Senin, 17 Agustus 2015

FF BTS suga "Don't Go Again" Sequel by "Leave me please"



Sequel “Leave me please” by Wulan Dongyoo
Title : Don’t Go Again
Cast : Min Suga, Park Hyo Ra (OC), Other
Genre : Romance, Sad
Author : Sandra Tamara (Author the last Wulan Dongyoo)
Lenght : One Shoot
Nb : Mian sebelumnya... Mungkin di ff ini ada sebagian kata kata atau kalimat yang sama dari ff yang sebelumnya “Leave me please”. Tapi ini adalah ide author sendiri dan Wulan dongyoo eonni yang juga ikut membantu.
Happy Reading...
Mian kalau banyak typo bertebaran

Sandra Tamara Storyline....
                Sore ini terlihat pemandangan di Kyunghee University terlihat sangat indah. Musim semi telah tiba dan banyak sekali bunga bunga yang sedang bermekaran.
Di sebuah ruangan, tepatnya di lapangan basket yang berada di dalam kampus tersebut terlihat sosok gadis berambut panjang yang di kuncir kuda. Ia mempunyai kulit putih dan memiliki postur tubuh yang mungil. Yeoja ini bernama Park Hyo Ra. Ia seorang kapten basket team wanita dikampus tersebut.
Setiap jam kuliah berakhir, Ia selalu berlatih dilapangan yang berada didalam kampus. Ia memilih lapangan yang berada didalam dari pada lapangan yang berada dihalaman kampus. Karena dulu sang kekasih, Min Suga selalu bermain basket di lapangan tersebut.
Ia sudah sekian kalian memasukan bola ke dalam ting tersebut. Karena merasa lelah ia segera duduk di lantai lapangan tersebut dan terlukis senyuman manisnya di bibir tipisnya itu dengan keringat yang sudah membasahi tubuhnya.
Tiba tiba, ia teringat akan gelang yang berada di lengannya tersebut. Dia segera melihat gelangnya dan mengingat kejadian dimana suga memberikan gelang itu kepadanya.
                “Oppa... Sepertinya gelang ini membawa keberuntungan bagi ku” Gumam hyora sambil tersenyum cerah memandang gelangnya.
                “Ku harap aku bisa bertemu dengan mu lagi” Lanjutnya kembali. Dia segera mengambil botol air mineral yang terletak tidak jauh darinya. Dia segera meminum air mineral tersebut.
                Di balik itu, ada sosok namja berkulit putih dan memiliki postur tubuh yang tidak begitu besar. Namja itu bernama Min Suga. Ia memperhatikan hyora dari kejauhan sambil tersenyum simpul dan menatapnya dengan berkaca kaca.
                “Kau harus menyimpannya...dan... aku juga ingin sekali bertatap mata secara langsung dengan mu. Tapi aku belum tau kapan itu akan terjadi..” Gumam suga yang masih memandang hyora.
                Saat itu, hyora merasa bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh seseorang. Dia segera menoleh ke arah pintu utama lapangan, dan dengan cepat suga bersembunyi di balik dinding tersebut.
                “Tidak ada orang... ah.. mungkin hanya perasaan ku saja” Ucap hyora. Dia segera mengambil bola basketnya dan keluar dari lapangan tersebut lewat pintu samping.
                “Apakah kau masih menyukaiku?” Gumam suga yang melihat hyora berjalan menjauh darinya.
>>>> 
                Hyora sudah mengganti pakaian. Dia berjalan menuju lokernya untuk mengambil tas dan ponselnya. Tapi saat dia membuka loker tersebut, tiba tiba dia melihat sebuah figuran yang menempel di balik pintu lokernya.
                Dia mulai mengingat kenangannya bersama suga saat itu. Tapi dia segera mengambil figuran tersebut dan memasukannya ke dalam lokernya.

                Hyora segera melanjutkan jalannya menuju taman kota, sesampainya di taman kota, tiba tiba dia melihat permainan yang pernah dia mainkan bersama suga. Dia hanya memandang permainan itu dengan tatapan sayu. Suga yang melihatnya dari belakang juga ikut melihat apa yang di tatap hyora.

#Flashback
                “Oppa, lihat...” Ucap Hyora menujuk sebuah permainan yang berada tak jauh dari mereka berdua.
                “Kajja kita bermain itu” Ajak hyora dan suga pun menyetujuinya.
                “Permainan ini sangat mudah.. cukup lempar panah ini kearah balon – balon itu dan kalian akan mendapatkan hadiahnya” Jelas sang pemilik permainan tersebut.
                “Yaa.. Cobalah oppa” Pinta hyora yang bersemangat.
                “Lihat.. ini hal yang sangat mudah” Ucap suga dengan sombong.
                Suga pun bersiap dengan posisinya. Namun tiba tiba penglihatanya menjadi kabur dan secara otomatis, panah yang ia lempar tidak terkena pada sasaran.
                “Eoh? Tidak dapat??” Ucap hyora yang sedikit terkejut.
                Suga merasa ada yang tidak beres dengan penglihatannya hanya terdiam. Ia juga bingung apa yang terjadi dengannya.
                “Lihat...sekarang giliran ku ya” Ucap hyora yang bersiap siap.
                Dan tepat, panah yang di lempar oleh hyora mengenai salah stau balon yang berada 2 meter darinya itu.
                “Mwo! Lemparanku tepat? Yeaayy!” Ucap hyora yang terkejut dan bahagia.
                “Oppa lihat..” Ucap hyora bahagia saat sang pemilik itu memberi sebuah boneka beruang kepadanya.
                Suga hanya terdiam sambil tersenyum. Dari dalam hatinya ia merasa kecewa karena ia tidak dapat memberikan hadiah untuk yeojannya.
#Flashback

                “Aku sangat senang saat itu, tapi sepertinya kau sangat kecewa saat itu bukan, oppa?” Gumam hyora pelan. Dia segera melanjutkan jalannya dan suga yang melihat hyora berjalan segera mengikutinya dari belakang.
>>> 
Beberapa hari kemudian...Hari ini adalah hari pertandingan basket team wanita antar kampus. Terlihat hyora dan keenam temannya yaitu Yeonyoung, Haeji, Hakyo, Hwayeon, Dayeon, Dongyoo sudah bersiap siap untuk bertanding dengan team wanita asal kampus lain.
                Pertandingan di mulai, Suga hanya memperhatikan hyora dari jauh tanpa ketahuan oleh hyora. Dia begitu bangga betapa baiknya dia karena dia mau meneruskan cita cita suga dulu.
                1 gol tercapai oleh hyora. Dia hanya tersenyum puas di wajahnya. Keenam temannya pun bersorak riang karena memiliki kapten yang sangat hebat dalam bidang basket ini. Dan tentunya ini berkat suga, karena suga dia bisa menjadi seperti ini.
                “Wow... Park Hyora ya. Kau sangat daebakk!” Puji Yeonyoung.
                “Apakah kau berlatih setiap saat?” Tebak haeji sambil tersenyum puas ke arah hyora.
                “Hehehe... aku ingin kita menang di pertandingan ini” Ucap hyora yang tersenyum puas.
                “Eonni... aku sangat bangga bisa mempunyai kapten basket seperti dirimu” Ucap hwayeon dengan suara khasnya.
                “Hahaha... aku seperti ini karena suga oppa” Ucap hyora
                “Ah sudahlah... kita harus menang di pertandingan selanjutnya” Ucap hakyo yang menepuk pundak hyora. Ke enam temannya hanya tersenyum.
                Di balik itu, terlihat suga tersenyum bahagia melihat hyora yang tertawa bersama keenam temannya tersebut. Karena sebentar lagi lapangan akan menjadi sunyi, dengan cepat dia pergi dari lapangan tersebut tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

                Saat suga ingin keluar dari lapangan, tiba tiba ada seorang lelaki yang memanggil namanya sehingga membuat langkah suga terhenti dan menoleh ke sumber suara.
                “Suga hyung...”
                “Ah Jimin...” Jawab suga yang terkejut. Jimin segera berjalan menghampiri suga sambil tersenyum.
                “Apa hyung kemari ingin melihat pertandingan hyora?” Tanya jimin dengan suara khasnya.
                “Eoh. Ne... dia begitu bahagia... ternyata tidak salah aku pergi meninggalkannya” Jawab suga yang tersenyum.
                “Yaa. Hyung bilang apa tadi.. hyora itu selalu menangis... dia selalu memendam rasa sedihnya di dalam hati. Tidak ada orang yang tau kalau dia sedang sedih. Bahkan hampir setiap hari dia menangis di ruangan lapangan kampus dan taman belakang kampus.” Jelas jimin yang membuat lingkaran setengah di wajah suga memudar secara perlahan lahan.
                “Sebaiknya, hyung bertemu dengan hyora. Pasti dia sangat senang dan dia akan bahagia” Pinta jimin. Suga hanya diam menatap jimin.
                “Aku tidak bisa lama lama... aku harus pergi... annyeong hyung” Lanjut jimin yang meninggalkan suga sendirian di tempat itu. Suga hanya terdiam tanpa bergeming sedikit pun.

Di taman belakang kampus...
                Terlihat hyora sedang duduk di kursi taman sambil memandangi gelangnya yang berada di lengannya tersebut. Hyora hanya di temani oleh bola basket yang berada di sampingnya.
                “Oppa... Gomawo... berkat gelang ini aku bisa memenangkan pertandingan itu...” Ucap hyora dengan senyum simpulnya dan tatapan sayu.
                “Aku harap oppa berada di sini, menemani ku duduk, menghiburku seperti dulu lagi...Aku sangat merindukan mu oppa... Hiks..” Ucap hyora yang terisak oleh tangisannyanya.
                Tiba tiba, keenam teman suga menghampiri hyora yang sedang menangis. Hyora segera menghapus air asin itu dari pipinya dengan cepat. Mereka yang melihat hyora baru saja menangis hanya diam dan mereka segera menghibur hyora.
                “Kalian di sini...” Ucap hyora yang berusaha tersenyum.
                “Apakah kau baru saja menangis?” Tanya seokjin yang melihat hyora.
                “Anio. Aku menangis bahagia karena aku bisa menang di pertandingan ini” ucap hyora yang berbohong.
                “Jinjja?” Tanya namjoon dengan serius.
                “Ne. Oh iya.. apa kalian mau aku traktir makan galbi hari ini?” Tawar hyora yang mengalihkan perbincangan mereka.
                “Anio. Kami hanya ingin menghiburmu... aku tau kau sedang sedih karena suga belum menemuimu” Jawab hoseok yang duduk di samping hyora.
                “Aku tidak perlu di hibur, aku baik baik saja... oh iya. Besok... aku ingin mencari suga oppa... Apa kalian mau membantu ku?” Pinta hyora yang membuat keenam temannya terdiam tanpa bersuara.
                “Kenapa tidak ada yang menjawab?” Tanya hyora yang bingung.
                “Hyora.. sebenarnya kami semua tau keberadaan suga sekarang.. tapi... suga meminta kami untuk merahasiakannya dari mu” Jawab seokjin dengan tatapan sayu.
                “Kalian tau dimana suga oppa sekarang berada? Tapi kenapa suga oppa hanya memberi tau kalian, kenapa aku tidak di beri tau olehnya. Apa dia sudah tidak menyukaiku lagi?” Ucap hyora yang menunduk dan perlahan lahan air asin itu keluar kembali dari sudut kelopak mata hyora.
                “Anio. Bukan seperti itu... dia masih menyukaimu, bahkan dia selalu memperhatikanmu dari jauh” Jawab jimin yang terkejut mendengar ucapan hyora.
                “Kalau dia masih menyukaiku. Kenapa dia tidak datang menemuiku? Kenapa hanya memperhatikan aku dari jauh?” Ucap hyora sambil menangis yang sejadi jadinya.
                “Hyora... suatu saat nanti mungkin suga akan menemuimu” Ucap namjoon yang mengelus rambut hyora dengan lembut.
                “Tapi kapan? Kalian tau kan kalau aku tidak punya banyak waktu. Sebulan lagi aku akan pergi ke New York... tapi aku belum sempat menemuinya...” Jawab hyora yang membuat keenam temannya terdiam tanpa bergeming sedikit pun dan hanya terdengar suara isakan dari hyora.

                Terlihat suga sedang berjalan menyusuri jalan kecil sambil menunduk sedih. Ternyata yang ia pikirkan selama ini adalah salah.
                “Ku kira kau akan hidup bahagia tanpa diriku, park hyora. Tapi ternyata kau menutupinya dari semua orang yang ada di sekitarmu” Gumam suga sambil berjalan.

***
Esok tiba..
Hari ini ia tidak pergi untuk mencari suga. Hari ini ia luangkan waktunya untuk pergi ke lapangan kampus. Seperti biasa, hyora kembali berlatih basket untuk pertandingan itu. Keringat membasahi wajah dan tubuhnya serta air asin itu mengalir di pipinya begitu deras seperti sungai kecil yang mengalir di pipi hyora. Namun ia tidak memperdulikannya. Beberapa gol telah tercetak dengan baik. Belum puas dengan itu, ia kembali mencoba memasukan bola itu ke dalam ring. Namun... bola itu meleset. Hyora yang melihatnya hanya lemas dan terduduk di lantai itu sambil menangis sejadi jadinya.
                “Kapan kau muncul di hadapanku? Hiks... hiks... kenapa kau tak datang untuk menemuiku kenapa kau hanya memperhatikan ku dari jauh.. hiks... hiks.. Oppa... aku sangat merindukanmu... sangat merindukanmu...” Ucap hyora yang terisak oleh tangisannya.

                Di sebuah cafe, terlihat suga dan keenam temannya sedang berkumpul bersama sambil meminum segelas coffee dingin.
                “Oh iya hyung... sebaiknya kau bertemu dengan hyora.. terlihat dia sangat sedih” Ucap jungkook.
                “Aku ingin sekali bertemu dengannya, tapi... aku tidak sanggup melihat dia menangis di hadapanku jika dia bertemu denganku”
                “Suga... kau salah besar. Justru hyora akan tersenyum bahagia jika kau menemuinya..” Ucap seokjin yang menatap suga.
                “Ne... sebaiknya kau menemuinya. Minggu depan ada pertandingan basket team wanita di kampus kita. Sebaiknya kau datang dan menemui hyora...” Pinta namjoon
                “Dan.. dua minggu lagi hyora akan pergi ke New York... apakah hyung mau tidak bisa melihat wajah hyora lagi?” Ucap hoseok
                “New...new york??” Ucap suga yang terkejut
                “Ne.. dia sendiri yang mengatakan itu kemarin” Ucap jimin
                “Sebaiknya kau cegah supaya hyora tidak pergi ke New York... jika kau masih menyukainya, bilanglah padanya kalau kau masih menyukainya” Usul seokjin. Suga hanya terdiam tanpa bergeming sedikit pun.

>>>> 
Satu minggu kemudian...
                Hyora berada di kamar apartemennya, terlihat dia sedang duduk di meja riasnya sambil melihat boneka beruang dan buku diarynya yang berada di atas meja riasnya.
                “Oppa... ku harap kau akan datang ke pertandingan ku nanti... hari ini aku sedang kurang semangat dan itu karena mu..” Ucap hyora yang memohon sambil melihat ke cermin yang berada di hadapannya.
                Tangannya menghampiri buku diary tersebut. Dia segera membuka lembaran yang berisikan pesan dari suga. dia membacanya kembali dengan perlahan lahan dan air matanya jatuh ke dalam pipinya tersebut.
                “Annyeonghasaeyo, Park hyora. Ku harap kau jangan salah paham saat membaca ini. Kau tau aku buta. Jadi mana mungkin aku menulis semua ini. Aku meminta tolong kepada jungkook untuk menuliskannya. Kau dapat membedakan bagaimana tulisanku bukan? Mianhae, jika aku telah membuatmu menangis dan sedih. Aku pergi tanpa sepengetahuanmu. Aku terpaksa melakukannya karena aku merasa aku bukan namja yang berguna untukmu. Aku tidak ingin kau kecewa dan menyesal memiliki namja sepertiku. Jadi, aku mohon tinggalkan aku, lupakan aku dan carilah namja yang lebih berguna dari pada aku. Jaga dirimu baik baik dan jangan pernah untuk berfikir mencariku. Aku tau, semua ini membuatmu sedih tapi, inilah kenyataannya. Park hyora, gomawo telah menjadi pengisi hatiku selama ini. Aku tidak tau harus membalas kebaikanmu selama ini. Aku bangga memiliki yeojachingu seperti dirimu. Park Hyo ra. Saranghae.. annyeong”

                “Oppa... aku tidak bisa mencari namja lain selain dirimu.. di hatiku hanya ada dirimu, dan selalu dirimu hiks... aku tidak peduli kau sakit atau tidak, aku mencintaimu dengan tulus.. hiks... oppa... saranghae... ku mohon datanglah kepadaku lagi... jangan membuat ku seperti ini lagi.. hiks.. hiks,...” Ucap hyora yang terisak oleh tangisannya. Dan tangisan itu mulai pecah.

>>> 
                Hyora sudah berada di kampusnya, dia sudah mengenakan baju basket dan berkumpul bersama teman temannya. Mereka sudah pada siap dan yakin jika hari ini mereka akan memenangkannya. Namun berbeda dengan hyora, ia terlihat tidak bersemangat karena dia tidak melihat sosok suga di sekitar lapangan.
                “Eonni! Kita pasti akan menang” Ucap hwayeon yang tersenyum dan penuh semangat.
                “hmm” Jawab hyora yang di barengin dengan anggukan dan senyuman di wajahnya.
                “Kau sudah bekerja keras, hyora” Ucap yeonyoung yang menepuk pundak hyora
                “Eoh. Dimana keenam namja itu... seharusnya mereka datang dan melihat pertandingkan kita” Ucap haeji yang melihat sekeliling lapangan tersebut.
                “Apakah kalian mencari kami”
                Baru saja haeji ingin mencari, keenam namja itu pun datang menghampiri mereka. Hyora yang merasa jimin cs datang lalu melihat kearahnya dan tersenyum.
                “Yaa. Kalian harus semangat!” Ucap hoseok yang memberi semangat kepada ketujuh gadis itu.
                Hyora hanya tersenyum simpul, tapi hatinya sama sekali tidak tenang karena dia tidak melihat sosok suga di lapangan ini.
                “Yaa. Jungkook, kau tenang saja. Kami pasti akan menang lihat saja nanti” Ucap hakyo yang bersemangat.
                “Ne. Kami dan hyora oenni sudah bekerja keras” Lanjut dayeon yang tersenyum
                “Baiklah. Aku akan berdoa untuk kalian semua” Ucap seokjin yang tersenyum cerah.
                “Baiklah, pertandingan akan segera di mulai.. para peserta di persilahkan masuk ke dalam lapangan” Panggil sang MC dari balik trimbum.
                “Kajja” Ajak hakyo
                Hyora cs pun berkumpul bersama, mereka melakukan doa bersama terlebih dahulu setelah itu mereka masuk ke dalam lapangan.
                “FIGTHING!!” Teriak mereka bersamaan.

                Di tempat yang sama, terlihat suga baru saja datang dan berdiri di mana tidak terlihat oleh hyora. Dia hanya tersenyum memperhatikan gadis yang dia masih sukai itu serius memainkan bola basketnya.
                “Ku harap kau dan team mu akan menang” Gumam suga yang tersenyum melihat hyora.

                Pertandingan berjalan dengan lancar. Tanpa terasa sekor yang di capai oleh Hyora cs sudah sangat banyak untuk mengalahkan tim lawannya. Suga yang melihat itu terus berdoa, begitu juga dengan Seokjin cs yang ikut berdoa.
                Waktu terus berjalan, dan telah memasuki babak terakhir dengan menghasilkan sekor yang seimbang di antara kedua team. Suara riuh dari penonton sangat menggema di lapangan tersebut.
Prrriiitt....!!!!
                Wasit pun memulai babak terakhir ini dan inilah yang sangat menegangkan. Tanpa membuang buang waktu, kedua tim tersebut saling merebutkan bola itu.
                “Berikan itu padaku” Panggil yeonyoung kepada haeji yang memang saat itu sedang mengusai bola tersebut.
                Haeji yang mendengar suara yeonyoung langsung melemparkan bola itu kepada yeonyoung, dan dengan cepat yeonyoung menangkapnya. Hyora yang melihat bola itu sudah di tangan yeonyoung, hyora segera memberi kode. Yeonyoung yang mengerti langsung berlari sesekali memainkan bola itu agar mengecohkan lawan yang dari tadi mengincarnya.
                “Hyora!!” Teriak yeonyoung. Ia segera melempar bola itu kearah hyora.
                Dengan mudah hyora menangkap bola yang diberikan yeonyoung tadi. Ia tersenyum lalu tanpa buang buang waktu ia berlari menuju ring lawan yang berniat untuk memasukan bola tersebut. Saat dia ingin memasukan bola tersebut, jantungnya bedegup sangat kencang, dia kembali mengingat kejadian saat suga ingin memasukan bola ke dalam ring tersebut, tapi nihil bola yang ingin suga masukan ke dalam ring tersebut di rebut oleh lawan teamnya.
                “Ayo ku mohon masuk... masuk dan masuk..” Ucap hyora dalam batinnya. Dengan percaya diri, dia segera melemparkan bola itu sambil memejamkan kedua matanya dan...
                “Gol!!” Teriak MC dan para penonton yang membuat hyora cs, suga, dan seokjin cs terkejut.
                Hyora segera membuka kedua matanya, dia merasa kalau ini semua seperti mimpi. Ke enam teman hyora segera menghampiri hyora dan berpelukan bersama sama. Suga yang melihatnya juga ikut tersenyum melihat hyora dan teamnya bisa memenangkan pertandingan ini.
                “Hyora ya.... kau sangat hebat!!” Teriak jimin dengan suara khasnya yang berlari menghampiri hyora cs dan di ikuti oleh kelima temannya.
                “Waw... kau kapten yang sangat hebat, tak salah jika suga memilih mu sebagai yeojachingunya” Ucap seokjin.
                “Suga oppa... apakah dia datang hari ini” Ucap hyora yang terkejut dalam batinnya. Dia segera melihat ke sekitarnya. Tiba tiba dia melihat sosok suga yang tidak terlalu jauh darinya. Dia segera menghampiri suga. Tapi suga yang melihatnya segera menghindar dan berjalan pergi.
                “Hey.. hyora ya... kau mau kemana?” Teriak hakyo, tapi teriakan hakyo di abaikan oleh hyora.
                Hyora segera berlari menghampiri suga. dan saat hyora sudah di luar lapangan, hyora segera menghentikan langkah suga.
                “Suga Oppa...” Panggil hyora yang membuat langkah suga terhenti. Hyora segera menghampiri suga, dia segera memeluk dari belakang tubuh suga.
                Teman teman hyora segera keluar dari lapangan dan melihat hyora sedang memeluk suga dari belakang. Teman temannya hanya menatapnya dengan tatapan sayu dan tersenyum
                “Oppa...” Ucap hyora. Suga yang mendengarnya segera memutarkan badannya menghadap hyora. Dia melihat hyora mengeluarkan air matanya.
                “Hyora..” Ucap suga yang memegang wajah hyora.
                “Oppa... aku merindukanmu..” Ucap hyora yang terus mengeluarkan air asin itu.
                “Hyora... aku juga sangat merindukanmu” Jawab suga. Ia segera memeluk erat tubuh mungil hyora sambil mengelus lembut rambut panjangnya. Begitu juga dengan hyora yang membalas pelukan suga.
                “Saranghae” Bisik suga sambil menangis bahagia.
                “Nado saranghae oppa” Jawab hyora dengan lembut sambil menangis bahagia.

                Suga segera melepaskan pelukannya, dia memandang wajah hyora. Kedua tangannya menghapus air yang berada di pipi hyora. Sehingga membuat teman teman hyora dan suga ikut tersenyum bahagia.
                “Jangan menangis lagi” Pinta suga yang tersenyum
                “Ne. Kau juga... jangan pergi lagi... aku mohon tinggalah di sisiku untuk selamanya...” Pinta hyora yang tersenyum bahagia. Suga hanya menjawab dengan senyuman dan sebuah anggukan. Ia kembali memeluk hyora dengan erat.
                “Aigo... mereka kalau sudah bertemu pasti mereka tidak ingat dengan kita” Pekik taehyung yang melihat mereka sedang berpelukan.
                “Yaa.” Panggil Namjoon yang membuat hyora dan suga menoleh ke arah mereka.
                “Cepat kemari...” Pinta namjoon. Suga dan hyora segera berjalan menghampiri teman temannya sambil tersenyum bahagia.
                “Oh iya, Hyora.. kau tak akan pergi ke New York kan?” Tanya seokjin.
                “Anio oppa... aku akan tinggal di sini bersama kekasihku, Min Suga” Jawab hyora yang tersenyum bahagia.
                “Hahaha... horee... akhirnya suga hyung bisa kembali lagi bersama hyora” Ucap jimin dengan suara khasnya yang sangat girang.
                “Hahaha... dan kau, suga hyung.. jangan buat dia menangis lagi. Sudah hampir satu tahun dia menangis karena mu” Ucap jungkook yang membuat suga tersenyum ke arahnya.

>>> 
Beberapa bulan kemudian...
                Hari ini adalah hari pernikahan hyora dan suga. Terlihat hyora mengenakan gaun berwarna putih bersih, dia terlihat sangat cantik. Tiba tiba, teman temannya datang ke dalam ruangan pengantin. Mereka terlihat bahagia melihat salah satu temannya menikah dengan seseorang yang ia sukai dengan  tulus.
                “Yaa.” Teriak hakyo sambil membuka pintu ruangan pengantin tersebut dan berhasil membuat hyora terkejut.
                “Kalian....” Ucap hyora yang terkejut.
                “Cha... lihat... aku membawakan mu bunga mawar putih. Yeopo?” Ucap yeonyoung yang memberikan seikat bunga mawar putih ke hyora. Ia segera mengambil bunga itu dengan senang hati.
                “Kau sangat cantik... tak salah suga oppa memilih mu... dan kau yakin akan takdir” Jawab haeji yang memuji hyora.
                “Hahaha. Tentu... aku gadis cantik yang bisa bermain basket dan bisa menaklukan hati suga oppa” Ucap hyora dengan sombong. Mendengar itu, teman temannya hanya tertawa terbahak bahak.
                “Eoh. Sudah waktunya kau masuk ke altar... kalau begitu kami tunggu di sana ya” Ucap hwayeon yang melihat ke jam tangannya dan tersenyum ke arah hyora.
                “Ne...” Jawab hyora yang sangat bahagia hari ini. Teman temannya segera keluar dari ruangan pengantin wanita.
                “Aku tak percaya akhirnya suga oppa menjadi milikku untuk selamanya... Aku akan membuatnya dia bahagia...” Ucap hyora yang tersenyum bahagia.
***
                Hyora dan sang ayah sudah sampai di depan pintu masuk gerejanya. Sang ayah segera menggandeng tangan putrinya menuju pengantin pria berada. Suga hanya tersenyum melihat sosok hyora memakai gaun pengantin berwarna putih itu.

Skip~
                Acara pernikahan hyora dan suga sudah selesai, sekarang mereka dan teman temannya berkumpul sambil makan malam bersama. Terlihat mereka menikmati makan malam ini.
                “Yaa. Kapan kalian akan melakukan hal itu?” Tanya jimin yang berpikiran kotor.
                “Diam kau, atau akan ku bunuh kau” Ucap suga dengan nada seriusnya itu. Mereka yang mendengarnya segera tertawa terbahak bahak mendengar perkataan suga.
                “Kalian ingin mempunyai berapa anak?” Tanya yeonyoung pada hyora.
                “Hmm... kami akan mempunyai satu anak setiap tahun nya” Jawab hyora yang tersenyum bahagia. Suga yang mendengarnya pun terkejut dan menoleh ke hyora.
                “Kau yakin chagiya?” Tanya suga yang tidak yakin.
                “Hmm sangat yakin” Jawab hyora yang membuat teman temannya tertawa terbahak bahak kembali.
                “Jika kau tidak bisa memasak.. aku akan mengajarimu memasak” Ucap seokjin.
                “Ahahaha... ne... aku baru ingat seokjin oppa kan pintar memasak...”
                “Lihat dirimu hyora... dulu kau sangat menyedihkan... setiap hari kau menangis, dan terus menangis” Ucap namjoon yang membuat hyora tersenyum simpul.
                “Tenang hyung... aku akan membuat hyora bahagia lagi seperti dulu, seperti saat kita berpacaran” Jawab suga yang menggenggam tangan hyora dan membuat hyora menoleh ke arah sambil tersenyum.
                “Hahaha... nah itu... aku mendukung hubungan kalian berdua!!” Ucap hoseok yang mengacungkan dua jempol untuk hyora dan suga.
                “Kajja kita bersulang...” Pinta haeji. Teman temannya segera mengangkat gelas mereka masing masing di atas dan...
                “Bersulang...” Ucap mereka serontak sambil tersenyum bahagia.

Suga : “Sebelumnya mianhae hyora... aku sudah meninggalkan mu saat itu. Tapi untuk hari ini dan seterusnya aku tidak akan pergi lagi dari mu, aku akan tetap berada di sisimu untuk selamanya. Aku sangat bahagia akhirnya kau masih menyukaiku dan rela menungguku.. Saranghae, hyora”
Hyora : “Gomawo oppa, akhirnya kau bisa membuatku kembali tersenyum. Aku tidak akan menangis lagi karena sudah ada dirimu di sisiku. Aku akan menjadi istri yang baik untukmu. Kita akan membuat satu anak setiap tahunnya. Dan itu pasti sangat menyenangkan. Nado saranghae oppa”
-
-
-
The End...
Bagaimana?? Ga nyambung ya?? Mian deh kalau seperti itu... tapi tolong beri komentar kalian ya..
Gomawo^^

Tidak ada komentar: