Jumat, 19 Juni 2015

Fanfiction BTS "Don't Make Me Cry"





Title : Don’t Make me cry
Cast : Min Yoon Gi, Yoo Hae Ji (OC), Jung Yeon Young(OC)
Genre : Sad, Romance, School life
Author : Sandra Tamara
Lenght : One Shoot
Art by Yeon Veggy

Happy reading^^

Sandra tamara storyline...

          Hari begitu cerah, hari ini terlihat haeji berjalan menuju sekolahnya dengan berjalan kaki. Haeji begitu bahagia dan tidak sabar ingin melihat kekasihnya, Min Yoon Gi aka Suga. Haeji sungguh tidak sabar untuk sampai di sekolah. Akhirnya haeji mempercepat langkahnya supaya cepat sampai di sekolah.
          Selang beberapa menit... Haeji sampai di sekolahnya. Haeji berjalan di koridor sekolah sambil melihat ke sekitarnya. Biasanya suga selalu di lapangan untuk bermain Basket, tapi hari ini dia tidak melihat tampak suga di lapangan itu.
          Haeji melanjutkan perjalanannya menuju kelasnya, siapa tau di kelas ada suga yang sedang duduk di kursinya sambil membaca komik yang di berikan padanya saat dia ulang tahun.

          Haeji sudah sampai di kelasnya. Haeji melihat sekeliling kelasnya dan dugaannya benar, Dia melihat suga sedang duduk di kursi sambil membaca komik yang di berikan darinya. Dia menghampiri kekasihnya dan duduk di sampingnya.
          “Hey, kau sudah baca sampai part berapa?” Tanya Haeji
          “Eoh. Haeji, kau selalu seperti ini... Aku sudah mulai baca part konfliknya” Jawab suga yang tersenyum ke arah haeji.
          “Lain kali, akan ku belikan lagi komik untukmu”
          “Hahaha... gomawo changi ya.... kau memang pacarku yang sangat baik, cantik dan juga pintar” Ucap suga yang mengelus rambut haeji dengan lembut.
          “Kalau begitu aku ke tempat duduk ku dulu untuk menaruh tas ku” Ucap haeji yang tersenyum ke arahnya dan membuat dia membalas senyuman haeji.

          Saat haeji menaruh tas nya di kursinya, Dia mendengar suara bel sudah berdering. Awalnya haeji ingin kembali ke tempat duduk suga untuk menemaninya. Tapi bel sekolah sudah berdering. Wajahnya berubah menjadi begitu lemas.

          Tak lama kemudian, Dia melihat sosok seorang guru dan murid berparas cantik datang ke kelasnya. Haeji bingung siapa gadis cantik itu? apakah dia murid baru di kelasnya?

          Suga sedang memasukan komiknya ke dalam tas, setelah itu dia menoleh ke depan dan matanya terbelak saat melihat sosok gadis cantik yang berdiri di samping guru tersebut. Sepertinya suga mengenal sosok gadis itu, wajahnya sungguh tidak asing lagi baginya. Tapi siapa gadis itu? Kenapa suga bisa lupa dengan namanya?
          “Dia murid baru di kelas kita.” Ucap sang guru yang menunjukan ke arah gadis di sebelahnya.
          “Annyeong... Jung Yeon Young Imnida” Ucap gadis itu dengan menunduk 90 derajat ke arah murid murid.
          “Dia murid baru, jadi kalian harus membantunya. Kau boleh duduk”
          “Ne. Ghamshamida sonsengnim...” Ucap yeonyoung dan berjalan menuju kursi yang kosong yang terletak di paling belakang tersebut.

          Saat dia memperkenalkan namanya. Suga terkejut setengah mati, ternyata dia adalah teman pertamanya saat suga berusia 10 tahun. Saat itu suga masih ingat, dialah yang membujuknya untuk tidak menangis lagi.

Jam istirahat tiba...
          Suga keluar dari kelas untuk mencari sosok gadis yang bernama Yeonyoung tersebut. Tapi saat itu ada haeji yang menghalanginya untuk mencari yeonyoung.
          “Ayo kita ke kantin bersama” Ajak haeji pada suga yang begitu semangat
          “Mianhaeyo haeji ya... aku sedang terburu buru, kau ke kantin bersama temanmu saja sih Hwayeon” Ucap suga yang tergesa gesa. Suga segera meninggalkan haeji sendirian di tempat itu. Suga sungguh tidak merasa kalau haeji begitu sedih, jadi dia segera mengabaikannya dan mencari sosok yeonyoung.

          Suga sudah berada di sebuah ruangan yang penuh dengan berbagai macam buku yang tertera rapih di rak rak warna putih itu. Suga melihat sekeliling ruangan tersebut. Tanpa sengaja dia bertemu dengannya, dia sedang membaca sebuah buku yang menurutnya menarik. Suga berjalan pelan menghampirinya dan duduk di sampingnya.
          “Jung Yeon Young” Panggil suga yang membuat dia menoleh ke arahnya dan tersenyum.
          “Eoh. Siapa kau?”
          “Kau sudah lupa denganku? Aku min yoon gi, lelaki yang cengeng saat masih kecil dan kau selalu menghiburku untuk tidak menangis lagi” Jawab suga yang membuat dia mengingat dengannya.
          “Eoh. Kau suga... kita sudah lama tidak bertemu” Ucapnya.
          Suga sungguh tidak percaya dia mengingat kejadian itu dengan cepat, suga pun terkejut saat dia memanggilnya dengan nama Suga.
          “Bagaimana keluargamu?”
          “Mereka baik baik saja... oh iya, apa bisa nanti malam kau datang kerumahku. Sepertinya keluarga ku ingin bertemu denganmu” Pinta nya yang membuat suga terkejut
          “Eoh, tentu bisa... Aku akan kerumahmu..” Jawab suga yang begitu bahagia akhirnya suga bisa berteman dekat lagi dengan teman semasa kecilnya.

Skip~
Malam tiba....
          Suga sudah siap dan sudah rapih untuk pergi ke rumah yeonyoung untuk acara dinner bersama keluarganya. Suga segera memasuki mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Beberapa menit kemudian...
          Mobil yang suga naikin sudah sampai, suga memarkirkan mobilnya di depan gerbang rumah yeonyoung. Suga segera masuk dan menekan tombol bel yang terdapat di gerbangnya.
          Tak perlu waktu lama, yeonyoung muncul untuk membukaan pintu untuknya. Suga dengan semangat berjalan ke arah ruang makan untuk dinner bersama keluarganya.
          “Appa, Eomma... kalian masih ingat dengan suga?” Tanya yeonyoung pada kedua orang tuanya
          “Dia suga? lelaki cengeng itu?” Tanya ibunya yang membuat nya down seketika, ternyata mereka mengingat suga dengan lelaki yang cengeng.
          “Eomma, jangan seperti itu. Sekarang dia bukan lelaki cengeng lagi. Lihat... dia tumbuh dengan sangat tampan kan eomma?” Ucap yeonyoung yang membela suga di hadapan orang tuanya.
          “Hehehehe... baiklah... Karena kau sudah di sini. Ayo kita makan malam bersama” Ajak sang ayah yang sangat menyukainya.

-
          Suga dan keluarga yeonyoung sudah selesai makan malam, terlihat yeonyoung sedang menghapus noda di bibirnya dengan tisu yang dia pegang. Suga hanya memperhatikan yeonyoung dari jauh. Suga baru sadar kalau yeonyoung juga sangat cantik. Tapi suga ingat bahwa dia sudah mempunyai seorang kekasih, dia tidak ingin melukainya.
          “Ajhuma, ajhushi... aku pulang dulu ya... aku banyak tugas yang harus ku kerjakan” Ucap suga yang pamit kepada kedua orang tua yeonyoung. Mereka mempersilahkan suga untuk keluar dari rumahnya yang di antarkan oleh yeonyoung.

Skip~
          Haeji berjalan malam menyusuri sebuah jalan, tiba tiba dia melihat sosok mobil suga yang berada di sebuah rumah besar bak megah itu. Saat itu haeji melihat suga dan seseorang gadis cantik sedang berdiri di depan gerbang rumahnya. Haeji segera mengumpat di balik dinding untuk mendengar percakapan mereka.
          “Gomawo sudah mengajaku dinner di rumahmu... Lain kali aku akan mengajakmu dinner” Ucap suga yang memegang kedua pundak yeonyoung.
          “Baiklah. Aku pegang janji mu. Hahaha... bye... hati hati di jalan ya” Ucap yeonyoung yang bahagia di hadapan suga.
          “Ne. Kau juga jangan terlalu malam tidurnya, besok kita harus sekolah..” Ucap suga yang mengelus lembut rambut yeonyoung. Dan segera pergi menuju mobilnya dan pergi dari hadapan yeonyoung.
          Haeji yang melihat dan mendengarnya sungguh tidak percaya. Kenapa suga masuk ke rumah gadis itu? Kenapa dia mengelus rambut gadis itu, bahkan dia jarang mengelus rambutnya?  Dan apa benar mereka berdua akan dinner tanpa ketahuan oleh haeji?
          Haeji yang melihatnya hanya bisa diam terpaku dan bersandar pada dinding itu. Perlahan lahan Haeji merasa air dari kelopak matanya terjatuh ke dalam pipinya ini. Tangannya sangat kaku untuk menghapus air itu dari pipinya. Tangannya hanya mengepal begitu erat.

Skip~
          Esok pagi tiba, Haeji berjalan melewati koridor sekolah menuju kelasnya, tanpa sengaja mata haeji terbelak melihat sosok pria yang dia kenal, ya siapa lagi kalau bukan kekasihnya sendiri, Suga. Haeji berhenti melangkah dan pandangannya terus ke arah mereka. Suga dan yeonyoung sepertinya begitu bahagia. Haeji sudah mulai berpikiran yang macam macam, apakah mereka pacaran di belakangnya? Jika iya, bagaimana bisa suga melakukan hal itu di belakangnya?
          Mata nya lagi lagi mengeluarkan air dan terjatuh ke dalam pipinya. Kali ini haeji segera menghapus air itu dan berlari menuju kelasnya untuk tidak melihat suga dan yeonyoung sedang duduk bersama di sebuah kursi taman sambil canda tawa.

          Haeji sudah sampai di kelasnya sendiri. Haeji hanya duduk di kursinya dengan pikiran yang kosong, Haeji sendiri saja bingung, apa yang sedang dia pikirkan?  Kenapa hatinya begitu sakit, saat melihat mereka berdua lebih bahagia dibanding suga dengannya? Tapi haeji hanya berpikir yang positif saja, mungkin dia adalah temannya yang sudah lama tidak bertemu.
          “Hey, haeji ya... sudahlah lupakan, anggap yeonyoung adalah temanmu juga. Dan jangan pernah berpkirkan yang bukan bukan seperti dia menyukai yeonyoung...” Ucapknya yang menyemangati dirinya sendiri. Haeji segera mengambil buku dari tasnya, Haeji segera membuka buku itu dan mulai membacanya karena hari ini ada ulangan harian B. Inggris.

Skip~
          Seminggu sudah, Yeonyoung dan suga berteman. Mereka begitu akrab bahkan ada yang bilang kalau mereka berdua sedang berpacaran. Tapi mereka tidak merasa kalau mereka begitu dekat. Bahkan suga tidak tau kalau yeonyoung sudah mempunyai seorang kekasih yang bernama Kim Tae Hyung.
          Yeonyoung sedang berjalan di koridor sekolahnya, tiba tiba matanya terbelak saat melihat suga sedang bermain basket di lapangan sekolahnya. Dia segera menghampirinya untuk berbicara sesuatu dengannya.
          Sebelum yeonyoung memanggilnya, suga sudah menoleh ke arahnya dan berjalan menghampirinya. Sepertinya dia tau maksud yeonyoung.
          “Waeyo?” Tanya suga yang tersenyum ke arahnya
          “Janjimu itu... kapan kau akan menempatinya?” tanya yeonyoung yang ingat janji suga pada nya bahwa dia akan mengajaknya dinner.
          “Oh. Baiklah... malam ini kita bertemu di sebuah cafe dekat rumahmu. Bagaimana?” Ucap suga yang mengingat janjinya padanya.
          “He’em... baiklah akan ku tunggu jam delapan malam... ok...” Ucapnya yang begitu semangat menjawab ucapan suga tadi.
          “Lanjutkan lagi main basketmu, aku mau ke kelas...” Ucap yeonyoung yang menyuruh suga untuk melanjutkan bermain basketnya. Suga hanya mengangguk dan tersenyum ke arahnya.

          Saat itu yeonyoung merasa ada sosok gadis yang sedang memperhatikan mereka berdua. Yeonyoung pun segera menoleh dan melihat sosok gadis yang sedang memperhatikannya. Tapi dia tidak tau siapa gadis itu. Akhirnya dia putuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju kelasnya yang amat tenang itu.

Skip~
          Haeji yang melihat yeonyoung dan suga sedang mengobrol, dia hanya memandangnya dengan mata yang berkaca kaca, tapi saat itu yeonyoung menoleh ke arahnya dan dengan cepat haeji memalingkan pandangannya dan berjalan ke balik dinding.
          Di tempat itu, haeji sungguh tidak percaya, kalau suga akan pergi dinner dengan yeonyoung nanti malam. Hatinya begitu rapuh, kenapa dia membuatnya sedih lagi. Bukan membuat haeji bahagia.
          “Aku tau, yeonyoung lebih cantik dari ku, tapi setidaknya kau menghargai ku yang sudah menjadi kekasihmu” Gumam haeji yang lagi lagi mengeluarkan air dari sudut kelopak matanya tersebut.
          “Apakah kau sudah bosan denganku? Jika begitu, lebih baik kau berkata padaku terus terang...” Lirih haeji yang terisak oleh tangisannya itu.

Skip~
          Malam tiba...
Suga sudah menunggu yeonyoung di sebuah cafe, tapi sosok yeonyoung belum juga muncul di hadapannya. Di jam tangannya sudah lewat dari delapan malam. Saat dia ingin pergi, tiba tiba yeonyoung datang bersama sosok lelaki lain.
          “Siapa pria itu?” Gumam suga yang melihat lelaki tampan yang ikut berjalan di samping yeonyoung.
          Yeonyoung dan lelaki itu sudah berada di hadapan suga. Suga hanya berdiri memandang mereka berdua.
          “Suga. Gomawo... kau sudah mau menepati janjimu... Malam ini aku akan dinner dengan kekasihku... Kau boleh membawa kekasihmu untuk dinner” Ucap yeonyoung yang membuat mata suga terbelak dan terkejut setengah mati.
          “Oh... kenalkan sebelumnya... Aku Kim Tae Hyung... Kekasih yeonyoung. Kami sudah berpacaran kurang lebih satu tahun yang lalu” Ucap taehyung yang memperkenalkan dirinya ke suga.
          “Ne. Salam kenal... Aku Suga... aku teman lamanya yeonyoung... Kau jangan salah paham, aku dan yeonyoung hanya sebagai seorang teman.. tidak lebih”
          “Ne. Gwechanayo... aku sudah tau dari yeonyoung. Kalau begitu kami pergi dulu ya..” Ucap taehyung yang berpamitan dengan suga. Mereka berdua segera pergi meninggalkan suga sendirian.

          Esok pagi, Haeji berjalan di koridornya, tiba tiba dia melihat dari arah yang berlawanan terlihat sosok suga. Haeji hanya menunduk dan mengabaikan suga, karena suga sudah mengabaikannya selama seminggu ini.
          Haeji berhasil melewati suga, tapi langkahnya terhenti karena suga menarik lengan haeji sehingga membuatnya terkejut dan berhenti melangkah.
          “Kenapa kau bersikap seperti itu?” Tanya suga yang masih menggenggam lengan haeji dan menoleh ke haeji.
          “Apa aku harus menjawabnya?” Tanya balik haeji tanpa menatap suga.
          “Kenapa kau tak manatapku?”
          “Lalu, kenapa kau masih di sini. Bukannya kau harus bersama yeonyoung”
          “Aku? Hey... ada apa denganmu? Aku dan yeonyoung hanya sebatas teman, lagi pula yeonyoung sudah punya kekasih. Dan aku juga sudah mempunyai kekasih yaitu kau..” Jelas suga yang membuat haeji menoleh ke arah suga.
          “Jadi... kau dan yeonyoung tidak berpacaran?” Ucap haeji yang masih tidak percaya
          “Eoh. Ah tentu saja tidak. Bagaimana kau ini... Sudah ku bilang, kau adalah kekasihku yang sangat baik dan cantik” Jelas suga yang tersenyum ke arah haeji
          “Jadi selama ini aku sudah salah paham” Gumam haeji yang pelan tapi masih terdengar oleh suga.
          “Salah paham? Ah... kau sudah salah paham denganku ya... Kalau kau sudah berpikiran yang aneh aneh tentang ku selama seminggu ini, maafkan aku. Aku bukannya tidak mau bersama mu. Yeonyoung adalah teman lamaku, kami sudah lama tidak bertemu, jadi aku selama seminggu ini aku luangkan waktu untuknya.” Jelas suga yang membuat haeji lagi lagi menatap suga dengan dalam.
          Tiba tiba suga menarik lengan haeji sehingga haeji terjatuh ke dalam pelukannya. Haeji yang terkejut pun jantungnya mulai berdetak tidak teratur. Suga memeluk haeji begitu erat, tapi haeji tidak membalas pelukan suga karena tangannya begitu kaku untuk memeluknya.
          “Aku tidak akan membuatmu bersedih lagi...” Bisik suga sehingga membuat haeji salah tingkah dengan bisikan suga itu.
          Suga melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak haeji. Haeji seperti patung hidup yang di pegang oleh suga.
          “Nanti sore datanglah ke taman kota...” Pinta suga yang tersenyum cerah ke arah haeji. Haeji hanya terus memandang suga dan tidak pernah lepas dari pandangnya suga yang begitu serius.
          Suga segera menarik lengan haeji untuk segera masuk kelasnya. Mereka berlari menuju kelasnya.

Skip~
          Sepulang sekolah...
Yeonyoungbertemu dengan haeji. Dia segera menghampiri haeji dan berjalan di sampingnya mengikuti kemana haeji pergi.
          “Haeji ya...”
          “Yeon... waeyo?”
          “Maafkan aku ya... ” Ucap yeonyoung yang melihat wajah haeji dari samping
          “Maaf untuk apa?” Tanya haeji yang bingung, dia segera menatap yeonyoung dan berhenti melangkah.
          “Kau sudah salah paham karenaku. Aku dan suga hanya sebatas teman... Aku sudah mempunyai seorang kekasih, sekarang dia sudah lulus dari sekolah ini juga. Jadi positif thinking saja ya” Jelas yeonyoung
          “Oh, ige... ne. Aku sudah salah paham... ku kira kalian berdua pacaran. Begitulah aku, aku selalu berpikiran yang negatif terlebih dahulu kalau ada masalah yang datang.” Jawab haeji yang begitu malu di hadapan yeonyoung.
          “Ayo, kau mau pulang kan... kita keluar bersama” Ajak yeonyoung yang begitu semangat
          “Ne...” Jawab haeji dengan pelan
          “Ku harap kita bisa menjadi teman, haeji ya...” Ucap yeonyoung sambil berjalan
          “Ne. Aku pikir juga begitu” Jawab haeji dengan nada yang begitu pelan.
          “Aku ingin bertanya padamu. Bagaimana sikap suga sekarang? Apakah dia masih cengeng seperti dulu?” Tanya yeonyoung yang melihat haeji dari samping sambil berjalan
          “Dia masih cengeng. Tapi jika sudah ketahuan denganku, dia segera berubah menjadi semangat” Jawab haeji yang mengingat sosok suga sambil berjalan.
          “Anak itu memang ya... sampai kapan dia berubah untuk tidak cengeng” Pekik yeonyoung

Skip~
          Sore tiba...
Suga sudah menunggu haeji di kursi taman kota. Dia belum melihat sosok haeji di taman kota itu.  Dia segera melihat ke arah seikat bunga yang dia taruh di sampingnya. Terlihat seikat bunga mawar yang begitu cantik dan wangi itu.
          Tak lama kemudian, suga melihat sosok haeji berjalan ke arahnya. Dia segera berdiri dan mengumpatkan bunga itu dari balik badannya. Dia hanya tersenyum ke arah haeji, begitu juga dengan haeji yang tersenyum ke arah dan berjalan ke arahnya.
          “Kenapa kita kemari?” Tanya haeji yang berdiri di hadapan suga sambil tersenyum
          “Tada!” Ucap suga yang menunjukan seikat bunga mawar itu di hadapan haeji. Haeji sungguh tidak percaya dengan kejutan yang di berikan oleh suga.
          “Suga... gomawo yo” Ucap haeji yang mengambil seikat bunga mawar itu dari tangan suga.
          “Cantik bukan?”
          “Ne, sangat cantik. Gomawo” Ucap haeji yang menghirup wanginya bunga mawar yang di berikan dari suga.
          “Kajja” Ajak suga yang menjulurkan tangannya
          “Kita mau kemana?”
          “Kita mau kencan” Jawab suga yang menekan pucuk hidung haeji
          “Eoh. Kencan?”
          “Ne. Kajja...” Pinta suga yang menggenggam lengan haeji untuk berjalan jalan sore di taman kota.
          Mereka seperti pasangan kekasih yang sesungguhnya. Mereka berjalan sambil canda tawa, sesekali suga mencubit pelan pipi haeji yang tembem itu. 
THE END

Tidak ada komentar: