Title : Miss You
Cast : Lee Dong Hae
(SuJu), Park Ye Na (OC), Other
Genre : Romance, Sad
Author : Sandra Tamara
Quotes : ‘Hari berlalu
begitu cepat’
Lenght : One Shoot
Soundtrack : Park Bo
Ram – Forever / Always
NB : Ini hanya FF! Mohon
maaf apabila ada kesalahan nama, tempat atau sebagainya. DONT COPY tanpa seizin
saya.
Mian banyak typo
bertebaran.
PAGI yang cerah ini, terlihat sosok
gadis cantik berambut panjang sedang duduk di kursi taman yang berada di taman
Universitasnya. Gadis ini terlihat sedang menulis sesuatu di buku diarynya.
“Begitu banyak hal yang tak mampu
terucap, meski kau tak pernah mendengarnya, aku bukan orang yang bisa
mencintai. Siapa pun yang kulihat, dalam dunia ini yang begitu banyak manusia,
aku hanya melihatmu, aku hanya berdiri memandangimu. Aku tak tau apa kelanjutan
dari kisah cinta ini, mungkinkah akan berakhir bahagia atau sebaliknya?”
Itulah yang di tulis oleh gadis
cantik ini. Ia segera menutup buku diarynya, setelah itu dia bangkit dari
tempat duduknya.
“Park Ye Na!”
Tiba tiba ia mendengar
nama nya di panggil oleh salah seorang namja. Ia segera menghentikan langkahnya
dan menoleh ke sumber suara.
“Donghae Oppa” Ucap gadis ini yang
bernama Park Ye Na sambil tersenyum cerah.
><><><><><><><
Yena & Donghae sedang berjalan
di lorong kampus sambil mengobrol satu sama lain. Terlihat yena hanya tersenyum
malu dan tidak berani menatap wajah donghae yang begitu tampan.
“Bagaimana pendapatmu jika aku masuk
Wajib Militer?” Tanya donghae yang membuat yena terkejut.
“Eoh. Apakah kau akan masuk Wajib
Militer?” Tanya balik yena yang menghentikan langkahnya dan menatap donghae
dengan serius.
“Eoh, aku tidak tau... eomma dan
appa ku sudah menyuruhku untuk masuk” Jawab donghae yang memalingkan
pandangannya dari yena.
“Kau memang harus melakukan Wajib
Militer, Semakin bertambahnya hari, semakin bertambahnya juga usiamu” Jawab
yena yang masih tidak terima kalau donghae akan masuk Wajib Militer.
><><><><><><><
Langit telah berubah menjadi warna
hitam gelap, saat ini yena sedang berdiri di balkon sambil memandang langit
malam yang gelap dan hanya di sinari oleh sinar rembulan dan beberapa bintang
yang menemani rembulan tersebut.
“Akankah aku membiarkan namja yang
aku suka pergi untuk menjalankan Wajib Militer?” Gumam yena pelan.
“Donghae oppa tidak boleh tau, jika
aku sangat menyukainya. Perasaan ini hanya aku seorang saja yang tau” Lanjutnya
kembali.
><><><><><><><
Saat ini, Lee Dong Hae sedang
berdiri di balkon kamarnya sambil memandang langit malam yang di sinari oleh
sinar rembulan dan beberapa bintang di langit.
“Ucapan yena saat di kampus itu
benar” Gumam donghae pelan.
#Flashback_On
“Kau
memang harus melakukan Wajib Militer, Semakin bertambahnya hari, semakin
bertambahnya juga usiamu” Ucap yena
#Flashback_Off
“Ne. Aku harus ikut wajib militer”
Jawab donghae yang yakin dengan keputusannya. Ia segera keluar dari kamarnya
menuju ruang tamunya.
Di sana ia melihat kedua orang
tuanya dan juga kakak laki lakinya yang sedang menonton tv bersama. Donghae pun
menghampiri mereka dan duduk di samping kakak laki lakinya.
“Eoh. Waeyo?” Tanya kakak laki
lakinya yang bernama Lee Dong Hwa itu.
“Eomma, Appa, Hyung... aku sudah
mengambil keputusan” Ucap donghae yang tersenyum.
“Keputusan?”
“Aku akan mengikuti Wajib Militer
tanggal 15 Oktober ini” Jawab donghae yang semangat.
“Jinjjayo?” Tanya donghwa yang tak
percaya.
“Ne. Hyung”
><><><><><><><
Esok tiba, terlihat yena sedang
berjalan di lorong kampusnya, tanpa sengaja ia bertemu donghae dari arah yang
berlawanan. Ia melihat donghae tersenyum bahagia pagi ini dan membuat yena
bingung dengan diri donghae pagi ini.
“Oppa” Panggil yena.
“Yena ya”
“Sepertinya oppa bahagia sekali”
Tebak yena.
“Eoh ahaha.... ne.... yena... makan
siang nanti kau akan ku traktir” Jawab donghae.
“Eoh. Jinjjayo?” Ucap yena yang
terkejut
“Ne...”
“Tidak biasanya kau bersikap seperti
ini.” Jawab yena.
“Ahaha ada sesuatu yang membuatku
bahagia”
“Begitukah?”
“Ne. Kajja kita masuk kelas bersama”
Ajak donghae yang menarik lengan yena untuk berjalan lebih cepat.
><><><><><><><
Jam istirahat tiba, saat ini Yena
sedang duduk di kursi taman yang berada di taman kampusnya. Ia terlihat sedang
menulis sesuatu di dalam buku diarynya itu.
‘Mungkin aku orang bodoh, sehingga
tidak dapat mrnyatakan padamu Aku mencintaimu Lee Dong Hae’
Tulisnya di dalam buku itu, tiba tiba ponselnya
bergetar, ia pun menutup buku itu dan meletakannya di sampingnya. Setelah itu
ia mengambil ponselnya yang berada di dalam sakunya.
“Ne, Waeyo?”
“.....”
“Hmm baiklah, tunggu aku” Jawab yena
yang mematikan sambungannya dan bangkit dari tempat duduknya.
Ia melangkah pergi meninggalkan buku
diarynya di kursi taman itu tanpa ia sadari. Tak lama kemudian sosok donghae
muncul, sepertinya ia sedang mencari seseorang.
“Dimana yena?” Gumam donghae pelan,
tiba tiba matanya terbelak saat melihat buku diary di kursi taman tersebut. Ia
pun mengambilnya dan membuka buku diary tersebut.
“Milik Park Ye Na” Gumam donghae, ia
pun membuka lembaran lembaran tersebut dan membacanya dengan pelan.
“Eoh, Apa ini? Ia menyukaiku?” Gumam
donghae yang terkejut saat membaca isi dari buku diary tersebut.
><><><><><><><
Yena sudah sampai di tempat tujuan,
ia melihat sosok temannya yang sedang menunggunya. Ia pun melangkah menghampirinya.
“Ada apa?” Tanya yena.
“Eoh. Ani... aku hanya bosan
saja...” Jawab temannya tersebut yang duduk di kursi kantin.
“Aish... kau ini Lee Dong Yoo” Pekik
yena pada temannya yang bernama Lee Dong Yoo itu.
“Hehehe... duduklah” Pinta dongyoo.
“Geureh...” Jawab yena yang duduk di
hadapan dongyoo.
Saat ia ingin mengambil buku
diarynya di dalam tas, ia melihat buku itu tidak ada di dalam tasnya dan
membuatnya panik.
“Eoh buku ku?” Ucap yena yang panik.
“Buku?”
“Buku diary ku hilang” Jawab yena
yang mendongak menatap dongyoo.
“Lalu?”
“Buku itu tidak boleh ada yang
membuka ataupun membacanya” Ucap yena yang semakin panik. Ia pun bangkit dan
berlari ke kursi taman yang baru saja ia tempati.
Sesampainya di kursi taman tersebut,
ia tidak melihat apa apa di sana. Ia pun semakin panik.
“Eoh dimana buku itu.... Ya tuhan,
bagaimana ini” Gumam yena pelan yang panik.
><><><><><><><
Jam makan siang tiba...
Yena dan Donghae saat ini sedang
makan siang di cafe dekat kampusnya. Terlihat donghae dan yena sedang melihat
daftar menu makanan di cafe itu.
“Bolehkah aku memesan yang lebih
mahal?” Tanya yena pada donghae.
“Tentu tapi... kau yang akan bayar
ya” Jawab donghae yang membuat yena mempoutkan bibirnya.
“Issshhh” Pekik yena pelan yang
membuat donghae yang mendengarnya tertawa.
“Ahahaha baiklah... pesan lah sesuai
dengan keinginan mu” Jawab donghae yang tertawa bahagia.
“Baiklah... aku akan pesan makanan
yang paling mahal di sini” Jawab yena dengan senyum evilnya.
“Baiklah...” Jawab donghae.
“Pelayan!” Panggil yena, pelayan itu
pun datang menghampiri mereka.
“Ne. Mueoseul dowa deurikkayo?” Tanya pelayan itu.
“Aku pesan makanan yang paling
mahal,, tapi.... jangan mahal mahal ya...” Jawab yena.
“Eoh. Geureh” Jawab pelayan itu dan
segera pergi dari tempat mereka.
“Eoh. Kenapa kau bilang seperti
itu?”
“Aku takut kau tak bisa bayar” Jawab
yena.
“Ahahaha kau ini”
“Kenapa aku baru menyadarinya kalau
dia menyukai ku” Batin donghae yang memandang wajah yena.
“Duh... bagaimana ini... siapa yang mengambil
buku ku itu. Aku takut jika ada yang menyebarkan bahwa aku menyukai donghae
oppa” Batin yena yang masih panik tapi ia tutupi dengan fakesmilenya itu.
><><><><><><><><
Mereka telah selesai makan, terlihat
yena menelan sisa terakhir dari makanan tersebut, begitu pun dengan donghae
yang meminum minumannya hingga habis.
“Masitta” Ucap yena yang menunjukan
kedua ibu jarinya di hadapan donghae.
“Hehehe tentu... namanya juga
makanan mahal”
“Gomawo oppa... entah apa yang
membuatmu bahagia hari ini, aku pun tidak peduli karena aku senang sudah di
berikan makanan gratis oleh mu...”
“Ahaha...Kajja” Ajak donghae untuk
keluar dari cafe tersebut.
><><><><><><
Langit telah berubah menjadi warna
hitam gelap. Saat ini, yena sedang berkumpul bersama teman temannya di sebuah
bar yang cukup terkenal.
“Sudah lama kita tak berkumpul” Ucap
salah seorang temannya yang bernama Lee Dong Yoo.
“Ne.”
“Oh iya, ku dengar Lee Dong Hae akan
ikut Wajib Militer saat hari ulang tahunnya” Ucap salah seorang temannya yang bernama
Jung yeon young. Yena yang mendengarnya hanya terkejut memandang yeonyoung.
“Ia berangkat tepat hari lahirnya”
Lanjut temannya yang bernama Lee Ha Kyo.
“Kalian akan mengkunjunginya nanti?”
Tanya dongyoo pada teman temannya.
“Entahlah, aku begitu sibuk dengan
kuliahku”
“Kau, Yena?” Tanya yeonyoung pada
yena.
“Eoh, Aku juga tidak tau” Jawab yena
yang terkejut.
><><><><><><><
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam.
Bar yang di tempati yena dan teman temannya sudah sepi yang tersisa hanya yena
sendiri yang masih meminum beberapa botol soju.
“Lusa adalah hari ulang tahun oppa
dan hari kepergian oppa untuk menjalani wajib militer” Gumam yena, ia pun
meminum segelas soju setelah itu ia mengisinya kembali gelas itu dengan air
berupa soju.
“Seharusnya aku tidak bilang bahwa
aku setuju jika ia ikut Wajib Militer” Ucap yena yang menyesal pada
perkataannya saat itu.
“AKKKHHHHH.....” Teriak yena kesal
sehingga membuat pelayan bar itu menoleh ke arah yena.
“Jadi karena itu ia bahagia hari
ini.. seharusnya aku menyadarinya dari tadi pagi” Lanjutnya kembali.
“Hari ini adalah hari sialku. Buku
diaryku hilang, lalu berita mengenai donghae oppa bahwa ia akan wamil karena
ucapanku saat itu.”
><><><><><><><
Langit telah berubah menjadi warna
putih cerah. Hari ini, yena sedang duduk di kursi taman dekat rumahnya. Ia
hanya memandang kosong kedepan, tapi lamunannya segera buyar, ia menggroki
tasnya untuk mengambil benda mahal itu. Ia menekan panggilan cepat.
“Bisakah kita bertemu?” Pinta yena
“....”
“Ne, sekarang kita bertemu di tempat
biasa” Jawab yena yang segera memutuskan sambungannya.
Yena memasukan kembali ponselnya ke dalam
tasnya, ia pun bangkit dari duduk dan berjalan ketempat yang ingin ia tuju.
><><><><><><><
Yena sudah sampai di tempat yang ia
tuju, ia melihat donghae sedang duduk di kursi taman. Ia pun melanjutkan
langkahnya untuk menghampiri donghae.
“Kau sudah datang” Ucap yena yang
berdiri di samping donghae, sehingga membuat donghae terkejut dengan kedatangan
yena secara tiba tiba.
“Eoh. Ne”
“Kajja” Ajak yena yang tersenyum.
><><><><><><
Mereka berjalan di pinggir jalan
sekitar taman tersebut, terlihat di antara mereka hanya ada keheningan. Yena
pun bingung ingin memulai pembicaraannya darimana.
“Apakah ada yang ingin kau
bicarakan?” Tanya donghae sambil berjalan yang membuat yena terkejut.
“Eoh, ne...”
“Mwoya?”
“Ige... Aku dengar... kau akan masuk
wajib militer?” Tanya yena dengan ragu.
“Ne. Aku akan masuk tanggal 15
Oktober tahun ini” Jawab donghae.
“Apa kau yakin akan masuk?” Tanya
yena yang tak ingin donghae masuk Wajib Militer.
“Ne. Aku sudah yakin” Jawab donghae
yang membuat langkah yena terhenti sehingga donghae juga ikut menghentikan
langkahnya.
“Waeyo?”
“Ah Anio...” Jawab yena yang
terkejut.
“Kajja” Ajak donghae yang melanjutkan
langkahnya, yena pun mengikutinya dari belakang.
“Aku takut... Jika kau pergi, jika
kau meninggalkanku. Bagaimana aku harus membiarkanmu pergi?” Batin yena yang
memperhatikan donghae dari belakang.
“Apa kadomu untukku?” Tanya donghae
yang membuat yena terkejut.
“Eoh. Ah sesuatu...” Jawab yena.
“Oh iya, besok oppa berangkat jam
berapa?” Lanjut yena.
“Hmm jam 10 pagi”
“Hmm... baiklah. Aku akan menemui
oppa sebelum jam 10 pagi.”
“Tentu, kau harus memberi ku kado.
Dan kado mu itu akan ku terima dengan senang hati” Jawab donghae yang membuat
yena tersenyum.
“Apakah kadomu adalah menyatakan
perasaanmu kepadaku?” Batin donghae yang menebak kado dari yena.
><><><><><><
Langit telah berubah menjadi warna
orange terang, saat ini yena sedang berada di toko kue yang sering ia kunjungi
untuk membeli kue.
“Aku pilih kue itu ya...” Ucap yena
yang menunjukan ke arah kue dengan rasa cokelat.
“Baiklah” Ucap pelayan itu yang
mengambil kue itu.
“Bisakah di tambahkan tulisan di
atas kue tart itu?”
“Tentu bisa. Mau di tambahkan apa?”
“Hmm.... Happy Birthday Lee Donghae”
><><><><><><
Yena telah sampai di rumahnya, ia
memasukan kue tersebut ke dalam lemari esnya supaya tidak rusak untuk di bawa
esok pagi. Setelah itu ia berjalan menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, ia segera
duduk di meja belajarnya dan mengambil sepucuk kertas untuk di tulisnya.
‘Saengil Chukka Hamnida Oppa ^_^ aku tidak bisa
memberimu lebih, hanya kue ini yang bisa ku beri... Hari ini adalah hari
lahirmu dan juga hari kepergianmu untuk berangkat Wajib Militer. Aku akan
mengingat kejadian hari ini untuk selamanya. Mianhae... jika aku tidak memberi
ucapan selamat ulang tahun dan selamat jalan kepadamu secara langsung. Hmm
sepertinya itu saja sudah cukup bagimu... Oh iya, satu lagi... selama kau
melaksanakan Wajib Militer, mungkin aku akan merasa kesepian, karena tidak ada
dirimu yang selalu menemaniku. Chukahada oppa ^_^ Dari Park Ye Na, temanmu...’
><><><><><><
Esok pagi tiba, yena membawa kotak
kue tersebut serta surat yang ia tulis tadi malam ke rumah donghae. Ia berniat
untuk tidak bertemu dengan donghae, karena jika ia bertemu, mungkin ia akan
mengingat kejadian ini sebagai kenangan yang menyedihkan.
Yena telah sampai di depan pintu
rumah donghae. Dengan rasa ragu ia mengetuk pintu rumah kediaman donghae
berada.
Tok... Tok....
Clek.
“Park Ye Na”
“Donghwa oppa” Ucap yena yang
tersenyum manis.
><><><><><><
Yena sudah memberikan kue serta
surat itu kepada donghwa melalui kakak laki laki donghae. Saat ini ia sedang
berjalan di lorong kampusnya sambil tersenyum bahagia.
“Mungkin saat ini kau sudah menerima
kado dari ku” Batin yena.
><><><><><><
Saengil Chukha Hamnida
Saengil Chukha Hamnida
Saengil Chukha Hamnida
Dangsinui Saengireul
Itulah sebagian lirik yang di
nyanyikan oleh Anggota keluarga dan
teman teman donghae. Donghae hanya berdiri di depan kue tart yang di belikan
oleh sang eomma untuknya. Terlihat, raut wajah donghae sedikit bingung saat
melihat tidak ada yena di antara teman temannya tersebut.
“Dimana yena?” Batin donghae yang
berusaha mencari yena dengan mata tajamnya itu.
“Kajja tiup lilinnya” Pinta donghwa,
sang kakak laki laki donghae yang berdiri di samping donghae.
“Eoh. Ne, hyung” Jawab donghae yang
terkejut. Ia pun meniup lilinnya dan mendapat tepukan tangan yang cukup meriah
dari teman temannya.
PROK...
PROK....PROK....
><><><><><><
Acara tiup lilin telah selesai, saat
ini donghae berada di kamarnya. Terlihat ia sedang duduk di kursi belajarnya
sambil memandangi layar ponselnya.
Clek.
Pintu kamarnya pun terbuka dan
membuat donghae terkejut dan menolehnya. Ternyata yang datang adalah hyung nya
yang membawa kotak kue pemberian dari yena.
“Apa itu hyung?” Tanya donghae yang
penasaran.
“Hadiah dari yena padamu” Jawab
donghwa yang memberikan kotak kue itu kepada donghae.
“Yena tidak datang?”
“Anio.”
“Waeyo?”
#Flashback_On
“Apakah
itu kue tart?” Tebak donghwa yang melihat kotak kue di lengan yena.
“Ne.
Sunbaenim... berikan ini pada donghae”
“Kenapa
harus aku?”
“Aku
ingin pergi ke suatu tempat. Jadi tolong sunbae berikan ini pada donghae.”
“Eoh,
baiklah”
“Di
dalam kotak itu, ada surat untuknya”
“Ne.
Akan ku berikan padanya nanti”
“Jeongmal
gomawo”
“Cheonma”
“Aku
pamit dulu sunbae” Pamit yena yang pergi meninggalkan donghwa dan juga kotak
kuenya itu.
#Flashback_Off
“Tiuplah lilinnya” Pinta donghwa
yang menyalakan api di atas lilin yang berada di atas kue tartnya.
“Hmm”
Donghae segera meniup lilinnya yang
berada di atas kue tartnya itu. Setelah apinya padam, donghwa meletakan kue itu
di atas meja belajar donghae.
“Bacalah, ia memintaku untuk
membacanya.” Pinta donghwa yang memberikan sepucuk kertas kepada donghae.
“Hmm” Jawab donghae yang mengambil
kertas itu.
Donghwa pun keluar dari kamar
donghae, dan membiarkan donghae sendirian di kamarnya itu.
“Apa isi dari pesannya” Gumam
donghae, ia segera membuka lembaran kertas itu dan segera membaca isi surat
itu.
Setelah selesai membaca isi surat
itu, ia menurunkan kertas itu dari hadapannya.
“Aku pikir hadiah mu adalah menyatakan
perasaanmu kepadaku” Gumam donghae yang salah besar dengan tebakannya itu.
“Nado yena... aku juga akan merasa
kesepian selama aku Wajib Militer” Gumam donghae
“DONGHAE!! KAJJA KITA BERANGKAT”
Teriak sang eomma.
“Eoh, NE EOMMA.” Jawab donghae, ia
segera memasukan kertas itu kedalam tasnya serta buku diary milik yena.
Donghae segera turun membawa tas
besarnya kebawah untuk menemui keluarganya. Ia sudah sampai bawah, Ia melihat
sang appa telah bersiap untuk menyetir mobilnya, sedangkan donghwa sudah siap
duduk di kursi belakang, sang eomma
hanya tersenyum di ambang pintu mobil tersebut. Donghae pun membalas senyuman
sang ibu.
Skip.
1 tahun kemudian....
Saat ini yena sedang bersiap siap
untuk pergi ke suatu tempat, terlihat ia sudah menyiapkan kotak bekal nasi di
hadapannya. Setelah merias wajahnya, ia pun membawa kotak nasi itu pergi ke
suatu tempat.
“Berharap aku dapat menemuimu hari
ini, Lee Dong Hae” Batin yena sambil berjalan membawa kotak nasi tersebut.
><><><><><><><
Yena telah sampai tempat tujuannya.
Ia melihat beberapa lelaki yang mengenakan pakaian seperti sedang menjalani
Wajib Militer. Dari jauh, ia memperhatikan sosok namja yang sedang mengikat
tali sepatunya. Perlahan lahan di wajahnya memancarkan setengah lingkaran
kearahnya.
Secara perlahan lahan kakinya
melangkah menuju sosok namja yang sedang mengikat tali sepatu itu.
“Lee Dong Hae Oppa” Panggil yena
yang tepat berdiri di hadapan Namja yang bernama Lee Dong Hae itu.
“Eoh” Ucap donghae yang terkejut dan
mendongak untuk melihat siapa yang memanggil namanya.
“Hari berlalu begitu cepat bukan”
Ucap yena yang tersenyum manis ke arah donghae.
><><><><><><
Mereka telah berada di kursi taman,
terlihat yena sedang membuka kotak nasi itu dan menunjukannya pada donghae.
“Apakah ini buatanmu?”
“Tentu, oppa”
“Jinjjayo?”
“Ne. Cobalah” Pinta yena yang
memberikan sumpit kepada donghae.
“Geureh” Jawab donghae yang memakan
gimbab hasil buatan yena.
“Hmm Massita” Ucap donghae sambil
mengunyah makanannya.
“Eoh. Jinjja?” Tanya yena yang terkejut.
“Ne.”
“Sebenarnya, ada tujuan lain aku
ingin menemui oppa” Ucap yena yang menunduk malu.
“Mwoya?”
“Mungkin aku kurang sopan mengatakan
hal ini padamu”
“Tunggu... biar aku saja yang
mengatakan hal ini” Ucap donghae yang mengerti maksud yena.
“Eoh...”
“Aku sangat ingin mengatakan hal
ini... Mian jika ini membuatmu terkejut...”
“Aku... Aku mencitaimu, Park Ye Na”
Lanjut donghae yang membuat yena terkejut dengan pernyataan donghae.
“Aku tau, kau akan jawab iya” Jawab
donghae yang yakin bahwa yena akan menjawab iya dan membuat yena terkejut.
“Dari mana oppa tau?”
“Tada!” Jawab donghae yang
mengeluarkan buku diary milik yena dari sakunya tersebut.
“Eoh. Buku ku ada di oppa?”
“Ne. Aku menemukan buku di kursi
taman kampus”
“Aish... Oppa tau, aku mencari buku
ini sampai panik, aku pikir buku ini hilang” Protes yena.
“Cepat balikan” Pinta yena.
“Tapi... apa jawabanmu?” Ucap
donghae yang menjauhkan buku diarynya dari hadapan yena.
“Hmm... Geureh” Jawab yena yang
menunduk malu
“Sudah ku tebak. Apakah aku boleh
memanggilmu Chagiya?” Tawar donghae.
“Itu terlalu berlebihan, bagaimana
jika kau memanggilku Yenaku” Tawar yena yang tersenyum.
“Baiklah. Yena ku” Jawab donghae.
“Ahahaha logat bicara oppa membuatku
ingin tertawa” Ucap yena yang tertawa mendengar ucapan donghae.
“Aish..”
“Yak. Balikan buku ku” Ucap yena
yang ingat akan buku diarynya.
“Eoh, ahaha baiklah. Ini” Jawab
donghae yang memberikan buku diary yena.
“Gomawo oppa”
“Ahaha gomawo juga chagiya”
“Yak. Berhenti memanggilku Chagiya”
Protes yena yang kesal.
“Ahahaha okelah”
Yena pun membuka lembaran di buku
diarynya. Terlihat tinta pulpen yang berada di buku itu telah berubah menjadi
pudar.
“Sudah lama aku tidak membuka buku
ini” Ucap yena. Tiba tiba saat ia membuka lembaran selanjutnya, matanya
terbelak melihat tulisan di buku itu.
‘Bahkan di masa depan, aku akan
tetap menggenggam tanganmu’
“Apakah oppa yang menulis ini?”
“Ne. Bahkan di masa depan, aku akan
tetap menggenggam tanganmu” Ucap donghae yang membuat yena mendongak dan
tersenyum ke arahnya.
“Aku akan berjanji padamu oppa” Ucap
yena pelan.
“Hmm”
“Perasaan ku akhirnya terbongkar
oleh seseorang yang aku sukai. Aku tidak tau, apa yang sedang ku rasakan
sekarang. Aku hanya ingin tersenyum, tersenyum dan tersenyum memandang wajah
tampannya” Batin yena yang masih tersenyum memandang wajah donghae.
“Tidak mudah mengatakan hal ini
kepada seseorang yang kita cintai. Aku begitu beruntung, ternyata gadis ini
juga menyukaiku. Perasaanku berubah menjadi lebih bahagia saat ini” Batin
donghae yang memandang wajah yena sambil tersenyum cerah.
<>
<>
<>
THE END ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar