Chap 2
Title : Two Lovers
Cast : Kim Seok Jin (BTS), Park Yoo Chan
(OC), Park Yoo Kyung (OC)
Genre : Happy, Romantis, Urbanlife,
Bromance
Author : Sandra Tamara
Lenght : Two Shoot
^Happy Reading^
^Mian banyak Typo bertebaran^
Skip~
1
minggu kemudian...
DI seoul, seokjin ingin ketemuan
dengan yookyung di suatu tempat yang tenang. Akhirnya mereka bertemu di ruangan
yookyung.
Clek~
Seokjin membuka pintu ruangan
yookyung. Dia melihat yookyung sedang bermain dengan gadget nya. Yookyung yang
melihatnya hanya tersenyum melihat seokjin datang.
“Ada apa kau kemari?”
“Hari ini aku harus pergi ke New York
untuk acara fanmitting dengan cabang cafe ku di sana” Ucap seokjin pada
yookyung, adik bohongannya itu.
“Lalu kapan kau balik?”
“Hmm, entahlah... Aku belum
mengkonfirmasih untuk kepulangannya”
“Baiklah. Aku akan membiarkan oppa
pergi ke New York. Tapi jangan lupa bawalah beberapa makanan atau barang yang
begitu indah untuk adikmu ini” Pinta yookyung dengan wajah yang begitu manja
“Heheheh... baiklah... Oppa tidak
punya waktu banyak, karena sekarang oppa harus segera pergi” Ucap seokjin yang
berpamitan dengan yookyung. Yookyung hanya membalas dengan sebuah senyuman di
wajahnya.
Seokjin sudah pergi dari ruangan
yookyung. Yookyung hanya masih tersenyum memandang seokjin yang telah pergi
dari ruangannya.
“Aku mengira hubungan ini tidak
sebatas adik dan kakak. Dia memperlakukan aku layaknya aku sebagai seorang
kekasih. Apa benar dia juga menyukaiku? Jika iya... ini hal yang bagus, karena
aku juga menyukainya” Gumam yookyung yang masih tersenyum bahagia.
Skip~
Beberapa jam kemudian...
Seokjin
sudah sampai di New York. Sebelum dia pergi ke cafe untuk acara fanmitting. Dia
pergi ke toko bunga untuk di bawanya ke sana.
“Welcome. Good morning...” Ucap
yoochan yang begitu semangat menerima seorang pelanggan yang datang ke tokonya.
Seokjin yang melihatnya sangat terkejut, Dia
sepertinya kenal gadis ini tapi dimana. Dia mikir keras untuk memgingat sosok
gadis yang ada di hadapannya.
Ah... dia baru ingat. Wajah gadis ini
sama percis dengan yookyung. Apakah dia yookyung? Atau dia orang lain yang
mempunyai wajah yang hampir sama?
“Mr. Bunga apa yang sedang anda cari?”
Tanya yoochan
“Eoh. Rose...”Jawab seokjin yang
membuatnya terkejut dari lamunannya
“Baiklah. Silahkan tunggu sebentar”
Ucap yoochan yang segera mengambil bunga mawar itu.
Sambil menunggu yoochan datang,
Seokjin masih penasaran sama gadis yang ada di dalam toko ini. Dia mengambil
jepitan dari saku celananya. Dia mengingat gadis yang mempunyai jepitan ini.
Beberapa
menit kemudian...
“Ini seikat bunganya...” Ucap yoochan
yang memberi seikat bunga mawar itu. Tapi saat itu matanya terbelak saat
melihat jepitan yang di pegang oleh seokjin.
“Eoh. Jepitan ku!” Ucap yoochan yang
terkejut
“Ah. Jepitanmu?” Tanya seokjin yang
juga terkejut
“Ne. Itu jepitan ku saat usiaku masih
10 tahun. Saat itu pas hari kamis.” Ucap yoochan yang mengingat kapan dia
memakai jepitan itu.
“Saat aku menemukan ini, juga itu hari
kami, aku menemukan ini saat aku turun dari sebuah bus sekolah. Saat itu aku
melihat sosok gadis yang hampir terjatuh tapi dia berhasil untuk tidak terjatuh
Tapi... jepitan milik gadis ini terjatuh tanpa dia sadari” Jelas seokjin.
“Eoh. Saat itu juga aku hampir jatuh
dari pintu masuk bus tersebut. Apa jangan jangan kau...” Ucap yoochan yang
terkejut saat mengingat lelaki yang tampan yang berada di dalam bus bersama
gitarnya
“Kau yang selalu membawa gitar setiap
hari kamis bukan?” Ucap yoochan yang meyakinkan seokjin
“Ne. Itu aku” Jawab seokjin dan
membuat mata yoochan lagi lagi terbelak.
“Dia lelaki tampan yang aku sukai saat
10 tahun yang lalu...” Gumam yoochan dalam batinnya yang belum lepas tatapannya
dari mata seokjin.
“Presdir... kajja” Teriak sipir seokjin
sehingga membuat lamunan keduanya terlepas
“Gomawo bunganya... Kita bicara lain
kali” Ucap seokjin yang pamit dan berjalan keluar dari toko bunga yoochan.
Tapi...
“Tunggu...” Pinta yoochan yang membuat
langkah seokjin terhenti dan menoleh ke yoochan.
“Apa boleh aku tau namamu?” Tanya
yoochan dengan nada yang pelan
“Eoh namaku... Namaku Kim... Kim Seok
Jin.” Ucap seokjin dengan nada yang gugup
“Seokjin. Cepat!” Teriak supir itu
yang menyuruh seokjin untuk cepat keluar dari toko bunga itu.
“Ne. Sampai ketemu nanti” Ucap seokjin
yang melanjutkan jalannya
“Eoh. Aku... Namaku Park Yoo Chan!”
Teriak yoochan tapi sayang, seokjin sudah memasuki mobilnya sehingga tidak
terdengar olehnya.
-
Yoochan duduk di sebuah kursi dekat
bunga bunga yang begitu indah itu. Dia mengingat sosok seokjin saat 10 tahun
yang lalu.
“Jadi, lelaki itu adalah Kim Seok
Jin.” Gumam yoochan yang masih tidak percaya bahwa dia bertemu dengan cinta
pertamanya.
“Aigo! Jepitan ku belum ku ambil
darinya... Bagaimana ini, Apakah kami akan bisa bertemu lagi?” Ucap yoochan
yang terkejut bahwa jepitannya belum di ambil dari tangan seokjin.
“Aish... kenapa aku bisa se ceroboh
ini...” Pekik yoochan yang mengacak acakan rambutnya.
Seokjin berada di dalam mobil bersama
seorang pelayannya. Seokjin masih penasaran dengan sosok gadis yang bernama
Park Yoo Chan itu.
“Perkataan ku saat itu menjadi
kenyataan. Akhirnya aku bisa bertemu dengan pemilik jepitan ini selama 10 tahun
yang lalu.” Gumam seokjin sehingga supirnya menoleh ke arahnya.
“Nugu? Cinta pertamamu?”
“Ne. Aku sudah berjanji jika orang
yang mempunyai jepitan ini ku temukan, aku akan menyatakan perasaanku padanya.
Karena dia adalah cinta pertamaku” Ucap seokjin yang tersenyum
“Lalu apakah kau sudah menemukannya?”
“Tentu sudah. Dia gadis cantik
berambut pirang dengan dagu yang kecil dan mata yang begitu indah. Dia bernama
Park Yoo Chan” Jawab seokjin sambil tersenyum bahagia.
“Park Yoo Chan? Sepertinya nama itu
tidak asing lagi bagiku. Nama itu sangat mirip dengan nama Park Yoo Kyung. Tapi
hanya beda nama panggilannya saja” Ucap supirnya itu yang sedikit membedakan
nama yoochan dengan nama Yookyung.
“Nanti malam, aku harus bertemu
dengannya lagi. Cepatkan sedikit kecepatannya...”Pinta seokjin meminta supirnya
untuk mengebut.
Skip~
Di seoul, Yookyung hanya berdiri di
balkon ruangannya dengan wajah yang begitu sedih, tidak biasanya dia kembali
kesepian setelah seokjin pergi ke New York, hidup yookyung menjadi sepi.
“Sepertinya aku mulai menyukai
seokjin... Kenapa aku merasa seokjin adalah cinta pertamaku?” Gumam yookyung
yang memandang keindahan langit malam yang di hiasi dengan sinar rembulan dan
sinar bintang yang begitu terang.
“Park Yoo Chan... bagaimana kabarnya
dia sekarang? Apakah dia baik baik saja? Sudah 3 bulan aku tidak
menghubunginya” Ucap yookyung yang ingat akan sosok adiknya itu. Park Yoo Chan.
Skip~
Di Amerika. Langit sudah berubah
menjadi gelap. Seokjin kembali ke toko bunga itu untuk mengungkap kebenaran
dari jepitan yang dia miliki selama 10 tahun yang lalu.
“Waelcome, good even...ing..” Ucap
yoochan yang terputus melihat sosok seokjin ada di hadapannya
“Kau tidak boleh memutuskan kata
seperti itu. Ku akui kau pasti akan terkejut” Ucap seokjin yang masuk ke dalam
toko bunga milik yoochan.
“Cepat balikan jepitanku, Kim Seok
Jin” Pinta yoochan yang meminta kembali jepitan itu
“Mwo!”
“Itu milikku, jadi aku berhak
mengambilnya” Ucap yoochan dengan nada yang tidak sopan itu
“Aku sudah berjanji pada diriku
sendiri. Jika orang yang mempunyai jepitan ini sudah aku temukan, aku akan
berjanji bahwa gadis ini akan menjadi cinta pertamaku” Jelas seokjin sehingga
membuat yoochan terbelak dan terdiam terpaku mendengar ucapan seokjin
“Aku menyukai gadis yang memiliki
jepitan ini, Aku pikir gadis yang mempunyai jepitan ini sangat cantik, Lihat
saja jepitannya begitu bagus dan indah...” Lanjutnya lagi
“Kau... kau menyukaiku...” Ucap
yoochan yang gugup seketika pandangannya tidak pernah lepas dari mata seokjin.
“Ne. Apa kau mau menjadi kekasihku?”
Ucap seokjin yang memberikan setangkai bunga mawar yang dia sisihkan saat untuk
acara fanmitting.
“Itu bunga mawar yang ku berikan
padamu” Ucap yoochan yang melihat bunga mawar itu
“Ne, aku menyisihkannya untuk cinta
pertamaku”
“Seokjin... kita baru saja bertemu,
apa mungkin kita bisa menjalin hubungan yang kita harapkan?” Tanya yoochan yang
masih tidak percaya dengan ucapan seokjin.
“Meski kita baru kenal, Tapi hati kita
sudah menyatu sejak 10 tahun yang lalu” Ucap seokjin
“Ku tau, kau juga menyukaiku kan? Aku
bisa merasakannya sekarang” Lanjut seokjin yang membuat yoochan mendongak
melihat wajah seokjin
“Kau bisa merasakannya? Don’t lie kim
seok jin...” Ucap yoochan yang masih tidak percaya
“Ne, aku tidak berbohong. Aku jujur,
jantungmu saat ini sedang ber...” Ucapan seokjin terputus karena yoochan segera
mengelaknya
“Jangan katakan. Aku bisa
menebaknya... jika di katakan, aku pasti akan malu nanti..” Ucap yoochan yang
menunduk saat bicara malu.
“Haha... baiklah. Apa jawabanmu? Kau
pasti tidak akan bilang tidak kan? Soalnya akulah cinta pertamamu. Dan kau juga
cinta pertama ku saat kita berusia 10 tahun”
“Jawabanku... aku masih tidak yakin.
Tapi akan ku jawab... Iya...” Jawab yoochan yang masih menunduk dan tidak
sanggup menatap wajah seokjin.
“Jinjja? Ah yoochan...” Ucap seokjin
yang sangat gembira akhirnya cinta pertamanya itu menerima tawaran seokjin
menjadi kekasihnya. Seokjin segera memeluk yoochan dengan erat.
“Eoh”
“Ne, aku menyukaimu. Sejak 10 tahun
yang lalu aku sudah menunggumu, dan akhirnya kita memang di takdirkan untuk
bersatu” Gumam yoochan dalam batinnya yang juga ikut gembira.
Seokjin melepaskan pelukannya, dia
menatap yoochan begitu dalam. Wajahnya mendekatkan ke wajah yoochan sehingga
membuat yoochan memejamkan kedua matanya itu. Dan...
Chu~
Seokjin mengecup bibir yoochan dengan
lembut dan dengan dalam. Yoochan hanya tidak percaya, ini adalah first kissnya
bersama cinta pertamanya juga. Seokjin semakin memperdalam ciuman mereka.
Skip~
Esok pagi tiba, Di Seoul. Terlihat
yookyung sedang berjalan jalan pagi di taman dekat kantornya. Dia begitu
borring karena seokjin belum juga pulang. Dia memakai pakaian olahraga berwarna
biru muda dengan rambut yang di kuncir kuda itu.
“Apa acara fanmittingnya sudah
selesai?” Gumam yookyung yang bertanya pada dirinya sendiri.
“Acara itu bukannya hanya sebentar?
Apa dia melakukan liburan di New York tanpa mengajakku?” Gumamnya lagi yang
berpikiran yang tidak tidak tentang seokjin.
Skip~
Di Amerika, Terlihat yoochan yang
sudah siap untuk pergi ke kampung halamannya yaitu Seoul. Dia begitu bahagia,
akhirnya dia bisa memiliki cinta pertamanya dan bisa kembali ke Seoul. Sebelum
dia pergi, dia menelpon kekasihnya yang baru saja jadian kemarin malam.
“Yeoboseo...”
“....”
“Hari ini aku akan kembali ke Seoul,
kapan kau akan kembali?”
“....”
“Oh, kalau begitu aku duluan ya... aku
sudah tidak sabar ingin bertemu dengan eonniku dan kampungku”
“....”
“Baiklah, aku akan menghubungimu jika
sudah sampai sana”
Yoochan
segera memutuskan sambungannya dengan kekasihnya itu. Sekarang dia beralih ke
nomor kakaknya yaitu Yookyung.
“Hallo eonni...”
“Yoochan! How are you??”
“Aku baik, hey... jangan ucapkan
bahasa english.”
“Ada apa kau menelponku?”
“Hari ini aku akan kembali ke Seoul!
Apakah eonni mau menjemputku?” Tanya yoochan
“Hmm, bagaimana ya... eonni lagi
sibuk. Eoh bagaimana jika kau sudah sampai, kau langsung ke kantor eonni ya”
“Hmm, baiklah... tunggu aku!”
“Ne”
“Bye. Muachh...”
Yoochan
segera mematikan sambungannya dan membawa tas besar itu keluar dari tokonya.
Dia mengunci toko bunganya dan berjalan untuk mencari taksi yang menuju ke arah
airport.
Skip~
Beberapa jam kemudian...
Yoochan
sudah sampai di Seoul. Dia keluar dari dalam pesawat yang membawa tas besarnya
yang berwarna pink muda itu. Dia berjalan yang melewati kerumunan orang. Dia begitu
bahagia sekali hari ini. Dia segera keluar dari airport dan mencari sebuah
taksi untuk di tumpanginya.
Taksi yang membawanya itu sudah sampai
di depan kantor eonni nya. Dia segera turun dari taksi itu dan berjalan masuk
ke dalam ruangan eonninya.
Clek~
Yoochan membuka pintu ruangan
eonninya. Dia melihat eonninya sedang mentandatangani sebuah dokument sehingga
dia menoleh ke yoochan.
“Yoochan!”
“Eonni!”
Yoochan segera menghampiri yookyung
dan memeluknya dengan begitu erat.
“Lihat dirimu... dirimu begitu cantik
dengan rambut berwarna pirang ini” Puji yookyung yang melihat yoochan
“Hahaha, eonni juga sangat cantik. Oh
iya, eon... aku sudah punya kekasih. Dia cinta pertamaku setelah 10 tahun yang
lalu” Ucap yoochan yang begitu bahagia
“Nugu?”
“Aku akan memberitaumu nanti. Apakah
eonni ada lelaki yang eonni sukai?”
“Tentu ada, dia lelaki yang membuat
eonni tersenyum. Eonni juga akan memberi taumu nanti”
“Baiklah. Akan ku tunggu!”
Skip~
Yoochan berada di taman kantor
yookyung. Dia duduk di kursi taman sambil melihat layar ponselnya tersebut.
