Title
: Don’t Do That
Cast
:
*)
Kim Seok Jin
*)
Jung Ji Yeon (OC)
*)
Jung Ho Seok
*)
Lee Han Ra (OC)
*)
Lee Dong Yoo (OC)
Genre
: Mystery, Fantasy, School life
Author
: Sandra Tamara
Summary
: “Manusia memang harus melewati masa masa sulit. Agar kita tau bagaimana yang
namanya rasa takut”
NB
: Ini FF hasil karya author sendiri. Just FF Arratseo! Mohon maaf apabila ada
kesamaan adalah sebagainya. Dont Copy please!
Happy
Reading^^
Mian
banyak typo bertebaran.
***
Langit yang berwarna biru cerah,
suara burung bersiul di atas pohon dan angin yang sangat sejuk. Terlihat sosok
gadis yang baru sampai di kelasnya. Di kelas itu hanya dia sendiri yang baru
datang. Gadis ini memakai blazzer warna hitam dan rok mini warna hitam.
Rambutnya yang panjang bergelombang itu menyapu debu yang ada di mejanya.
“Kenapa belum pada datang? Padahal
ini sudah jam enam lewat tiga puluh.” Gumam gadis itu yang bernama Jung Ji Yeon
sambil duduk di kursinya. Tanpa sengaja dia melihat setangkai bunga mawar hitam
di meja guru yang berada di hadapannya.
“Black Roses?” Gumam jiyeon yang
melihat setangkai bunga mawar hitam di meja guru yang berada di hadapannya. Dia
segera beranjak dari kursinya menuju meja guru itu dan mengambil bunga mawar
itu.
“Bunga ini sangat langkah bukan? Ah
sebaiknya aku simpan saja” Lanjutnya lagi yang memandang bunga itu yang ada di
tangannya.
“Hey, apa yang sedang kau lakukan?”
Tanya seorang gadis yang masuk dari pintu kelasnya dan berjalan menuju jiyeon.
“Eoh Dongyoo... kau mengejutkan ku
saja. Aku menemukan bunga mawar hitam” Jawab jiyeon yang menunjukan bunga mawar
hitam itu yang dia pegang ke dongyoo.
“Apa ada yang menaruhnya?” Tanya
dongyoo yang menyentuh kelopak bunga mawar itu dengan lembut
“Entahlah... sepertinya iya... aku
ingin masukan bunga ini dulu” Ucap jiyeon yang membuka tasnya dan menaruhnya di
dalam tas itu.
“Oh iya, ayo kita ke kantin. Hoseok
oppa dan seokjin oppa sudah menunggu kita di kantin dari tadi” Ajak Dongyoo
yang memegang pundak jiyeon sambil tersenyum
“Baiklah. kajja” Jawab jiyeon yang
membalas senyuman dongyoo dan mereka berdua segera pergi dari kelasnya.
><><><><><><><
Di
kantin, ada dua lelaki tampan yang di temani oleh empat gelas coffee hangat di
mejanya. Kedua lelaki ini bernama Kim Seok Jin & Jung Ho Seok. Seokjin & Hoseok sedang menunggu kedua
temannya. Tak lama kemudian, kedua temannya itu yang bernama Jiyeon dan dongyoo
datang menghampirinya dan duduk di hadapan mereka berdua.
“Kau datang juga” Ucap seokjin yang
melihat kedua teman perempuannya itu.
“Kau sudah menyiapkan ini, oppa”
Ucap jiyeon yang duduk dan melihat empat gelas coffee yang berada di atas
mejanya.
“Ne, ini pakai uang ku. Jadi kau
harus membayarnya” Timpal hoseok yang meminum coffeenya dan menaruhnya kembali
di atas mejanya.
“Aku hutang dulu ya, oppa... kau tau
kan, hari ini ibu tidak memberiku uang jajan” Jawab jiyeon dengan melas di
hadapan hoseok, hoseok pun segera menjitak kening jiyeon dan membuat jiyeon
kesakitan yang memegang keningnya
“Yaa.” Teriak jiyeon yang kesal
sambil memegang keningnya yang sakit itu
“Oh iya, kalian tau. Tadi... jiyeon
menemukan setangkai bunga mawar hitam di kelas” Timpal dongyoo yang menaruh
kedua tangannya di lipat di atas mejanya.
“Mawar hitam?” Ucap seokjin terkejut
yang mendengar ucapan dongyoo
“Ne. Bunga itu sangat langkah, jadi
aku membawanya untuk di rawat” Jawab jiyeon yang tersenyum ke arah seokjin
“Hey, cepat buang bunga itu” Pinta
hoseok pada adik kandungnya yang menatapnya dengan tatapan terkejut
“Waeyo?” Tanya jiyeon yang terkejut
saat mendengar ucapan hoseok untuk membuang bunga itu
“Apa kau tak tau misteri di balik
bunga mawar hitam?” Tanya hoseok dengan serius
“Oh itu, hey.. itu hanya mitos. Kau
percaya pada mitos? Aku sih engga” Ucap jiyeon dengan nada yang bercanda
sedikit
“Ne, itu hanya mitos. Mana mungkin
itu nyata” Timpal seokjin yang membela jiyeon
“Ne. Makanya jangan terlalu sering
nonton film horor. Jadi begitu kan” Pekik jiyeon dengan sinis.
“Terserah apa kata kalian deh. Yang
penting aku sudah menyuruh mu untuk membuang bunga itu” Pekik hoseok yang kesal
dan meminum coffeenya.
><><><><><><
Di kelas, ada seorang murid yang
sedang mencari setangkai bunga mawar hitam yang berada di atas meja guru. Tapi
dia tidak menemukannya. Dia sudah bertanya pada teman temannya tapi mereka
bilang tidak tau.
“Issh... dimana sih tuh bunga. Jika
ada yang mengambilnya, kasihan dia.... aku harus cepat menemukan bunga itu dan
memberikan bunga itu ke nenek tua itu” Gumam gadis itu yang mencari setangkai
bunga mawar hitam yang berada di meja guru.
Tiba
tiba...
Ting...ting!!!
Bunyi
bel masuk telah tiba, gadis itu yang mendengarnya hanya terdiam lemas, dan dia
tidak bisa menemukan bunga itu, tapi gadis itu tetap berusaha mencari bunga
itu. Saat jiyeon masuk kedalam kelasnya, ia melihat gadis itu yang sedang
mencari sesuatu.
“Issh... bel masuk sudah bunyi lagi”
Gumam gadis itu yang kesal sambil mencari bunga mawar itu di kolong meja guru.
“Hey Hanra ya, apa yang sedang kau
cari?” Tanya seorang gadis yang berjalan dari pintu kelasnya yang beranjak ke
tempat hanra berada.
“Eoh Jiyeon ah. Ah aku sedang
mencari bunga mawar hitam yang berada di atas meja ini” Jawab hanra yang
menunjukan ke arah meja gurunya.
“Eoh”
“Apa kau melihatnya?” Tanya hanra
sambil mencari bunga itu di kolong meja
“Ah a...anio” Jawab jiyeon yang
gugup
“Memang itu... mi...milik mu?”
Lanjut jiyeon yang salah tingkah
“Ne... bunga itu harus di temukan”
Jawab hanra yang menatap jiyeon dengan serius
“Oh begitu ya... jika bunga itu ku
ketemukan, aku akan memberinya padamu” Ucap jiyeon yang salah tingkah dan
segera pergi berjalan menuju kursinya.
Skip.
Jiyeon dan hoseok sudah sampai di
rumahnya. Jiyeon segera beranjak ke kamarnya, hoseok hanya memperhatikan jiyeon
berjalan menuju kamarnya.
“Apa hanya mitos?” Gumam hosoek yang
memperhatikan jiyeon berjalan masuk ke dalam kamarnya. Saat jiyeon masuk ke
kamarnya, hoseok segera berjalan menuju kamarnya.
Clek~
Jiyeon
masuk ke kamarnya, dia beranjak ke meja belajar dan menaruh tasnya di atas meja
belajarnya. Sebelum dia mengeluarkan bunga itu dari tasnya, dia pergi ke dapur
untuk mengambil tempat bunga mawar itu.
Saat itu ada nenek tua lagi yang
berdiri di samping jendela luar kamar jiyeon, nenek itu tetap masih berpakaian
yang sama yaitu memakai pakaian serba hitam, nenek itu hanya melihat tas jiyeon
yang berada di atas meja belajarnya.
Beberapa
menit kemudian...
Jiyeon datang dan masuk ke kamarnya.
Dia beranjak ke meja belajarnya. Dia membawa botol kaca yang berisikan air. Dia
menaruh botol itu atas mejanya dan mulai mengeluarkan bunga mawar hitam itu
dari tasnya.
“Aku akan merawatmu” Gumam jiyeon
sambil memasukan setangkai bunga mawar itu kedalam botol yang berisikan air.
Tiba tiba air itu berubah yang tadinya warna putih menjadi warna hitam gelap.
“Eoh, airnya berubah” Ucap jiyeon
yang terkejut saat melihat perubahan airnya, dia hanya memandang kearah botol
kaca itu hingga airnya berubah menjadi hitam gelap.
“Ada yang aneh. Tapi... gwenchanayo...
aku akan tetap merawatmu karena kau adalah bunga mawar yang langkah dan kau
adalah bunga favoritku” Ucap jiyeon yang merasa ada yang aneh, tapi dia anggap
itu tidak ada. Dan dia akan terus merawat bunga itu.
><><><><><><><><
Malam tiba, waktunya keluarga jiyeon
makan malam bersama di ruangannya. Hoseok terlihat tidak nafsu untuk makan sedangkan
jiyeon sangat lahap untuk makan. Jiyeon yang melihat oppa nya tidak makan, dia
segera bertanya.
“Hey, kenapa oppa tidak makan?”
“Aku tidak lapar” Jawab Hoseok yang
menjatuhkan sendoknya ke atas piring dan segera pergi beranjak dari kursi itu
dan menuju kamarnya
“Aneh... eomma... bolehkah aku
mengambil nasi oppa?” Pinta jiyeon pada ibunya sambil tersenyum
“Ambilah, sayang tidak ada yang
makan” Jawab ibu jiyeon yang tersenyum di hadapan jiyeon. Jiyeon segera
mengambil mangkuk nasi hoseok dan menaruhnya di atas piringnya, dia segera
melahap makanan itu dengan senang.
><><><><><><
Saat hoseok melewati kamar jiyeon,
dia teringat kalau jiyeon merawat bunga mawar itu di dalam kamarnya. Karena dia
penasaran, dia segera membuka pintu kamar jiyeon dan menyalahkan lampunya.
Clek~
Hoseok
menekan tombol saklar yang tidak jauh dari pintunya. Dia melihat sekeliling
kamar jiyeon, tanpa sengaja dia melihat bunga mawar itu yang berada di atas
meja belajarnya. Dia segera beranjak ke tempat meja belajar jiyeon.
“Ini mitoskan?” Gumam Hoseok yang
melihat bunga mawar itu yang ada di hadapannya
Tiba
tiba ada suara yang mengejutkan hoseok, suara itu sepertinya hoseok
mengenalnya.
“ssssh....”
Hoseok
yang mendengarnya segera menoleh ke sumber suara dan dia tidak melihat apa apa.
Dia hanya melihat lemari pakaian jiyeon.
“Suara apa itu?” Gumam hoseok yang
penasaran, tiba tiba suara itu ada lagi dan membuat hoseok menoleh ke sumber
suara dan dia hanya melihat keluar jendela kamar jiyeon.
“Siapa kalian?” Tanya hoseok yang
mengencangkan suaranya, tiba tiba bulu kudiknya berdiri sendiri dan dia merasa
ada yang aneh dengan keadaan sekarang.
“Isssh... mungkin karena aku sering
nonton film horor kali ya... ah ini hayalan ku saja” Gumam hoseok dan segera
berlari dari kamar jiyeon.
Saat hoseok keluar dari kamar
jiyeon, ada jiyeon yang melihatnya. Dengan cepat dia berlari menuju kamarnya.
“Eoh lampunya menyala” Gumam jiyeon
yang terkejut saat melihat lampunya menyala. Matanya segera tertuju untuk
melihat bunga mawar hitam itu.
“Ku kira kau hilang” Ucap jiyeon
yang berjalan menghampiri bunga itu yang berada di meja belajarnya. Jiyeon
hanya mengelus kelopak bunga mawar hitam itu dengan lembut.
Skip.
Esok pagi, seorang lelaki yang
memakai seragam Hanlim Art itu sedang berada di kamarnya yang sedang merapihkan
buku bukunya yang ingin di bawa ke sekolah. Namja ini adalah Jung Ho Seok, saat
itu dia tidak melihat buku milik Seokjin yang ia pinjam seminggu yang lalu.
“Eoh dimana buku seokjin?” Gumam hoseok
yang terkejut saat melihat buku seokjin tidak ada di lemari bukunya.
“Jika ada yang mengambilnya, pasti
buku ku berantakan. Tapi... tataan buku ini sangat rapih sama seperti aku
menaruh buku seokjin.” Lanjut hoseok yang bingung.
Tiba tiba dia mendengar suara
seorang wanita yang sedang berjalan di luar jendelanya, dengan cepat hoseok
menoleh ke jendelanya dan menghampiri tempat itu. saat di lihat, dia tidak
melihat siapa siapa yang dia lihat hanya tanaman yang ditanam oleh ibunya.
“Ini hayalan ku saja” Gumam hoseok
yang masih memandang ke tanaman yang di tanam oleh ibunya. Tiba tiba terdengar
kembali suara wanita yang sedang bersiul dan membuat hoseok terkejut dan
menoleh ke sumber suara.
“Siapa?” Tanya hoseok yang
mengeraskan suaranya dan berjalan perlahan lahan, dia yang melihat tongkat
Baseball yang berada di dekatnya segera mengambil tongkat itu untuk
perlindungan.
Tiba
tiba...
Clek~
“Siapa itu?” Ucap hoseok yang
terkejut saat ada yang membuka pintu kamarnya dan sudah bersiap untuk memukul
seseorang. Pintu kamarnya mulai terbuka dan hoseok semakin ketakutan.
Clek...
pintu kamar terbuka dan ternyata yang datang adalah...
“Jiyeon” Ucap hoseok yang terkejut
ternyata yang membuka pintu kamarnya adalah adiknya sendiri.
“Oppa... apa yang sedang kau
lakukan?” Tanya jiyeon yang terkejut melihat kakaknya sedang memegang tongkat
Baseball.
“Eoh anio. Aku sedang latihan
bermain baseball saja” Jawab hoseok yang salah tingkah dan mulai memainkan
tongkat itu seenaknya
“Ada apa kau kemari?” Lanjut hoseok
yang melihat adiknya
“Ibu menyuruh mu untuk ke ruang
makan sekarang” Jawab jiyeon yang melipat kedua tangannya di atas perutnya.
“Oh begitu ya. Ya sudah kau duluan,
nanti aku akan nyusul” Jawab hoseok, jiyeon pun segera keluar dari kamar hoseok.
Hoseok segera melempar tongkat itu
keatas ranjangnya dan menutup hodreng jendelanya. Dia pun segera berjalan cepat
untuk keluar dari kamarnya.
-
-
-
TBC
Next?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar