Title : Two Lovers
Cast : Kim Seok Jin (BTS), Park Yoo Chan
(OC), Park Yoo Kyung (OC)
Genre : Happy, Romantis, Urbanlife,
Bromance
Author : Sandra Tamara
Lenght : Two Shoot
Art by Yeonyoung_Veggy
^Happy Reading^
^Mian banyak Typo^
Sandra
Tamara Story line...
Dua bocah cilik yang sedang berjalan
menyusuri gang gang kecil untuk menemukan jalan raya besar. Mereka adalah dua
gadis kembar yang bernama Park Yoo Chan dan Park Yoo Kyung. Yoochan memakai
jepitan di rambutnya sedangkan yookyung tidak memakai jepitan di rambutnya.
“Eon, apa cita citamu nanti jika sudah
dewasa nanti?” Tanya yoochan sambil berjalan yang memakai tas rensel warna
Hitam itu.
“Aku ingin menjadi seorang presdir di
perusahaan besar” Jawab yookyung, sang kakak sambil berjalan yang menggunakan
Tas rensel warna Putih itu.
“Kau sendiri?” Tanya balik yookyung
“Menjadi seorang pemilik tokoh bunga
yang terkenal” Jawab yoochan dengan senyum cerahnya di wajahnya itu.
“Aku penasaran, di masa yang akan
datang. Aku ingin tau siapa yang hidupnya bahagia terlebih dahulu? Aku atau
adikku ini?” Tanya yookyung yang penasaran.
“Tentu aku hahaha....” Jawab yoochan
yang kepedean itu sambil tertawa
“Ayo kita suit, siapa yang menang
artinya dialah yang hidupnya akan bahagia” Ajak yookyung. Yoochan menerima
tantangan yookyung. Mereka segera bersuit.
“Kawi, bawi, bo!”
Pada suit pertama mereka mengeluarkan
yang sama yaitu gunting, suit yang kedua mereka sama sama mengeluarkan Batu,
dan di suit yang terakhir yookyung mengeluarkan batu sedangkan yoochan
mengeluarkan gunting. Dan yang menang adalah yookyung.
“Yeay! Aku menang. Artinya aku akan
hidup bahagia terlebih dahulu lalu kau” Ucap yookyung yang tersenyum bahagia
“Baiklah. Aku akan mengalah pada kakak
ku ini” Ucap yoochan dengan senyum miringnya.
“Ayo kita harus cepat ke sekolah,
nanti kita telat” Ucap yookyung yang melihat jam tangannya yang berwarna putih
itu.
“Ne...” Ucap yoochan.
Mereka berlari menuju halte yang tidak
terlalu jauh dari tempat mereka sekarang. Mereka berlari secepatnya untuk
sampai di halte.
Beberapa
menit kemudian...
Mereka sudah sampai di depan halte,
dan saat itu juga Bus jemputan mereka sudah sampai di depan halte. Mereka
segera masuk ke dalam bus itu dan mencari tempat duduk yang kosong. Saat itu
yoochan melihat sosok lelaki tampan yang membawa gitar di sampingnya. Yoochan
yang asik memperhatikan lelaki itu segera di tarik tangannya oleh yookyung
untuk segera duduk.
“Siapa yang kau lihat?” Tanya yookyung
yang penasaran.
“Anio...” Jawab yoochan yang berbohong
pada kakaknya itu. Yookyung hanya senyum miring di hadapan sang adik.
Skip~
Bus yang membawa mereka sudah sampai
di depan sekolah mereka. Mereka segera turun secara bergantian, Saat yoochan
ingin turun tiba tiba saja ada seseorang yang menerobosnya sehingga yoochan
ingin jatuh dan jepitan yang di pakainya terjatuh tanpa dia sadari. Yoochan
segera menyusul sang kakak yang sudah berjalan duluan.
Saat itu ada sosok lelaki yang membawa
gitar menemukan jepitan yoochan. Dia mengambil jepitan itu dan mencari siapa
pemilik jepitan ini. Karena tidak ada yang mengaku akhirnya dia menyimpan
jepitan itu di balik saku celananya dan melanjutkan jalannya untuk masuk ke
kelasnya.
Bunyi
bel sudah berbunyi...
Yoochan, Yookyung dan kawan kawannya
segera masuk ke dalam kelasnya masing masing. Dan tak lama kemudian, seorang
guru berparas cantik itu masuk ke dalam kelas mereka. KM atau sering di sebut
ketua kelas di kelas yoochan segera memberi hormat kepada sang guru yang
berdiri di depan nya.
“Beri hormat” Ucap sang KM. Murid
murid itu segera berdiri dan membungkukkan badannya 90 derajat di hadapan sang
guru.
Skip~
Beberapa jam kemudian waktunya mereka
pulang...
Saat yoochan berdiri di depan pintu
kelasnya, tiba tiba ada sosok gadis cantik yang menghampirinya sehingga membuat
yoochan bingung dengan tingkah anak gadis itu.
“Yookyung... kau sudah lihat belum,
kau mendapatkan ranking sepuluh besar di seluruh siswa” Ucap anak gadis itu
yang mengira kalau yoochan adalah yookyung.
Anak gadis itu segera menarik tangan
yoochan untuk melihat ke madding. Saat itu, yookyung baru keluar dari kelasnya
mencari sosok adiknya.
“Yoochan! Kau dimana?” Tanya yookyung
yang tak melihat sosok yoochan.
Yoochan dan temannya itu sudah sampai
di depan madding. Mereka melihat nilai dari ujian terakir mereka. Yoochan
melihat sang kakak masuk ranking 10 besar yaitu peringkat ke 9 sedangkan
yoochan sendiri mendapat peringkat ke 3 dari 100 siswa.
“Kenapa kau bisa masuk peringkat ke 9.
Lihat adikmu dapat peringkat ke 3” Ucap temannya yang menatap yoochan.
“Hyein ya... mian... aku bukan
yookyung. Aku yoochan... Kau salah orang” Ucap yoochan yang terus terang ke
hyein, temannya.
“Eoh.” Ucapnya yang terkejut mendengar
ucapan yoochan yang ternyata bukan yookyung, melainkan yoochan.
“Ah... mianhaeyo yoochan... aku
sungguh tidak tau kalau kau itu yookyung” Ucapnya yang bersalah
“Ne. Gwechanayo... aku ke kelas dulu
ya”Pinta yoochan dan berjalan pergi meninggalkan madding dan temannya itu.
Saat yoochan berjalan di koridor
sekolahnya, dia melihat kakaknya yang sedang berjalan dari arah yang
berlawanan. Yoochan segera memanggil kakaknya.
“Eonni!” Teriak yoochan dan membuat
yookyung menoleh ke sumber suara
“Yoochan...” Teriak yookyung dan
berlari menghampirinya.
“Kau kemana saja? Aku mencarimu tapi
kau tidak ketemu” Ucap yookyung yang kwatir akan adiknya itu.
“Ah aku baru saja dari toilet. Kajja
kita pulang” Ajak yoochan. Dia sengaja berbohong pada kakaknya karena jika
yookyung melihat daftar peringkat itu. Yookyung pasti sangat sedih karena dia
pernah bilang kalau dia akan menjadi peringkat 3. Tapi kenyataannya dia menjadi
peringkat ke 9.
Skip~
Sepuluh tahun kemudian...
Yookyung dan Yoochan sudah tumbuh
menjadi seorang gadis cantik yang sudah mengerti akan jatuh cinta dan sakit
hati itu. Mereka berdua sudah jarang bertemu karena yoochan sekolah di Amerika
sedangkan yookyung sekolah di Seoul. Mereka hanya bertemu lewat camera call.
Pagi ini, terlihat sosok gadis cantik
berambut pirang berwarna emas itu sedang menyiram tanaman yang dia rawat di
sebuah toko yang cukup besar itu. Dia adalah Park Yoo Chan pemilik toko bunga
yang terkenal di pusat kota New York ini.
Cita cita yoochan akhirnya tercapai
yaitu menjadi pemilik toko bunga di negara orang lain dan mempunyai cabang
pusat di berbagai negara termasuk negaranya sendiri.
Saat yoochan sedang menyiram tanaman
yang dia sukai tiba tiba ada seorang pelanggan yang datang ke tokonya. Dia
segera memberikan salam.
“Welcome. Good Morning, mrs...”
Ucapnya yang menunduk 90 derajat ke arah pelanggannya itu.
“Bunga apa yang ingin anda cari?”
Tanya yookyung dengan sopan
“Tulip, Bunga tulip” Ucap pelanggan
itu yang mengingat nama bunga yang ingin dia beli.
“Baiklah. Silahkan tunggu” Pintanya.
Yoochan segera mengambil bunga tulip yang tidak jauh darinya itu.
“Anda ingin warna apa?” Tanya yoochan
yang sedikit berteriak ke pelanggannya itu.
“Warna yang sesuai untuk kekasihku.
Kekasihku berpostur tinggi, dia begitu dingin sehingga aku bingung untuk
membelikannya” Jelas gadis itu yang menceritakan sosok kekasihnya itu.
“Baiklah. Akan ku pilih warna pink.
Warna ini sangat cocok untuk sepasang kekasih...” Ucap yoochan yang mengambil
bunga tulip berwarna pink itu. Setelah itu dia segera memberikannya ke
pelanggannya dengan senang hati.
“Thanks” Ucap pelanggannya itu yang
menerima bunga dari yoochan
“Ne. You’re welcome” Jawab yoochan
yang kembali menunduk 90 derajat ke arah pelanggan itu.
“Datanglah kemari lagi...” Teriak
yoochan yang membuat pelanggannya tersenyum ke arahnya.
Yoochan segera melepaskan celemek yang
dia kenakan, dia menaruh celemeknya itu di sembarang tempat dan duduk di
hadapan bunga mawar merah yang dia rawat sejak dia masih berusia 10 tahun.
“Aku merindukanmu” Gumamnya yang
mengelus kelopak bunga mawar itu dengan lembut.
Di Seoul, Terlihat sosok gadis cantik
yang mempunyai rambut panjang berwarna cokelat itu sedang sibuk mentandatangani
sebuah dokumen satu per satu. Sepertinya gadis ini sangat sibuk dengan
pekerjaannya.
Gadis ini bernama Park Yoo Kyung.
Yookyung sudah menjadi seorang presdir di perusahaan ayahnya itu. Bahkan dia
pernah mendapat trofi dalam nominasi Presdir termuda di seluruh dunia. Memang,
usianya baru menginjak 20 tahun.
“Pekerjaan yang mengasikan... Meski
aku begitu sibuk tapi setidaknya aku jarang bertemu dengan teman teman ku yang
selalu memanfaatku” Gumamnya sambil asik mentandatangani dokumen yang cukup
banyak itu.
Skip~
Jam makan siang tiba...
Yookyung pergi ke cafe yang terletak
di dekat kantornya itu. Dia selalu makan siang sendirian di sebuah cafe itu. Dan
yang dia selalu pesan makanan yang sama yaitu Galbi. Hari ini dia ada janji
dengan presdir dari cafe ini. Entah apa yang ingin di bicarakan oleh presdir
pemilik cafe itu.
“Hallo. Saya Presdir Kim Seok Jin.
Senang bisa bertemu dengan anda” Ucap seokjin yang menunduk 90 derajat kearah
yookyung.
Yookyung segera membalas dengan
senyuman dan membungkuk 90 derajat ke arah seokjin.
“Ne. Saya Presdir Park Yoo Kyung” Ucap
yookyung yang tersenyum.
Mereka
segera duduk di tempat yang sama sambil memakan galbi yang di pesan oleh
yookyung.
“Untuk apa anda mencari saya ya?”
Tanya yookyung sambil membakar daging sapi itu di atas pemanggangannya.
“Oh, Saya hanya penasaran saja. Ku
dengar kau mendapat trofi dalam nominasi Presdir termuda di seluruh dunia” Ucap
seokjin yang ikut membakar daging sapi itu di ata pemanggangannya.
“Oh. Jadi anda hanya penasaran saja
dengan sosok saya. Begitukah?” Tanya yookyung
“Ne. Tepat sekali.” Ucap seokjin yang
tersenyum menatap wajah yookyung begitu cantik.
-
Mereka telah selesai makan siang.
Mereka berjalan jalan di sekitar taman dekat kantor yookyung. Mereka begitu
akrab, padahal mereka baru pertama kali bertemu.
“Aku dengar dari pelayanku bahwa kau
selalu makan siang di cafe itu”
“Eoh, ne... karena aku tidak tau harus
makan dimana” Ucap yookyung yang malu
“Haha... gwechanayo, karena kau sudah
sering makan di tempat itu. Bagaimana kalau nanti malam kita makan malam bersama
di sebuah cafe yang terkenal” Pinta seokjin yang menatap yookyung.
“Eoh. Tidak perlu... lagi pula sudah 3
Tahun aku makan di tempat itu dan selalu memesan makanan yang sama” Ucap
yookyung yang menolaknya
“Eoh. Kau tidak boleh menolaknya...
Ini permintaanku sendiri.. Aku mohonlah...” Ucap seokjin yang memohon untuk
makan bersama yookyung. Yookyung hanya diam.
“Iya ya... ku mohon padamu. Sepertinya
usia kita tidak beda jauh...” Ucap seokjin
“Usiaku masih 20 tahun”
“Ah, hanya beda 2 tahun denganku. Aku
22 tahun... Kau harus memanggilku oppa” Pinta seokjin
“Eoh. Anio, aku akan memanggilmu
Seokjin saja. Jika aku memanggilmu oppa bagiku itu terlalu berlebihan, karena
kita baru pertama kali bertemu dan kita baru saja kenal” Ucap yookyung yang
menolaknya untuk tidak memanggil seokjin Oppa.
“Benar katamu. Aku yang terlalu
berlebihan karena kau sudah ku anggap sebagai adikku” Ucap seokjin
“Adikmu?”
“Aku punya seorang adik perempuan. Dia
gadis cantik sama seperti dirimu. Dia gadis yang baik, pintar, imut dan aku
selalu senang jika dia memanggilku dengan sebutan ‘Oppa’ ” Jelas seokjin yang
merasa kehilangan sang adiknya
“Oh begitu. Lalu, sekarang dia
kemana?” Tanya yookyung yang penasaran
“Dia sudah tidak ada, Dia meninggal
dunia karena kecelakaan mobil saat 10 tahun yang lalu” Jawab seokjin dengan
senyum paksanya itu.
“Oh mianhaeyo, aku sungguh tidak tau
kalau adikmu sudah... Tiada” Ucap yookyung yang berasalah.
“Kakiku mulai terasa capek, sebaiknya
kita duduk di kursi itu sambil mengobrol” Pinta yookyung yang terasa kakinya
sudah tidak bisa lagi berjalan.
Akhirnya mereka duduk di kursi taman
itu sambil mengobrol, Para karyawan yang melihat mereka berdua duduk di bangku
yang sama mengira kalau mereka sedang berpacaran padahal mereka hanya sebagai
teman.
“Oh iya, Apa kau mau menjadi adik
bohonganku?” Tanya seokjin yang menatap wajah yookyung
“Eoh. Ah bagaimana ini, Apa aku cocok
sebagai adikmu?” Tanya balik yookyung yang salah tingkah di hadapan seokjin
“Tentu kau cocok. Kau bisa sharing
bersama mu. Kau bisa curhat bersama ku.. Aku akan selalu ada disampingmu sama
seperti aku menjaga adik kandungku sendiri” Ucap seokjin yang meyakinkan
ucapannya itu.
“Hmm, baiklah aku mau...” Ucap
yookyung yang menerima tawaran seokjin dengan tersenyum bahagia.
Skip~
Sedangkan di Amerika, terlihat yoochan
sedang makan siang di luar. Dia menutup tokonya untuk sementara waktu dan pergi
ke cafe untuk makan siang. Saat dia berjalan menuju cafe tiba tiba dia menemukan
cafe yang menjual makanan korean. Yoochan segera datang ke cafe itu untuk
menikmati Korean Food.
“Excuse me, Apakah di sini menjual
Korean Food?” Tanya yoochan pada salah satu pelayannya
“Ne. Apakah anda ingin memesan sebuah
makan Korea?”
“Hmm. Aku pesan galbi” Ucap yoochan
yang dengan lingkaran setengah di wajahnya itu.
“Baiklah. Silahkan tunggu” Pinta
pelayan itu, Yoochan segera mencari tempat duduk yang kosong untuk di tempati.
Beberapa
menit kemudian...
Galbi yang di pesan yoochan datang
juga, Dia segera membakar daging sapi itu dan setelah itu dia memakannya dengan
lahap tanpa memperdulikan orang lain yang sedang memperhatikannya.
“Hmm... enaknya, aku jadi rindu dengan
Tanah kelahiranku” Gumam yoochan sambil mengunyah galbinya
Skip~
Yoochan sudah selesai makan galbi di
Cafe yang menjual Korean Food. Setelah makan, yoochan kembali ke tokonya untuk
membuka toko bunganya itu.
Dia berjalan santai sambil melihat ke
sekitarnya. Tiba tiba ponsel yoochan bergetar.
Dret....Drett...
Yoochan segera mengambil benda mahal
itu dari saku celananya dan melihat nama yang ada di layar ponselnya.
“Yeoboseo”
“......”
“Oh jinjja? Ah baiklah... Besok akan
ku ambil tiket itu. Gomawo yo, ajhushi” Ucap yoochan yang begitu gembira. Dia
segera menutup ponselnya dan kembali menaruhnya di Saku celananya.
“Yeay... Akhirnya tiket menuju seoul
ada juga... Tapi meski besok di ambil, mungkin keberangkatannya 1 minggu lagi”
Ucap yoochan yang berpikir panjang tentang tiket pesawatnya itu.
“Ah gwechanayo... Yang penting aku
sudah mendapatkan tiket menuju Seoul” Ucap yoochan yang merasa bahagia dan
melanjutkan jalannya menuju toko bunga nya itu.
Skip~
Malam tiba...
Seokjin sudah menunggu yookyung di
sebuah cafe yang terkenal dengan stik nya itu. Seokjin sudah menunggu kurang
lebih 10 menit. Tapi sosok yookyung juga tidak muncul.
“Apakah dia tidak datang? Atau.... Dia
telat?” Gumamnya yang bertanya pada dirinya sendiri.
Tak lama kemudian, Sosok yookyung
muncul di hadapan seokjin. Dia memakai mini dress warna biru muda dengan rambut
warna cokelat yang di blonde itu.
Yookyung hanya tersenyum ke arah
seokjin sambil berjalan, begitu juga dengan seokjin yang terus tersenyum ke
arah yookyung.
“Mian aku telat” Ucap yookyung sambil
duduk di hadapan seokjin saat ini.
“Ne, Gwechanayo... Sebaiknya kita
langsung makan, karena perutku sudah lapar” Pinta seokjin yang tak sabar ingin
makan stik yang mahal itu.
“Ne. Oppa...” Ucap yookyung dengan berat
mengatakan kata oppa
~
Mereka telah selesai makan, yookyung
segera mengelap bekas noda di wajahnya dengan tisu yang ada di hadapannya itu.
Seokjin hanya memperhatikan dalam mata yookyung yang begitu indah. Yookyung
yang sadar bahwa seokjin sedang memandangnya dengan serius, Yookyung segera
bertanya.
“Seokjin oppa... kenapa kau
memandangku seperti itu?” Tanya yookyung yang bingung
“Oh anio... Kau hanya begitu cantik
malam ini” Puji seokjin yang membuat yookyung tersipu malu.
“Oh. Gomawo atas pujiannya oppa” Ucap
yookyung yang malu dan menunduk sedikit
Skip~
Esok pagi tiba, Di Amerika... Terlihat
yoochan sudah memakai pakaian yang rapih dan juga sopan. Sepertinya dia ingin
pergi ke suatu tempat yang ingin di tuju. Dia menutup tokonya untuk sementara
waktu. Dia berjalan sambil bersenandung ceria.
Yoochan sudah sampai di sebuah rumah
yang berada di perdesaan itu. Yoochan masuk ke salah satu rumah yang ada di
perdesaan itu.
Tok...tok...
“Ajhuma.... Ajhushi....” Panggil
yoochan yang begitu semangat
Clek~
Pintu rumah itu telah terbuka. Yoochan
melihat sosok wanita tua dan lelaki tua yang berada di hadapannya sekarang.
Yoochan hanya tersenyum manis dan ceria kearahnya.
-
Mereka bicara di teras. Lelaki tua dan
Wanita tua ini adalah paman dan bibi yoochan. Mereka yang telah merawat yoochan
hingga tumbuh menjadi gadis yang periang dan tak pernah sedih.
“Ajhuma. Bagaimana tiketnya?” Tanya
yoochan yang begitu semangat
“Pamanmu sudah membelikannya kemarin.
Tapi...” Ucap ajhuma yoochan yang gantung
“Tapi apa...” Tanya yoochan yang
penasaran dengan ucapan yang gantung dari bibinya
“Kau akan berangkat ke Seoul sekitar 1
minggu lagi” Ucap Ajhuma yoochan
“Ne, Gwechanayo ajhuma, ajhushi...
Kalau begitu aku bisa merapihkan barang barangku terlebih dahulu” Ucap yoochan
yang bertambah semangat.
“Lalu, toko bungamu?”
“Toko itu akan aku tutup dan aku akan
berkembang di negara ku sendiri” Ucap yoochan yang mempunyai akal yang begitu
banyak
“Aish, kau ini... Ya sudah sana, cepat
pergi. Ajhuma muak melihat wajah mu yang kekanak kanakan itu” Ucap ajhuma
yoochan yang mengusir yoochan
“Hehehe.... Baiklah ajhuma, ajhushi...
Kalau begitu aku pergi dulu. Bye,,, jangan rindu ya!”
Yoochan
segera pergi dari rumah ajhushinya. Saat di jalan menuju tokonya, dia begitu
semangat sampai tiket yang baru saja di kasih oleh ajhushinya tidak pernah
lepas dari tangannya.
“Akhirnya, aku bisa kembali ke negara
ku sendiri selama 10 tahun aku tinggal di sini” Gumamnya yang begitu bahagia.
TBC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar