Jumat, 10 Juli 2015

BTS Jin Fanfiction "Two Lover" Chapter 2


Chap 2

Title : Two Lovers
Cast : Kim Seok Jin (BTS), Park Yoo Chan (OC), Park Yoo Kyung (OC)
Genre : Happy, Romantis, Urbanlife, Bromance
Author : Sandra Tamara
Lenght : Two Shoot


^Happy Reading^
^Mian banyak Typo bertebaran^ 

Skip~
1 minggu kemudian...
          DI seoul, seokjin ingin ketemuan dengan yookyung di suatu tempat yang tenang. Akhirnya mereka bertemu di ruangan yookyung.
Clek~
          Seokjin membuka pintu ruangan yookyung. Dia melihat yookyung sedang bermain dengan gadget nya. Yookyung yang melihatnya hanya tersenyum melihat seokjin datang.
          “Ada apa kau kemari?”
          “Hari ini aku harus pergi ke New York untuk acara fanmitting dengan cabang cafe ku di sana” Ucap seokjin pada yookyung, adik bohongannya itu.
          “Lalu kapan kau balik?”
          “Hmm, entahlah... Aku belum mengkonfirmasih untuk kepulangannya”
          “Baiklah. Aku akan membiarkan oppa pergi ke New York. Tapi jangan lupa bawalah beberapa makanan atau barang yang begitu indah untuk adikmu ini” Pinta yookyung dengan wajah yang begitu manja
          “Heheheh... baiklah... Oppa tidak punya waktu banyak, karena sekarang oppa harus segera pergi” Ucap seokjin yang berpamitan dengan yookyung. Yookyung hanya membalas dengan sebuah senyuman di wajahnya.

          Seokjin sudah pergi dari ruangan yookyung. Yookyung hanya masih tersenyum memandang seokjin yang telah pergi dari ruangannya.
          “Aku mengira hubungan ini tidak sebatas adik dan kakak. Dia memperlakukan aku layaknya aku sebagai seorang kekasih. Apa benar dia juga menyukaiku? Jika iya... ini hal yang bagus, karena aku juga menyukainya” Gumam yookyung yang masih tersenyum bahagia.

Skip~
          Beberapa jam kemudian...
Seokjin sudah sampai di New York. Sebelum dia pergi ke cafe untuk acara fanmitting. Dia pergi ke toko bunga untuk di bawanya ke sana.
          “Welcome. Good morning...” Ucap yoochan yang begitu semangat menerima seorang pelanggan yang datang ke tokonya.
Seokjin yang melihatnya sangat terkejut, Dia sepertinya kenal gadis ini tapi dimana. Dia mikir keras untuk memgingat sosok gadis yang ada di hadapannya.
          Ah... dia baru ingat. Wajah gadis ini sama percis dengan yookyung. Apakah dia yookyung? Atau dia orang lain yang mempunyai wajah yang hampir sama?
          “Mr. Bunga apa yang sedang anda cari?” Tanya yoochan
          “Eoh. Rose...”Jawab seokjin yang membuatnya terkejut dari lamunannya
          “Baiklah. Silahkan tunggu sebentar” Ucap yoochan yang segera mengambil bunga mawar itu.
          Sambil menunggu yoochan datang, Seokjin masih penasaran sama gadis yang ada di dalam toko ini. Dia mengambil jepitan dari saku celananya. Dia mengingat gadis yang mempunyai jepitan ini.
Beberapa menit kemudian...
          “Ini seikat bunganya...” Ucap yoochan yang memberi seikat bunga mawar itu. Tapi saat itu matanya terbelak saat melihat jepitan yang di pegang oleh seokjin.
          “Eoh. Jepitan ku!” Ucap yoochan yang terkejut
          “Ah. Jepitanmu?” Tanya seokjin yang juga terkejut
          “Ne. Itu jepitan ku saat usiaku masih 10 tahun. Saat itu pas hari kamis.” Ucap yoochan yang mengingat kapan dia memakai jepitan itu.
          “Saat aku menemukan ini, juga itu hari kami, aku menemukan ini saat aku turun dari sebuah bus sekolah. Saat itu aku melihat sosok gadis yang hampir terjatuh tapi dia berhasil untuk tidak terjatuh Tapi... jepitan milik gadis ini terjatuh tanpa dia sadari” Jelas seokjin.
          “Eoh. Saat itu juga aku hampir jatuh dari pintu masuk bus tersebut. Apa jangan jangan kau...” Ucap yoochan yang terkejut saat mengingat lelaki yang tampan yang berada di dalam bus bersama gitarnya
          “Kau yang selalu membawa gitar setiap hari kamis bukan?” Ucap yoochan yang meyakinkan seokjin
          “Ne. Itu aku” Jawab seokjin dan membuat mata yoochan lagi lagi terbelak.
          “Dia lelaki tampan yang aku sukai saat 10 tahun yang lalu...” Gumam yoochan dalam batinnya yang belum lepas tatapannya dari mata seokjin.
          “Presdir... kajja” Teriak sipir seokjin sehingga membuat lamunan keduanya terlepas
          “Gomawo bunganya... Kita bicara lain kali” Ucap seokjin yang pamit dan berjalan keluar dari toko bunga yoochan. Tapi...
          “Tunggu...” Pinta yoochan yang membuat langkah seokjin terhenti dan menoleh ke yoochan.
          “Apa boleh aku tau namamu?” Tanya yoochan dengan nada yang pelan
          “Eoh namaku... Namaku Kim... Kim Seok Jin.” Ucap seokjin dengan nada yang gugup
          “Seokjin. Cepat!” Teriak supir itu yang menyuruh seokjin untuk cepat keluar dari toko bunga itu.
          “Ne. Sampai ketemu nanti” Ucap seokjin yang melanjutkan jalannya
          “Eoh. Aku... Namaku Park Yoo Chan!” Teriak yoochan tapi sayang, seokjin sudah memasuki mobilnya sehingga tidak terdengar olehnya.
-
          Yoochan duduk di sebuah kursi dekat bunga bunga yang begitu indah itu. Dia mengingat sosok seokjin saat 10 tahun yang lalu.
          “Jadi, lelaki itu adalah Kim Seok Jin.” Gumam yoochan yang masih tidak percaya bahwa dia bertemu dengan cinta pertamanya.
          “Aigo! Jepitan ku belum ku ambil darinya... Bagaimana ini, Apakah kami akan bisa bertemu lagi?” Ucap yoochan yang terkejut bahwa jepitannya belum di ambil dari tangan seokjin.
          “Aish... kenapa aku bisa se ceroboh ini...” Pekik yoochan yang mengacak acakan rambutnya.

          Seokjin berada di dalam mobil bersama seorang pelayannya. Seokjin masih penasaran dengan sosok gadis yang bernama Park Yoo Chan itu.
          “Perkataan ku saat itu menjadi kenyataan. Akhirnya aku bisa bertemu dengan pemilik jepitan ini selama 10 tahun yang lalu.” Gumam seokjin sehingga supirnya menoleh ke arahnya.
          “Nugu? Cinta pertamamu?”
          “Ne. Aku sudah berjanji jika orang yang mempunyai jepitan ini ku temukan, aku akan menyatakan perasaanku padanya. Karena dia adalah cinta pertamaku” Ucap seokjin yang tersenyum
          “Lalu apakah kau sudah menemukannya?”
          “Tentu sudah. Dia gadis cantik berambut pirang dengan dagu yang kecil dan mata yang begitu indah. Dia bernama Park Yoo Chan” Jawab seokjin sambil tersenyum bahagia.
          “Park Yoo Chan? Sepertinya nama itu tidak asing lagi bagiku. Nama itu sangat mirip dengan nama Park Yoo Kyung. Tapi hanya beda nama panggilannya saja” Ucap supirnya itu yang sedikit membedakan nama yoochan dengan nama Yookyung.
          “Nanti malam, aku harus bertemu dengannya lagi. Cepatkan sedikit kecepatannya...”Pinta seokjin meminta supirnya untuk mengebut.

Skip~
          Di seoul, Yookyung hanya berdiri di balkon ruangannya dengan wajah yang begitu sedih, tidak biasanya dia kembali kesepian setelah seokjin pergi ke New York, hidup yookyung menjadi sepi.
          “Sepertinya aku mulai menyukai seokjin... Kenapa aku merasa seokjin adalah cinta pertamaku?” Gumam yookyung yang memandang keindahan langit malam yang di hiasi dengan sinar rembulan dan sinar bintang yang begitu terang.
          “Park Yoo Chan... bagaimana kabarnya dia sekarang? Apakah dia baik baik saja? Sudah 3 bulan aku tidak menghubunginya” Ucap yookyung yang ingat akan sosok adiknya itu. Park Yoo Chan.

Skip~
          Di Amerika. Langit sudah berubah menjadi gelap. Seokjin kembali ke toko bunga itu untuk mengungkap kebenaran dari jepitan yang dia miliki selama 10 tahun yang lalu.
          “Waelcome, good even...ing..” Ucap yoochan yang terputus melihat sosok seokjin ada di hadapannya
          “Kau tidak boleh memutuskan kata seperti itu. Ku akui kau pasti akan terkejut” Ucap seokjin yang masuk ke dalam toko bunga milik yoochan.
          “Cepat balikan jepitanku, Kim Seok Jin” Pinta yoochan yang meminta kembali jepitan itu
          “Mwo!”
          “Itu milikku, jadi aku berhak mengambilnya” Ucap yoochan dengan nada yang tidak sopan itu
          “Aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Jika orang yang mempunyai jepitan ini sudah aku temukan, aku akan berjanji bahwa gadis ini akan menjadi cinta pertamaku” Jelas seokjin sehingga membuat yoochan terbelak dan terdiam terpaku mendengar ucapan seokjin
          “Aku menyukai gadis yang memiliki jepitan ini, Aku pikir gadis yang mempunyai jepitan ini sangat cantik, Lihat saja jepitannya begitu bagus dan indah...” Lanjutnya lagi
          “Kau... kau menyukaiku...” Ucap yoochan yang gugup seketika pandangannya tidak pernah lepas dari mata seokjin.
          “Ne. Apa kau mau menjadi kekasihku?” Ucap seokjin yang memberikan setangkai bunga mawar yang dia sisihkan saat untuk acara fanmitting.
          “Itu bunga mawar yang ku berikan padamu” Ucap yoochan yang melihat bunga mawar itu
          “Ne, aku menyisihkannya untuk cinta pertamaku”
          “Seokjin... kita baru saja bertemu, apa mungkin kita bisa menjalin hubungan yang kita harapkan?” Tanya yoochan yang masih tidak percaya dengan ucapan seokjin.
          “Meski kita baru kenal, Tapi hati kita sudah menyatu sejak 10 tahun yang lalu” Ucap seokjin
          “Ku tau, kau juga menyukaiku kan? Aku bisa merasakannya sekarang” Lanjut seokjin yang membuat yoochan mendongak melihat wajah seokjin
          “Kau bisa merasakannya? Don’t lie kim seok jin...” Ucap yoochan yang masih tidak percaya
          “Ne, aku tidak berbohong. Aku jujur, jantungmu saat ini sedang ber...” Ucapan seokjin terputus karena yoochan segera mengelaknya
          “Jangan katakan. Aku bisa menebaknya... jika di katakan, aku pasti akan malu nanti..” Ucap yoochan yang menunduk saat bicara malu.
          “Haha... baiklah. Apa jawabanmu? Kau pasti tidak akan bilang tidak kan? Soalnya akulah cinta pertamamu. Dan kau juga cinta pertama ku saat kita berusia 10 tahun”
          “Jawabanku... aku masih tidak yakin. Tapi akan ku jawab... Iya...” Jawab yoochan yang masih menunduk dan tidak sanggup menatap wajah seokjin.
          “Jinjja? Ah yoochan...” Ucap seokjin yang sangat gembira akhirnya cinta pertamanya itu menerima tawaran seokjin menjadi kekasihnya. Seokjin segera memeluk yoochan dengan erat.
          “Eoh”
          “Ne, aku menyukaimu. Sejak 10 tahun yang lalu aku sudah menunggumu, dan akhirnya kita memang di takdirkan untuk bersatu” Gumam yoochan dalam batinnya yang juga ikut gembira.

          Seokjin melepaskan pelukannya, dia menatap yoochan begitu dalam. Wajahnya mendekatkan ke wajah yoochan sehingga membuat yoochan memejamkan kedua matanya itu. Dan...
Chu~
          Seokjin mengecup bibir yoochan dengan lembut dan dengan dalam. Yoochan hanya tidak percaya, ini adalah first kissnya bersama cinta pertamanya juga. Seokjin semakin memperdalam ciuman mereka.

Skip~
          Esok pagi tiba, Di Seoul. Terlihat yookyung sedang berjalan jalan pagi di taman dekat kantornya. Dia begitu borring karena seokjin belum juga pulang. Dia memakai pakaian olahraga berwarna biru muda dengan rambut yang di kuncir kuda itu.
          “Apa acara fanmittingnya sudah selesai?” Gumam yookyung yang bertanya pada dirinya sendiri.
          “Acara itu bukannya hanya sebentar? Apa dia melakukan liburan di New York tanpa mengajakku?” Gumamnya lagi yang berpikiran yang tidak tidak tentang seokjin.

Skip~
          Di Amerika, Terlihat yoochan yang sudah siap untuk pergi ke kampung halamannya yaitu Seoul. Dia begitu bahagia, akhirnya dia bisa memiliki cinta pertamanya dan bisa kembali ke Seoul. Sebelum dia pergi, dia menelpon kekasihnya yang baru saja jadian kemarin malam.
          “Yeoboseo...”
          “....”
          “Hari ini aku akan kembali ke Seoul, kapan kau akan kembali?”
          “....”
          “Oh, kalau begitu aku duluan ya... aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan eonniku dan kampungku”
          “....”
          “Baiklah, aku akan menghubungimu jika sudah sampai sana”
Yoochan segera memutuskan sambungannya dengan kekasihnya itu. Sekarang dia beralih ke nomor kakaknya yaitu Yookyung.
          “Hallo eonni...”
          “Yoochan! How are you??”
          “Aku baik, hey... jangan ucapkan bahasa english.”
          “Ada apa kau menelponku?”
          “Hari ini aku akan kembali ke Seoul! Apakah eonni mau menjemputku?” Tanya yoochan
          “Hmm, bagaimana ya... eonni lagi sibuk. Eoh bagaimana jika kau sudah sampai, kau langsung ke kantor eonni ya”
          “Hmm, baiklah... tunggu aku!”
          “Ne”
          “Bye. Muachh...”
Yoochan segera mematikan sambungannya dan membawa tas besar itu keluar dari tokonya. Dia mengunci toko bunganya dan berjalan untuk mencari taksi yang menuju ke arah airport.

Skip~
          Beberapa jam kemudian...
Yoochan sudah sampai di Seoul. Dia keluar dari dalam pesawat yang membawa tas besarnya yang berwarna pink muda itu. Dia berjalan yang melewati kerumunan orang. Dia begitu bahagia sekali hari ini. Dia segera keluar dari airport dan mencari sebuah taksi untuk di tumpanginya.
          Taksi yang membawanya itu sudah sampai di depan kantor eonni nya. Dia segera turun dari taksi itu dan berjalan masuk ke dalam ruangan eonninya.
Clek~
          Yoochan membuka pintu ruangan eonninya. Dia melihat eonninya sedang mentandatangani sebuah dokument sehingga dia menoleh ke yoochan.
          “Yoochan!”
          “Eonni!”
          Yoochan segera menghampiri yookyung dan memeluknya dengan begitu erat.
          “Lihat dirimu... dirimu begitu cantik dengan rambut berwarna pirang ini” Puji yookyung yang melihat yoochan
          “Hahaha, eonni juga sangat cantik. Oh iya, eon... aku sudah punya kekasih. Dia cinta pertamaku setelah 10 tahun yang lalu” Ucap yoochan yang begitu bahagia
          “Nugu?”
          “Aku akan memberitaumu nanti. Apakah eonni ada lelaki yang eonni sukai?”
          “Tentu ada, dia lelaki yang membuat eonni tersenyum. Eonni juga akan memberi taumu nanti”
          “Baiklah. Akan ku tunggu!”

Skip~
          Yoochan berada di taman kantor yookyung. Dia duduk di kursi taman sambil melihat layar ponselnya tersebut.
          “Aku harus menelponnya”
          Yoochan segera menekan tombol telepon yang tertera di layar ponselnya yang bernama Kim Seok Jin tersebut.
          “Hallo”
          “.....”
          “Aku sudah sampai. Kapan kau akan kembali kesini?”
          “....”
          “Eoh jinjja? Baiklah akan ku tunggu!”
          “....”
          “Bye!”
Yoochan segera mematikan ponselnya setelah mendapat kabar dari kekasihnya. Tak lama kemudian, yookyung datang menghampiri yoochan yang membawa dua gelas coffee.
          “Kau baru nelepon siapa?”
          “Pacarku”
          “Dia ada dimana sekarang?”
          “Dia baru ada di bandara mau ke Seoul”
          “Eoh, sama dengan lelaki yang aku suka. Aku juga baru menelponnya dia bilang dia juga lagi di bandara menuju Seoul”
          “Wah, apa jangan jangan lelaki yang kita sukai juga ada di airport bersama?”
          “Entahlah. Ini..” Ucap yookyung yang memberikan dua gelas coffee ke yoochan
          “Gomawo.” Ucap yoochan yang mengambil coffee dari tangan yookyung.

~
          Esok pagi tiba....
Yoochan sudah ada di cafe bersama kekasihnya. Sepertinya mereka berdua sedang menunggu seseorang yang datang kemari.
          “Kakakmu akan datang ke sini?” Tanya seokjin
          “Ne. Kenapa? Apa kau tak mau melihatnya, dia juga sangat cantik seperti ku” Ucap yoochan yang menatap seokjin
          “Eoh anio. Sebaiknya aku mau pesan coffee dulu ya, kau tunggu di sini ya” Ucap seokjin, yoochan hanya membalas dengan sebuah senyuman.
          Seokjin segera berjalan menuju kasir untuk memesan tiga gelas coffee. Saat itu juga yookyung datang dan menghampiri tempat duduk yoochan.
          “Eonni sudah sampai!” Ucap yoochan yang terkejut
          “Mana kekasihmu?”
          “Eoh dia sedang mengantri untuk memesan coffee sebentar lagi juga selesai” Ucap yoochan yang menunjukan arah seokjin. Yookyung yang melihatnya pun tidak peka bahwa dia adalah seokjin.

          Yoochan dan Yookyung asik mengobrol dan tidak sadar kalau seokjin sudah berada di hadapannya sehingga membuat mata seokjin dan yookyung terbelak.
          “Eoh!” Ucap mereka bersamaan.
          “Seokjin, ini kakak ku, Park Yoo Kyung” Ucap yoochan pada seokjin. Seokjin hanya menatap yoochan yang tidak percaya.
          Seokjin segera duduk di antara dua gadis kembar ini.
          “Eonni, bagaimana dia kekasihku sangat tampan bukan?” Tanya yoochan pada yookyung yang memuji seokjin.
          “Ne, dia sangat tampan” Jawab yookyung yang merasa sakit hati, ternyata cinta pertamanya telah di rebut oleh adiknya sendiri.
          “Yoochan... sebenarnya aku dan yookyung sudah saling kenal” Ucap seokjin pada yoochan.
          “Eoh. Jinjja? Ah baguslah kalau begitu... jadi kalian berdua tidak perlu canggung lagi bukan?”
          “Ne. Yoochan, eonni tidak bisa lama lama di sini. Eonni harus ke kantor lagi, eonni sibuk sekali hari ini” Ucap yoochan yang tiba tiba berubah menjadi dingin. Dia segera mengambil tasnya dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
          “Yoochan, aku sungguh tidak tau kalau kalian berdua ternyata kembar” Ucap seokjin yang masih tidak percaya.
          “Ne. Apa kau tau lelaki yang sedang dia sukai?” Tanya yoochan
          “Entahlah. Aku belum tau, ya sudah ayo kita lanjutkan minum coffee kita” Ucap seokjin yang membuat yoochan bahagia.

Skip~
          Yookyung duduk di kursi taman dekat kantornya. Dia hanya menangis dengan kejar tenryata lelaki yang dia sukai ternyata menyukai wanita lain dan tidak lain adalah adiknya sendiri. Hatinya begitu rapuh dan sakit.
          “Hiks... hiks.... Kenapa aku menangis? Kenapa? Aku sungguh menyukainya, tapi dia menyukai adikku. Hiks... hiks...” Ucap yookyung yang lirih dan di pipinya sudah ada sungai kecil yang mengalir begitu deras.
          “Hiks,,, seokjin oppa... ku kira kau menyukaiku ternyata... hiks...” Lanjutnya dengan lirih

~Skip~
          1 minggu kemudian...
          Sudah seminggu, yoochan dan yookyung tidak saling berhubungan padahal yoochan sudah kembali dari New York. Setiap yoochan berbicara, yookyung selalu mengabaikannya sepertinya dia sangat marah pada adiknya.
          Hari ini mereka berdua berada di ruangan yookyung. Yoochan selalu mengikuti yookyung kemana berjalan.
          “Eonni, kenapa eonni bersikap seperti ini kepadaku?” Tanya yoochan tapi yookyung hanya mengabaikannya dan berjalan menuju kursinya dan di ikuti oleh yoochan.
          “Eonni. Eonni marah padaku? Tapi eon marah kenapa?” Tanya yoochan yang masih bingung dengan sikap kakaknya itu.
          “Kau! Kenapa Hidupmu bahagia terlebih dahulu. Dulu kita sudah berjanji bahwa yang akan bahagia terlebih dahulu adalah aku bukan kau. Tapi... kau hidup bahagia terlebih dahulu” Jelas yookyung tanpa menatap yoochan
          “Eon... apa yang kau bicarakan?” Tanya yoochan yang masih tidak mengerti.
          “Seokjin... dia... dia lelaki yang kakak sukai, tapi... Dia justru menyukaimu. Padahal aku dan dia sudah dekat dari dulu sebelum kau. Kau hanya baru pertama kali bertemu sudah di tembak dan aku... aku sudah berminggu minggu tapi...” Jelas yookyung yang membuat yoochan terdiam terpaku tanpa bersuara sedikit pun.
          “Kau sudah mengerti? Kalau sudah mengerti kau boleh keluar” Pinta yookyung, yoochan hanya masih terdiam di tempat itu tanpa bergeming sedikit pun.

Skip~
          Yoochan sudah berada di sebuah taman untuk bertemu dengan kekasihnya, Kim Seok Jin. Dia sudah menunggunya kurang lebih 15 menit, akhirnya sosok seokjin muncul di hadapannya. Yoochan hanya memandang seokjin dengan wajah yang berkaca kaca.
          “Ada apa?”
          “Eonni... dia... dia... sungguh menyukaimu... Aku sungguh tidak tau kalau dia menyukaimu sebelum kita bertemu. Dia marah padaku karena kau menembak ku. Aku sungguh tidak tau harus bicara apa di hadapan kakakku... ”
          “Yoochan... apa maksudmu? Dia itu sudah ku anggap sebagai adik kandungku sendiri. Kami sudah berjanji bahwa kami hanya sebatas adik dan kakak tidak lebih...”
          “Yoochan... Aku... Kim Seok Jin, akan membuat mu bahagia, aku hanya menyukaimu tidak ada yang lain” Ucap seokjin yang memeluk yoochan dengan hangat.
          DI bali itu, terlihat yookyung memperhatikan seokjin dan adiknya sedang berpelukan. Seokjin benar, dia sudah menganggapnya sebagai adik bukan kekasihnya.
          “Baiklah. Maafkan aku yoochan... Sepertinya kalian begitu bahagia...  Aku, tidak akan membuat hubungan kalian rusak. Aku mendukungmu..” Ucap yookyung dengan senyum terpaksa dan berjalan pergi dari tempat itu.
          Seokjin melepaskan pelukannya dan menatap wajah yoochan dengan dalam. Saat seokjin mendekatkan wajahnya dengan yoochan, yoochan segera memeluk seokjin supaya seokjin tidak menciumnya seperti waktu itu. Seokjin hanya tertawa dan membalas pelukan yoochan.

The End...
          Mian kalau endingnya ga nyambung atau di isi ceritanya ga nyambung...
Banyak typo bertebaran hehehe...

Kamis, 09 Juli 2015

BTS Jungkook Fanfiction "From Me To You"





Title : From me to You
Cast : Jeon Jung Kook (BTS), Lee Ha Kyo (OC), other
Genre : Happy, School life, Romance
Author : Sandra Tamara
Lenght : One Shoot.
Art by Wulan Dongyoo
Ost :
Davichi – From me to You
Davichi – Love, My Love

Sandra Tamara Storyline....
            Pagi hari menghangatkan kota seoul dan sekitarnya. Terlihat sosok gadis cantik yang berlari lari melewati lorong lorong sekolah tersebut. Sepertinya dia sedang tergesa gesa.
            Gadis yang mempunyai nama lengkap Lee Ha Kyo ini berlari menuju loker sekolah. Dia sudah sampai di sebuah loker, dengan cepat dia membuka loker tersebut dan menaruh sepucuk kertas di dalam loker tersebut.
            “Semoga kau membacanya kali ini” Gumam hakyo yang tersenyum melihat sepucuk kertas yang dia taruh di dalam loker tersebut.
            Dia segera berjalan menjauh dari loker tersebut sambil tersenyum senyum sendiri. Sesekali dia menoleh kebalakang untuk melihat loker tersebut.

            Hakyo sudah sampai di kelasnya. Dia segera berjalan menuju kursinya dan duduk di kursinya. Dia menaruh tasnya di kursinya, lalu dia beranjak untuk berdiri di dekat jendela kelasnya.
            Saat itu dia melihat sosok lelaki tampan sedang berjalan menuju lorong lorong sekolahnya. Hakyo yang melihatnya pun terkejut seketika.
            “Eoh. Jeon Jung kook! Ah... bagaimana ini... kenapa jantung ku berdegup lebih kencang dari kemarin” Ucap hakyo yang salah tingkah dan segera duduk di kursinya untuk menenangkan dirinya.

            Terlihat sosok lelaki yang berjalan melewati lorong lorong sekolah. Banyak siswi yang terpesona dengan ketampanannya itu. Lelaki yang mempunyai nama lengkap Jeon Jung kook ini berjalan menuju lokernya.
            Tak perlu waktu lama, jungkook sudah sampai di depan lokernya. Saat dia melihat ke dalam lokernya, dia menemukan sepucuk kertas di selipan buku bukunya.
            “Surat ini... ini sudah terjadi yang ke sepuluh kalinya” Ucap jungkook yang mengambil sepucuk kertas itu. Dia segera memasukan sepucuk kertas itu ke dalam sakunya. Dan menutup kembali lokernya. Dia segera melanjutkan jalannya menuju kelasnya.

            Sesampai di kelas, jungkook segera berjalan menuju kursinya untuk duduk dan menaruh tasnya. Dari jauh terlihat hakyo sedang memperhatikan jungkook yang ingin duduk. Hakyo terus tersenyum senyum sendiri.
            Jungkook mengeluarkan sebuah komik dari dalam tasnya, tapi dia ingat bahwa dia menyimpan sepucuk kertas di sakunya. Dia segera mengambil kertas itu dari sakunya dan membuat hakyo yang melihatnya dari belakang terkejut dan menjadi salah tingkah.

            “Untuk mu Jeon Jungkook, ini surat untukmu yang kesepuluh... Kau pasti sangat penasaran dengan ku. Jika kau penasaran dengan ku, nanti saat aku mengirimkan surat ke lima belasku, aku akan memberi taumu, siapa aku.”

            Jungkook sudah selesai membaca isi surat tersebut, dia segera melipat kembali surat itu dan menaruhnya di selipan lembaran komiknya. Hakyo yang melihatnya hanya terdiam ternyata tidak ada respons dari jungkook.
            “Aku sangat penasaran... siapa sebenarnya dia” Ucap jungkook yang terdengar oleh hakyo. Hakyo yang mendengarnya pun hanya tersenyum bahagia dan melihat pesona ketampanan jungkook.
            “Eoh, dia penasaran... aish... aku semakin menyukainya” Gumam hakyo yang sangat senang sambil melihat sosok jungkook.

Tiba tiba, bel masuk sekolah tiba..
Ting....ting...ting....
            Jungkook yang mendengar suara bel segera memasukan komik tersebut ke dalam tasnya dan mengambil buku pelajarannya. Begitu juga dengan hakyo yang segera mengambil buku pelajarannya dari dalam tas sambil memperhatikan jungkook dengan tersenyum senyum sendiri.
            Ternyata dari jauh terlihat taehyung, teman jungkook yang memperhatikan tingkah laku hakyo. Taehyung yang melihatnya hanya memperhatikannya dengan ekspresi yang begitu bingung.
            “Apa yang sedang dia lihat?” Gumam taehyung yang memperhatikan hakyo. Taehyung segera memperhatikan tatapan mata hakyo, ternyata yang hakyo lihat adalah temannya sendiri, Jeon Jung Kook.
            “Eoh jungkook.” Ucap taehyung yang terkejut.
            “Kenapa dia memperhatikan jungkook begitu serius?” Gumamnya kembali yang masih memandangi hakyo dan jungkook.

Skip~
Jam istirahat tiba...
            Hakyo pergi meninggalkan kelasnya, sedangkan taehyung segera menghampiri jungkook dan duduk di sampingnya sehingga membuat jungkook terkejut.
            “Aigo... ku kira siapa?” Ucap jungkook yang terkejut.
            “Hey. Dari tadi aku perhatikan sih hakyo terus memperhatikanmu” Ucap taehyung
            “Eoh. Mana mungkin dia memperhatikanku. Kau tau sendiri dia sangat membenciku” Jawab jungkook yang tak percaya.
            “Aish... aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri, hakyo itu tersenyum senyum sendiri sambil memperhatikan mu” Ucap taehyung yang yakin dengan yang di lihatnya.
            “Ah kau ini, mungkin dia sedang memperhatikan yang lain selain diriku...” Ucap jungkook yang tidak yakin dengan ucapan taehyung, temannya.
            “AH kau ini... seharusnya kau percaya padaku”
            “Sudahlah. Aku ingin melanjutkan membaca komik ku dulu...” Ucap jungkook yang membuka lembaran baru di komiknya.

Di perpustakan...
            Di sebuah ruangan yang penuh dengan berbagai macam buku buku, di sudut ruangan tersebut, terlihat sosok hakyo yang sedang duduk di kursi sambil menulis di sepucuk kertas kecil. Dia menulis sambil tersenyum senyum sendiri.
            “Ah... akhirnya selesai juga” Ucapnya yang sudah selesai menulis di sepucuk kertas kecil.
            “Aku sangat tidak sabar untuk menunggu hari itu... aku sangat ingin tau sekali reaksi jungkook nanti kalau aku sangat begitu menyukainya” Gumam hakyo yang menyimpan kedua tangannya di bawah dagu sambil tersenyum memandang ke depan.

Skip~
Pulang sekolah tiba....
            Murid murid segera keluar dari kelasnya masing masing, begitu juga dengan hakyo yang keluar dari kelasnya. Saat dia berjalan di koridor sekolahnya, dia melihat sosok jungkook sedang berjalan sendirian. Hakyo hanya memperhatikannya dan mengikutinya dari belakang.
            “Mau kemana dia?” Gumam hakyo yang memperhatikan jungkook berjalan di depannya.
            Tapi saat itu, terlihat taehyung menghampiri jungkook dan mata taehyung tertuju ke arah hakyo sehingga membuat hakyo terkejut dan segera memalingkan pandangannya untuk tidak melihat jungkook.
            “Aish... kenapa dia harus melihatku” Gumam hakyo yang kesal.

            Di tempat yang sama, terlihat taehyung dan jungkook sedang berjalan bersama menuju keluar dari lorong lorong sekolahnya.
            “Yaa. Jungkook. Baru saja ku lihat hakyo memperhatikan mu berjalan dari belakang” Ucap taehyung sambil berjalan dan terus melihat ke depan.
            “Hahaha... kau ini ada ada saja... Sudah ku bilang hakyo itu membenciku. Bahkan dia pernah bilang kalau dia sangat membenciku” Jawab jungkook yang tak yakin dengan ucapan taehyung.
            “Aish... baiklah... terserah katamu saja... tapi jika menurutku hakyo itu sangat menyukaimu bukan membencimu” Ucap taehyung yang menoleh ke jungkook.
            “Heh... sudahlah kajja” Ajak jungkook untuk menghentikan membicarakan hakyo dan terus berjalan mendahului taehyung.

Skip~
            Esok pagi tiba...
Seperti biasa, hakyo berlari lari melewati lorong lorong sekolahnya menuju loker jungkook. Dia sangat tergesa gesa karena dia takut oleh ketahuan oleh yang lainnya kalau yang mengirim pesan rahasia itu adalah dirinya.
            Saat hakyo sedang membuka loker jungkook untuk menaruh sepucuk kertas di dalamnya, tanpa sengaja taehyung melihat hakyo sedang membuka loker jungkook. Taehyung yang melihatnya hanya bersembunyi di balik dinding dan memperhatikan tingkah laku hakyo.
            “Apa yang dia lakukan di loker jungkook?” Gumam taehyung yang bingung.
            Hakyo sudah selesai, dia segera menutup kembali loker jungkook dan berjalan pergi meninggalkan loker jungkook. Dan saat itu taehyung segera menghampiri loker jungkook untuk melihat apa yang di taruh oleh hakyo.
            “Eoh... Apa ini? Sepucuk kertas?” Ucap taehyung yang terkejut melihat sepucuk kertas di dalam loker jungkook.
            Dan saat itu jungkook datang menghampiri taehyung. Jungkook yang melihat sepucuk kertas di tangan taehyung, dengan cepat dia mengambilnya dan menaruhnya di dalam saku seragamnnya.
            “Eoh.”
            “Sedang apa kau di sini?” Tanya jungkook
            “Kertas itu... apa kau tau siapa pengirimnya?”
            “Anio... sudah seminggu yang lalu, surat ini selalu ada di lokerku” Jawab jungkook
            “Aku tau siapa pengirim surat itu...”
            “Nugu?”
            “Lee Ha Kyo...”
            “Eoh... Ahahaha.... kau ada ada saja... hey, sudah ku bilang hakyo itu membenciku, kau tak ingat kata katanya saat itu...”

