Title : Leave me please
Cast :
- Min Suga
- Park Hyora
- Other
Genre : Romance, Hurt, Sad
Author/Art : Wulan Dongyoo
Length : Oneshoot
Ratting : Old other
Ost : Zia feat Haeri of Davichi – If You Loved Me
Warning : it’s my fanfiction.. alur semua hasil pemikiran saya.. ff ini terinspirasi dari salah satu MV. Tapi tidak semua sama. Mian kalo masih rada aneh + typo ada dimana2.
Happy Reading^^
Suasana sunyi sangat terasa dilapangan basket di Kyunghee University. Seorang namja berkulit putih dan memiliki postur tubuh yang tidak terlalu besar. Namja yang bernama Min Suga. Ia seorang kapten basket dikampus tersebut.
Setiap jam kuliah berakhir, Ia selalu berlatih dilapangan yang berada didalam kampus. Ia memilih lapangan yang berada didalam dari pada lapangan yang berada dihalaman kampus. Lagi pula suasana diluar sedang hujan.
Sudah kesekian kalinya ia memasuki bola itu kedalam ring. Ia merebahkan tubuhnya kelantai lapangan dan Senyum terlukis dibibir tipisnya dengan keringat yang sudah membasahi tubuhnya.
disisi lain, seorang yeoja menghampiri Suga yang tak lain adalah Yeojachingunya. Ia mengebaskan tangannya tepat didepan wajah kekasihnya itu. merasa tak ada respon dari sang kekasih, karena Suga memang sedang menutup matanya. Ia pun mengejutkannya.
‘’yak!!’’ teriak yeoja itu.
Dengan sekali teriakan, Suga pun membuka mata dan melihat siapa yang melakukan itu padanya.
‘’eoh?? Hyora??’’
Park Hyora. Yeoja cantik dan baik yang telah menjadi kekasih Suga selama 1 tahun ini. ia begitu mencintai Hyora. Hyora lah yang mengisi hatinya sampai saat ini bahkan seterusnya.
‘’cha, minumlah.’’ Hyora memberikan sebotol air mineral kepada Suga sambil tersenyum.
‘’gomawo’’ Suga menerimanya.
‘’bagaimana dengan latihan selama ini??’’ tanya Hyora sambil mengeluarkan handuk kecil dari dalam tasnya.
‘’aku rasa sangat baik.. aku tidak sabar untuk pertandingan bulan depan’’
Suga tersenyum manis kearah Hyora yang membuat Hyora membalasnya.
‘’aku yakin tim basketmu akan memenangkannya oppa’’ Hyora memberi semangat.
‘’ne.. aku harap begitu’’
Seperti itulah jika jam kuliah selesai, Suga yang selalu berlatih walaupun sendiri dan Hyora sang kekasih dengan setia menemaninya dan menyemangatinya.
>>>
Cuaca malam ini sedang Hujan. Hyora yang berniat pulang terpaksa menghentikan langkahnya didepan kampusnya sambil bergerutu kecil karena ia tidak membawa mantel atau payung sama sekali.
‘’kenapa aku begitu pabo?? Bukannya sekarang memang musim hujan?? Kenapa aku tidak pernah terfikir untuk membawa mantel atau payung??’’ gerutu Hyora.
‘’kau selalu memikirkanku. Maka dari itu kau selalu lupa untuk membawa barang tersebut’’ kata seseorang sambil merangkulnya secara tiba-tiba.
‘’Suga oppa??’’ Hyora melihat siapa orang itu dan ternyata Suga namjachingunya dengan payung yang ia pegang.
‘’cha, kajja.. aku sudah menyiapkan payung’’ ajak Suga dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya itu.
‘’ne’’ Hyora mengangguk setuju.
Mereka pun pulang bersama menembus derasnya hujan dengan berlindungkan payung yang cukup besar yang Suga dapatkan dari gudang kampus.
>>>
Hari-hari pun berlalu, Suga yang selalu optimis dengan pertandingan basket itu. ia selalu berlatih, berlatih dan berlatih. Dan kali ini ia bersama keenam temannya. Seokjin, Namjoon, Hoseok, Taehyung, Jimin dan Jungkook
1 gol tercapai oleh Suga. Senyum puas sangat jelas diwajahnya. Keenam temannya pun bersorak gembira kerena memiliki kapten yang sangat handal dalam bidang basket ini.
‘’woah!! Daebak!!’’ puji Namjoon.
‘’apa kau selalu berlatih setiap waktu huh??’’ Seokjin menepuk pundak Suga.
‘’aku ingin kita menang dipertandingan itu’’ Suga mengepal tangannya semangat.
‘’ahaha kita pasti memenangkannya Hyung’’ Jungkook tersenyum.
‘’tak salah kita memiliki kapten sepertimu Hyung’’ kata Jimin dengan suara khasnya.
‘’ne… kita pasti memenangkannya’’ kini Hoseok memasang ekpresi yang sangat lucu.
‘’yeeeyyy!!’’ teriak Taehyung secara tiba-tiba dan yang lain pun ikut berteriak.
‘’oppa’’ suara yeoja mengejutkan mereka.
Suga melihat sang pemilik suara dan ternyata adalah yeojachingunya yang menghampirinya.
‘’huuuaaa… kau kemari untuk menemui Suga??’’ tanya Namjoon kepada Hyora.
‘’apa kau membawa makanan??’’ Jimin melihat apa yang dibawa oleh Hyora.
‘’aku membawa minuman untuk kalian semua’’ Hyora tersenyum.
‘’kau tahu saja jika kami sedang dehistrasi’’ Taehyung menerima minuman itu.
‘’ne.. minumlah’’ Hyora tersenyum.
Suga yang melihat itu hanya tersenyum. ia merasa sangat beruntung memiliki yeoja seperti Hyora. Selain cantik, ia juga sangat baik bahkan ramah kepada teman-temannya.
‘’Hyora’’ panggil Suga kepada Hyora.
‘’ne??’’ Hyora menoleh kearah Suga.
‘’kajja’’ Suga menggenggam tangan Hyora dan mengajaknya keluar lapangan.
Hoseok yang menyadari Suga dan Hyora meninggalkan mereka pun menghentikan aktifitasnya.
‘’yak!! Hyung, eoddi??’’ teriaknya namun tak digubris oleh Suga.
>>>
~At Taman Belakang~
Setelah meningalkan lapangan tadi, Suga mengajak Hyora ketaman belakang kampus. Mereka duduk berdua dibangku taman. Angin berhembus dengan begitu lembut walau terasa dingin.
‘’kenapa kita kemari?? Bukankah kau harus melanjutkan latihanmu oppa??’’ tanya Hyora dengan bingung.
‘’hmm.. aku ingin meluangkan waktu berdua bersamamu chagi’’ Suga merangkul Hyora.
Hyora tersenyum. sesungguhnya ia begitu merindukan Suga yang selalu berada disampingnya. Berbeda dengan akhir-akhir ini Suga memang sibuk dengan basketnya sehingga waktu untuk mereka berdua menjadi jarang.
‘’aku punya sesuatu untukmu’’ Suga meraih kantong celananya dan mengeluarkan 2 buah gelang yang memiliki motiv yang sama.
‘’mwoya ige??’’ Hyora sedikit terkejut.
‘’ini untukmu, dan ini untukku.. ‘’ Suga mengenakan salah satu gelang itu ketangan kiri Hyora.
‘’yeoppo…’’ kagum Hyora.
‘’kau menyukainya??’’ Suga tersenyum.
‘’ne.. aku sangat menyukainya’’ Hyora mengangguk lalu tersenyum.
‘’joha… jaga baik-baik gelang itu’’ perintah Suga.
‘’ne… aku pasti menjaganya dengan baik’’ jawab Hyora dengan yakin.
Mendengar itu, Suga tersenyum lalu memeluk tubuh kecil Hyora sambil mengelus rambut panjang dan lurusnya.
‘’saranghae’’ gumam Suga.
‘’nado saranghae oppa’’ jawab Hyora.
>>>
Hari ini Suga sengaja meliburkan diri dari aktivitas latihannya sementara. Ia mengajak Hyora berjalan-jalan ditaman kota. Suasana taman hari ini cukup ramai, kebetulan banyak event-event menarik disana.
‘’oppa, lihat.. ‘’ Hyora menunjuk sebuah permainan yang berada tak jauh dari mereka bedua.
‘’kajja kita bermain itu’’ ajak Hyora dan Suga pun menyetujuinya.
‘’permainan ini sangat mudah.. cukup lempar panah ini kearah balon-balon itu dan kalian akan mendapatkan hadiahnya’’ jelas sang pemilik permainan itu.
‘’yaa.. cobalah oppa’’ Hyora begitu semangat.
‘’lihat.. ini hal yang mudah’’ sombong Suga.
Suga pun bersiap dengan posisinya. Namun tiba-tiba penglihatnya menjadi kabur dan secara otomatis, panah yang ia lempar tidak pada sasaran.
‘’eoh?? tidak dapat??’’ Hyora sedikit terkejut.
Suga yang merasa ada yang tidak beres dengan penglihatannya hanya terdiam. ia juga bingung apa yang terjadi dengannya.
‘’lihat.. sekarang giliran aku’’ Hyora bersiap-siap.
Dan tepat, panah yang dilempar oleh Hyora mengenai salah satu balon yang berda 2 meter darinya itu.
‘’mwo?? Lemparanku tepat?? Yeeeyy!!’’ Hyora begitu bahagia.
‘’oppa lihat..’’ Hyora bahagia saat sang pemilik permaianan itu memberi sebuah boneka beruang kepadanya.
Suga hanya terdiam sambil tersenyum. dari dalam hatinya ia merasa kecewa karena ia tidak dapat memberikan hadiah itu untuk yeojanya.
>>>
~At Lapangan~
Seperti biasa, Suga kembali berlatih basket untuk pertandingan itu. keringat membasahi wajah dan tubuhnya. Namun ia tidak memperdulikannya. Beberapa gol telah tercetak dengan baik. Belum puas dengan itu, ia kembali mencoba memasukan bola itu kedalam ring. Namun lagi, penglihatannya menjadi kabur. Penglihatnya kadang menghilang dan otomatis ia menghentikan aktivitasnya dan memegangi matanya sesekali menggeleng. Namun hasilnya tetap sama. Penglihatannya tetap kabur.
‘’yak!! Mwoya ige?!’’ teriaknya.
Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk menetralkan penglihatannya dan akhirnya penglihatannya pun kembali normal.
Suga POV.
Mwoya ige?? Apa yang terjadi padaku?? kenapa penglihatanku menjadi kabur seperti ini??
Aku bingung dengan diriku sendiri. Kenapa tiba-tiba seperti ini?? aku tidak ingin semua ini mengganggu latihanku. Ini sudah kedua kalinya aku mengalaminya. Ahh, aku tetap optimis. Hal ini tidak bisa menghalangiku.
Aku pun melanjutkan latihan ini. aku harus menggapai cita-cita ku itu. pertandingan yang sangat aku idamankan.
Suga POV End.
>>>
~At Rumah Sakit~
Suga yang merasa ada yang tidak beres dengan penglihatannya itu pun, ia berniat untuk kerumah sakit memeriksakan apa yang terjadi sebenarnya.
‘’apa yang terjadi dok??’’ tanya Suga yang duduk dihadapan dokter itu.
‘’kau mengalami glaukoma’’ jelas dokter tersebut.
‘’mwo?? Apa itu sangat berpengaruh sangat besar??’’ tanya Suga dengan terkejut.
‘’penyakit itu cukup berbahaya.. kau bisa mengalami kebutaan dengan mendadak’’ jelas dokter itu lagi.
Suga yang mendengar itu hanya terdiam, ia tidak percaya dengan penyakit yang ia alami
>>>
~At Lapangan~
Suga duduk sendiri dilapangan basket tempat ia selalu berlatih. Tatapannya kosong kearah bola yang ia pegang. Ia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan dokter tadi.
Ia tidak mungkin memilih untuk pending dari latihannya demi mengobati penyakitnya itu. sedangkan pertadingan akan dimulai dalam waktu seminggu kedepan.
‘’Aaaaarrrrggghhhh!!! SHIT!!’’ teriak Suga lalu melempar bola basket yang ia pegang dengan keras.
‘’wae?? Wae?? Wae!!’’ ia mengacak rambutnya dan air mata pun keluar dari sudut matanya.
>>>
Hari pertandingan pun tiba. Suga dan teman-temannya pun sedang bersiap. Mereka sangat yakin jika hari ini mereka akan memenangkannya. Namun berbeda dengan Suga. Ia terlihat tidak bersemangat karena penglihatannya kembali menjadi kabur secara tiba-tiba.
‘’hyung, kita pasti menang!!’’ Jimin tersenyum semangat kearah Suga.
‘’ne’’ Suga mengangguk sambil tersenyum.
‘’kau sudah bekerja keras Suga-sshi’’ Namjoon menepuk pundak Suga.
‘’eoh?? kemana Hyora??’’ tanya Seokjin sambil melihat kesekeliling lapangan.
‘’annyeong yeoreobun!!’’
Baru saja Seokjin mencari, Hyora pun datang menghampiri mereka. Suga yang merasa Hyora datang lalu melihat kearahnya dan tersenyum.
‘’oppa, Figthing!!’’ Hyora memberi semangat kepada Suga.
Suga tersenyum, berkat Hyora semangatnya kembali. Ia yakin walaupun keadaannya seperti ini ia akan menang.
‘’yaaa, Hyora-ya, kau tenang saja kami pasti menang lihat saja’’ Hoseok begitu semangat.
‘’ne… kami dan Suga Hyung sudah bekerja keras’’ Jimin tersenyum.
‘’ne.. aku akan selalu berdoa untuk kalian’’ Hyora tersenyum manis.
Hoseok, Jimin, Jin, Namjoon, Jungkook dan Taehyung tersenyum bahagia. Sedang Suga ia yakin, berkat Hyora yang menyemangatinya dia pasti dapat melakukannya dengan baik.
‘’baiklah, pertandingan segera dimulai.. para peserta dipersilahkan masuk kelapangan’’ panggil sang MC dari balik trimbun.
‘’cha, kajja oppa.. kalian sudah dipanggil’’ Hyora menepuk pundak Suga pelan.
‘’ne… Gomawo’’ gumam Suga kepada Hyora sebelum meninggalkannya.
Suga dan yang lain pun berkumpul bersama, mereka melakukan doa bersama terlebih dahulu.
‘’FIGTHING!!’’ teriak mereka bersama kemudian mereka pun menuju lapangan.
Hyora POV.
Aku lihat Suga oppa menuju lapangan bersama teman-temannya. aku tersenyum, aku yakin mereka pasti memenangkan pertandingan ini. aku tak henti-hentinya bedoa untuk Suga oppa dan temannya. aku sengaja tdak menoton ditrimbun. Aku memilih untuk nonton dibelakang lapangan agar aku lebih mudah memberi mereka minuman saat selesai nanti.
‘’Suga oppa!! Figthing!!’’ teriakku dan Suga oppa menoleh kearahku dan tersenyum.
Hyora POV End.
Pertandingan berjalan dengan mulus. Tanpa terasa sekor yang dicapai oleh Suga cs sudah sangat banyak mengalahkan tim lawan. Hyora yang melihat it uterus berdoa.
Waktu terus berjalan, dan telah memasuki babak terakhir dengan menghasilkan sekor imbang diantara kedua tim. Suara riuh penonton sangat menggema dilapangan itu.
PRRRRIIITTTTTT!!
Wasit pun memulai babak terakhir ini dan inilah yang sangat menegangkan. Tampa membuang-buang waktu, kedua tim itu pun saling merebut bola.
‘’berikan itu padaku’’ panggil Taehyung kepada Jimin yang memang saat itu sedang mengusai bola tersebut.
Jimin yang mendengar suara Taehyung langsung melemparkan bola itu kepada Taehyung, dan dengan cepat Taehyung menangkapnya. Suga yang melihat Bola itu sudah ada ditangan Taehyung, langsung memberi kode. Taehyung yang mengerti langsung berlari sesekali memainkan bola itu agar mengecohkan lawan yang sedari tadi mengincarnya.
‘’Suga Hyung!!’’ teriak Taehyung lalu ia melempar bola itu kearah Suga.
Dengan mudah Suga menangkap bola yang diberikan Taehyung tadi. ia tersenyum lalu tanpa buang-buang waktu ia berlari menuju ring lawan berniat memasukan bola tersebut. Namun tiba-tiba dipertengan, penglihatan Suga kembali kabur. Apa yang dihadapannya sudah hampir tidak terlihat. Bola yang sudah dikuasainya itu dengan mudah berpindah ketangan lawan. Taehyung, Jungkook, Jimin, Hoseok, Seokjin dan Namjoon yang melihat itu terkejut.
‘’mwoya ige?? Apa yang terjadi padanya??’’ tanya Seokjin.
‘’Jungkook-ah, tangkap bola itu’’ teriak Hoseok yang menyadari jika lawan itu akan memasukan bola kedalam Ring mereka.
‘’GOL!!’’ teriak MC dan para penonton.
Jungkook belum sempat menahan sang lawan karena ia terfokus kepada Suga yang tiba-tiba seperti itu. mereka pun menghampiri Suga.
‘’waeyo?? Apa yang terjadi??’’ tanya Seokjin.
‘’apa?? Apa yang terjadi??’’ tanya Suga panic.
‘’hyung, waegeuraeseo??’’ tanya Jimin.
‘’kita kalah??’’ tanya melihat Namjoon.
‘’hyung, apa yang terjadi pada mu??’’ tanya Namjoon mencoba menenangkan Suga.
‘’Aaaarrrggghhh!! Sialan!!! Kenapa ini harus terjadi disaat seperti ini??!!’’ teriak Suga mengacak rambutnya frustasi.
‘’hyung tenanglah’’ Hoseok mencoba menenangkan.
Sedangkan dibelakang panggung, Hyora hanya tertegun. Ia tidak percaya
apa yang ia lihat. Air matanya tanpa disadari mengalir dipipinya.
‘’op… oppa…’’ gumam Hyora disela isakannya.
>>>
~At Hospital~
Suga berbaring ditempat tidur rumah sakit. Penyakit yang ia derita semakin parah dan ia benar-benar kehilangan penglihatannya. Suasana dikamar rumah sakit hari ini sangat sunyi. Namun, Suga tidak sendiri. Hyora lah yang menemani Suga selama ia dirawat.
‘’oppa, makanlah’’ Hyora menyuruh Suga untuk makan. Karena Suga memang belum makan sama sekali.
‘’aniyo’’ jawab singkat Suga.
‘’oppa, kau harus makan lalu minum obat’’ Hyora mencoba kembali.
‘’apa obat itu bisa mengembalikan penglihatanku??’’ tanya Suga.
‘’tapi oppa…’’
‘’aniyo… jika aku bilang tidak.. tidak’’ tegas Suga.
Hyora terdiam, ia tidak tahu dapat menjawab apa. Ia hanya melihat Suga dengan air mata yang akan terjatuh dari matanya.
TOK TOK TOK
‘’permisi,’’ seorang dokter masuk kedalam kamar inap Suga.
‘’bagaimana keadaannya??’’ tanya Dokter ramah kearah Hyora.
‘’seperti biasa dok, Suga oppa tidak mau makan’’ jawab Hyora lesu.
Dokter itu tersenyum lalu mulai memeriksa keadaan Suga. Lalu ia pun mernghentikan aktivitasanya.
‘’sudah mulai membaik’’
‘’benarkah dok?? Ku harap kau memberikan dia sumplemen nafsu makan’’ Hyora melihat kearah Suga.
‘’ne… aku akan memberikannya. Kalau begitu, saya permisi dulu’’ dokter itu tersenyum lalu meninggalkan kamar inap Suga.
‘’oppa, aku pergi keluar sebentar’’ pamit Hyora sambil memegang tangan Suga.
Suga tidak menjawab, ia hanya mengangguk yang bearti ia. Hyora pun meninggalkan Suga sendiri.
~At Taman Rumah Sakit~
Hyora POV.
Aku berjalan menuju taman rumah sakit. Tanpa kusadari air mataku mengalir begitu saja. Aku suguh tidak kuat jika melihat Suga oppa dalam keadaan seperti ini. aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.
Ingin sekali aku melihat senyumnya kembali. Melihat gigi kelinci dan rapinya itu. tapi, semua itu hilang semenjak ia mengalami penyakit mata yang membuat ia kehilangan pengelihatan. Ditambah dengan pertandingan itu. aku dapat merasakan betapa kecewanya dirinya.
Kenapa ia tidak pernah menceritakannya padaku?? kenapa ia harus menutupinya selama ini??
Hyora POV End.
>>>
~At Kamar~
Suga hanya sendiri dikamar inap ini. ia duduk ditempat tidurnya pandangannya lurus kedepan, namun yang ia dapat hanya gelap. Senyum dan keoptimisan diwajah dan dirinya hilang begitu saja.
Suga POV.
Hening, aku tidak tahu bersama siapa aku sekarang. Hyora sempat berpamitan keluar sebentar. Tapi, apa dia sudah kembali?? yang aku lihat sekarang hanya cahaya hitam. Semua cita-cita yang aku dambakan hilang begitu saja karena cahaya ini.
Aku merasa aku bukan namja yang berguna. Aku merasa aku sangat menyusakan Hyora. Ingin rasanya aku meninggalkan tempat ini. tapi, bagaimana dengan Hyora?? Aku begitu mencintainya. Aku juga tidak ingin kehilangan dirinya. Aku juga sudah merancang masa depanku dengannya. Namun, dengan keadaanku sekarang apa Hyora akan tetap bersamaku?? Aku takut dia kecewa jika memiliki namja seperti diriku yang selalu membuatnya susah.
TOK TOK TOK
Aku dengar seseorang mengetuk pintu. Perlahan aku menoleh kearah sumber suara tersebut.
‘’ne..’’ gumamku pelan.
‘’yak!! Bagaimana kabarmu Hyung??’’ suara seseorang yang sangat aku kenal. Jimin?? Benarkah dia Jimin?? Apa dia bersama yang lain??
‘’Jimin??’’ tanyaku.
‘’eoh?? kau mengenaliku hyung??’’
Ternyata tebakanku benar. Aku sangat mengenal suara anak itu. aku pun tersenym.
‘’sudah makan??’’ tannya seseorang lagi.
‘’kami kemari untuk menjengukmu hyung’’
‘’kau terlihat sangat kurus disbanding biasanya’’
Aku tersenyum. aku tahu mereka adalah teman-temanku. Jin, Namjoon, Jimin. Taehyung, Hoseok dan Jungkook.
Suga POV End.
Keadaan kamar sekarang sangat ramai karena kedatangan teman-teman Suga. Ada saja yang mereka bicarakan untuk menghibur Suga. Lelucon lucu yang selalu diberikan Hoseok yang sukses membuat namja yang bernama Min Suga itu tersenyum.
Walau disaat pertandingan itu mereka memang kalah. Tapi mereka tidak menyalahkan Suga sedikitpun. Mereka sudah sangat Bangka memiliki kapten basket seperti Suga..
‘’Hyora eoddiya??’’ tanya Namjoon tiba-tiba.
‘’dia tadi pamit kepadaku untuk keluar sebentar’’ jawab Suga.
‘’araseo.. apa obatmu sudah kau minum??’’ tanya Jin.
‘’aku tidak butuh obat itu.’’ jawab Suga apa adanya.
‘’kau harus minum obat itu hyung’’ pinta Taehyung sedikit merengek.
‘’aniyo’’ singkat Suga.
‘’bagaimana jika aku yang meminumkan obat itu??’’ goda Taehyung.
‘’jika kau lakukan itu, aku akan membunuhmu’’ jawab Suga dengan wajah yang serius.
‘’hahahahahaha’’ tawa lahir begitu saja saat kata-kata tajam itu keluar dari bibir kecil Suga.
‘’Jungkook-ah, Bisa aku minta tolong padamu??’’ tanya Suga menghentikan tawanya.
‘’ne?? waeyo??’’
‘’bisa kah kau menuliskan sesuatu dibuku diary yang ada dilaci??’’ tanya Suga.
‘’tentu..’’ Jungkook mengiyakan dan mengeluarkan sebuah diary kecil.
‘’apa yang akan kau tulis hyung??’’ tanya Hoseok ingin tahu.
>>>
Hari-hari pun berlalu, Hyora selalu menunggu Suga dirumah sakit. Dengan setia dia menemani namjachingunya itu. ia merasa sangat bersalah saat teman-teman Suga kemari, ia tidak menemani Suga. Maka dari itu ia selalu menunggu Suga setiap hari.
‘’oppa, mianhae…’’ Hyora merasa bersalah.
‘’mwo?? Untuk apa kau minta maaf??’’ tanya Suga bingung.
‘’disaat teman-temanmu kemari kemarin, aku tidak ada disini’’ ia menunduk.
‘’gwachannayo.. ‘’ Suga tersenyum.
Hyora tidak menjawab, ia hanya terdiam melihat Suga namjachingunya.
‘’Hyora,’’ panggil Suga.
‘’ne oppa??’’
‘’aku ingin bermain basket’’ gumam Suga pelan.
‘’jeongmal?? Bola basketmu masih kusimpan oppa’’ Hyora tersenyum.
‘’bisa kah kau menemaniku??’’ pinta Suga penuh harap.
‘’tentu.. aku akan menemanimu oppa’’ Hyora tersenyum bahagia.
>>>
~At Lapangan~
Sebelum menuju lapangan basket yang terdapat dirumah sakit itu, Hyora mengajak Suga berjalan-jalan sebentar. Hyora mendorong kursi roda Suga dengan santai. Sedangkan Suga hanya terdiam dan tangannya memegang bola basket kesayangannya itu.
Setelah sampai, Hyora menghentikan kursi roda Suga. Ia melihat ring basket yang berdiri kokoh diatas lapangan tersebut,
‘’oppa, Kita sudah sampai’’
‘’jeongmal??’’ Suga tersenyum.
‘’ne.. dan kau tahu, tepat dihadapanmu ini adalah ringnya’’ Hyora memberitahu.
‘’kalau begitu aku akan mencobanya’’ Suga tersenyum.
Ia bersiap untuk melempar bola yang ia pegang sedari tadi kedalam ring tersebut. Hup!! Ia melempar bola itu. namun sayang, bola itu meleset dari ring basket. Hyora yang melihat tiba-tiba menangis. Ia tidak sanggup melihat kekasihnya seperti ini. ia menutup mulutnya agar suara isakannya tak terdengar oleh Suga.
‘’apa bola itu masuk kedalam ring??’’ tanya Suga dengan penuh harap.
‘’n…. ne…. bola itu masuk kedalam ring itu oppa…… lemparan mu sangat bagus….’’ Jawab Hyora berbohong.
Suga tidak menjawab, ia justru tersenyum. sebenarnya ia tahu jika yeojanya itu sedang menangis dan berbohong kepadanya.
‘’aku akan mengambil bola itu… gidaryo oppa’’ Hyora berlari mengambil bola tersebut.
Setelah bola itu sampai ditangannya, ia tidak langsung menuju Suga. Justru ia menangis dengan sejadinya.
‘’mi….. mianhae oppa….’’ Gumam Hyora dibalik tangisnya.
Setelah puas menangis, Hyora beranjak berdiri menghampiri Suga. Ia segera menghapus air matanya dan bersikap sewajarnya.
‘’ingin mencoba lagi??’’ tanya Hyora memberikan bola basket tadi.
‘’aniyo… aku lelah’’ Suga tersenyum.
‘’ahh… geurae… lalu, apa yang kau inginkan oppa??’’ Hyora tiba-tiba
memeluk Suga dari belakang.
Suga tidak menjawab, ia tersenyum.
‘’bogoshipeo…’’ Gumam Hyora.
‘’aku sangat merindukan ini oppa, mianhae, aku tidak bisa membantu lebih.. aku bangga memiliki namja sepertimu oppa…’’ jelas Hyora dengan tulus.
Suga tersenyum, perlahan ia menggapai tangan Hyora yang memeluknya. Ia juga sangat bersyukur memiliki yeojachingu yang tulus seperti Hyora.
>>>
~Keesokan Harinya~
Hyora baru saja keluar dari taxi, senyum terlukis dibibirnya. Ia segera melangkahkan kakinya kedalam rumah sakit dimana tempat Suga dirawat. Ditangannya membawa sekantong buah aple kesukaan kekasihnya itu.
Setelah sampai didepan pintu kamar, ia menarik nafas dan ia pun membuka pintu tersebut. Namun, Keadaan yang ia dapat adalah sunyi. Kasur dimana tempat Suga berbaring dan duduk sudah kosong dan sangat rapi.
‘’oppa, eoddiya??’’ panggil Hyora menoleh kekiri dan kekanan.
Sepi, tidak ada tanda-tanda seseorang ada disana. Merasa ada yang aneh, Hyora memeriksa keseluruh ruangan. Namun hasil yang didapat nihil. Mata Hyora mulai berkaca-kaca menahan air mata yang akan terjatuh dari matanya itu. tiba-tiba ia menghentikan langkahnya saat melihat sebuah bola basket dan sebuah diary tertata rapi diatas meja samping tempat tidur.
Hyora pun mengambil bola dan diary tersebut. Dengan ragu, ia membuka
diary dengan perlahan dan membaca isi dari diary tersebut.
‘Annyeonghasaeyo,, Park Hyora. Kuharap kau jangan salah faham saat membaca ini. kau tahu aku buta. Jadi mana mungkin aku menulis semua ini. aku meminta tolong kepada Jungkook untuk menulisnya. Kau dapat membedakan bagaimana tulisanku bukan?? Mianhae, jika aku telah membuatmu sedih dan menangis. Aku pergi tanpa sepengetahuanmu. aku terpaksa melakukannya karna aku merasa aku bukan namja yang berguna untukmu. Aku tidak ingin kau kecewa dan menyesal memiliki namja sepertiku. Jadi, aku mohon tinggalkan aku, lupakan aku dan carilah namja yang lebih berguna dari pada aku. Jaga dirimu baik-baik dan jangan pernah untuk berfikir mencariku. Aku tahu, semua ini membuatmu sedih tapi, inilah kenyataannya. Park Hyora, Gomawo telah menjadi pengisi hatiku selama ini. aku tidak tahu harus membalas kebaikanmu selama ini. aku bangga memiliki yeojachingu sepertimu. Park Hyora, Saranghae… Annyeong…’
Tangis Hyora pecah begitu saja saat membaca diary tersebut. Dia hanya bisa menangis, menangis dan menangis.
‘’op…..oppa….. hick… hick…. Hick’’
Ia berlari keluar kamar menuju ruang informasi rumah sakit untuk menannyakan Suga.
‘’suster, pasien kamar 193…. Kemana??’’ tanya Suga dengan sisa isakannya.
‘’oh, Tuan Min Suga sudah keluar dari jam 8 pagi tadi.’’ jawab Suster itu ramah setelah mengecek buku pasien.
‘’apa anda tahu, dia pindah atau apa??’’ tanya Hyora.
‘’mianhae… kami kurang tahu’’
‘’ah, Gomawo..’’
Hyora pun pergi menuju lapangan basket rumah sakit dengan bola basket dan diary ditangannya. Ia berharap Suga masih ada disana. Namun, perkiraannya salah. Keadaan lapangan sangat sunyi, tak ada satu pun orang yang berada disana. Hyora kembali menangis dan ia pun terduduk dilapangan itu.
‘’hick… hick.. wae?? Kenapa kau melakukan ini semua??? Hick.. hick..
kenapa kau berfikiran seperti itu?? hick.. hick.. bukankah aku sudah bilang padamu jika aku menerimamu seutuhnya?? Hick… hick… kenapa?? Kenapa oppa??’’ teriak Hyora dibalik isakannya.
Hawa dingin berhembus menerpa tubuh Hyora, namun ia tidak memperdulikannya. Tangisnya semakin menjadi. Bola dan diary masih ia pegang dengan erat.
>>>
~Sebulan Kemudian~
Semenjak Suga pergi, Hyora menjadi sering kelapangan basket kampus untuk sekedar bersantai, mengerjakan tugas dari Dosen atau pun sesekali bermain basket.
Hari ini, setelah jam kampus berakhir, ia bermain basket walau hanya sendiri. Beberapa gol sudah ia capai, ia senang karna bisa memasukan bola kedalam ring. Ia menghentikan aktifitasnya dan Keringat membasahi tubuhnya.
Hyora POV.
Aku senang sekarang aku bisa bermain basket dan aku sudah menjadi anggota dari club basket. Semua ini berkat Suga oppa. Aku melihat gelang yang melingkar ditanganku. Gelang pemberian dari Suga oppa. Aku tersenyum saat melihat gelang ini.
Walaupun aku tak tahu kau berada dimana, tapi hatiku tetap memilihmu oppa. Aku yakin suatu saat aku pasti akan bertemu denganmu. Aku sangat yakin. Kau juga masih sangat mengingatku, sama halnya dengan diriku.
Suga oppa, Gomawo semuanya. Aku akan melanjutkan cita-citamu. Semua ini demi dirimu dan demi rasa sayang dan cintaku pada mu Min Suga…..
Hyora POV End.
~THE END~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar