Jumat, 10 Juli 2015

BTS Jin Fanfiction "Two Lover" Chapter 2


Chap 2

Title : Two Lovers
Cast : Kim Seok Jin (BTS), Park Yoo Chan (OC), Park Yoo Kyung (OC)
Genre : Happy, Romantis, Urbanlife, Bromance
Author : Sandra Tamara
Lenght : Two Shoot


^Happy Reading^
^Mian banyak Typo bertebaran^ 

Skip~
1 minggu kemudian...
          DI seoul, seokjin ingin ketemuan dengan yookyung di suatu tempat yang tenang. Akhirnya mereka bertemu di ruangan yookyung.
Clek~
          Seokjin membuka pintu ruangan yookyung. Dia melihat yookyung sedang bermain dengan gadget nya. Yookyung yang melihatnya hanya tersenyum melihat seokjin datang.
          “Ada apa kau kemari?”
          “Hari ini aku harus pergi ke New York untuk acara fanmitting dengan cabang cafe ku di sana” Ucap seokjin pada yookyung, adik bohongannya itu.
          “Lalu kapan kau balik?”
          “Hmm, entahlah... Aku belum mengkonfirmasih untuk kepulangannya”
          “Baiklah. Aku akan membiarkan oppa pergi ke New York. Tapi jangan lupa bawalah beberapa makanan atau barang yang begitu indah untuk adikmu ini” Pinta yookyung dengan wajah yang begitu manja
          “Heheheh... baiklah... Oppa tidak punya waktu banyak, karena sekarang oppa harus segera pergi” Ucap seokjin yang berpamitan dengan yookyung. Yookyung hanya membalas dengan sebuah senyuman di wajahnya.

          Seokjin sudah pergi dari ruangan yookyung. Yookyung hanya masih tersenyum memandang seokjin yang telah pergi dari ruangannya.
          “Aku mengira hubungan ini tidak sebatas adik dan kakak. Dia memperlakukan aku layaknya aku sebagai seorang kekasih. Apa benar dia juga menyukaiku? Jika iya... ini hal yang bagus, karena aku juga menyukainya” Gumam yookyung yang masih tersenyum bahagia.

Skip~
          Beberapa jam kemudian...
Seokjin sudah sampai di New York. Sebelum dia pergi ke cafe untuk acara fanmitting. Dia pergi ke toko bunga untuk di bawanya ke sana.
          “Welcome. Good morning...” Ucap yoochan yang begitu semangat menerima seorang pelanggan yang datang ke tokonya.
Seokjin yang melihatnya sangat terkejut, Dia sepertinya kenal gadis ini tapi dimana. Dia mikir keras untuk memgingat sosok gadis yang ada di hadapannya.
          Ah... dia baru ingat. Wajah gadis ini sama percis dengan yookyung. Apakah dia yookyung? Atau dia orang lain yang mempunyai wajah yang hampir sama?
          “Mr. Bunga apa yang sedang anda cari?” Tanya yoochan
          “Eoh. Rose...”Jawab seokjin yang membuatnya terkejut dari lamunannya
          “Baiklah. Silahkan tunggu sebentar” Ucap yoochan yang segera mengambil bunga mawar itu.
          Sambil menunggu yoochan datang, Seokjin masih penasaran sama gadis yang ada di dalam toko ini. Dia mengambil jepitan dari saku celananya. Dia mengingat gadis yang mempunyai jepitan ini.
Beberapa menit kemudian...
          “Ini seikat bunganya...” Ucap yoochan yang memberi seikat bunga mawar itu. Tapi saat itu matanya terbelak saat melihat jepitan yang di pegang oleh seokjin.
          “Eoh. Jepitan ku!” Ucap yoochan yang terkejut
          “Ah. Jepitanmu?” Tanya seokjin yang juga terkejut
          “Ne. Itu jepitan ku saat usiaku masih 10 tahun. Saat itu pas hari kamis.” Ucap yoochan yang mengingat kapan dia memakai jepitan itu.
          “Saat aku menemukan ini, juga itu hari kami, aku menemukan ini saat aku turun dari sebuah bus sekolah. Saat itu aku melihat sosok gadis yang hampir terjatuh tapi dia berhasil untuk tidak terjatuh Tapi... jepitan milik gadis ini terjatuh tanpa dia sadari” Jelas seokjin.
          “Eoh. Saat itu juga aku hampir jatuh dari pintu masuk bus tersebut. Apa jangan jangan kau...” Ucap yoochan yang terkejut saat mengingat lelaki yang tampan yang berada di dalam bus bersama gitarnya
          “Kau yang selalu membawa gitar setiap hari kamis bukan?” Ucap yoochan yang meyakinkan seokjin
          “Ne. Itu aku” Jawab seokjin dan membuat mata yoochan lagi lagi terbelak.
          “Dia lelaki tampan yang aku sukai saat 10 tahun yang lalu...” Gumam yoochan dalam batinnya yang belum lepas tatapannya dari mata seokjin.
          “Presdir... kajja” Teriak sipir seokjin sehingga membuat lamunan keduanya terlepas
          “Gomawo bunganya... Kita bicara lain kali” Ucap seokjin yang pamit dan berjalan keluar dari toko bunga yoochan. Tapi...
          “Tunggu...” Pinta yoochan yang membuat langkah seokjin terhenti dan menoleh ke yoochan.
          “Apa boleh aku tau namamu?” Tanya yoochan dengan nada yang pelan
          “Eoh namaku... Namaku Kim... Kim Seok Jin.” Ucap seokjin dengan nada yang gugup
          “Seokjin. Cepat!” Teriak supir itu yang menyuruh seokjin untuk cepat keluar dari toko bunga itu.
          “Ne. Sampai ketemu nanti” Ucap seokjin yang melanjutkan jalannya
          “Eoh. Aku... Namaku Park Yoo Chan!” Teriak yoochan tapi sayang, seokjin sudah memasuki mobilnya sehingga tidak terdengar olehnya.
-
          Yoochan duduk di sebuah kursi dekat bunga bunga yang begitu indah itu. Dia mengingat sosok seokjin saat 10 tahun yang lalu.
          “Jadi, lelaki itu adalah Kim Seok Jin.” Gumam yoochan yang masih tidak percaya bahwa dia bertemu dengan cinta pertamanya.
          “Aigo! Jepitan ku belum ku ambil darinya... Bagaimana ini, Apakah kami akan bisa bertemu lagi?” Ucap yoochan yang terkejut bahwa jepitannya belum di ambil dari tangan seokjin.
          “Aish... kenapa aku bisa se ceroboh ini...” Pekik yoochan yang mengacak acakan rambutnya.

          Seokjin berada di dalam mobil bersama seorang pelayannya. Seokjin masih penasaran dengan sosok gadis yang bernama Park Yoo Chan itu.
          “Perkataan ku saat itu menjadi kenyataan. Akhirnya aku bisa bertemu dengan pemilik jepitan ini selama 10 tahun yang lalu.” Gumam seokjin sehingga supirnya menoleh ke arahnya.
          “Nugu? Cinta pertamamu?”
          “Ne. Aku sudah berjanji jika orang yang mempunyai jepitan ini ku temukan, aku akan menyatakan perasaanku padanya. Karena dia adalah cinta pertamaku” Ucap seokjin yang tersenyum
          “Lalu apakah kau sudah menemukannya?”
          “Tentu sudah. Dia gadis cantik berambut pirang dengan dagu yang kecil dan mata yang begitu indah. Dia bernama Park Yoo Chan” Jawab seokjin sambil tersenyum bahagia.
          “Park Yoo Chan? Sepertinya nama itu tidak asing lagi bagiku. Nama itu sangat mirip dengan nama Park Yoo Kyung. Tapi hanya beda nama panggilannya saja” Ucap supirnya itu yang sedikit membedakan nama yoochan dengan nama Yookyung.
          “Nanti malam, aku harus bertemu dengannya lagi. Cepatkan sedikit kecepatannya...”Pinta seokjin meminta supirnya untuk mengebut.

Skip~
          Di seoul, Yookyung hanya berdiri di balkon ruangannya dengan wajah yang begitu sedih, tidak biasanya dia kembali kesepian setelah seokjin pergi ke New York, hidup yookyung menjadi sepi.
          “Sepertinya aku mulai menyukai seokjin... Kenapa aku merasa seokjin adalah cinta pertamaku?” Gumam yookyung yang memandang keindahan langit malam yang di hiasi dengan sinar rembulan dan sinar bintang yang begitu terang.
          “Park Yoo Chan... bagaimana kabarnya dia sekarang? Apakah dia baik baik saja? Sudah 3 bulan aku tidak menghubunginya” Ucap yookyung yang ingat akan sosok adiknya itu. Park Yoo Chan.

Skip~
          Di Amerika. Langit sudah berubah menjadi gelap. Seokjin kembali ke toko bunga itu untuk mengungkap kebenaran dari jepitan yang dia miliki selama 10 tahun yang lalu.
          “Waelcome, good even...ing..” Ucap yoochan yang terputus melihat sosok seokjin ada di hadapannya
          “Kau tidak boleh memutuskan kata seperti itu. Ku akui kau pasti akan terkejut” Ucap seokjin yang masuk ke dalam toko bunga milik yoochan.
          “Cepat balikan jepitanku, Kim Seok Jin” Pinta yoochan yang meminta kembali jepitan itu
          “Mwo!”
          “Itu milikku, jadi aku berhak mengambilnya” Ucap yoochan dengan nada yang tidak sopan itu
          “Aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Jika orang yang mempunyai jepitan ini sudah aku temukan, aku akan berjanji bahwa gadis ini akan menjadi cinta pertamaku” Jelas seokjin sehingga membuat yoochan terbelak dan terdiam terpaku mendengar ucapan seokjin
          “Aku menyukai gadis yang memiliki jepitan ini, Aku pikir gadis yang mempunyai jepitan ini sangat cantik, Lihat saja jepitannya begitu bagus dan indah...” Lanjutnya lagi
          “Kau... kau menyukaiku...” Ucap yoochan yang gugup seketika pandangannya tidak pernah lepas dari mata seokjin.
          “Ne. Apa kau mau menjadi kekasihku?” Ucap seokjin yang memberikan setangkai bunga mawar yang dia sisihkan saat untuk acara fanmitting.
          “Itu bunga mawar yang ku berikan padamu” Ucap yoochan yang melihat bunga mawar itu
          “Ne, aku menyisihkannya untuk cinta pertamaku”
          “Seokjin... kita baru saja bertemu, apa mungkin kita bisa menjalin hubungan yang kita harapkan?” Tanya yoochan yang masih tidak percaya dengan ucapan seokjin.
          “Meski kita baru kenal, Tapi hati kita sudah menyatu sejak 10 tahun yang lalu” Ucap seokjin
          “Ku tau, kau juga menyukaiku kan? Aku bisa merasakannya sekarang” Lanjut seokjin yang membuat yoochan mendongak melihat wajah seokjin
          “Kau bisa merasakannya? Don’t lie kim seok jin...” Ucap yoochan yang masih tidak percaya
          “Ne, aku tidak berbohong. Aku jujur, jantungmu saat ini sedang ber...” Ucapan seokjin terputus karena yoochan segera mengelaknya
          “Jangan katakan. Aku bisa menebaknya... jika di katakan, aku pasti akan malu nanti..” Ucap yoochan yang menunduk saat bicara malu.
          “Haha... baiklah. Apa jawabanmu? Kau pasti tidak akan bilang tidak kan? Soalnya akulah cinta pertamamu. Dan kau juga cinta pertama ku saat kita berusia 10 tahun”
          “Jawabanku... aku masih tidak yakin. Tapi akan ku jawab... Iya...” Jawab yoochan yang masih menunduk dan tidak sanggup menatap wajah seokjin.
          “Jinjja? Ah yoochan...” Ucap seokjin yang sangat gembira akhirnya cinta pertamanya itu menerima tawaran seokjin menjadi kekasihnya. Seokjin segera memeluk yoochan dengan erat.
          “Eoh”
          “Ne, aku menyukaimu. Sejak 10 tahun yang lalu aku sudah menunggumu, dan akhirnya kita memang di takdirkan untuk bersatu” Gumam yoochan dalam batinnya yang juga ikut gembira.