#Flashback
            Di sebuah ruangan kelas, terlihat sosok seorang gadis yang sedang berdebat dengan sosok lelaki tampan, ya mereka adalah Hakyo dan Jungkook.
            “Yaa. Apa kau melakukan kecurangan?” Tanya hakyo dengan nada yang sedikit menghentak
            “Eoh. Anio... Aku mengerjakan soal soal ini dengan jujur tanpa ada kecurangan” Jawab jungkook yang menunjukan kertas hasil tesnya.
            “Aish... Dengan jujur? Yaa... seharusnya aku yang dapat nilai 100 bukan kau. Kenapa nilaiku di bawah nilaimu?”
            “Itu karena kau tidak belajar”
            “Kau... kenapa kau selalu menjawab pertanyaanku.”
            “Setiap orang yang bertanya itu harus di jawab. Di abaikan itu lebih sakit dibanding jika kita menjawabnnya”
            “Eoh. Kau... aku... sangat sangat sangat membencimu mengerti... berhentilah bersikap bijaksana... Aku sungguh membencimu” Ucap hakyo dengan tegas.
            “Baiklah. Kau boleh membenciku.. aku tidak masalah”
#Flashback

            “Eoh... tapi itukan dulu...” Ucap taehyung
            “Ah sudahlah... kajja kita masuk kelas” Ajak jungkook yang merangkul taehyung

Skip~
            Jungkook dan taehyung sudah sampai di kelasnya, Jungkook segera duduk di kursinya begitu juga dengan taehyung yang duduk di kursinya sendiri.
            Hakyo yang melihat jungkook duduk di kursinya dia hanya terus memperhatikannya. Saat itu juga jungkook mengambil sepucuk kertas dari saku seragamnya dan memulai membaca isi pesan itu.

            “Waktu berjalan lebih cepat bukan? Aku akan mengirim empat pesan lagi untukmu. Dan saat hari itu kau akan tau siapa aku sebenarnya. Aku sangat mengenalmu dengan dalam. Dan kau bisa menebaknya”

            “Nugu?” Gumam jungkook yang terdengar oleh hakyo dan membuatnya terkejut saat jungkook merespons kembali pesannya.
            “Itu aku jeon jung kook” Gumam hakyo pelan sambil tersenyum ke arah jungkook.
Dan saat itu taehyung melihat tingkah laku hakyo kembali yang sedang memperhatikan jungkook.
            “Yaa. Lee Ha Kyo!” Panggil taehyung sehingga membuat jungkook dan hakyo terkejut dan menolehnya secara bersamaan.
            “Mwo... mwoya?” Jawab hakyo
            “Apa kau menyukai teman ku, Jeon Jung Kook?” Tanya taehyung yang membuat hakyo dan jungkook salah tingkah.
            “Eoh. Hey... kau barusan bilang apa? Heh... Aku tidak menyukainya” Jawab hakyo yang berbohong dan membuatnya salah tingkah.
            “Kim Tae Hyung. Apa yang kau katakan?” Ucap jungkook yang juga terkejut
            “Aish... kau mulai berbohong lagi, Lee Ha Kyo..” pekik taehyung yang melihat sinis ke arah hakyo.
            “Sudahlah... jangan di lanjutkan lagi” Jawab taehyung dan membuat hakyo dan jungkook mengembalikan badannya menghadap papan tulis.

Skip~
Malam tiba...
            Hakyo berada di kamarnya, terlihat dia sedang duduk di kursi meja belajarnya sambil menulis di kertas kecil sambil tersenyum senyum sendiri.
            “Empat hari lagi... Aku sungguh tidak sabar... ayolah aku mohon cepatkan sedikit waktunya” Ucap hakyo yang melihat ke arah kertasnya yang berisikan sebuah tulisan tangan hakyo.
“Oh iya, kenapa taehyung bisa tau kalau aku menyukai jungkook? Ah... apa dia memperhatikan tingkah laku ku? Aish.... bagaimana ini...” Ucapnya yang malu

Skip~
Pagi hari tiba, terlihat hakyo berjalan santai di lorong lorong sekolahnya menuju loker jungkook. Dia harus berhati hati dengan taehyung. Hakyo sudah sampai di depan loker jungkook, dengan cepat dia menaruh kertas itu di dalam loker jungkook dan segera berjalan pergi menuju kelasnya.

            Di kelasnya, dia hanya duduk di kursinya sambil menyimpan kepalanya di atas meja yang menoleh ke arah kursi jungkook.
            “Semoga dia membaca isi pesan ku lagi” Gumamnya pelan
            Tiba tiba, di hadapannya sudah ada jungkook yang duduk di kursinya. Hakyo yang melihatnya segera mengangkat kepalanya dan menoleh ke jungkook dengan wajah yang begitu bahagia.
            Tapi saat itu, jungkook segera mengeluarkan komiknya bukan surat dari hakyo. Hakyo yang melihatnya pun terkejut dan bingung.
            “Eoh, Kenapa dia tidak membaca surat itu? Apa jangan jangan dia tidak mengambilnya?” Gumam hakyo pelan yang terkejut.
            “Aish... ini semua salah taehyung. Jika saja dia tidak mengatakannya waktu itu, pasti rencana ku berhasil untuk mengungkapkan perasaan ku pada jungkook.” Pekik hakyo dengan kesal yang memalingkan pandangannya.

Skip~
Dua hari kemudian...
            Sudah dua hari hakyo mengirim surat ke loker jungkook, tapi jungkook hanya mengabaikan surat hakyo dan dia hanya menyimpan dan tidak pernah membacanya.
            Hakyo begitu sedih, sudah dua hari dia tidak membaca suratnya. Padahal hari ini hari dimana dia harus mengatakan perasaannya padanya.

            Di loker, terlihat jungkook berdiri di depan lokernya sambil memperhatikan ketiga surat dari hakyo. Meski dia tidak yakin kalau yang mengirim ini adalah hakyo.
            “Apa benar dia hakyo? AH... sudahlah sebaiknya aku membukannya”

            “Jungkook... dua hari lagi aku akan mengatakan pada mu sesuatu yang membuatmu terkejut. Aku sungguh tidak sabar mengatakan hal ini padamu nanti”

            “Satu hari lagi... waktu berjalan begitu cepat bukan?? Kau pasti terkejut dengan ku... besok ku tunggu kau pulang sekolah”

            “Hari ini adalah hari kelima belas aku mengirim pesan untukmu... Hari ini saat pulang sekolah aku akan menunggumu di taman belakang sekolah... Aku menunggu kehadiran mu. Jeon Jung Kook”

            Jungkook sudah selesai membaca ketiga isi pesan tersebut. Dia segera memasukan kembali surat itu ke dalam sakunya dan menutup kembali lokernya. Dia segera berjalan ke arah kelasnya.

            Di kelas, terlihat hakyo yang terduduk lemas di kursinya sambil menyimpan kepalanya di atas meja.
            “Apa kah jungkook sudah membaca ketiga pesan ku?” Gumam hakyo pelan yang mempoutkan bibirnya.
            Tak lama kemudian, sosok jungkook datang ke kelas, Dia segera duduk di kursinya. Hakyo hanya mengabaikan jungkook dan tidak menoleh sedikit ke arahnya.
            Jungkook segera mengambil komik dari tasnya dan mulai membacanya, tapi saat itu dia menoleh ke hakyo dengan senyum kecilnya.
            “Hari ini aku harus bertemu dengannya di belakang sekolah” Ucap jungkook yang sedikit mengeraskan suaranya, sehingga membuat hakyo yang mendengarnya segera mengangkat kepalanya dan tersenyum bahagia sambil memandang jungkook. Jungkook hanya melirik sedikit ke arah hakyo dan tersenyum simpul.
            “Sudah ku duga itu kau, Lee Ha Kyo...” Ucap jungkook dalam batinnya sambil tersenyum bahagia dan berpura pura membaca komik.

Skip~
Pulang sekolah tiba...
Hakyo begitu semangat keluar dari kelasnya dan berlari melewati lorong lorong sekolahnya menuju taman belakang sekolahnya. Jungkook yang melihatnya hanya tersenyum simpul melihat tingkah laku hakyo, dan saat itu juga taehyung melihat tingkah aneh jungkook.
            “Yaa. Kau tersenyum pada hakyo?” Tanya taehyung yang membuat jungkook terkejut.
            “Eoh... Hahaha... apa sangat terlihat. Aku duluan ya” Ucap jungkook yang memutuskan percakapan mereka berdua dan berjalan pergi meninggalkan kelasnya.
            “Ternyata kau juga menyukai hakyo dari dulu. Maka dari itu kau selalu mengalah pada hakyo” Gumam taehyung pelan dan segera melanjutkan jalannya meninggalkan kelasnya sambil tersenyum.

            Jungkook berjalan melewati lorong lorong sekolahnya sambil tersenyum bahagia. Tak perlu waktu lama, jungkook sudah sampai di taman belakang sekolahnya, dia melihat sosok hakyo yang berdiri di hadapannya.
            “Apa kau terkejut??” Tanya hakyo yang tersenyum
            “Eoh. Terkejut? Haha tentu tidak... aku sudah tau ini dari awal, tapi aku terus mengelaknya” Jawab jungkook yang tersenyum dan berjalan menghampiri hakyo.
            “Eoh. Begitukah? Ah... yang satu ini pasti akan membuat mu terkejut” Ucap hakyo yang berusaha tersenyum ke arah jungkook.
            “Jangan katakan dulu, biar aku yang mengatakannya terlebih dahulu” Pinta jungkook yang membuat hakyo terkejut.
            “Eoh”
            “Semenjak kau bilang bahwa kau membenciku, aku sungguh tidak yakin dengan ucapanmu. Karena ku pikir kau akan menyukaiku. Dan semenjak itulah, aku mulai... aku mulai menyukaimu” Jelas jungkook yang membuat kedua bola mata hakyo ingin keluar.
            “Ah... Jung... Kook... Apa itu... itu sungguhan?” Tanya hakyo dengan gugup
            “Hahaha... tentu, dan yang akan terkejut adalah kau bukan aku begitu?”
            “Jungkook... aku.... aku juga sangat menyukaimu” Jawab hakyo yang masih tidak percaya dan terkejut
            “Ne. Itulah yang harus kau katakan padaku... Aku menyukaimu”
            “Ne... Nado Saranghaeyo...” Ucap hakyo yang begitu bahagia dan segera memeluk erat jungkook begitu juga dengan jungkook yang memeluk hakyo dengan erat.
            “Maafkan jika aku membuatmu menunggu”
            “Ne Gwechanayo jungkook... Hari ini aku sangat bahagia, akhirnya aku bisa memiliki mu dan bisa berada di sisimu” Jawab hakyo yang masih dalam pelukan jungkook.
            “Saranghaeyo”
            “Nado”

Hakyo : “Aku pikir jungkook akan menolak cintaku, karena dulu aku pernah menghentaknya dan bilang bahwa aku sangat membencinya. Aku sangat bahagia, akhirnya jungkook lelaki tampan, pintar yang aku sukai juga menyukaiku.. ah bahagianya diriku ini...”
Jungkook : “Aku sudah mengetahuinya dari awal kalau yang megirim surat itu adalah kau, Lee Ha Kyo. Tapi aku tetap menyembunyikannya dari kau dan taehyung. Dan hari ini adalah hari yang tepat untuk mengatakan bahwa aku menyukainya.”

The End...