“Aku harus menelponnya”
Yoochan segera menekan tombol telepon
yang tertera di layar ponselnya yang bernama Kim Seok Jin tersebut.
“Hallo”
“.....”
“Aku sudah sampai. Kapan kau akan
kembali kesini?”
“....”
“Eoh jinjja? Baiklah akan ku tunggu!”
“....”
“Bye!”
Yoochan
segera mematikan ponselnya setelah mendapat kabar dari kekasihnya. Tak lama
kemudian, yookyung datang menghampiri yoochan yang membawa dua gelas coffee.
“Kau baru nelepon siapa?”
“Pacarku”
“Dia ada dimana sekarang?”
“Dia baru ada di bandara mau ke Seoul”
“Eoh, sama dengan lelaki yang aku
suka. Aku juga baru menelponnya dia bilang dia juga lagi di bandara menuju
Seoul”
“Wah, apa jangan jangan lelaki yang
kita sukai juga ada di airport bersama?”
“Entahlah. Ini..” Ucap yookyung yang
memberikan dua gelas coffee ke yoochan
“Gomawo.” Ucap yoochan yang mengambil
coffee dari tangan yookyung.
~
Esok pagi tiba....
Yoochan
sudah ada di cafe bersama kekasihnya. Sepertinya mereka berdua sedang menunggu
seseorang yang datang kemari.
“Kakakmu akan datang ke sini?” Tanya
seokjin
“Ne. Kenapa? Apa kau tak mau
melihatnya, dia juga sangat cantik seperti ku” Ucap yoochan yang menatap
seokjin
“Eoh anio. Sebaiknya aku mau pesan
coffee dulu ya, kau tunggu di sini ya” Ucap seokjin, yoochan hanya membalas
dengan sebuah senyuman.
Seokjin segera berjalan menuju kasir
untuk memesan tiga gelas coffee. Saat itu juga yookyung datang dan menghampiri
tempat duduk yoochan.
“Eonni sudah sampai!” Ucap yoochan
yang terkejut
“Mana kekasihmu?”
“Eoh dia sedang mengantri untuk
memesan coffee sebentar lagi juga selesai” Ucap yoochan yang menunjukan arah
seokjin. Yookyung yang melihatnya pun tidak peka bahwa dia adalah seokjin.
Yoochan dan Yookyung asik mengobrol
dan tidak sadar kalau seokjin sudah berada di hadapannya sehingga membuat mata
seokjin dan yookyung terbelak.
“Eoh!” Ucap mereka bersamaan.
“Seokjin, ini kakak ku, Park Yoo
Kyung” Ucap yoochan pada seokjin. Seokjin hanya menatap yoochan yang tidak percaya.
Seokjin segera duduk di antara dua
gadis kembar ini.
“Eonni, bagaimana dia kekasihku sangat
tampan bukan?” Tanya yoochan pada yookyung yang memuji seokjin.
“Ne, dia sangat tampan” Jawab yookyung
yang merasa sakit hati, ternyata cinta pertamanya telah di rebut oleh adiknya
sendiri.
“Yoochan... sebenarnya aku dan
yookyung sudah saling kenal” Ucap seokjin pada yoochan.
“Eoh. Jinjja? Ah baguslah kalau
begitu... jadi kalian berdua tidak perlu canggung lagi bukan?”
“Ne. Yoochan, eonni tidak bisa lama
lama di sini. Eonni harus ke kantor lagi, eonni sibuk sekali hari ini” Ucap
yoochan yang tiba tiba berubah menjadi dingin. Dia segera mengambil tasnya dan
berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
“Yoochan, aku sungguh tidak tau kalau
kalian berdua ternyata kembar” Ucap seokjin yang masih tidak percaya.
“Ne. Apa kau tau lelaki yang sedang
dia sukai?” Tanya yoochan
“Entahlah. Aku belum tau, ya sudah ayo
kita lanjutkan minum coffee kita” Ucap seokjin yang membuat yoochan bahagia.
Skip~
Yookyung duduk di kursi taman dekat
kantornya. Dia hanya menangis dengan kejar tenryata lelaki yang dia sukai
ternyata menyukai wanita lain dan tidak lain adalah adiknya sendiri. Hatinya
begitu rapuh dan sakit.
“Hiks... hiks.... Kenapa aku menangis?
Kenapa? Aku sungguh menyukainya, tapi dia menyukai adikku. Hiks... hiks...”
Ucap yookyung yang lirih dan di pipinya sudah ada sungai kecil yang mengalir
begitu deras.
“Hiks,,, seokjin oppa... ku kira kau
menyukaiku ternyata... hiks...” Lanjutnya dengan lirih
~Skip~
1 minggu kemudian...
Sudah seminggu, yoochan dan yookyung
tidak saling berhubungan padahal yoochan sudah kembali dari New York. Setiap
yoochan berbicara, yookyung selalu mengabaikannya sepertinya dia sangat marah
pada adiknya.
Hari ini mereka berdua berada di
ruangan yookyung. Yoochan selalu mengikuti yookyung kemana berjalan.
“Eonni, kenapa eonni bersikap seperti
ini kepadaku?” Tanya yoochan tapi yookyung hanya mengabaikannya dan berjalan
menuju kursinya dan di ikuti oleh yoochan.
“Eonni. Eonni marah padaku? Tapi eon
marah kenapa?” Tanya yoochan yang masih bingung dengan sikap kakaknya itu.
“Kau! Kenapa Hidupmu bahagia terlebih
dahulu. Dulu kita sudah berjanji bahwa yang akan bahagia terlebih dahulu adalah
aku bukan kau. Tapi... kau hidup bahagia terlebih dahulu” Jelas yookyung tanpa
menatap yoochan
“Eon... apa yang kau bicarakan?” Tanya
yoochan yang masih tidak mengerti.
“Seokjin... dia... dia lelaki yang
kakak sukai, tapi... Dia justru menyukaimu. Padahal aku dan dia sudah dekat
dari dulu sebelum kau. Kau hanya baru pertama kali bertemu sudah di tembak dan
aku... aku sudah berminggu minggu tapi...” Jelas yookyung yang membuat yoochan
terdiam terpaku tanpa bersuara sedikit pun.
“Kau sudah mengerti? Kalau sudah
mengerti kau boleh keluar” Pinta yookyung, yoochan hanya masih terdiam di
tempat itu tanpa bergeming sedikit pun.
Skip~
Yoochan sudah berada di sebuah taman
untuk bertemu dengan kekasihnya, Kim Seok Jin. Dia sudah menunggunya kurang
lebih 15 menit, akhirnya sosok seokjin muncul di hadapannya. Yoochan hanya
memandang seokjin dengan wajah yang berkaca kaca.
“Ada apa?”
“Eonni... dia... dia... sungguh
menyukaimu... Aku sungguh tidak tau kalau dia menyukaimu sebelum kita bertemu.
Dia marah padaku karena kau menembak ku. Aku sungguh tidak tau harus bicara apa
di hadapan kakakku... ”
“Yoochan... apa maksudmu? Dia itu
sudah ku anggap sebagai adik kandungku sendiri. Kami sudah berjanji bahwa kami
hanya sebatas adik dan kakak tidak lebih...”
“Yoochan... Aku... Kim Seok Jin, akan
membuat mu bahagia, aku hanya menyukaimu tidak ada yang lain” Ucap seokjin yang
memeluk yoochan dengan hangat.
DI bali itu, terlihat yookyung
memperhatikan seokjin dan adiknya sedang berpelukan. Seokjin benar, dia sudah
menganggapnya sebagai adik bukan kekasihnya.
“Baiklah. Maafkan aku yoochan...
Sepertinya kalian begitu bahagia... Aku,
tidak akan membuat hubungan kalian rusak. Aku mendukungmu..” Ucap yookyung
dengan senyum terpaksa dan berjalan pergi dari tempat itu.
Seokjin melepaskan pelukannya dan
menatap wajah yoochan dengan dalam. Saat seokjin mendekatkan wajahnya dengan
yoochan, yoochan segera memeluk seokjin supaya seokjin tidak menciumnya seperti
waktu itu. Seokjin hanya tertawa dan membalas pelukan yoochan.
The
End...
Mian kalau endingnya ga nyambung atau
di isi ceritanya ga nyambung...
Banyak
typo bertebaran hehehe...