          Seokjin melepaskan pelukannya, dia menatap yoochan begitu dalam. Wajahnya mendekatkan ke wajah yoochan sehingga membuat yoochan memejamkan kedua matanya itu. Dan...
Chu~
          Seokjin mengecup bibir yoochan dengan lembut dan dengan dalam. Yoochan hanya tidak percaya, ini adalah first kissnya bersama cinta pertamanya juga. Seokjin semakin memperdalam ciuman mereka.

Skip~
          Esok pagi tiba, Di Seoul. Terlihat yookyung sedang berjalan jalan pagi di taman dekat kantornya. Dia begitu borring karena seokjin belum juga pulang. Dia memakai pakaian olahraga berwarna biru muda dengan rambut yang di kuncir kuda itu.
          “Apa acara fanmittingnya sudah selesai?” Gumam yookyung yang bertanya pada dirinya sendiri.
          “Acara itu bukannya hanya sebentar? Apa dia melakukan liburan di New York tanpa mengajakku?” Gumamnya lagi yang berpikiran yang tidak tidak tentang seokjin.

Skip~
          Di Amerika, Terlihat yoochan yang sudah siap untuk pergi ke kampung halamannya yaitu Seoul. Dia begitu bahagia, akhirnya dia bisa memiliki cinta pertamanya dan bisa kembali ke Seoul. Sebelum dia pergi, dia menelpon kekasihnya yang baru saja jadian kemarin malam.
          “Yeoboseo...”
          “....”
          “Hari ini aku akan kembali ke Seoul, kapan kau akan kembali?”
          “....”
          “Oh, kalau begitu aku duluan ya... aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan eonniku dan kampungku”
          “....”
          “Baiklah, aku akan menghubungimu jika sudah sampai sana”
Yoochan segera memutuskan sambungannya dengan kekasihnya itu. Sekarang dia beralih ke nomor kakaknya yaitu Yookyung.
          “Hallo eonni...”
          “Yoochan! How are you??”
          “Aku baik, hey... jangan ucapkan bahasa english.”
          “Ada apa kau menelponku?”
          “Hari ini aku akan kembali ke Seoul! Apakah eonni mau menjemputku?” Tanya yoochan
          “Hmm, bagaimana ya... eonni lagi sibuk. Eoh bagaimana jika kau sudah sampai, kau langsung ke kantor eonni ya”
          “Hmm, baiklah... tunggu aku!”
          “Ne”
          “Bye. Muachh...”
Yoochan segera mematikan sambungannya dan membawa tas besar itu keluar dari tokonya. Dia mengunci toko bunganya dan berjalan untuk mencari taksi yang menuju ke arah airport.

Skip~
          Beberapa jam kemudian...
Yoochan sudah sampai di Seoul. Dia keluar dari dalam pesawat yang membawa tas besarnya yang berwarna pink muda itu. Dia berjalan yang melewati kerumunan orang. Dia begitu bahagia sekali hari ini. Dia segera keluar dari airport dan mencari sebuah taksi untuk di tumpanginya.
          Taksi yang membawanya itu sudah sampai di depan kantor eonni nya. Dia segera turun dari taksi itu dan berjalan masuk ke dalam ruangan eonninya.
Clek~
          Yoochan membuka pintu ruangan eonninya. Dia melihat eonninya sedang mentandatangani sebuah dokument sehingga dia menoleh ke yoochan.
          “Yoochan!”
          “Eonni!”
          Yoochan segera menghampiri yookyung dan memeluknya dengan begitu erat.
          “Lihat dirimu... dirimu begitu cantik dengan rambut berwarna pirang ini” Puji yookyung yang melihat yoochan
          “Hahaha, eonni juga sangat cantik. Oh iya, eon... aku sudah punya kekasih. Dia cinta pertamaku setelah 10 tahun yang lalu” Ucap yoochan yang begitu bahagia
          “Nugu?”
          “Aku akan memberitaumu nanti. Apakah eonni ada lelaki yang eonni sukai?”
          “Tentu ada, dia lelaki yang membuat eonni tersenyum. Eonni juga akan memberi taumu nanti”
          “Baiklah. Akan ku tunggu!”

Skip~
          Yoochan berada di taman kantor yookyung. Dia duduk di kursi taman sambil melihat layar ponselnya tersebut.
          “Aku harus menelponnya”
          Yoochan segera menekan tombol telepon yang tertera di layar ponselnya yang bernama Kim Seok Jin tersebut.
          “Hallo”
          “.....”
          “Aku sudah sampai. Kapan kau akan kembali kesini?”
          “....”
          “Eoh jinjja? Baiklah akan ku tunggu!”
          “....”
          “Bye!”
Yoochan segera mematikan ponselnya setelah mendapat kabar dari kekasihnya. Tak lama kemudian, yookyung datang menghampiri yoochan yang membawa dua gelas coffee.
          “Kau baru nelepon siapa?”
          “Pacarku”
          “Dia ada dimana sekarang?”
          “Dia baru ada di bandara mau ke Seoul”
          “Eoh, sama dengan lelaki yang aku suka. Aku juga baru menelponnya dia bilang dia juga lagi di bandara menuju Seoul”
          “Wah, apa jangan jangan lelaki yang kita sukai juga ada di airport bersama?”
          “Entahlah. Ini..” Ucap yookyung yang memberikan dua gelas coffee ke yoochan
          “Gomawo.” Ucap yoochan yang mengambil coffee dari tangan yookyung.

~
          Esok pagi tiba....
Yoochan sudah ada di cafe bersama kekasihnya. Sepertinya mereka berdua sedang menunggu seseorang yang datang kemari.
          “Kakakmu akan datang ke sini?” Tanya seokjin
          “Ne. Kenapa? Apa kau tak mau melihatnya, dia juga sangat cantik seperti ku” Ucap yoochan yang menatap seokjin
          “Eoh anio. Sebaiknya aku mau pesan coffee dulu ya, kau tunggu di sini ya” Ucap seokjin, yoochan hanya membalas dengan sebuah senyuman.
          Seokjin segera berjalan menuju kasir untuk memesan tiga gelas coffee. Saat itu juga yookyung datang dan menghampiri tempat duduk yoochan.
          “Eonni sudah sampai!” Ucap yoochan yang terkejut
          “Mana kekasihmu?”
          “Eoh dia sedang mengantri untuk memesan coffee sebentar lagi juga selesai” Ucap yoochan yang menunjukan arah seokjin. Yookyung yang melihatnya pun tidak peka bahwa dia adalah seokjin.

          Yoochan dan Yookyung asik mengobrol dan tidak sadar kalau seokjin sudah berada di hadapannya sehingga membuat mata seokjin dan yookyung terbelak.
          “Eoh!” Ucap mereka bersamaan.
          “Seokjin, ini kakak ku, Park Yoo Kyung” Ucap yoochan pada seokjin. Seokjin hanya menatap yoochan yang tidak percaya.
          Seokjin segera duduk di antara dua gadis kembar ini.
          “Eonni, bagaimana dia kekasihku sangat tampan bukan?” Tanya yoochan pada yookyung yang memuji seokjin.
          “Ne, dia sangat tampan” Jawab yookyung yang merasa sakit hati, ternyata cinta pertamanya telah di rebut oleh adiknya sendiri.
          “Yoochan... sebenarnya aku dan yookyung sudah saling kenal” Ucap seokjin pada yoochan.
          “Eoh. Jinjja? Ah baguslah kalau begitu... jadi kalian berdua tidak perlu canggung lagi bukan?”
          “Ne. Yoochan, eonni tidak bisa lama lama di sini. Eonni harus ke kantor lagi, eonni sibuk sekali hari ini” Ucap yoochan yang tiba tiba berubah menjadi dingin. Dia segera mengambil tasnya dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
          “Yoochan, aku sungguh tidak tau kalau kalian berdua ternyata kembar” Ucap seokjin yang masih tidak percaya.
          “Ne. Apa kau tau lelaki yang sedang dia sukai?” Tanya yoochan
          “Entahlah. Aku belum tau, ya sudah ayo kita lanjutkan minum coffee kita” Ucap seokjin yang membuat yoochan bahagia.

