Tapi apa... aku menyia – nyiakan dirinya dan membuat ia pergi dari kehidupanku.
            “AAKKKHHHH!!!!!” Teriak ku kesal yang membanting tempat cat air ku dengan kencang.
Cring....Cring...
            Ponselku berdering, aku pun segera mengambil ponsel ku di kantung sakuku. Aku melihat nama di layar ponsel itu “Nam Hwa Yeon”. Aku bingung, kenapa ia menelponku?
            “Yoboseyo”
            “.....”
            “Ne. Waeyo?” Tanya ku yang sedikit kwatir.
            “.....”
            “M Mwo. Hwayeon kecelakaan...” Ucapku yang terkejut.
            Aku segera menurunkan ponselku dari telingaku dan jongkook tepat di ambang pintu ruangan itu. Air dari pelupuk mataku pun keluar dengan cepat. Hatiku begitu sakit saat mendengar hwayeon kecelakaan. Ini semua salah ku. Salah ku!!
            “Ani... Ini mimpikan...” Ucapku yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi padaku.
            “ANDWE!!!” Teriak ku yang lirih.
            “Hiks... Hiks... Hwayeon.... jeongmal mianhaeyo... hwayeon...” Isak ku pelan yang bersalah pada hwayeon.
            Di dalam ruangan ini hanya terdengar suara isakan ku saja yang begitu kencang. Baru kali ini aku merasa kehilangan seseorang yang begitu mencintai dan menyayangiku selama ini.
><>< Jungkook pov End ><><

            Esok pagi tiba, jungkook mendapatkan berita dari temannya bahwa hwayeon telah tiada karena ketabrakan mobil pada hari yang lalu. Hatinya begitu hancur, ia begitu menyesal karena sudah menyia nyiakan hwayeon begitu saja.
            Saat ini ia sedang berjalan jalan di taman bunga sakura, dimana tempat ini adalah tempat kesukaan hwayeon selama ia masih hidup.

#Flashback
            Hwayeon & Jungkook sedang berjalan santai di taman bunga sakura sambil melihat pemandangan di sekitarnya. Terlihat hwayeon memasang setengah lingkaran di bibirnya sedangkan jungkook hanya memasang wajah datar.
            “Ini adalah tempat kesukaanku. Karena aku ingin menjadi bunga sakura” Ucap hwayeon.
            “Aku tidak ingin tau”
            “Kau harus tau, karena aku adalah yeojachingumu” Jawab hwayeon yang menoleh ke jungkook.
            “Lalu, dimana tempat kesukaanmu?” Tanya hwayeon pada jungkook.
            “Tidak ada”
            “Aku akan tebak, tempat kesukaanmu adalah ruang seni yang berada di apartemenmu” Tebak hwayeon yang membuat jungkook menolehnya.
            “Benarkan tebakan ku” Ucap hwayeon yang begitu gembira bahwa tebakannya benar.
#Flashback off

            “Aku bersikap seperti ini karena aku tidak suka dengan perjodohan yang di lakukan oleh kedua orang tua kita. Selama ini aku bersikap seperti ini supaya kau menyerah denganku” Batin jungkook.

><>< At Flowers Shop ><><

            Jungkook berada di toko bunga yang sering di kunjungi oleh hwayeon untuk membeli bunga mawar putih untuknya. Terlihat ia sedang mencari bunga mawar putih.
            “Apa yang anda sedang cari?” Tanya pelayan toko itu yang membuat jungkook terkejut.
            “Apakah masih ada seikat bunga mawar putih?” Tanya jungkook pada pelayan itu.
            “Eoh. Sepertinya ada tinggal satu, soalnya ada seorang yeoja yang selalu membeli bunga mawar putih setiap minggu” Jawab pelayan itu.
            “Eoh. Seorang yeoja?”
            “Ne. Yeoja itu bilang kalau ia membelikannya untuk kekasihnya yang ia cintai”
            “Begitu ya...”
            “Ne. Jarang loh seorang yeoja memberikan bunga mawar putih ke namjanya, biasanya kan namja nya yang memberikan bunga ke yeojanya” Ucap pelayan itu yang membuat jungkook lagi lagi ingin menangis.
            “Ya sudah, saya minta satu ikat saja” Jawab jungkook.

><>< Skip ><><
            Jungkook sudah berada di pemakamannya hwayeon. Ia segera jongkok di hadapan pemakaman hwayeon. Ia menaruh seikat bunga mawar putih itu di dekat batu nisan milik hwayeon.
            “Hwayeon... ini yang pertama dan terakhirnya aku memberikan seikat bunga mawar putih untukmu.” Ucap jungkook pelan yang tak sanggup lagi menahan air matanya untuk jatuh membasahi pipinya.
            “Hiks... Hwayeon jeongmal mianhaeyo.... Hiks... Aku sungguh menyesal saat itu.... Aku mohon maafkan aku hwayeon...” Isak jungkook.
            “Seandainya waktu bisa berputar, aku hanya ingin menghabiskan waktu waktu ku bersama mu. Meski itu hanya satu hari.” Ucap jungkook yang lirih. Ia pun segera memeluk batu nisan milik hwayeon dan yang terdengar hanyalah suara isakan jungkook yang begitu kencang.
<> 
<> 
<> 
THE END :’(


Minggu, 06 Desember 2015

FanFiction Jimin BTS "You With Me"



Title : You With Me
Cast : Park Jimin, Hwang Eun Hi (OC), Member BTS.
Genre : Romance, Sad, ER
Author : Sandra Tamara
Lenght : Ficlet
Happy Reading!
Mian banyak typo J

**********

            Musim Semi telah tiba, banyak sekali warga negara Korea Selatan mengenakan pakaian casual untuk menikmati udara yang cukup hangat ini. Sudah beberapa hari ini Seoul selalu di kunjungi oleh para turis asing yang datang untuk melihat pemandangan musim semi yang sangat indah di korea.

            Pagi hari ini, terlihat sosok gadis mengenakan pakaian tebal sedang berjalan cepat di sepanjang jalur tembok batu istana Deoksugung. Gadis ini memiliki rambut panjang gelombang warna hitam dengan wajah yang begitu cantik.
            Hwang Eun Hi, itulah nama lengkap gadis ini. Ia sudah memiliki kekasih yang bernama Park Jimin. Kekasihnya seorang member dari Boy grup di korea selatan yang lagi naik daun saat ini. Mereka berpacaran sudah kurang lebih dari  dua tahun yang lalu, tapi hubungan mereka masih saja begitu tidak pernah ada kemajuan.
            Eunhi pacaran dengan jimin secara diam diam karena jika tidak ia akan di bully oleh fansnya. Mereka pacaran sejak Jimin debut dengan boy grupnya yang bernama Bangatn Boys atau sering di singkat BTS.

            “Kapan aku bisa jalan dengannya lagi di tempat ini” Gumam eunhi yang memasang setengah lingkaran tipis di wajahnya sambil berjalan.
            “Ahh segarnya...” Lanjutnya kembali yang menghirup udara dengan dalam.
            Eunhi pun mempercepat langkahnya menuju suatu tempat. Jalan cepat di seoul sudah menjadi tradisi sendiri. Warga korea melakukan jalan cepat untuk tepat waktu sampai tujuan.

><><><><>< 

            “Yak.. Bagaimana dengan Eunhi?” Tanya sosok namja yang mempunyai kulit putih seperti vampire yang tak lain ialah Min Suga, member Bangtan Boys yang sangat dekat dengan jimin.
            “Hmm Choayo, aku bingung ingin memberi ia kado apa” Jawab jimin.
            “Eoh. Memangnya ia akan berulang tahun?” Tanya namja yang memiliki bibir sangat sexy maka dari itu ia dapat bagian sebagai Visual di grupnya.
            “Ne. Lusa ia akan ulang tahun.”
            “Hm.. Aku punya ide, bagaimana jika hyung mengajaknya makan malam di sebuah restaurant. Lalu nanti kami berenam akan muncul untuk menyanyikan sebuah lagu untuknya” Ucap sang maknae, Jeon Jung Kook.
            “Eoh.”

><><><><><>< 

            Eunhi telah sampai di sebuah restaurant Wooraeoak. Restaurant ini telah terkenal sejak tahun 70-an. Restaurant ini terkenal dengan daging asapnya dan nengmyeon atau mie dingin.
            “Eoseo osipsio! Myeotppunisijiyo? -Selamat datang! Berapa orang?”
            “Du myeongieyo -Dua orang” Jawab eunhi dengan ramah.
            Pelayan itu pun mengantarkan eunhi ke tempat duduk yang tersedia untuk dua orang. Eunhi segera duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh pelayan tersebut.
“Menyu yeogi isseumnida  -Ini daftar menunya”
            “Aku pesan Bulgogi dan Nengmyeon”
            “Silahkan tunggu”
            Pelayan itu pun pergi dari hadapan eunhi. Eunhi segera mengambil ponselnya yang berada di tasnya.
            Ia mencari nama Park Jimin di kontak ponselnya, setelah ketemu ia pun menekan tombol telepon warna hijau.

            “Yeoboseyo chagiya”
            “....”
            “Apa kau ada waktu?”
            “...”
            “Hm.. Jeongmal? Aish baiklah... padahal aku sudah memesan dua kursi di sebuah restaurant yang sering ku kunjungi”
            “....”
            “Ne. Jangan lupa untuk beristirahat ya, Anyyeong” Ucap eunhi yang mematikan sambungan panggilannya dengan jimin.

            “Aku harap kau di sini bersama ku. Padahal lusa aku akan berulang tahun”

><><><><><>< 

            Saat ini, terlihat jimin sedang mencari sebuah perhiasan berupa sepasang cincin pertunangan untuk hadiah Eunhi. Ia terlihat memakai sebuah topi dan kacamata untuk menutupi dirinya dari para fansnya.
            “Apa yang sedang anda cari?”
            “Aku cari sepasang cincin pertunangan”
            “Eoh. Ah ige...” Ucap pelayan itu yang menunjukan beberapa cincin di hadapan jimin.

><><><><><>< 

            Hari ulang tahun Eunhi telah tiba, saat ini eunhi sedang berjalan jalan menikmati turunnya bunga sakura di jalan Yeouido tanpa seseorang yang menemaninya. Dia merasa senang dan juga sedih. Senangnya, karena ia akan bertambah usia sedangkan. Sedihnya di hari ulang tahunnya, sosok jimin tidak ada di sampingnya bahkan jimin tidak memberi ucapan padanya.

            “Apakah kau lupa dengan hari ini?” Gumamnya pelan.
            “Hari yang begitu spesial bagi diriku seorang... Aku akan tumbuh menjadi gadis yang dewasa.” Gumamnya kembali yang tersenyum manis sambil berjalan.

><><><><><>< 

            Jimin sudah selesai konser bersama boy grupnya. Saat ini ia dan member BTS sedang di dalam mobil Van nya menuju dormnya.
            Di dalam mobil itu, jimin hanya memperhatikan sebuah cincin untuk eunhi. Member BTS pun hanya pada iri dengannya, karena hanya jimin lah yang sudah memiliki seorang kekasih.
            “Apakah nanti malam kau jadi memberi hadiah pada eunhi?” Tanya sang leader dari grup itu, Kim Nam Joon.
            “Hm, hyung... tolonglah aku, aku akan mengajaknya makan malam dan saat aku memberikannya cincin ini kalian datang dan menyanyikan sebuah lagu yang romantis untuk kami berdua”
            “Hm. Itu mudah... kami semua akan membantumu”
            “Jeongmal?”
            “Hm. Sekarang, apa kau tak hubungi eunhi?” Tanya seokjin.
            “Ani. Seharian ini aku tidak ingin menghubungi eunhi, meski hatiku ingin sekali menghubunginya”
            “Bisa ku tebak, saat ini ia sedang menikmati turunnya bunga sakura di taman bunga sakura” Tebak suga.
            “Aish... apakah tebakan mu itu benar?” Ledek hoseok pada suga.
            “Tebakan ku selalu benar... apa kalian tidak yakin?”
            “Ani. Tebakan hyung selalu salah” Ucap taehyung yang membuat semua di dalam mobil Van ikut tertawa bersama.

><><><><><>< 

            Malam tiba, jimin sedang berada di sebuah mobil Van milik BTS, terlihat mobil itu terparkir di sebuah restaurant yang sangat romantis dan terkenal. Jimin sedang mengirimkan sebuah pesan untuk eunhi.

            ‘Datanglah sekarang ke restaurant yang sering kita kunjungi bersama. Aku menunggumu sekarang’

Cling~

            Ponsel eunhi berdering, ia membuka pesan dari Park Jimin. Setelah dibaca, ia pun tersenyum puas. Ia segera melangkah pergi ke sebuah restaurant tersebut.

><><><><>< 

            Eunhi telah sampai di restaurant tersebut, ia segera masuk kedalam restaurant tersebut. Jimin yang melihatnya dari dalam mobil Van hanya tersenyum.
            “Dia sudah datang. Kesanalah” Pinta namjoon.
            “Hm. Hyung bantulah aku kali ini.” Ucap jimin yang tersenyum. Jimin pun segera turun dari mobil Van nya tersebut dan melangkah masuk kedalam restauran tersebut.

><><><><><>< 

            Di dalam, jimin menemukan sosok eunhi sedang duduk di kursi yang telah di pesan oleh jimin sebelumnya. Jimin pun segera duduk di hadapan eunhi sambil tersenyum manis.
            “Apakah kau sudah lama menungguku?”
            “Ani. Aku baru saja sampai”
            “Hm.”
            Tak lama kemudian, beberapa pelayan datang membawa kue tart yang telah di pesan jimin untuk eunhi.
            Eunhi terkejut ternyata malam ini jimin sedang merayakan hari ulang tahun kekasihnya, eunhi.
            “Ghamshamnida” Ucap jimin pada pelayan tersebut. Pelayan itupun pergi dari hadapan mereka.
            “Bagaimana? Indah bukan?” Tanya jimin pada eunhi.
            “He’em. Gomawo park Jimin. Kau tau saat aku duduk di kursi taman sambil menikmati ice cream, aku menerima pesan dari mu. Saat ku baca isi pesan itu, aku sangat bahagia akhirnya kau mengirimkan aku pesan. Aku takut jika kau lupa akan hari spesial ku. Jeongmal gomawo chagiya” Jelas eunhi yang lirih.
            “Ahaha... kajja tiup lilinnya” Pinta jimin.
            “Hm.”
            Eunhi pun segera meniup lilin yang ada di atas kue tartnya. Setelah apinya padam mereka berdua hanya saling tersenyum satu sama lain. Jimin ingat akan sesuatu, ia pun mengambil sebuah kotak dari saku jasnya. Ia mengeluarkan kotak kecil berwarna merah terang. Perlahan lahan ia membuka kotak kecil tersebut dan menunjukannya pada eunhi.
            “Mwoya?”
            “Hwang Eun Hi.”
            “Jimin...”
            “Jeorang gyeoronae juseyo? –Maukah kau menikah denganku?” Ucap jimin pelan yang membuat eunhi terkejut sejenak.
            “Jimin...”
            “Kita sudah berpacaran dua tahun lebih, aku pikir.. selama dua tahun itu aku sadar bahwa diriku masih belum bisa membahagiakanmu, tapi mulai hari ini dan seterusnya aku akan membahagiakan mu” Jelas jimin yang membuat eunhi terharu dengan perkataannya.

            Tak lama kemudian, member BTS datang menghampiri kedua insan manusia ini. Eunhi terkejut dengan kedatangan teman teman jimin.
            “Yak. Saengil Chukka Hamnida” Ucap taehyung pada eunhi layaknya seorang teman.
            “Ahaha kenapa kalian juga ada disini?”
            “Kau harus jawab dulu pertanyaan jimin, setelah itu kami akan memberimu sebuah hadiah yang tak pernah kau lupakan seumur hidupmu” Ucap suga pada eunhi.
            “Eoh.”
            “Terima... terima... terima...” Ucap member BTS secara bersamaan.
            “Ahahaha... He’em...” Jawab eunhi yang tersenyum dan membuat jimin terkejut.
            “Jeongmal?”
            “Ne. Cepat berikan ku hadiahnya” Pinta eunhi pada member BTS.
            “Ahaha baiklah... hana tul seis” Ucap namjoon.

            Pada hitungan ketiga, member BTS pun bernyanyi bersama sambil berdiri di hadapan mereka berdua. Mereka bernyanyi lagu For You miliknya sendiri. Eunhi dan jimin hanya saling berpegangan tangan dan tersenyum bahagia.

*** Eunhi Pov ***
            Jeongmal gomawo Park Jimin... Malam ini aku sangat bahagia karena dirimu. Aku sungguh tak menyangka jika kau memberi ku hadiah seperti ini. Malam ini, adalah malam yang tak pernah bisa ku lupakan seumur hidupku. Aku akan selalu ingat akan malam ini, di saat kau melamarku tepat hari ulang tahunku. Saranghandago Park Jimin

>< 
>< 

THE END