Title : 123 days for love
Cast : Kim Jong In (EXO), Shin Ae Rin (OC), Park Ye Na
(OC), Other
Genre : Romance, Sad, Fantasy, School life, Mysteri,
Family
Author : Sandra Tamara
Lenght : Chapter
Soundtrack :
Zia – Rumor (Chapter )
Happy Reading^^
Mian banyak typo ya
CHAPTER 1
Bulan
April telah tiba dimana bulan yang akan memasuki Musim dengan udara yang hangat
dan banyak bunga bunga yang bermekaran. Ya, bulan ini akan memasuki Musim Semi,
banyak bunga bunga yang bermekaran di setiap sudut taman Sungji High School.
Udara hangat di pagi hari membuat siapa saja yang bersemangat untuk melakukan
aktivitasnya.
terlihat sosok namja dengan seragam sekolah
Sungji High School sedang berjalan di koridor sekolahnya. Wajahnya begitu
tampan dengan kulit berwarna putih pucat Serta rambutnya yang berwarna hitam
gelap.
Kim
Jong In. Itulah nama namja tersebut. Jong-in tahun ini menginjak usia 19 tahun
yang akan duduk di kelas 3 SMA. Selama sekolah di tempat tersebut, jong-in
selalu mendapatkan masalah maka dari itu ia di jauhkan oleh teman temannya
karena ia mempunyai sifat yang aneh. Tapi ia tidak masalah dengan hal itu,
bahkan dengan hal itu ia sangat senang.
Jong-in
menaiki beberapa anak tangga untuk sampai di atap gedung sekolahnya tersebut.
Beberapa murid Sungji pun hanya memperhatikan jong-in yang sedang menaiki
beberapa anak tangga.
><><><><><
Jong-in
telah sampai di atap gedung sekolahnya tersebut. Ia pun menghirup nafas dalam
dalam dan mengeluarkan dengan pelan. Ia segera melihat kedua telapak tangannya
yang begitu pucat.
“123
hari...” Gumam jong-in pelan.
#Flashback_on
“Jika
kau ingin berubah menjadi manusia sepenuhnya, kau harus mencari sosok gadis
cantik yang belum pernah kau temui dan hiduplah bersamanya selama 123 hari...
Setelah kau 123 hari itu sudah lewat, kau akan berubah menjadi manusia sepenuhnya.”
Ucap seseorang tersebut kepada jong-in.
“Jika
aku tidak menemukan gadis itu, apa yang akan terjadi?”
“Kau
akan berubah menjadi seorang vampir untuk selamanya.”
“Kapan
waktu ku berakhir untuk mencari gadis itu?”
“Minggu
depan”
#Flashback_off
Skip.
Bunyi
bel telah berbunyi, murid murid di Sungji pun segera masuk kedalam kelasnya
masing masing, begitu juga dengan jong-in yang masuk kedalam kelasnya.
Berbeda
dengan sosok gadis berambut panjang yang mengenakan seragam dari sekolah lain
sedang berjalan di lorong untuk sampai di ruangan guru tersebut.
Clek~
“Annyeong
haseyo.” Sapa gadis itu.
“Eoh.
Kau murid baru itukah?” Tanya guru Jang yang terkejut melihat sosok gadis itu.
><><><><><><
Guru
jang dan siswi baru itu sudah berada di kelas 3 A. Siswa ataupun siswi yang
berada di kelas tersebut hanya memandang gadis cantik tersebut yang berdiri di
depan kelas.
“Kita kedatangan
murid baru, ia siswi pindahan dari sekolah Chunceon Girls High School, silahkan
kenalkan dirimu”
“Naneun Shin Ae Rin
imnida. Mohon bantuannya” Ucap ae-rin yang menunduk sedikit.
“Kau boleh duduk di
kursi kosong di samping jong-in” Pinta guru Jang pada Ae-rin yang menunjukan
kursi ke arah jongin.
“Baik guru” Ucap
ae-rin yang berjalan menuju kursinya.
“Baiklah, kita lanjutkan
materi kita kemarin. Untuk ae-rin, kau boleh pinjam buku catatan ke jong-in”
“Ne Guru”
><><><><><
Tettt........Tettt...........
Bel istirahat telah
berbunyi, guru yang berada di kelas 3A segera keluar dan disusul oleh murid
murid lainnya.
Saat ae-rin sedang
merapihkan beberapa bukunya ke dalam tas, tiba tiba ia melihat jong-in yang
bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.
“Eoh. Yak! Tunggu
aku.” Teriak ae-rin yang terkejut tapi teriakan di abaikan oleh jong-in. Ia pun
segera mempercepat aktivitasnya.
Setelah selesai, ia
pun bangkit dan berlari untuk mengejar jong-in yang berjalan di koridor
sekolahnya.
“Yak! Tunggu aku!”
Teriak ae-rin yang berusaha menghentikan langkah jong-in.
Jong-in yang merasa
di panggil, ia segera menghentikan langkahnya dan ae-rin yang melihatnya
berhenti ia segera berjalan dan berdiri di hadapannya.
“Apa kau yang
memanggilku?” Tanya jong-in dengan datar.
“Ne, jika kau ingin
keluar kelas seharusnya kau memberi tau ku”
“Waeyo?”
“Karena sekarang kau
adalah teman sebangku, jadi jika kau ingin ke kantin atau ke tempat lain. Kau
harus mengajak ku” Ucap ae-rin yang merintah jong-in.
“Apa itu harus?”
“Ne. HARUS.”
“Sekarang kau ingin
ke kantin kan?” Tanya ae-rin yang tersenyum.
“Ne.”
“Kajja... kita ke
kantin bersama” Ajak ae-rin yang menarik lengan jong-in.
><><><><><><><
Di kantin. Terlihat
gadis cantik berambut panjang sedang memesan segelas coffee dingin trendynya.
Setelah itu, ia mencari tempat duduk yang kosong. Dan tepat saat itu ia
menemukan meja kosong, ia pun segera duduk dan menikmati coffeenya.
Ia menikmatinya
sambil melihat ke sekitarnya dan sesekali memperhatikan benda mahal itu yang ia
letakan di atas meja tepat di samping coffeenya.
Gadis ini bernama
Park Ye Na. Gadis yang cukup terkenal di sekolah tersebut karena kecantikannya
dan kepintaraannya tersebut.
*** Yena Pov ***
Cling~
Ponselku berdering
yang menandakan ada pesan masuk. Aku pun melihat pesan tersebut sambil meminum
coffee trendyku.
From : Park Chanyeol
For : Park Ye Na
‘Aku sedang sibuk, bisakah kau tak
mengganggu ketenanganku’
“Aish... Inikan jam
istirahat, apakah ia tidak ke kantin untuk makan” Pekik ku pelan yang membaca pesan dari chanyeol. Ia
adalah namja yang sudah ku anggap sebagai oppa ku sendiri.
Aku pun segera mendongak,
dan tanpa sengaja aku bertemu dengan jong-in yang sedang berjalan bersama gadis
lain. Aku pun hanya memperhatikan mereka berdua yang berjalan sambil memilih –
milih makanan.
“Siapa gadis itu?”
Gumam ku pelan yang masih memperhatikan mereka berdua.
Aku hanya terus
memperhatikan gadis yang sedang berjalan bersama jong-in. Gadis itu...
Sepertinya pernah ku lihat tapi di mana dan kapan? Aku mulai mengingat sosok
wajah gadis itu.
“Ah... Ia kan Shin Ae
Rin” Ucapku yang mengingat nama dari sosok gadis itu.
“Ae-rin. Teman lama
ku dulu” Ucapku yang terkejut.
Jadi ia masuk sekolah
ini. Ah jeongmal... aku sangat senang saat tau ia masuk ke sekolah ini. Aku
akan menjadi teman dekatnya tapi... Sejak kapan ia kenal dengan jong-in.
Bagaimana jika ia juga menyukai jong-in? Akankah kami bertengkar jika kami
menyukai namja yang sama?
Perlahan lahan
senyumanku memudar saat menyadari bagaimana jika ae-rin menyukai jong-in. Aku
pun bingung, ingin menjadi teman dekatnya atau sekedar teman saja? Aku pun
mulai bertanya tanya dengan diriku sendiri.
Cring....
Suara ponselku
berdering yang membuatku terkejut dari lamunanku. Aku segera menggeser tombol
hijau untuk menjawab panggilan tersebut.
“Ne. Waeyo?”
“....”
“Ne. Geureh” Jawabku
yang menutup ponselku dan beranjak pergi meninggalkan kantin.
*** Yena pov End ***
Jong-in & Ae-rin
terlihat sedang menikmati makanan mereka. Ae-rin hanya memasang setengah
lingkarang di wajahnya sambil memakan makanannya. Sedangkan jong-in hanya
memasang wajah datar sambil makan dan memperhatikan wajah ae-rin.
“Yak. Kenapa kau
pindah ke sekolah yang tidak ada aturannya?” Tanya jong-in yang menghentikan
aktivitasnya dan hanya memperhatikan ae-rin.
“Sebenarnya aku
terpaksa masuk sekolah ini, jika tidak karena ayahku. Aku juga tidak akan sekolah
yang tak ada aturannya ini” Jawab ae-rin sambil mengunyah makanan yang
memandang wajah jong-in.
“Apakah ia bisa
menjadi sosok gadis yang di maksud cenayang tersebut?” Batin jong-in yang masih
memandang ae-rin yang sedang mengunyah makanan.
><><><><><><><
Saat ini yena sedang berkumpul
bersama dengan anggota Osis lainnya. Terlihat yena begitu serius mendengar sang
ketua yang berbicara.
“Dua minggu lagi,
Sekolah kita akan mengadakan sebuah pesta untuk hari jadinya sekolahnya ini.
Kalian semua harus menyiapkan semua perlengkapan yang ada untuk dua minggu ke
depan. Nanti kita juga akan mengadakan lomba, dress siapa yang begitu mewah,
simple dan cantik.”
“Apakah anggota Osis
juga akan mengikuti lomba itu?” Tanya yena.
“Ne. Kalian boleh
ikut karena peserta akan di pilih oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah”
><><><><><><><><
Bel masuk telah
berbunyi, semua murid kembali masuk kedalam kelasnya. Di kelas 3A terlihat
jong-in hanya duduk termenung sambil memandang ke depan, sedangkan ae-rin
sedang membaca komik manga kesukaannya.
“Ouh so sweetnya”
Ucap ae-rin yang terbawa perasaan saat membaca komiknya tersebut dan membuat
jong-in menolehnya.
“Apaan?”
“Eoh. Anio. Oh iya,
aku belum tau siapa namamu?”
“Naneun Kim Jong In
imnida”
“Jong-in. Nama yang
mudah di ingat” Jawab ae-rin yang tersenyum.
“Ne”
“Oh iya, jong-in. Mau
kah kau menjadi temanku?”
“Teman?”
“He’em... Chingu...”
Jawab ae-rin yang tersenyum sambil mengangguk.
“Baiklah” Jawab
jong-in dengan datar tanpa menatap ae-rin.
“Kau adalah teman
pertamaku” Jawab ae-rin yang membuat jong-in lagi lagi menoleh kearahnya.
><><><><><><><
Saat ini, jong-in
sedang berjalan di lorong sekolahnya. Saat itu juga ia mendengar seseorang
berbicara buruk tentangnya. Ia pun segera menghentikan langkahnya dan berpura
pura mengikat tali sepatunya.
“Hey, siswi baru di
sekolah kita itu menjadi teman namja yang super nakal” Ucap salah seorang siswa
yang berdiri bersama temannya dengan jarak yang tidak cukup jauh dari
keberadaan jong-in berada.
“Maksudhmu Kim Jong
In yang mempunyai sifat aneh itu?”
“He’em. Aku bingung,
kenapa ia selalu pulang sore hari saat menjelang malam.”
“Mungkin ia vampir
haha”
“Kau ini, apakah
tahun modern seperti ini masih ada vampire”
Jong-in yang
mendengarnya pun bangkit dan melangkah menuju dua sosok namja tersebut yang
sudah membicarakannya.
“Eoh. Jong-in” Ucap
kedua namja itu yang terkejut dan ketakutan. Jong-in segera berdiri di hadapan
kedua namja tersebut.
“Lain kali kalau
bicara itu hati hati.” Ucap jong-in dengan sinis.
“Eoh. Geu...reh...”
Jawab kedua namja itu yang gugup.
“Aku sudah mendengar
berkali kali kalau kalian selalu membicarakanku. Tapi aku selalu mengabaiknya.
Tapi kali ini aku tak senggan senggan untuk membunuhmu” Ucap jong-in dengan
serius.
“Eoh. Aku mohon,
jangan bunuh kami”
“Beberapa hari
kemudian, kalian berdua akan meninggalkan dunia ini” Ucap jong-in pelan yang
mendekatkan wajahnya dengan kedua namja tersebut.
“Eoh. Jangan ucapkan
mantramu jong-in.” Pinta salah satu namja yang mengetahui sosok jong-in
sebenarnya.
“Kau mengetahui siapa
diriku?” Tanya jong-in yang terkejut.
“Eoh. Anio.”
“Katakan Cepat!”
Pinta jong-in.
“N....Ne... Kau
adalah seorang Vampire” Jawab salah satu namja yang menunduk dan terlihat
begitu ketakutan dan gugup.
“Apakah kau sudah
menyebarluaskan bahwa aku seorang vampire?”
“Belum... hanya aku
seorang yang tau”
Perlahan lahan
jong-in memandang dada bidang sebelah kiri namja tersebut yang sedang menunduk.
Ia memandangnya dengan begitu dalam. Dan...
Namja yang di tatap
jong-in pingsan begitu saja. Jong-in pun segera melangkah pergi dengan cepat.
“Yak Kim Jong In. Apa
yang kau lakukan?” Teriak salah satu namja yang berusaha untuk membantu
temannya tidak terjatuh.
“Aku tidak melakukan
apa apa” Jawab jong-in yang melangkah pergi.
Saat itu ada Ae-rin
yang memperhatikan kejadian tersebut. Ae-rin sungguh tidak tau apa yang mereka
bicarakan. Ae-rin segera melangkah menuju sosok namja yang sedang membantu
temannya yang pingsan.
“Eoh. Mianhaeyo...
Apa yang kalian bicarakan pada jong-in?” Tanya ae-rin.
“Eoh. Anio...
Chogiyo” Jawab namja itu yang melangkah pergi dari hadapan ae-rin.
“Aneh... Sepertinya
tadi jong-in dan kedua sosok namja itu sedang bicara serius.” Gumam ae-rin yang
bingung.
“Shin Ae Rin!”
<>
<>
<>
TBC
Next or No??