Skip~
          Yookyung duduk di kursi taman dekat kantornya. Dia hanya menangis dengan kejar tenryata lelaki yang dia sukai ternyata menyukai wanita lain dan tidak lain adalah adiknya sendiri. Hatinya begitu rapuh dan sakit.
          “Hiks... hiks.... Kenapa aku menangis? Kenapa? Aku sungguh menyukainya, tapi dia menyukai adikku. Hiks... hiks...” Ucap yookyung yang lirih dan di pipinya sudah ada sungai kecil yang mengalir begitu deras.
          “Hiks,,, seokjin oppa... ku kira kau menyukaiku ternyata... hiks...” Lanjutnya dengan lirih

~Skip~
          1 minggu kemudian...
          Sudah seminggu, yoochan dan yookyung tidak saling berhubungan padahal yoochan sudah kembali dari New York. Setiap yoochan berbicara, yookyung selalu mengabaikannya sepertinya dia sangat marah pada adiknya.
          Hari ini mereka berdua berada di ruangan yookyung. Yoochan selalu mengikuti yookyung kemana berjalan.
          “Eonni, kenapa eonni bersikap seperti ini kepadaku?” Tanya yoochan tapi yookyung hanya mengabaikannya dan berjalan menuju kursinya dan di ikuti oleh yoochan.
          “Eonni. Eonni marah padaku? Tapi eon marah kenapa?” Tanya yoochan yang masih bingung dengan sikap kakaknya itu.
          “Kau! Kenapa Hidupmu bahagia terlebih dahulu. Dulu kita sudah berjanji bahwa yang akan bahagia terlebih dahulu adalah aku bukan kau. Tapi... kau hidup bahagia terlebih dahulu” Jelas yookyung tanpa menatap yoochan
          “Eon... apa yang kau bicarakan?” Tanya yoochan yang masih tidak mengerti.
          “Seokjin... dia... dia lelaki yang kakak sukai, tapi... Dia justru menyukaimu. Padahal aku dan dia sudah dekat dari dulu sebelum kau. Kau hanya baru pertama kali bertemu sudah di tembak dan aku... aku sudah berminggu minggu tapi...” Jelas yookyung yang membuat yoochan terdiam terpaku tanpa bersuara sedikit pun.
          “Kau sudah mengerti? Kalau sudah mengerti kau boleh keluar” Pinta yookyung, yoochan hanya masih terdiam di tempat itu tanpa bergeming sedikit pun.

Skip~
          Yoochan sudah berada di sebuah taman untuk bertemu dengan kekasihnya, Kim Seok Jin. Dia sudah menunggunya kurang lebih 15 menit, akhirnya sosok seokjin muncul di hadapannya. Yoochan hanya memandang seokjin dengan wajah yang berkaca kaca.
          “Ada apa?”
          “Eonni... dia... dia... sungguh menyukaimu... Aku sungguh tidak tau kalau dia menyukaimu sebelum kita bertemu. Dia marah padaku karena kau menembak ku. Aku sungguh tidak tau harus bicara apa di hadapan kakakku... ”
          “Yoochan... apa maksudmu? Dia itu sudah ku anggap sebagai adik kandungku sendiri. Kami sudah berjanji bahwa kami hanya sebatas adik dan kakak tidak lebih...”
          “Yoochan... Aku... Kim Seok Jin, akan membuat mu bahagia, aku hanya menyukaimu tidak ada yang lain” Ucap seokjin yang memeluk yoochan dengan hangat.
          DI bali itu, terlihat yookyung memperhatikan seokjin dan adiknya sedang berpelukan. Seokjin benar, dia sudah menganggapnya sebagai adik bukan kekasihnya.
          “Baiklah. Maafkan aku yoochan... Sepertinya kalian begitu bahagia...  Aku, tidak akan membuat hubungan kalian rusak. Aku mendukungmu..” Ucap yookyung dengan senyum terpaksa dan berjalan pergi dari tempat itu.
          Seokjin melepaskan pelukannya dan menatap wajah yoochan dengan dalam. Saat seokjin mendekatkan wajahnya dengan yoochan, yoochan segera memeluk seokjin supaya seokjin tidak menciumnya seperti waktu itu. Seokjin hanya tertawa dan membalas pelukan yoochan.

The End...
          Mian kalau endingnya ga nyambung atau di isi ceritanya ga nyambung...
Banyak typo bertebaran hehehe...

Tidak ada komentar: