Title : Don’t Make
me cry
Cast : Min Yoon Gi,
Yoo Hae Ji (OC), Jung Yeon Young(OC)
Genre : Sad,
Romance, School life
Author : Sandra
Tamara
Lenght : One Shoot
Art by Yeon Veggy
Happy reading^^
Sandra tamara
storyline...
Hari begitu cerah, hari ini terlihat haeji
berjalan menuju sekolahnya dengan berjalan kaki. Haeji begitu bahagia dan tidak
sabar ingin melihat kekasihnya, Min Yoon Gi aka Suga. Haeji sungguh tidak sabar
untuk sampai di sekolah. Akhirnya haeji mempercepat langkahnya supaya cepat
sampai di sekolah.
Selang beberapa menit... Haeji sampai
di sekolahnya. Haeji berjalan di koridor sekolah sambil melihat ke sekitarnya.
Biasanya suga selalu di lapangan untuk bermain Basket, tapi hari ini dia tidak melihat
tampak suga di lapangan itu.
Haeji melanjutkan perjalanannya menuju
kelasnya, siapa tau di kelas ada suga yang sedang duduk di kursinya sambil
membaca komik yang di berikan padanya saat dia ulang tahun.
Haeji sudah sampai di kelasnya. Haeji
melihat sekeliling kelasnya dan dugaannya benar, Dia melihat suga sedang duduk
di kursi sambil membaca komik yang di berikan darinya. Dia menghampiri
kekasihnya dan duduk di sampingnya.
“Hey, kau sudah baca sampai part
berapa?” Tanya Haeji
“Eoh. Haeji, kau selalu seperti ini...
Aku sudah mulai baca part konfliknya” Jawab suga yang tersenyum ke arah haeji.
“Lain kali, akan ku belikan lagi komik
untukmu”
“Hahaha... gomawo changi ya.... kau
memang pacarku yang sangat baik, cantik dan juga pintar” Ucap suga yang mengelus
rambut haeji dengan lembut.
“Kalau begitu aku ke tempat duduk ku dulu
untuk menaruh tas ku” Ucap haeji yang tersenyum ke arahnya dan membuat dia
membalas senyuman haeji.
Saat haeji menaruh tas nya di kursinya,
Dia mendengar suara bel sudah berdering. Awalnya haeji ingin kembali ke tempat
duduk suga untuk menemaninya. Tapi bel sekolah sudah berdering. Wajahnya
berubah menjadi begitu lemas.
Tak lama kemudian, Dia melihat sosok
seorang guru dan murid berparas cantik datang ke kelasnya. Haeji bingung siapa
gadis cantik itu? apakah dia murid baru di kelasnya?
Suga sedang memasukan komiknya ke
dalam tas, setelah itu dia menoleh ke depan dan matanya terbelak saat melihat
sosok gadis cantik yang berdiri di samping guru tersebut. Sepertinya suga mengenal
sosok gadis itu, wajahnya sungguh tidak asing lagi baginya. Tapi siapa gadis
itu? Kenapa suga bisa lupa dengan namanya?
“Dia murid baru di kelas kita.” Ucap
sang guru yang menunjukan ke arah gadis di sebelahnya.
“Annyeong... Jung Yeon Young Imnida”
Ucap gadis itu dengan menunduk 90 derajat ke arah murid murid.
“Dia murid baru, jadi kalian harus
membantunya. Kau boleh duduk”
“Ne. Ghamshamida sonsengnim...” Ucap
yeonyoung dan berjalan menuju kursi yang kosong yang terletak di paling
belakang tersebut.
Saat dia memperkenalkan namanya. Suga terkejut
setengah mati, ternyata dia adalah teman pertamanya saat suga berusia 10 tahun.
Saat itu suga masih ingat, dialah yang membujuknya untuk tidak menangis lagi.
Jam istirahat
tiba...
Suga keluar dari kelas untuk mencari
sosok gadis yang bernama Yeonyoung tersebut. Tapi saat itu ada haeji yang
menghalanginya untuk mencari yeonyoung.
“Ayo kita ke kantin bersama” Ajak
haeji pada suga yang begitu semangat
“Mianhaeyo haeji ya... aku sedang
terburu buru, kau ke kantin bersama temanmu saja sih Hwayeon” Ucap suga yang
tergesa gesa. Suga segera meninggalkan haeji sendirian di tempat itu. Suga sungguh
tidak merasa kalau haeji begitu sedih, jadi dia segera mengabaikannya dan
mencari sosok yeonyoung.
Suga sudah berada di sebuah ruangan
yang penuh dengan berbagai macam buku yang tertera rapih di rak rak warna putih
itu. Suga melihat sekeliling ruangan tersebut. Tanpa sengaja dia bertemu
dengannya, dia sedang membaca sebuah buku yang menurutnya menarik. Suga berjalan
pelan menghampirinya dan duduk di sampingnya.
“Jung Yeon Young” Panggil suga yang
membuat dia menoleh ke arahnya dan tersenyum.
“Eoh. Siapa kau?”
“Kau sudah lupa denganku? Aku min yoon
gi, lelaki yang cengeng saat masih kecil dan kau selalu menghiburku untuk tidak
menangis lagi” Jawab suga yang membuat dia mengingat dengannya.
“Eoh. Kau suga... kita sudah lama
tidak bertemu” Ucapnya.
Suga sungguh tidak percaya dia
mengingat kejadian itu dengan cepat, suga pun terkejut saat dia memanggilnya dengan
nama Suga.
“Bagaimana keluargamu?”
“Mereka baik baik saja... oh iya, apa
bisa nanti malam kau datang kerumahku. Sepertinya keluarga ku ingin bertemu
denganmu” Pinta nya yang membuat suga terkejut
“Eoh, tentu bisa... Aku akan
kerumahmu..” Jawab suga yang begitu bahagia akhirnya suga bisa berteman dekat lagi
dengan teman semasa kecilnya.
Skip~
Malam tiba....
Suga sudah siap dan sudah rapih untuk
pergi ke rumah yeonyoung untuk acara dinner bersama keluarganya. Suga segera
memasuki mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Beberapa menit
kemudian...
Mobil yang suga naikin sudah sampai, suga
memarkirkan mobilnya di depan gerbang rumah yeonyoung. Suga segera masuk dan
menekan tombol bel yang terdapat di gerbangnya.
Tak perlu waktu lama, yeonyoung muncul
untuk membukaan pintu untuknya. Suga dengan semangat berjalan ke arah ruang
makan untuk dinner bersama keluarganya.
“Appa, Eomma... kalian masih ingat
dengan suga?” Tanya yeonyoung pada kedua orang tuanya
“Dia suga? lelaki cengeng itu?” Tanya
ibunya yang membuat nya down seketika, ternyata mereka mengingat suga dengan
lelaki yang cengeng.
“Eomma, jangan seperti itu. Sekarang
dia bukan lelaki cengeng lagi. Lihat... dia tumbuh dengan sangat tampan kan
eomma?” Ucap yeonyoung yang membela suga di hadapan orang tuanya.
“Hehehehe... baiklah... Karena kau
sudah di sini. Ayo kita makan malam bersama” Ajak sang ayah yang sangat
menyukainya.
-
Suga dan keluarga yeonyoung sudah
selesai makan malam, terlihat yeonyoung sedang menghapus noda di bibirnya
dengan tisu yang dia pegang. Suga hanya memperhatikan yeonyoung dari jauh. Suga
baru sadar kalau yeonyoung juga sangat cantik. Tapi suga ingat bahwa dia sudah
mempunyai seorang kekasih, dia tidak ingin melukainya.
“Ajhuma, ajhushi... aku pulang dulu
ya... aku banyak tugas yang harus ku kerjakan” Ucap suga yang pamit kepada
kedua orang tua yeonyoung. Mereka mempersilahkan suga untuk keluar dari
rumahnya yang di antarkan oleh yeonyoung.
Skip~
Haeji berjalan malam menyusuri sebuah
jalan, tiba tiba dia melihat sosok mobil suga yang berada di sebuah rumah besar
bak megah itu. Saat itu haeji melihat suga dan seseorang gadis cantik sedang
berdiri di depan gerbang rumahnya. Haeji segera mengumpat di balik dinding
untuk mendengar percakapan mereka.
“Gomawo sudah mengajaku dinner di
rumahmu... Lain kali aku akan mengajakmu dinner” Ucap suga yang memegang kedua pundak
yeonyoung.
“Baiklah. Aku pegang janji mu.
Hahaha... bye... hati hati di jalan ya” Ucap yeonyoung yang bahagia di hadapan
suga.
“Ne. Kau juga jangan terlalu malam
tidurnya, besok kita harus sekolah..” Ucap suga yang mengelus lembut rambut
yeonyoung. Dan segera pergi menuju mobilnya dan pergi dari hadapan yeonyoung.
Haeji yang melihat dan mendengarnya
sungguh tidak percaya. Kenapa suga masuk ke rumah gadis itu? Kenapa dia
mengelus rambut gadis itu, bahkan dia jarang mengelus rambutnya? Dan apa benar mereka berdua akan dinner tanpa
ketahuan oleh haeji?
Haeji yang melihatnya hanya bisa diam
terpaku dan bersandar pada dinding itu. Perlahan lahan Haeji merasa air dari
kelopak matanya terjatuh ke dalam pipinya ini. Tangannya sangat kaku untuk
menghapus air itu dari pipinya. Tangannya hanya mengepal begitu erat.
Skip~
Esok pagi tiba, Haeji berjalan melewati
koridor sekolah menuju kelasnya, tanpa sengaja mata haeji terbelak melihat
sosok pria yang dia kenal, ya siapa lagi kalau bukan kekasihnya sendiri, Suga. Haeji
berhenti melangkah dan pandangannya terus ke arah mereka. Suga dan yeonyoung
sepertinya begitu bahagia. Haeji sudah mulai berpikiran yang macam macam, apakah
mereka pacaran di belakangnya? Jika iya, bagaimana bisa suga melakukan hal itu
di belakangnya?
Mata nya lagi lagi mengeluarkan air
dan terjatuh ke dalam pipinya. Kali ini haeji segera menghapus air itu dan
berlari menuju kelasnya untuk tidak melihat suga dan yeonyoung sedang duduk bersama
di sebuah kursi taman sambil canda tawa.
Haeji sudah sampai di kelasnya
sendiri. Haeji hanya duduk di kursinya dengan pikiran yang kosong, Haeji sendiri
saja bingung, apa yang sedang dia pikirkan?
Kenapa hatinya begitu sakit, saat melihat mereka berdua lebih bahagia
dibanding suga dengannya? Tapi haeji hanya berpikir yang positif saja, mungkin
dia adalah temannya yang sudah lama tidak bertemu.
“Hey, haeji ya... sudahlah lupakan,
anggap yeonyoung adalah temanmu juga. Dan jangan pernah berpkirkan yang bukan
bukan seperti dia menyukai yeonyoung...” Ucapknya yang menyemangati dirinya
sendiri. Haeji segera mengambil buku dari tasnya, Haeji segera membuka buku itu
dan mulai membacanya karena hari ini ada ulangan harian B. Inggris.
Skip~
Seminggu sudah, Yeonyoung dan suga
berteman. Mereka begitu akrab bahkan ada yang bilang kalau mereka berdua sedang
berpacaran. Tapi mereka tidak merasa kalau mereka begitu dekat. Bahkan suga
tidak tau kalau yeonyoung sudah mempunyai seorang kekasih yang bernama Kim Tae
Hyung.
Yeonyoung sedang berjalan di koridor
sekolahnya, tiba tiba matanya terbelak saat melihat suga sedang bermain basket
di lapangan sekolahnya. Dia segera menghampirinya untuk berbicara sesuatu
dengannya.
Sebelum yeonyoung memanggilnya, suga
sudah menoleh ke arahnya dan berjalan menghampirinya. Sepertinya dia tau maksud
yeonyoung.
“Waeyo?” Tanya suga yang tersenyum ke
arahnya
“Janjimu itu... kapan kau akan
menempatinya?” tanya yeonyoung yang ingat janji suga pada nya bahwa dia akan
mengajaknya dinner.
“Oh. Baiklah... malam ini kita bertemu
di sebuah cafe dekat rumahmu. Bagaimana?” Ucap suga yang mengingat janjinya
padanya.
“He’em... baiklah akan ku tunggu jam
delapan malam... ok...” Ucapnya yang begitu semangat menjawab ucapan suga tadi.
“Lanjutkan lagi main basketmu, aku mau
ke kelas...” Ucap yeonyoung yang menyuruh suga untuk melanjutkan bermain
basketnya. Suga hanya mengangguk dan tersenyum ke arahnya.
Saat itu yeonyoung merasa ada sosok
gadis yang sedang memperhatikan mereka berdua. Yeonyoung pun segera menoleh dan
melihat sosok gadis yang sedang memperhatikannya. Tapi dia tidak tau siapa
gadis itu. Akhirnya dia putuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju
kelasnya yang amat tenang itu.
Skip~
Haeji yang melihat yeonyoung dan suga
sedang mengobrol, dia hanya memandangnya dengan mata yang berkaca kaca, tapi
saat itu yeonyoung menoleh ke arahnya dan dengan cepat haeji memalingkan
pandangannya dan berjalan ke balik dinding.
Di tempat itu, haeji sungguh tidak
percaya, kalau suga akan pergi dinner dengan yeonyoung nanti malam. Hatinya begitu
rapuh, kenapa dia membuatnya sedih lagi. Bukan membuat haeji bahagia.
“Aku tau, yeonyoung lebih cantik dari
ku, tapi setidaknya kau menghargai ku yang sudah menjadi kekasihmu” Gumam haeji
yang lagi lagi mengeluarkan air dari sudut kelopak matanya tersebut.
“Apakah kau sudah bosan denganku? Jika
begitu, lebih baik kau berkata padaku terus terang...” Lirih haeji yang terisak
oleh tangisannya itu.
Skip~
Malam tiba...
Suga sudah menunggu
yeonyoung di sebuah cafe, tapi sosok yeonyoung belum juga muncul di hadapannya.
Di jam tangannya sudah lewat dari delapan malam. Saat dia ingin pergi, tiba
tiba yeonyoung datang bersama sosok lelaki lain.
“Siapa pria itu?” Gumam suga yang
melihat lelaki tampan yang ikut berjalan di samping yeonyoung.
Yeonyoung dan lelaki itu sudah berada
di hadapan suga. Suga hanya berdiri memandang mereka berdua.
“Suga. Gomawo... kau sudah mau
menepati janjimu... Malam ini aku akan dinner dengan kekasihku... Kau boleh
membawa kekasihmu untuk dinner” Ucap yeonyoung yang membuat mata suga terbelak
dan terkejut setengah mati.
“Oh... kenalkan sebelumnya... Aku Kim
Tae Hyung... Kekasih yeonyoung. Kami sudah berpacaran kurang lebih satu tahun
yang lalu” Ucap taehyung yang memperkenalkan dirinya ke suga.
“Ne. Salam kenal... Aku Suga... aku
teman lamanya yeonyoung... Kau jangan salah paham, aku dan yeonyoung hanya
sebagai seorang teman.. tidak lebih”
“Ne. Gwechanayo... aku sudah tau dari
yeonyoung. Kalau begitu kami pergi dulu ya..” Ucap taehyung yang berpamitan
dengan suga. Mereka berdua segera pergi meninggalkan suga sendirian.
Esok pagi, Haeji berjalan di
koridornya, tiba tiba dia melihat dari arah yang berlawanan terlihat sosok
suga. Haeji hanya menunduk dan mengabaikan suga, karena suga sudah
mengabaikannya selama seminggu ini.
Haeji berhasil melewati suga, tapi
langkahnya terhenti karena suga menarik lengan haeji sehingga membuatnya
terkejut dan berhenti melangkah.
“Kenapa kau bersikap seperti itu?”
Tanya suga yang masih menggenggam lengan haeji dan menoleh ke haeji.
“Apa aku harus menjawabnya?” Tanya
balik haeji tanpa menatap suga.
“Kenapa kau tak manatapku?”
“Lalu, kenapa kau masih di sini.
Bukannya kau harus bersama yeonyoung”
“Aku? Hey... ada apa denganmu? Aku dan
yeonyoung hanya sebatas teman, lagi pula yeonyoung sudah punya kekasih. Dan aku
juga sudah mempunyai kekasih yaitu kau..” Jelas suga yang membuat haeji menoleh
ke arah suga.
“Jadi... kau dan yeonyoung tidak
berpacaran?” Ucap haeji yang masih tidak percaya
“Eoh. Ah tentu saja tidak. Bagaimana
kau ini... Sudah ku bilang, kau adalah kekasihku yang sangat baik dan cantik”
Jelas suga yang tersenyum ke arah haeji
“Jadi selama ini aku sudah salah
paham” Gumam haeji yang pelan tapi masih terdengar oleh suga.
“Salah paham? Ah... kau sudah salah
paham denganku ya... Kalau kau sudah berpikiran yang aneh aneh tentang ku
selama seminggu ini, maafkan aku. Aku bukannya tidak mau bersama mu. Yeonyoung
adalah teman lamaku, kami sudah lama tidak bertemu, jadi aku selama seminggu
ini aku luangkan waktu untuknya.” Jelas suga yang membuat haeji lagi lagi
menatap suga dengan dalam.
Tiba tiba suga menarik lengan haeji
sehingga haeji terjatuh ke dalam pelukannya. Haeji yang terkejut pun jantungnya
mulai berdetak tidak teratur. Suga memeluk haeji begitu erat, tapi haeji tidak
membalas pelukan suga karena tangannya begitu kaku untuk memeluknya.
“Aku tidak akan membuatmu bersedih
lagi...” Bisik suga sehingga membuat haeji salah tingkah dengan bisikan suga
itu.
Suga melepaskan pelukannya dan
memegang kedua pundak haeji. Haeji seperti patung hidup yang di pegang oleh
suga.
“Nanti sore datanglah ke taman
kota...” Pinta suga yang tersenyum cerah ke arah haeji. Haeji hanya terus
memandang suga dan tidak pernah lepas dari pandangnya suga yang begitu serius.
Suga segera menarik lengan haeji untuk
segera masuk kelasnya. Mereka berlari menuju kelasnya.
Skip~
Sepulang sekolah...
Yeonyoungbertemu
dengan haeji. Dia segera menghampiri haeji dan berjalan di sampingnya mengikuti
kemana haeji pergi.
“Haeji ya...”
“Yeon... waeyo?”
“Maafkan aku ya... ” Ucap yeonyoung
yang melihat wajah haeji dari samping
“Maaf untuk apa?” Tanya haeji yang
bingung, dia segera menatap yeonyoung dan berhenti melangkah.
“Kau sudah salah paham karenaku. Aku
dan suga hanya sebatas teman... Aku sudah mempunyai seorang kekasih, sekarang
dia sudah lulus dari sekolah ini juga. Jadi positif thinking saja ya” Jelas
yeonyoung
“Oh, ige... ne. Aku sudah salah
paham... ku kira kalian berdua pacaran. Begitulah aku, aku selalu berpikiran
yang negatif terlebih dahulu kalau ada masalah yang datang.” Jawab haeji yang
begitu malu di hadapan yeonyoung.
“Ayo, kau mau pulang kan... kita
keluar bersama” Ajak yeonyoung yang begitu semangat
“Ne...” Jawab haeji dengan pelan
“Ku harap kita bisa menjadi teman,
haeji ya...” Ucap yeonyoung sambil berjalan
“Ne. Aku pikir juga begitu” Jawab haeji
dengan nada yang begitu pelan.
“Aku ingin bertanya padamu. Bagaimana
sikap suga sekarang? Apakah dia masih cengeng seperti dulu?” Tanya yeonyoung
yang melihat haeji dari samping sambil berjalan
“Dia masih cengeng. Tapi jika sudah
ketahuan denganku, dia segera berubah menjadi semangat” Jawab haeji yang
mengingat sosok suga sambil berjalan.
“Anak itu memang ya... sampai kapan
dia berubah untuk tidak cengeng” Pekik yeonyoung
Skip~
Sore tiba...
Suga sudah menunggu
haeji di kursi taman kota. Dia belum melihat sosok haeji di taman kota itu. Dia segera melihat ke arah seikat bunga yang
dia taruh di sampingnya. Terlihat seikat bunga mawar yang begitu cantik dan
wangi itu.
Tak lama kemudian, suga melihat sosok
haeji berjalan ke arahnya. Dia segera berdiri dan mengumpatkan bunga itu dari
balik badannya. Dia hanya tersenyum ke arah haeji, begitu juga dengan haeji
yang tersenyum ke arah dan berjalan ke arahnya.
“Kenapa kita kemari?” Tanya haeji yang
berdiri di hadapan suga sambil tersenyum
“Tada!” Ucap suga yang menunjukan
seikat bunga mawar itu di hadapan haeji. Haeji sungguh tidak percaya dengan
kejutan yang di berikan oleh suga.
“Suga... gomawo yo” Ucap haeji yang
mengambil seikat bunga mawar itu dari tangan suga.
“Cantik bukan?”
“Ne, sangat cantik. Gomawo” Ucap haeji
yang menghirup wanginya bunga mawar yang di berikan dari suga.
“Kajja” Ajak suga yang menjulurkan
tangannya
“Kita mau kemana?”
“Kita mau kencan” Jawab suga yang
menekan pucuk hidung haeji
“Eoh. Kencan?”
“Ne. Kajja...” Pinta suga yang
menggenggam lengan haeji untuk berjalan jalan sore di taman kota.
Mereka seperti pasangan kekasih yang
sesungguhnya. Mereka berjalan sambil canda tawa, sesekali suga mencubit pelan
pipi haeji yang tembem itu.
THE END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar