Minggu, 15 November 2015

FanFiction BTS "Don't Do That" Chapter 1





Title : Don’t Do That
Cast :
*) Kim Seok Jin
*) Jung Ji Yeon (OC)
*) Jung Ho Seok
*) Lee Han Ra (OC)
*) Lee Dong Yoo (OC)
Genre : Mystery, Fantasy, School life
Author : Sandra Tamara
Summary : “Manusia memang harus melewati masa masa sulit. Agar kita tau bagaimana yang namanya rasa takut”
NB : Ini FF hasil karya author sendiri. Just FF Arratseo! Mohon maaf apabila ada kesamaan adalah sebagainya. Dont Copy please!


Happy Reading^^
Mian banyak typo bertebaran.


***
            Langit yang berwarna biru cerah, suara burung bersiul di atas pohon dan angin yang sangat sejuk. Terlihat sosok gadis yang baru sampai di kelasnya. Di kelas itu hanya dia sendiri yang baru datang. Gadis ini memakai blazzer warna hitam dan rok mini warna hitam. Rambutnya yang panjang bergelombang itu menyapu debu yang ada di mejanya.
            “Kenapa belum pada datang? Padahal ini sudah jam enam lewat tiga puluh.” Gumam gadis itu yang bernama Jung Ji Yeon sambil duduk di kursinya. Tanpa sengaja dia melihat setangkai bunga mawar hitam di meja guru yang berada di hadapannya.
            “Black Roses?” Gumam jiyeon yang melihat setangkai bunga mawar hitam di meja guru yang berada di hadapannya. Dia segera beranjak dari kursinya menuju meja guru itu dan mengambil bunga mawar itu.
            “Bunga ini sangat langkah bukan? Ah sebaiknya aku simpan saja” Lanjutnya lagi yang memandang bunga itu yang ada di tangannya.
            “Hey, apa yang sedang kau lakukan?” Tanya seorang gadis yang masuk dari pintu kelasnya dan berjalan menuju jiyeon.
            “Eoh Dongyoo... kau mengejutkan ku saja. Aku menemukan bunga mawar hitam” Jawab jiyeon yang menunjukan bunga mawar hitam itu yang dia pegang ke dongyoo.
            “Apa ada yang menaruhnya?” Tanya dongyoo yang menyentuh kelopak bunga mawar itu dengan lembut
            “Entahlah... sepertinya iya... aku ingin masukan bunga ini dulu” Ucap jiyeon yang membuka tasnya dan menaruhnya di dalam tas itu.
            “Oh iya, ayo kita ke kantin. Hoseok oppa dan seokjin oppa sudah menunggu kita di kantin dari tadi” Ajak Dongyoo yang memegang pundak jiyeon sambil tersenyum
            “Baiklah. kajja” Jawab jiyeon yang membalas senyuman dongyoo dan mereka berdua segera pergi dari kelasnya.

><><><><><><>< 

Di kantin, ada dua lelaki tampan yang di temani oleh empat gelas coffee hangat di mejanya. Kedua lelaki ini bernama Kim Seok Jin & Jung Ho Seok.  Seokjin & Hoseok sedang menunggu kedua temannya. Tak lama kemudian, kedua temannya itu yang bernama Jiyeon dan dongyoo datang menghampirinya dan duduk di hadapan mereka berdua.
            “Kau datang juga” Ucap seokjin yang melihat kedua teman perempuannya itu.
            “Kau sudah menyiapkan ini, oppa” Ucap jiyeon yang duduk dan melihat empat gelas coffee yang berada di atas mejanya.
            “Ne, ini pakai uang ku. Jadi kau harus membayarnya” Timpal hoseok yang meminum coffeenya dan menaruhnya kembali di atas mejanya.
            “Aku hutang dulu ya, oppa... kau tau kan, hari ini ibu tidak memberiku uang jajan” Jawab jiyeon dengan melas di hadapan hoseok, hoseok pun segera menjitak kening jiyeon dan membuat jiyeon kesakitan yang memegang keningnya
            “Yaa.” Teriak jiyeon yang kesal sambil memegang keningnya yang sakit itu
            “Oh iya, kalian tau. Tadi... jiyeon menemukan setangkai bunga mawar hitam di kelas” Timpal dongyoo yang menaruh kedua tangannya di lipat di atas mejanya.
            “Mawar hitam?” Ucap seokjin terkejut yang mendengar ucapan dongyoo
            “Ne. Bunga itu sangat langkah, jadi aku membawanya untuk di rawat” Jawab jiyeon yang tersenyum ke arah seokjin
            “Hey, cepat buang bunga itu” Pinta hoseok pada adik kandungnya yang menatapnya dengan tatapan terkejut
            “Waeyo?” Tanya jiyeon yang terkejut saat mendengar ucapan hoseok untuk membuang bunga itu
            “Apa kau tak tau misteri di balik bunga mawar hitam?” Tanya hoseok dengan serius
            “Oh itu, hey.. itu hanya mitos. Kau percaya pada mitos? Aku sih engga” Ucap jiyeon dengan nada yang bercanda sedikit
            “Ne, itu hanya mitos. Mana mungkin itu nyata” Timpal seokjin yang membela jiyeon
            “Ne. Makanya jangan terlalu sering nonton film horor. Jadi begitu kan” Pekik jiyeon dengan sinis.
            “Terserah apa kata kalian deh. Yang penting aku sudah menyuruh mu untuk membuang bunga itu” Pekik hoseok yang kesal dan meminum coffeenya.

><><><><><>< 

            Di kelas, ada seorang murid yang sedang mencari setangkai bunga mawar hitam yang berada di atas meja guru. Tapi dia tidak menemukannya. Dia sudah bertanya pada teman temannya tapi mereka bilang tidak tau.
            “Issh... dimana sih tuh bunga. Jika ada yang mengambilnya, kasihan dia.... aku harus cepat menemukan bunga itu dan memberikan bunga itu ke nenek tua itu” Gumam gadis itu yang mencari setangkai bunga mawar hitam yang berada di meja guru.
Tiba tiba...
Ting...ting!!!
Bunyi bel masuk telah tiba, gadis itu yang mendengarnya hanya terdiam lemas, dan dia tidak bisa menemukan bunga itu, tapi gadis itu tetap berusaha mencari bunga itu. Saat jiyeon masuk kedalam kelasnya, ia melihat gadis itu yang sedang mencari sesuatu.
            “Issh... bel masuk sudah bunyi lagi” Gumam gadis itu yang kesal sambil mencari bunga mawar itu di kolong meja guru.
            “Hey Hanra ya, apa yang sedang kau cari?” Tanya seorang gadis yang berjalan dari pintu kelasnya yang beranjak ke tempat hanra berada.
            “Eoh Jiyeon ah. Ah aku sedang mencari bunga mawar hitam yang berada di atas meja ini” Jawab hanra yang menunjukan ke arah meja gurunya.
            “Eoh”
            “Apa kau melihatnya?” Tanya hanra sambil mencari bunga itu di kolong meja
            “Ah a...anio” Jawab jiyeon yang gugup
            “Memang itu... mi...milik mu?” Lanjut jiyeon yang salah tingkah
            “Ne... bunga itu harus di temukan” Jawab hanra yang menatap jiyeon dengan serius
            “Oh begitu ya... jika bunga itu ku ketemukan, aku akan memberinya padamu” Ucap jiyeon yang salah tingkah dan segera pergi berjalan menuju kursinya.
Skip.
            Jiyeon dan hoseok sudah sampai di rumahnya. Jiyeon segera beranjak ke kamarnya, hoseok hanya memperhatikan jiyeon berjalan menuju kamarnya.
            “Apa hanya mitos?” Gumam hosoek yang memperhatikan jiyeon berjalan masuk ke dalam kamarnya. Saat jiyeon masuk ke kamarnya, hoseok segera berjalan menuju kamarnya.
Clek~
Jiyeon masuk ke kamarnya, dia beranjak ke meja belajar dan menaruh tasnya di atas meja belajarnya. Sebelum dia mengeluarkan bunga itu dari tasnya, dia pergi ke dapur untuk mengambil tempat bunga mawar itu.
            Saat itu ada nenek tua lagi yang berdiri di samping jendela luar kamar jiyeon, nenek itu tetap masih berpakaian yang sama yaitu memakai pakaian serba hitam, nenek itu hanya melihat tas jiyeon yang berada di atas meja belajarnya.
Beberapa menit kemudian...
            Jiyeon datang dan masuk ke kamarnya. Dia beranjak ke meja belajarnya. Dia membawa botol kaca yang berisikan air. Dia menaruh botol itu atas mejanya dan mulai mengeluarkan bunga mawar hitam itu dari tasnya.
            “Aku akan merawatmu” Gumam jiyeon sambil memasukan setangkai bunga mawar itu kedalam botol yang berisikan air. Tiba tiba air itu berubah yang tadinya warna putih menjadi warna hitam gelap.
            “Eoh, airnya berubah” Ucap jiyeon yang terkejut saat melihat perubahan airnya, dia hanya memandang kearah botol kaca itu hingga airnya berubah menjadi hitam gelap.
            “Ada yang aneh. Tapi... gwenchanayo... aku akan tetap merawatmu karena kau adalah bunga mawar yang langkah dan kau adalah bunga favoritku” Ucap jiyeon yang merasa ada yang aneh, tapi dia anggap itu tidak ada. Dan dia akan terus merawat bunga itu.

><><><><><><><>< 

            Malam tiba, waktunya keluarga jiyeon makan malam bersama di ruangannya. Hoseok terlihat tidak nafsu untuk makan sedangkan jiyeon sangat lahap untuk makan. Jiyeon yang melihat oppa nya tidak makan, dia segera bertanya.
            “Hey, kenapa oppa tidak makan?”
            “Aku tidak lapar” Jawab Hoseok yang menjatuhkan sendoknya ke atas piring dan segera pergi beranjak dari kursi itu dan menuju kamarnya
            “Aneh... eomma... bolehkah aku mengambil nasi oppa?” Pinta jiyeon pada ibunya sambil tersenyum
            “Ambilah, sayang tidak ada yang makan” Jawab ibu jiyeon yang tersenyum di hadapan jiyeon. Jiyeon segera mengambil mangkuk nasi hoseok dan menaruhnya di atas piringnya, dia segera melahap makanan itu dengan senang.

><><><><><><      

            Saat hoseok melewati kamar jiyeon, dia teringat kalau jiyeon merawat bunga mawar itu di dalam kamarnya. Karena dia penasaran, dia segera membuka pintu kamar jiyeon dan menyalahkan lampunya.
Clek~
Hoseok menekan tombol saklar yang tidak jauh dari pintunya. Dia melihat sekeliling kamar jiyeon, tanpa sengaja dia melihat bunga mawar itu yang berada di atas meja belajarnya. Dia segera beranjak ke tempat meja belajar jiyeon.
            “Ini mitoskan?” Gumam Hoseok yang melihat bunga mawar itu yang ada di hadapannya
Tiba tiba ada suara yang mengejutkan hoseok, suara itu sepertinya hoseok mengenalnya.
            “ssssh....”
Hoseok yang mendengarnya segera menoleh ke sumber suara dan dia tidak melihat apa apa. Dia hanya melihat lemari pakaian jiyeon.
            “Suara apa itu?” Gumam hoseok yang penasaran, tiba tiba suara itu ada lagi dan membuat hoseok menoleh ke sumber suara dan dia hanya melihat keluar jendela kamar jiyeon.
            “Siapa kalian?” Tanya hoseok yang mengencangkan suaranya, tiba tiba bulu kudiknya berdiri sendiri dan dia merasa ada yang aneh dengan keadaan sekarang.
            “Isssh... mungkin karena aku sering nonton film horor kali ya... ah ini hayalan ku saja” Gumam hoseok dan segera berlari dari kamar jiyeon.
            Saat hoseok keluar dari kamar jiyeon, ada jiyeon yang melihatnya. Dengan cepat dia berlari menuju kamarnya.
            “Eoh lampunya menyala” Gumam jiyeon yang terkejut saat melihat lampunya menyala. Matanya segera tertuju untuk melihat bunga mawar hitam itu.
            “Ku kira kau hilang” Ucap jiyeon yang berjalan menghampiri bunga itu yang berada di meja belajarnya. Jiyeon hanya mengelus kelopak bunga mawar hitam itu dengan lembut.
Skip.
            Esok pagi, seorang lelaki yang memakai seragam Hanlim Art itu sedang berada di kamarnya yang sedang merapihkan buku bukunya yang ingin di bawa ke sekolah. Namja ini adalah Jung Ho Seok, saat itu dia tidak melihat buku milik Seokjin yang ia pinjam seminggu yang lalu.
            “Eoh dimana buku seokjin?” Gumam hoseok yang terkejut saat melihat buku seokjin tidak ada di lemari bukunya.
            “Jika ada yang mengambilnya, pasti buku ku berantakan. Tapi... tataan buku ini sangat rapih sama seperti aku menaruh buku seokjin.” Lanjut hoseok yang bingung.
            Tiba tiba dia mendengar suara seorang wanita yang sedang berjalan di luar jendelanya, dengan cepat hoseok menoleh ke jendelanya dan menghampiri tempat itu. saat di lihat, dia tidak melihat siapa siapa yang dia lihat hanya tanaman yang ditanam oleh ibunya.
            “Ini hayalan ku saja” Gumam hoseok yang masih memandang ke tanaman yang di tanam oleh ibunya. Tiba tiba terdengar kembali suara wanita yang sedang bersiul dan membuat hoseok terkejut dan menoleh ke sumber suara.
            “Siapa?” Tanya hoseok yang mengeraskan suaranya dan berjalan perlahan lahan, dia yang melihat tongkat Baseball yang berada di dekatnya segera mengambil tongkat itu untuk perlindungan.
Tiba tiba...
Clek~
            “Siapa itu?” Ucap hoseok yang terkejut saat ada yang membuka pintu kamarnya dan sudah bersiap untuk memukul seseorang. Pintu kamarnya mulai terbuka dan hoseok semakin ketakutan.
Clek... pintu kamar terbuka dan ternyata yang datang adalah...
            “Jiyeon” Ucap hoseok yang terkejut ternyata yang membuka pintu kamarnya adalah adiknya sendiri.
            “Oppa... apa yang sedang kau lakukan?” Tanya jiyeon yang terkejut melihat kakaknya sedang memegang tongkat Baseball.
            “Eoh anio. Aku sedang latihan bermain baseball saja” Jawab hoseok yang salah tingkah dan mulai memainkan tongkat itu seenaknya
            “Ada apa kau kemari?” Lanjut hoseok yang melihat adiknya
            “Ibu menyuruh mu untuk ke ruang makan sekarang” Jawab jiyeon yang melipat kedua tangannya di atas perutnya.
            “Oh begitu ya. Ya sudah kau duluan, nanti aku akan nyusul” Jawab hoseok, jiyeon pun segera keluar dari kamar hoseok.
            Hoseok segera melempar tongkat itu keatas ranjangnya dan menutup hodreng jendelanya. Dia pun segera berjalan cepat untuk keluar dari kamarnya.
-
-
-
TBC
Next?