Sequel “Leave me
please” by Wulan Dongyoo
Title : Don’t Go Again
Cast : Min Suga, Park
Hyo Ra (OC), Other
Genre : Romance, Sad
Author : Sandra Tamara
(Author the last Wulan Dongyoo)
Lenght : One Shoot
Nb : Mian
sebelumnya... Mungkin di ff ini ada sebagian kata kata atau kalimat yang sama
dari ff yang sebelumnya “Leave me please”. Tapi ini adalah ide author sendiri
dan Wulan dongyoo eonni yang juga ikut membantu.
Happy Reading...
Mian kalau banyak typo
bertebaran
Sandra Tamara
Storyline....
Sore ini terlihat pemandangan di
Kyunghee University terlihat sangat indah. Musim semi telah tiba dan banyak
sekali bunga bunga yang sedang bermekaran.
Di sebuah ruangan, tepatnya di lapangan basket yang berada
di dalam kampus tersebut terlihat sosok gadis berambut panjang yang di kuncir
kuda. Ia mempunyai kulit putih dan memiliki postur tubuh yang mungil. Yeoja ini
bernama Park Hyo Ra. Ia seorang kapten basket team wanita dikampus tersebut.
Setiap jam kuliah berakhir, Ia selalu berlatih dilapangan
yang berada didalam kampus. Ia memilih lapangan yang berada didalam dari pada
lapangan yang berada dihalaman kampus. Karena dulu sang kekasih, Min Suga
selalu bermain basket di lapangan tersebut.
Ia sudah sekian kalian memasukan bola ke dalam ting
tersebut. Karena merasa lelah ia segera duduk di lantai lapangan tersebut dan
terlukis senyuman manisnya di bibir tipisnya itu dengan keringat yang sudah
membasahi tubuhnya.
Tiba tiba, ia teringat akan gelang yang berada di lengannya
tersebut. Dia segera melihat gelangnya dan mengingat kejadian dimana suga
memberikan gelang itu kepadanya.
“Oppa... Sepertinya gelang ini
membawa keberuntungan bagi ku” Gumam hyora sambil tersenyum cerah memandang
gelangnya.
“Ku harap aku bisa bertemu
dengan mu lagi” Lanjutnya kembali. Dia segera mengambil botol air mineral yang
terletak tidak jauh darinya. Dia segera meminum air mineral tersebut.
Di balik itu, ada sosok namja
berkulit putih dan memiliki postur tubuh yang tidak begitu besar. Namja itu
bernama Min Suga. Ia memperhatikan hyora dari kejauhan sambil tersenyum simpul
dan menatapnya dengan berkaca kaca.
“Kau harus menyimpannya...dan...
aku juga ingin sekali bertatap mata secara langsung dengan mu. Tapi aku belum
tau kapan itu akan terjadi..” Gumam suga yang masih memandang hyora.
Saat itu, hyora merasa bahwa
dirinya sedang di perhatikan oleh seseorang. Dia segera menoleh ke arah pintu utama
lapangan, dan dengan cepat suga bersembunyi di balik dinding tersebut.
“Tidak ada orang... ah.. mungkin
hanya perasaan ku saja” Ucap hyora. Dia segera mengambil bola basketnya dan
keluar dari lapangan tersebut lewat pintu samping.
“Apakah kau masih menyukaiku?”
Gumam suga yang melihat hyora berjalan menjauh darinya.
>>>>
Hyora sudah mengganti pakaian.
Dia berjalan menuju lokernya untuk mengambil tas dan ponselnya. Tapi saat dia
membuka loker tersebut, tiba tiba dia melihat sebuah figuran yang menempel di
balik pintu lokernya.
Dia mulai mengingat kenangannya
bersama suga saat itu. Tapi dia segera mengambil figuran tersebut dan
memasukannya ke dalam lokernya.
Hyora segera melanjutkan jalannya
menuju taman kota, sesampainya di taman kota, tiba tiba dia melihat permainan
yang pernah dia mainkan bersama suga. Dia hanya memandang permainan itu dengan
tatapan sayu. Suga yang melihatnya dari belakang juga ikut melihat apa yang di
tatap hyora.
#Flashback
“Oppa, lihat...” Ucap Hyora
menujuk sebuah permainan yang berada tak jauh dari mereka berdua.
“Kajja kita bermain itu” Ajak
hyora dan suga pun menyetujuinya.
“Permainan ini sangat mudah..
cukup lempar panah ini kearah balon – balon itu dan kalian akan mendapatkan
hadiahnya” Jelas sang pemilik permainan tersebut.
“Yaa.. Cobalah oppa” Pinta hyora
yang bersemangat.
“Lihat.. ini hal yang sangat
mudah” Ucap suga dengan sombong.
Suga pun bersiap dengan
posisinya. Namun tiba tiba penglihatanya menjadi kabur dan secara otomatis,
panah yang ia lempar tidak terkena pada sasaran.
“Eoh? Tidak dapat??” Ucap hyora
yang sedikit terkejut.
Suga merasa ada yang tidak beres
dengan penglihatannya hanya terdiam. Ia juga bingung apa yang terjadi
dengannya.
“Lihat...sekarang giliran ku ya”
Ucap hyora yang bersiap siap.
Dan tepat, panah yang di lempar
oleh hyora mengenai salah stau balon yang berada 2 meter darinya itu.
“Mwo! Lemparanku tepat? Yeaayy!”
Ucap hyora yang terkejut dan bahagia.
“Oppa lihat..” Ucap hyora
bahagia saat sang pemilik itu memberi sebuah boneka beruang kepadanya.
Suga hanya terdiam sambil
tersenyum. Dari dalam hatinya ia merasa kecewa karena ia tidak dapat memberikan
hadiah untuk yeojannya.
#Flashback
“Aku sangat senang saat itu,
tapi sepertinya kau sangat kecewa saat itu bukan, oppa?” Gumam hyora pelan. Dia
segera melanjutkan jalannya dan suga yang melihat hyora berjalan segera
mengikutinya dari belakang.
>>>
Beberapa hari kemudian...Hari
ini adalah hari pertandingan basket team wanita antar kampus. Terlihat hyora
dan keenam temannya yaitu Yeonyoung, Haeji, Hakyo, Hwayeon, Dayeon, Dongyoo sudah
bersiap siap untuk bertanding dengan team wanita asal kampus lain.
Pertandingan di mulai, Suga
hanya memperhatikan hyora dari jauh tanpa ketahuan oleh hyora. Dia begitu
bangga betapa baiknya dia karena dia mau meneruskan cita cita suga dulu.
1 gol tercapai oleh hyora. Dia
hanya tersenyum puas di wajahnya. Keenam temannya pun bersorak riang karena
memiliki kapten yang sangat hebat dalam bidang basket ini. Dan tentunya ini
berkat suga, karena suga dia bisa menjadi seperti ini.
“Wow... Park Hyora ya. Kau sangat
daebakk!” Puji Yeonyoung.
“Apakah kau berlatih setiap
saat?” Tebak haeji sambil tersenyum puas ke arah hyora.
“Hehehe... aku ingin kita menang
di pertandingan ini” Ucap hyora yang tersenyum puas.
“Eonni... aku sangat bangga bisa
mempunyai kapten basket seperti dirimu” Ucap hwayeon dengan suara khasnya.
“Hahaha... aku seperti ini
karena suga oppa” Ucap hyora
“Ah sudahlah... kita harus
menang di pertandingan selanjutnya” Ucap hakyo yang menepuk pundak hyora. Ke
enam temannya hanya tersenyum.
Di balik itu, terlihat suga
tersenyum bahagia melihat hyora yang tertawa bersama keenam temannya tersebut.
Karena sebentar lagi lapangan akan menjadi sunyi, dengan cepat dia pergi dari
lapangan tersebut tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Saat suga ingin keluar dari
lapangan, tiba tiba ada seorang lelaki yang memanggil namanya sehingga membuat
langkah suga terhenti dan menoleh ke sumber suara.
“Suga hyung...”
“Ah Jimin...” Jawab suga yang
terkejut. Jimin segera berjalan menghampiri suga sambil tersenyum.
“Apa hyung kemari ingin melihat
pertandingan hyora?” Tanya jimin dengan suara khasnya.
“Eoh. Ne... dia begitu
bahagia... ternyata tidak salah aku pergi meninggalkannya” Jawab suga yang
tersenyum.
“Yaa. Hyung bilang apa tadi..
hyora itu selalu menangis... dia selalu memendam rasa sedihnya di dalam hati.
Tidak ada orang yang tau kalau dia sedang sedih. Bahkan hampir setiap hari dia
menangis di ruangan lapangan kampus dan taman belakang kampus.” Jelas jimin
yang membuat lingkaran setengah di wajah suga memudar secara perlahan lahan.
“Sebaiknya, hyung bertemu dengan
hyora. Pasti dia sangat senang dan dia akan bahagia” Pinta jimin. Suga hanya
diam menatap jimin.
“Aku tidak bisa lama lama... aku
harus pergi... annyeong hyung” Lanjut jimin yang meninggalkan suga sendirian di
tempat itu. Suga hanya terdiam tanpa bergeming sedikit pun.
Di taman belakang
kampus...
Terlihat hyora sedang duduk di
kursi taman sambil memandangi gelangnya yang berada di lengannya tersebut.
Hyora hanya di temani oleh bola basket yang berada di sampingnya.
“Oppa... Gomawo... berkat gelang
ini aku bisa memenangkan pertandingan itu...” Ucap hyora dengan senyum
simpulnya dan tatapan sayu.
“Aku harap oppa berada di sini,
menemani ku duduk, menghiburku seperti dulu lagi...Aku sangat merindukan mu
oppa... Hiks..” Ucap hyora yang terisak oleh tangisannyanya.
Tiba tiba, keenam teman suga
menghampiri hyora yang sedang menangis. Hyora segera menghapus air asin itu dari
pipinya dengan cepat. Mereka yang melihat hyora baru saja menangis hanya diam
dan mereka segera menghibur hyora.
“Kalian di sini...” Ucap hyora
yang berusaha tersenyum.
“Apakah kau baru saja menangis?”
Tanya seokjin yang melihat hyora.
“Anio. Aku menangis bahagia
karena aku bisa menang di pertandingan ini” ucap hyora yang berbohong.
“Jinjja?” Tanya namjoon dengan
serius.
“Ne. Oh iya.. apa kalian mau aku
traktir makan galbi hari ini?” Tawar hyora yang mengalihkan perbincangan
mereka.
“Anio. Kami hanya ingin
menghiburmu... aku tau kau sedang sedih karena suga belum menemuimu” Jawab hoseok
yang duduk di samping hyora.
“Aku tidak perlu di hibur, aku
baik baik saja... oh iya. Besok... aku ingin mencari suga oppa... Apa kalian
mau membantu ku?” Pinta hyora yang membuat keenam temannya terdiam tanpa
bersuara.
“Kenapa tidak ada yang menjawab?”
Tanya hyora yang bingung.
“Hyora.. sebenarnya kami semua
tau keberadaan suga sekarang.. tapi... suga meminta kami untuk merahasiakannya
dari mu” Jawab seokjin dengan tatapan sayu.
“Kalian tau dimana suga oppa
sekarang berada? Tapi kenapa suga oppa hanya memberi tau kalian, kenapa aku
tidak di beri tau olehnya. Apa dia sudah tidak menyukaiku lagi?” Ucap hyora
yang menunduk dan perlahan lahan air asin itu keluar kembali dari sudut kelopak
mata hyora.
“Anio. Bukan seperti itu... dia
masih menyukaimu, bahkan dia selalu memperhatikanmu dari jauh” Jawab jimin yang
terkejut mendengar ucapan hyora.
“Kalau dia masih menyukaiku.
Kenapa dia tidak datang menemuiku? Kenapa hanya memperhatikan aku dari jauh?”
Ucap hyora sambil menangis yang sejadi jadinya.
“Hyora... suatu saat nanti
mungkin suga akan menemuimu” Ucap namjoon yang mengelus rambut hyora dengan
lembut.
“Tapi kapan? Kalian tau kan
kalau aku tidak punya banyak waktu. Sebulan lagi aku akan pergi ke New York...
tapi aku belum sempat menemuinya...” Jawab hyora yang membuat keenam temannya
terdiam tanpa bergeming sedikit pun dan hanya terdengar suara isakan dari
hyora.
Terlihat suga sedang berjalan
menyusuri jalan kecil sambil menunduk sedih. Ternyata yang ia pikirkan selama
ini adalah salah.
“Ku kira kau akan hidup bahagia
tanpa diriku, park hyora. Tapi ternyata kau menutupinya dari semua orang yang
ada di sekitarmu” Gumam suga sambil berjalan.
***
Esok tiba..
Hari ini ia tidak pergi untuk mencari suga. Hari ini ia
luangkan waktunya untuk pergi ke lapangan kampus. Seperti biasa, hyora kembali
berlatih basket untuk pertandingan itu. Keringat membasahi wajah dan tubuhnya
serta air asin itu mengalir di pipinya begitu deras seperti sungai kecil yang
mengalir di pipi hyora. Namun ia tidak memperdulikannya. Beberapa gol telah
tercetak dengan baik. Belum puas dengan itu, ia kembali mencoba memasukan bola
itu ke dalam ring. Namun... bola itu meleset. Hyora yang melihatnya hanya lemas
dan terduduk di lantai itu sambil menangis sejadi jadinya.
“Kapan kau muncul di hadapanku?
Hiks... hiks... kenapa kau tak datang untuk menemuiku kenapa kau hanya
memperhatikan ku dari jauh.. hiks... hiks.. Oppa... aku sangat merindukanmu...
sangat merindukanmu...” Ucap hyora yang terisak oleh tangisannya.
Di sebuah cafe, terlihat suga
dan keenam temannya sedang berkumpul bersama sambil meminum segelas coffee
dingin.
“Oh iya hyung... sebaiknya kau
bertemu dengan hyora.. terlihat dia sangat sedih” Ucap jungkook.
“Aku ingin sekali bertemu
dengannya, tapi... aku tidak sanggup melihat dia menangis di hadapanku jika dia
bertemu denganku”
“Suga... kau salah besar. Justru
hyora akan tersenyum bahagia jika kau menemuinya..” Ucap seokjin yang menatap
suga.
“Ne... sebaiknya kau menemuinya.
Minggu depan ada pertandingan basket team wanita di kampus kita. Sebaiknya kau
datang dan menemui hyora...” Pinta namjoon
“Dan.. dua minggu lagi hyora
akan pergi ke New York... apakah hyung mau tidak bisa melihat wajah hyora
lagi?” Ucap hoseok
“New...new york??” Ucap suga
yang terkejut
“Ne.. dia sendiri yang
mengatakan itu kemarin” Ucap jimin
“Sebaiknya kau cegah supaya
hyora tidak pergi ke New York... jika kau masih menyukainya, bilanglah padanya
kalau kau masih menyukainya” Usul seokjin. Suga hanya terdiam tanpa bergeming
sedikit pun.
>>>>
Satu minggu
kemudian...
Hyora berada di kamar
apartemennya, terlihat dia sedang duduk di meja riasnya sambil melihat boneka
beruang dan buku diarynya yang berada di atas meja riasnya.
“Oppa... ku harap kau akan
datang ke pertandingan ku nanti... hari ini aku sedang kurang semangat dan itu
karena mu..” Ucap hyora yang memohon sambil melihat ke cermin yang berada di
hadapannya.
Tangannya menghampiri buku diary
tersebut. Dia segera membuka lembaran yang berisikan pesan dari suga. dia
membacanya kembali dengan perlahan lahan dan air matanya jatuh ke dalam pipinya
tersebut.
“Annyeonghasaeyo, Park hyora. Ku
harap kau jangan salah paham saat membaca ini. Kau tau aku buta. Jadi mana
mungkin aku menulis semua ini. Aku meminta tolong kepada jungkook untuk
menuliskannya. Kau dapat membedakan bagaimana tulisanku bukan? Mianhae, jika
aku telah membuatmu menangis dan sedih. Aku pergi tanpa sepengetahuanmu. Aku
terpaksa melakukannya karena aku merasa aku bukan namja yang berguna untukmu.
Aku tidak ingin kau kecewa dan menyesal memiliki namja sepertiku. Jadi, aku
mohon tinggalkan aku, lupakan aku dan carilah namja yang lebih berguna dari
pada aku. Jaga dirimu baik baik dan jangan pernah untuk berfikir mencariku. Aku
tau, semua ini membuatmu sedih tapi, inilah kenyataannya. Park hyora, gomawo
telah menjadi pengisi hatiku selama ini. Aku tidak tau harus membalas
kebaikanmu selama ini. Aku bangga memiliki yeojachingu seperti dirimu. Park Hyo
ra. Saranghae.. annyeong”
“Oppa... aku tidak bisa mencari
namja lain selain dirimu.. di hatiku hanya ada dirimu, dan selalu dirimu
hiks... aku tidak peduli kau sakit atau tidak, aku mencintaimu dengan tulus..
hiks... oppa... saranghae... ku mohon datanglah kepadaku lagi... jangan membuat
ku seperti ini lagi.. hiks.. hiks,...” Ucap hyora yang terisak oleh
tangisannya. Dan tangisan itu mulai pecah.
>>>
Hyora sudah berada di kampusnya,
dia sudah mengenakan baju basket dan berkumpul bersama teman temannya. Mereka
sudah pada siap dan yakin jika hari ini mereka akan memenangkannya. Namun
berbeda dengan hyora, ia terlihat tidak bersemangat karena dia tidak melihat
sosok suga di sekitar lapangan.
“Eonni! Kita pasti akan menang”
Ucap hwayeon yang tersenyum dan penuh semangat.
“hmm” Jawab hyora yang di
barengin dengan anggukan dan senyuman di wajahnya.
“Kau sudah bekerja keras, hyora”
Ucap yeonyoung yang menepuk pundak hyora
“Eoh. Dimana keenam namja itu...
seharusnya mereka datang dan melihat pertandingkan kita” Ucap haeji yang
melihat sekeliling lapangan tersebut.
“Apakah kalian mencari kami”
Baru saja haeji ingin mencari,
keenam namja itu pun datang menghampiri mereka. Hyora yang merasa jimin cs
datang lalu melihat kearahnya dan tersenyum.
“Yaa. Kalian harus semangat!”
Ucap hoseok yang memberi semangat kepada ketujuh gadis itu.
Hyora hanya tersenyum simpul,
tapi hatinya sama sekali tidak tenang karena dia tidak melihat sosok suga di
lapangan ini.
“Yaa. Jungkook, kau tenang saja.
Kami pasti akan menang lihat saja nanti” Ucap hakyo yang bersemangat.
“Ne. Kami dan hyora oenni sudah
bekerja keras” Lanjut dayeon yang tersenyum
“Baiklah. Aku akan berdoa untuk
kalian semua” Ucap seokjin yang tersenyum cerah.
“Baiklah, pertandingan akan
segera di mulai.. para peserta di persilahkan masuk ke dalam lapangan” Panggil
sang MC dari balik trimbum.
“Kajja” Ajak hakyo
Hyora cs pun berkumpul bersama,
mereka melakukan doa bersama terlebih dahulu setelah itu mereka masuk ke dalam
lapangan.
“FIGTHING!!” Teriak mereka
bersamaan.
Di tempat yang sama, terlihat
suga baru saja datang dan berdiri di mana tidak terlihat oleh hyora. Dia hanya
tersenyum memperhatikan gadis yang dia masih sukai itu serius memainkan bola
basketnya.
“Ku harap kau dan team mu akan
menang” Gumam suga yang tersenyum melihat hyora.
Pertandingan berjalan dengan
lancar. Tanpa terasa sekor yang di capai oleh Hyora cs sudah sangat banyak
untuk mengalahkan tim lawannya. Suga yang melihat itu terus berdoa, begitu juga
dengan Seokjin cs yang ikut berdoa.
Waktu terus berjalan, dan telah
memasuki babak terakhir dengan menghasilkan sekor yang seimbang di antara kedua
team. Suara riuh dari penonton sangat menggema di lapangan tersebut.
Prrriiitt....!!!!
Wasit pun memulai babak terakhir
ini dan inilah yang sangat menegangkan. Tanpa membuang buang waktu, kedua tim
tersebut saling merebutkan bola itu.
“Berikan itu padaku” Panggil
yeonyoung kepada haeji yang memang saat itu sedang mengusai bola tersebut.
Haeji yang mendengar suara
yeonyoung langsung melemparkan bola itu kepada yeonyoung, dan dengan cepat
yeonyoung menangkapnya. Hyora yang melihat bola itu sudah di tangan yeonyoung,
hyora segera memberi kode. Yeonyoung yang mengerti langsung berlari sesekali
memainkan bola itu agar mengecohkan lawan yang dari tadi mengincarnya.
“Hyora!!” Teriak yeonyoung. Ia
segera melempar bola itu kearah hyora.
Dengan mudah hyora menangkap
bola yang diberikan yeonyoung tadi. Ia tersenyum lalu tanpa buang buang waktu
ia berlari menuju ring lawan yang berniat untuk memasukan bola tersebut. Saat
dia ingin memasukan bola tersebut, jantungnya bedegup sangat kencang, dia
kembali mengingat kejadian saat suga ingin memasukan bola ke dalam ring
tersebut, tapi nihil bola yang ingin suga masukan ke dalam ring tersebut di
rebut oleh lawan teamnya.
“Ayo ku mohon masuk... masuk dan
masuk..” Ucap hyora dalam batinnya. Dengan percaya diri, dia segera melemparkan
bola itu sambil memejamkan kedua matanya dan...
“Gol!!” Teriak MC dan para
penonton yang membuat hyora cs, suga, dan seokjin cs terkejut.
Hyora segera membuka kedua
matanya, dia merasa kalau ini semua seperti mimpi. Ke enam teman hyora segera
menghampiri hyora dan berpelukan bersama sama. Suga yang melihatnya juga ikut
tersenyum melihat hyora dan teamnya bisa memenangkan pertandingan ini.
“Hyora ya.... kau sangat
hebat!!” Teriak jimin dengan suara khasnya yang berlari menghampiri hyora cs
dan di ikuti oleh kelima temannya.
“Waw... kau kapten yang sangat
hebat, tak salah jika suga memilih mu sebagai yeojachingunya” Ucap seokjin.
“Suga oppa... apakah dia datang
hari ini” Ucap hyora yang terkejut dalam batinnya. Dia segera melihat ke
sekitarnya. Tiba tiba dia melihat sosok suga yang tidak terlalu jauh darinya.
Dia segera menghampiri suga. Tapi suga yang melihatnya segera menghindar dan
berjalan pergi.
“Hey.. hyora ya... kau mau
kemana?” Teriak hakyo, tapi teriakan hakyo di abaikan oleh hyora.
Hyora segera berlari menghampiri
suga. dan saat hyora sudah di luar lapangan, hyora segera menghentikan langkah
suga.
“Suga Oppa...” Panggil hyora
yang membuat langkah suga terhenti. Hyora segera menghampiri suga, dia segera
memeluk dari belakang tubuh suga.
Teman teman hyora segera keluar
dari lapangan dan melihat hyora sedang memeluk suga dari belakang. Teman
temannya hanya menatapnya dengan tatapan sayu dan tersenyum
“Oppa...” Ucap hyora. Suga yang
mendengarnya segera memutarkan badannya menghadap hyora. Dia melihat hyora
mengeluarkan air matanya.
“Hyora..” Ucap suga yang
memegang wajah hyora.
“Oppa... aku merindukanmu..”
Ucap hyora yang terus mengeluarkan air asin itu.
“Hyora... aku juga sangat
merindukanmu” Jawab suga. Ia segera memeluk erat tubuh mungil hyora sambil
mengelus lembut rambut panjangnya. Begitu juga dengan hyora yang membalas
pelukan suga.
“Saranghae” Bisik suga sambil
menangis bahagia.
“Nado saranghae oppa” Jawab
hyora dengan lembut sambil menangis bahagia.
Suga segera melepaskan
pelukannya, dia memandang wajah hyora. Kedua tangannya menghapus air yang
berada di pipi hyora. Sehingga membuat teman teman hyora dan suga ikut
tersenyum bahagia.
“Jangan menangis lagi” Pinta
suga yang tersenyum
“Ne. Kau juga... jangan pergi
lagi... aku mohon tinggalah di sisiku untuk selamanya...” Pinta hyora yang
tersenyum bahagia. Suga hanya menjawab dengan senyuman dan sebuah anggukan. Ia
kembali memeluk hyora dengan erat.
“Aigo... mereka kalau sudah
bertemu pasti mereka tidak ingat dengan kita” Pekik taehyung yang melihat
mereka sedang berpelukan.
“Yaa.” Panggil Namjoon yang
membuat hyora dan suga menoleh ke arah mereka.
“Cepat kemari...” Pinta namjoon.
Suga dan hyora segera berjalan menghampiri teman temannya sambil tersenyum
bahagia.
“Oh iya, Hyora.. kau tak akan
pergi ke New York kan?” Tanya seokjin.
“Anio oppa... aku akan tinggal
di sini bersama kekasihku, Min Suga” Jawab hyora yang tersenyum bahagia.
“Hahaha... horee... akhirnya
suga hyung bisa kembali lagi bersama hyora” Ucap jimin dengan suara khasnya
yang sangat girang.
“Hahaha... dan kau, suga hyung..
jangan buat dia menangis lagi. Sudah hampir satu tahun dia menangis karena mu”
Ucap jungkook yang membuat suga tersenyum ke arahnya.
>>>
Beberapa bulan
kemudian...
Hari ini adalah hari pernikahan
hyora dan suga. Terlihat hyora mengenakan gaun berwarna putih bersih, dia
terlihat sangat cantik. Tiba tiba, teman temannya datang ke dalam ruangan
pengantin. Mereka terlihat bahagia melihat salah satu temannya menikah dengan
seseorang yang ia sukai dengan tulus.
“Yaa.” Teriak hakyo sambil
membuka pintu ruangan pengantin tersebut dan berhasil membuat hyora terkejut.
“Kalian....” Ucap hyora yang
terkejut.
“Cha... lihat... aku membawakan mu
bunga mawar putih. Yeopo?” Ucap yeonyoung yang memberikan seikat bunga mawar
putih ke hyora. Ia segera mengambil bunga itu dengan senang hati.
“Kau sangat cantik... tak salah
suga oppa memilih mu... dan kau yakin akan takdir” Jawab haeji yang memuji
hyora.
“Hahaha. Tentu... aku gadis
cantik yang bisa bermain basket dan bisa menaklukan hati suga oppa” Ucap hyora
dengan sombong. Mendengar itu, teman temannya hanya tertawa terbahak bahak.
“Eoh. Sudah waktunya kau masuk
ke altar... kalau begitu kami tunggu di sana ya” Ucap hwayeon yang melihat ke
jam tangannya dan tersenyum ke arah hyora.
“Ne...” Jawab hyora yang sangat
bahagia hari ini. Teman temannya segera keluar dari ruangan pengantin wanita.
“Aku tak percaya akhirnya suga
oppa menjadi milikku untuk selamanya... Aku akan membuatnya dia bahagia...”
Ucap hyora yang tersenyum bahagia.
***
Hyora dan sang ayah sudah sampai
di depan pintu masuk gerejanya. Sang ayah segera menggandeng tangan putrinya
menuju pengantin pria berada. Suga hanya tersenyum melihat sosok hyora memakai
gaun pengantin berwarna putih itu.
Skip~
Acara pernikahan hyora dan suga
sudah selesai, sekarang mereka dan teman temannya berkumpul sambil makan malam
bersama. Terlihat mereka menikmati makan malam ini.
“Yaa. Kapan kalian akan
melakukan hal itu?” Tanya jimin yang berpikiran kotor.
“Diam kau, atau akan ku bunuh
kau” Ucap suga dengan nada seriusnya itu. Mereka yang mendengarnya segera tertawa
terbahak bahak mendengar perkataan suga.
“Kalian ingin mempunyai berapa
anak?” Tanya yeonyoung pada hyora.
“Hmm... kami akan mempunyai satu
anak setiap tahun nya” Jawab hyora yang tersenyum bahagia. Suga yang
mendengarnya pun terkejut dan menoleh ke hyora.
“Kau yakin chagiya?” Tanya suga
yang tidak yakin.
“Hmm sangat yakin” Jawab hyora
yang membuat teman temannya tertawa terbahak bahak kembali.
“Jika kau tidak bisa memasak..
aku akan mengajarimu memasak” Ucap seokjin.
“Ahahaha... ne... aku baru ingat
seokjin oppa kan pintar memasak...”
“Lihat dirimu hyora... dulu kau
sangat menyedihkan... setiap hari kau menangis, dan terus menangis” Ucap
namjoon yang membuat hyora tersenyum simpul.
“Tenang hyung... aku akan
membuat hyora bahagia lagi seperti dulu, seperti saat kita berpacaran” Jawab
suga yang menggenggam tangan hyora dan membuat hyora menoleh ke arah sambil
tersenyum.
“Hahaha... nah itu... aku
mendukung hubungan kalian berdua!!” Ucap hoseok yang mengacungkan dua jempol
untuk hyora dan suga.
“Kajja kita bersulang...” Pinta
haeji. Teman temannya segera mengangkat gelas mereka masing masing di atas
dan...
“Bersulang...” Ucap mereka
serontak sambil tersenyum bahagia.
Suga : “Sebelumnya
mianhae hyora... aku sudah meninggalkan mu saat itu. Tapi untuk hari ini dan
seterusnya aku tidak akan pergi lagi dari mu, aku akan tetap berada di sisimu
untuk selamanya. Aku sangat bahagia akhirnya kau masih menyukaiku dan rela
menungguku.. Saranghae, hyora”
Hyora : “Gomawo oppa,
akhirnya kau bisa membuatku kembali tersenyum. Aku tidak akan menangis lagi
karena sudah ada dirimu di sisiku. Aku akan menjadi istri yang baik untukmu.
Kita akan membuat satu anak setiap tahunnya. Dan itu pasti sangat menyenangkan.
Nado saranghae oppa”
-
-
-
The End...
Bagaimana?? Ga nyambung
ya?? Mian deh kalau seperti itu... tapi tolong beri komentar kalian ya..
Gomawo^^
