Minggu, 18 Oktober 2015

FanFiction Kai (EXO) "123 Days for Love"







Title : 123 days for love
Cast : Kim Jong In (EXO), Shin Ae Rin (OC), Park Ye Na (OC), Other
Genre : Romance, Sad, Fantasy, School life, Mysteri, Family
Author : Sandra Tamara
Lenght : Chapter
Soundtrack :
Zia – Rumor (Chapter )



Happy Reading^^
Mian banyak typo ya 

CHAPTER 1
            Bulan April telah tiba dimana bulan yang akan memasuki Musim dengan udara yang hangat dan banyak bunga bunga yang bermekaran. Ya, bulan ini akan memasuki Musim Semi, banyak bunga bunga yang bermekaran di setiap sudut taman Sungji High School. Udara hangat di pagi hari membuat siapa saja yang bersemangat untuk melakukan aktivitasnya.

 terlihat sosok namja dengan seragam sekolah Sungji High School sedang berjalan di koridor sekolahnya. Wajahnya begitu tampan dengan kulit berwarna putih pucat Serta rambutnya yang berwarna hitam gelap.
            Kim Jong In. Itulah nama namja tersebut. Jong-in tahun ini menginjak usia 19 tahun yang akan duduk di kelas 3 SMA. Selama sekolah di tempat tersebut, jong-in selalu mendapatkan masalah maka dari itu ia di jauhkan oleh teman temannya karena ia mempunyai sifat yang aneh. Tapi ia tidak masalah dengan hal itu, bahkan dengan hal itu ia sangat senang.
            Jong-in menaiki beberapa anak tangga untuk sampai di atap gedung sekolahnya tersebut. Beberapa murid Sungji pun hanya memperhatikan jong-in yang sedang menaiki beberapa anak tangga.

><><><><>< 

            Jong-in telah sampai di atap gedung sekolahnya tersebut. Ia pun menghirup nafas dalam dalam dan mengeluarkan dengan pelan. Ia segera melihat kedua telapak tangannya yang begitu pucat.
            “123 hari...” Gumam jong-in pelan.

#Flashback_on
            “Jika kau ingin berubah menjadi manusia sepenuhnya, kau harus mencari sosok gadis cantik yang belum pernah kau temui dan hiduplah bersamanya selama 123 hari... Setelah kau 123 hari itu sudah lewat, kau akan berubah menjadi manusia sepenuhnya.” Ucap seseorang tersebut kepada jong-in.
            “Jika aku tidak menemukan gadis itu, apa yang akan terjadi?”
            “Kau akan berubah menjadi seorang vampir untuk selamanya.”
            “Kapan waktu ku berakhir untuk mencari gadis itu?”
            “Minggu depan”
#Flashback_off

Skip.
            Bunyi bel telah berbunyi, murid murid di Sungji pun segera masuk kedalam kelasnya masing masing, begitu juga dengan jong-in yang masuk kedalam kelasnya.
            Berbeda dengan sosok gadis berambut panjang yang mengenakan seragam dari sekolah lain sedang berjalan di lorong untuk sampai di ruangan guru tersebut.
Clek~
            “Annyeong haseyo.” Sapa gadis itu.
            “Eoh. Kau murid baru itukah?” Tanya guru Jang yang terkejut melihat sosok gadis itu.

><><><><><>< 

            Guru jang dan siswi baru itu sudah berada di kelas 3 A. Siswa ataupun siswi yang berada di kelas tersebut hanya memandang gadis cantik tersebut yang berdiri di depan kelas.
            “Kita kedatangan murid baru, ia siswi pindahan dari sekolah Chunceon Girls High School, silahkan kenalkan dirimu”
            “Naneun Shin Ae Rin imnida. Mohon bantuannya” Ucap ae-rin yang menunduk sedikit.
            “Kau boleh duduk di kursi kosong di samping jong-in” Pinta guru Jang pada Ae-rin yang menunjukan kursi ke arah jongin.
            “Baik guru” Ucap ae-rin yang berjalan menuju kursinya.
            “Baiklah, kita lanjutkan materi kita kemarin. Untuk ae-rin, kau boleh pinjam buku catatan ke jong-in”
            “Ne Guru”

><><><><>< 

            Tettt........Tettt...........
            Bel istirahat telah berbunyi, guru yang berada di kelas 3A segera keluar dan disusul oleh murid murid lainnya.
            Saat ae-rin sedang merapihkan beberapa bukunya ke dalam tas, tiba tiba ia melihat jong-in yang bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.
            “Eoh. Yak! Tunggu aku.” Teriak ae-rin yang terkejut tapi teriakan di abaikan oleh jong-in. Ia pun segera mempercepat aktivitasnya.
            Setelah selesai, ia pun bangkit dan berlari untuk mengejar jong-in yang berjalan di koridor sekolahnya.
            “Yak! Tunggu aku!” Teriak ae-rin yang berusaha menghentikan langkah jong-in.
            Jong-in yang merasa di panggil, ia segera menghentikan langkahnya dan ae-rin yang melihatnya berhenti ia segera berjalan dan berdiri di hadapannya.
            “Apa kau yang memanggilku?” Tanya jong-in dengan datar.
            “Ne, jika kau ingin keluar kelas seharusnya kau memberi tau ku”
            “Waeyo?”
            “Karena sekarang kau adalah teman sebangku, jadi jika kau ingin ke kantin atau ke tempat lain. Kau harus mengajak ku” Ucap ae-rin yang merintah jong-in.
            “Apa itu harus?”
            “Ne. HARUS.”
            “Sekarang kau ingin ke kantin kan?” Tanya ae-rin yang tersenyum.
            “Ne.”
            “Kajja... kita ke kantin bersama” Ajak ae-rin yang menarik lengan jong-in.

><><><><><><>< 

            Di kantin. Terlihat gadis cantik berambut panjang sedang memesan segelas coffee dingin trendynya. Setelah itu, ia mencari tempat duduk yang kosong. Dan tepat saat itu ia menemukan meja kosong, ia pun segera duduk dan menikmati coffeenya.
            Ia menikmatinya sambil melihat ke sekitarnya dan sesekali memperhatikan benda mahal itu yang ia letakan di atas meja tepat di samping coffeenya.
            Gadis ini bernama Park Ye Na. Gadis yang cukup terkenal di sekolah tersebut karena kecantikannya dan kepintaraannya tersebut.

*** Yena Pov ***
Cling~
            Ponselku berdering yang menandakan ada pesan masuk. Aku pun melihat pesan tersebut sambil meminum coffee trendyku.

            From : Park Chanyeol
            For : Park Ye Na
            ‘Aku sedang sibuk, bisakah kau tak mengganggu ketenanganku’

            “Aish... Inikan jam istirahat, apakah ia tidak ke kantin untuk makan” Pekik ku  pelan yang membaca pesan dari chanyeol. Ia adalah namja yang sudah ku anggap sebagai oppa ku sendiri.
            Aku pun segera mendongak, dan tanpa sengaja aku bertemu dengan jong-in yang sedang berjalan bersama gadis lain. Aku pun hanya memperhatikan mereka berdua yang berjalan sambil memilih – milih makanan.
            “Siapa gadis itu?” Gumam ku pelan yang masih memperhatikan mereka berdua.
            Aku hanya terus memperhatikan gadis yang sedang berjalan bersama jong-in. Gadis itu... Sepertinya pernah ku lihat tapi di mana dan kapan? Aku mulai mengingat sosok wajah gadis itu.
            “Ah... Ia kan Shin Ae Rin” Ucapku yang mengingat nama dari sosok gadis itu.
            “Ae-rin. Teman lama ku dulu” Ucapku yang terkejut.
            Jadi ia masuk sekolah ini. Ah jeongmal... aku sangat senang saat tau ia masuk ke sekolah ini. Aku akan menjadi teman dekatnya tapi... Sejak kapan ia kenal dengan jong-in. Bagaimana jika ia juga menyukai jong-in? Akankah kami bertengkar jika kami menyukai namja yang sama?
            Perlahan lahan senyumanku memudar saat menyadari bagaimana jika ae-rin menyukai jong-in. Aku pun bingung, ingin menjadi teman dekatnya atau sekedar teman saja? Aku pun mulai bertanya tanya dengan diriku sendiri.
Cring....
            Suara ponselku berdering yang membuatku terkejut dari lamunanku. Aku segera menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan tersebut.
            “Ne. Waeyo?”
            “....”
            “Ne. Geureh” Jawabku yang menutup ponselku dan beranjak pergi meninggalkan kantin.
*** Yena pov End ***

            Jong-in & Ae-rin terlihat sedang menikmati makanan mereka. Ae-rin hanya memasang setengah lingkarang di wajahnya sambil memakan makanannya. Sedangkan jong-in hanya memasang wajah datar sambil makan dan memperhatikan wajah ae-rin.
            “Yak. Kenapa kau pindah ke sekolah yang tidak ada aturannya?” Tanya jong-in yang menghentikan aktivitasnya dan hanya memperhatikan ae-rin.
            “Sebenarnya aku terpaksa masuk sekolah ini, jika tidak karena ayahku. Aku juga tidak akan sekolah yang tak ada aturannya ini” Jawab ae-rin sambil mengunyah makanan yang memandang wajah jong-in.
            “Apakah ia bisa menjadi sosok gadis yang di maksud cenayang tersebut?” Batin jong-in yang masih memandang ae-rin yang sedang mengunyah makanan.

><><><><><><>< 

            Saat ini yena sedang berkumpul bersama dengan anggota Osis lainnya. Terlihat yena begitu serius mendengar sang ketua yang berbicara.
            “Dua minggu lagi, Sekolah kita akan mengadakan sebuah pesta untuk hari jadinya sekolahnya ini. Kalian semua harus menyiapkan semua perlengkapan yang ada untuk dua minggu ke depan. Nanti kita juga akan mengadakan lomba, dress siapa yang begitu mewah, simple dan cantik.”
            “Apakah anggota Osis juga akan mengikuti lomba itu?” Tanya yena.
            “Ne. Kalian boleh ikut karena peserta akan di pilih oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah”

><><><><><><><>< 

            Bel masuk telah berbunyi, semua murid kembali masuk kedalam kelasnya. Di kelas 3A terlihat jong-in hanya duduk termenung sambil memandang ke depan, sedangkan ae-rin sedang membaca komik manga kesukaannya.
            “Ouh so sweetnya” Ucap ae-rin yang terbawa perasaan saat membaca komiknya tersebut dan membuat jong-in menolehnya.
            “Apaan?”
            “Eoh. Anio. Oh iya, aku belum tau siapa namamu?”
            “Naneun Kim Jong In imnida”
            “Jong-in. Nama yang mudah di ingat” Jawab ae-rin yang tersenyum.
            “Ne”
            “Oh iya, jong-in. Mau kah kau menjadi temanku?”
            “Teman?”
            “He’em... Chingu...” Jawab ae-rin yang tersenyum sambil mengangguk.
            “Baiklah” Jawab jong-in dengan datar tanpa menatap ae-rin.
            “Kau adalah teman pertamaku” Jawab ae-rin yang membuat jong-in lagi lagi menoleh kearahnya.

><><><><><><>< 

            Saat ini, jong-in sedang berjalan di lorong sekolahnya. Saat itu juga ia mendengar seseorang berbicara buruk tentangnya. Ia pun segera menghentikan langkahnya dan berpura pura mengikat tali sepatunya.
            “Hey, siswi baru di sekolah kita itu menjadi teman namja yang super nakal” Ucap salah seorang siswa yang berdiri bersama temannya dengan jarak yang tidak cukup jauh dari keberadaan jong-in berada.
            “Maksudhmu Kim Jong In yang mempunyai sifat aneh itu?”
            “He’em. Aku bingung, kenapa ia selalu pulang sore hari saat menjelang malam.”
            “Mungkin ia vampir haha”
            “Kau ini, apakah tahun modern seperti ini masih ada vampire”
            Jong-in yang mendengarnya pun bangkit dan melangkah menuju dua sosok namja tersebut yang sudah membicarakannya.
            “Eoh. Jong-in” Ucap kedua namja itu yang terkejut dan ketakutan. Jong-in segera berdiri di hadapan kedua namja tersebut.
            “Lain kali kalau bicara itu hati hati.” Ucap jong-in dengan sinis.
            “Eoh. Geu...reh...” Jawab kedua namja itu yang gugup.
            “Aku sudah mendengar berkali kali kalau kalian selalu membicarakanku. Tapi aku selalu mengabaiknya. Tapi kali ini aku tak senggan senggan untuk membunuhmu” Ucap jong-in dengan serius.
            “Eoh. Aku mohon, jangan bunuh kami”
            “Beberapa hari kemudian, kalian berdua akan meninggalkan dunia ini” Ucap jong-in pelan yang mendekatkan wajahnya dengan kedua namja tersebut.
            “Eoh. Jangan ucapkan mantramu jong-in.” Pinta salah satu namja yang mengetahui sosok jong-in sebenarnya.
            “Kau mengetahui siapa diriku?” Tanya jong-in yang terkejut.
            “Eoh. Anio.”
            “Katakan Cepat!” Pinta jong-in.
            “N....Ne... Kau adalah seorang Vampire” Jawab salah satu namja yang menunduk dan terlihat begitu ketakutan dan gugup.
            “Apakah kau sudah menyebarluaskan bahwa aku seorang vampire?”
            “Belum... hanya aku seorang yang tau”
            Perlahan lahan jong-in memandang dada bidang sebelah kiri namja tersebut yang sedang menunduk. Ia memandangnya dengan begitu dalam. Dan...
            Namja yang di tatap jong-in pingsan begitu saja. Jong-in pun segera melangkah pergi dengan cepat.
            “Yak Kim Jong In. Apa yang kau lakukan?” Teriak salah satu namja yang berusaha untuk membantu temannya tidak terjatuh.
            “Aku tidak melakukan apa apa” Jawab jong-in yang melangkah pergi.
            Saat itu ada Ae-rin yang memperhatikan kejadian tersebut. Ae-rin sungguh tidak tau apa yang mereka bicarakan. Ae-rin segera melangkah menuju sosok namja yang sedang membantu temannya yang pingsan.
            “Eoh. Mianhaeyo... Apa yang kalian bicarakan pada jong-in?” Tanya ae-rin.
            “Eoh. Anio... Chogiyo” Jawab namja itu yang melangkah pergi dari hadapan ae-rin.
            “Aneh... Sepertinya tadi jong-in dan kedua sosok namja itu sedang bicara serius.” Gumam ae-rin yang bingung.
            “Shin Ae Rin!”
<> 
<> 
<> 
TBC
Next or No??

Tidak ada komentar: