Title
: Just Waiting for You
Cast
: Kim Tae Hyung, Jung Hyo Ri (OC), Jeon Jung Kook
Genre
: Happy, romance, school life
Author
: Sandra Tamara
Lenght
: One Shoot
Art by Wulan Dongyoo
Happy
reading...
Mian
kalau banyak typo^^
Sandra
Tamara storyline....
Pagi hari menghangatkan kota Seoul
dan sekitarnya. Terlihat sosok gadis cantik yang sedang berjalan melewati
koridor sekolahnya. Gadis yang memakai tas rensel warna hitam ini hanya berjalan
sambil menunduk tanpa memperdulikan orang lain yang berada di sekitarnya. Tiba
– tiba...
Bruk~
Gadis yang mempunyai nama lengkap
Jung Hyo Ri ini menabrak seseorang tetapi orang itu tidak terjatuh justru tetap
berdiri di hadapan hyori. Hyori segera mendongak untuk melihat siapa yang sudah
dia tabrak ternyata...
“Kim Tae Hyung!” Ucapnya yang
terkejut melihat sosok taehyung.
“Jung Hyo Ri... Kenapa kau begitu
lemah, kau seperti bukan hyori yang sesungguhnya” Ucap taehyung yang menatap
mata hyori bengkak sedikit, seperti habis menangis tadi malam.
“Eoh. Aku tidak lemah, aku gadis
yang kuat” Ucap hyori yang meyakinkan perkataannya
“Jinjja? Lalu kenapa semalam kau
menangis?” Tanya taehyung yang masih memperhatikan kedua kelopak mata hyori.
“Aku tidak menangis. Kata siapa aku
menangis?” Ucap hyori yang menunduk malu karena dia sedang berbohong.
“Berbohong. Jika kau ingin menemukan
cinta keduamu, kau tidak perlu nangis. Karena aku mau menjadi cintamu” Ucap
taehyung yang kepedean.
“Kau. Sudah ku bilang jika aku
berhasil move on dari Jungkook aku akan...” Ucapan hyori terputus karena
taehyung segera mengelaknya.
“Menjadi kekasihku. Itukan yang
ingin kau katakan padaku?” Ucap taehyung yang tersenyum manis ke hyori.
“Aish. Apa kau menungguku?”
“Ne, aku akan menunggumu”
“Tapi, bagaimana jika aku tidak
menyukaimu. Apa kau akan tetap menungguku?”
“Hmm, Aku yakin kau pasti akan
menyukaiku.” Jawab taehyung yang memperlihatkan barisan giginya yang begitu rapih dan putih itu.
“Kau yakin 100 persen?” Tanya hyori
yang meyakinkan taehyung. Taehyung hanya menjawab dengan sebuah anggukan dan
senyuman di wajahnya.
“Lalu. Apa kau punya cara untuk
menaklukan hatiku?”
“Aku punya berbagai macam cara. Cara
itu sudah ku hafalkan di dalam otakku ini” Jawab taehyung yang menunjukan
keningnya tersebut.
“Issh....” Pekik hyori yang kesal
karena setiap dia bertanya taehyung selalu menjawabnya. Padahal dia ingin
taehyung tidak menjawabnya.
Hyori berjalan pergi meninggalkan
taehyung. Taehyung hanya mengikutinya dan berjalan di samping hyori.
Di lain tempat, terlihat jungkook
sedang berdiri di balkon sekolahnya sambil memandang ke bawah untuk melihat
murid murid bermain Basket. Tiba tiba seorang gadis cantik berteriak memanggil
namanya.
“Jeon Jung Kook!” Teriak gadis itu
dari jauh yang di duga sebagai kekasih jungkook.
“Song Hyun Ae” Jawab jungkook yang
menoleh ke arah hyun-ae. Hyun-ae hanya tersenyum dan berjalan menghampirinya.
“Apa kau ingin minum coffee
bersamaku?” Ajak hyunae. Jungkook hanya menjawab dengan sebuah anggukan dan
senyuman cerah di wajahnya. Mereka segera pergi ke kantin untuk menikmati
segelas coffe hangat.
Di
kantin...
Terlihat hyori dan Taehyung sedang
berjalan bersama mengelilingi kantin. Hyori yang melihat toko coffee dia segera
menghampirinya dan memesan satu gelas coffee.
“Yaa. Aku tidak di beliin?” Tanya
taehyung yang melihat hyori membeli segelas coffee hangat.
“Kau mau?”
“Tentu mau”
“Kau bisa beli dengan uang mu
sendirikan” Ucap hyori dengan dingin dan melanjutkan jalannya untuk
meninggalkan taehyung. Taehyung segera memesan segelas coffee untuknya.
Saat hyori ingin berjalan untuk
meninggalkan taehyung tiba tiba di hadapannya terlihat dua insan manusia yang
dia kenal. Sehingga membuat langkah hyori terhenti tepat di depan mereka.
Mereka adalah...
“Jungkook... Hyun-ae...” Ucap hyori
yang terkejut. Taehyung yang mendengarnya segera menoleh ke arah hyori.
“Eoh” Ucap taehyung yang juga
terkejut. Dengan cepat dia mengambil coffeenya dan berjalan menuju hyori.
“Kalian berdua juga di sini” Ucap
hyun-ae yang melihat sosok taehyung dan hyori
“Kajja!” Ajak taehyung yang menarik
lengan hyori untuk pergi dari tempat itu.
“Mereka begitu romantis. Oh iya, apa
kau sudah bilang padanya kalau aku adalah pacarmu?” Tanya hyunae ke jungkook
“Ne, aku sudah memberitaunya.
Sepertinya dia begitu sedih... Sudah lupakan, Ayo kita beli coffee” Ajak
jungkook yang menarik lengan hyunae.
Di taman, terlihat hyori dan
taehyung duduk di kursi taman, Dimana itu adalah tempat yang hyori duduki saat
dia menangis karena jungkook menolak cintanya.
Hyori hanya diam dan masih terkejut
melihat sosok jungkook di hadapannya bersama Hyun-ae. Taehyung yang melihat
hyori dari samping segera memegang pundak hyori sehingga membuatnya terkejut.
“Eoh”
“Lupakan dia... bukannya kau ingin
melupakannya?”
“Ne.”
“Aku akan membuatmu menjadi
menyukaiku”
“Jinjja? Bagaimana caranya?”
“Nanti sore, aku akan kerumahmu.
Tunggu aku” Ucap taehyung yang membuat hyori terkejut. Untuk apa taehyung
kerumahnya? Apa dia ingin bilang ke ibunya kalau dia menyukai hyori? Aish...
Ini membuat hyori penasaran. Tiba tiba, mereka mendengar suara bel masuk.
“Aku mendengar bel masuk sudah
bunyi. Kajja” Ajak taehyung yang menarik lengan hyori untuk masuk ke kelasnya.
Mereka segera pergi dari taman
sekolahnya dan meninggalkan Coffee mereka di kursi taman tersebut.
Skip~
Matahari sudah berada di sebelah
barat, dan langit sudah berubah menjadi warna orange terang. Sore ini taehyung
akan kerumah hyori. Dia kerumah hyori naik sepedanya yang dia rawat sejak lama.
Tok...tok...
Taehyung mengetuk pintu rumah hyori,
dan...
Clek~
Taehyung melihat seseorang membukaan
pintunya. Ternyata yang membukanya bukan hyori melainkan ibunya.
“Eoh Taehyung... Apa kau sedang
mencari hyori?” Tanya ibunya yang terkejut melihat sosok taehyung berdiri di
depan pintunya.
“Ne, Ajhuma. Apa hyorinya ada?”
“Ada. Tunggu sebentar ya..” Ucap ibu
hyori, tapi saat dia ingin memanggil hyori. Hyori sudah bersiap siap, dia
berlari menuju pintu rumahnya untuk bertemu dengan taehyung.
“Eoh. Ayo!” Ajak hyori yang menarik
lengan taehyung untuk cepat pergi dari rumahnya.
“Ne... Ajhuma kami pergi dulu” Ucap
taehyung yang pamit kepada ibu hyori, Ibu hyori hanya tersenyum melihat
putrinya begaul dengan seorang lelaki yang di duga sebagai kekasihnya itu.
Mereka berjalan jalan ke taman kota naik
sepeda taehyung. Terlihat taehyung memboceng hyori yang berdiri di belakang sambil
memegang pundak taehyung dengan erat.
“Pelan pelan, aku takut jatuh” Pinta
hyori pada taehyung.
“Ne...” Jawab taehyung dengan senyum
manisnya.
Taehyung begitu bahagia bisa
berjalan jalan dengan orang yang dia sukai, Yaitu Jung Hyo Ri. Sepertinya hyori
juga menikmati jalan jalan ini. Baru kali ini dia di bonceng naik sepeda oleh
seorang namja.
“Kau harus bisa melupakan
jungkook...” Ucap taehyung yang sedikit menoleh ke hyori
“Bagaimana aku bisa melupakannya,
setiap hari aku selalu bertemu dengannya” Ucap hyori dengan wajah yang datar
yang melihat sekeliling taman kota.
“Baiklah aku akan membantumu untuk
melupakan jungkook dan beralih kepadaku” Ucap taehyung
“Eoh. Memangnya kau bisa? Kau tau,
aku masih merasa sakit saat tau kalau jungkook berpacaran dengan hyun-ae.” Ucap
hyori yang kembali mengingat kejadian itu
Tiba
tiba... Mata hyori terbelak saat melihat seekor kucing melintas di jalanan dan
taehyung hampir ingin menabraknya.
“Eoh. Taehyung shi... awas....”
Teriak hyori yang menunjuk ke arah kucing dan membuat taehyung oleng dan...
Bruk~
Mereka berdua terjatuh dari sepeda
taehyung. Terlihat hyori dan taehyung merintih kesakitan.
“Aww... kenapa harus jatuh dan
terluka?” Rintih hyori pelan yang melihat lututnya berdarah sedikit. Taehyung
yang mendengarnya pun segera menoleh dan melihat hyori terluka.
“Kau baik baik saja?”
“Anio. Lutut ku sakit” Jawab hyori
yang merasa sakit pada bagian lututnya
“Baiklah. Sini biar ku kasih
plester” Pinta taehyung yang mendekatkan dirinya ke lutut hyori dan menaruh
plester bermotif bunga bunga itu di lutut hyori.
Hyori hanya memandang wajah taehyung
yang begitu tampan dari samping. Matanya terus memandang wajah taehyung dan
tidak pernah lepas.
“Ternyata dia baik, perhatian dan
tampan...” Ucap hyori dalam batinnya
“Eoh anio... anio, aku tidak boleh
berkata seperti itu” Ucap hyori dalam batinnya sambil menggeleng gelengkan
kepalanya dengan pelan.
Taehyung sudah selesai menempelkan
plester di lutut hyori. Dia segera membangunkan hyori dan membawanya ke kursi
taman yang tidak jauh dari tempat mereka terjatuh.
“Gomawo” Ucap hyori yang menunduk
karena malu
“Eoh, seharusnya aku yang minta maaf
karena aku, kau terjatuh dan terluka seperti ini” Ucap taehyung yang menatap
hyori.
“Eoh, anio. Justru salah ku.. jika
aku tidak mengejutkanmu pasti ini tidak akan terjadi” Ucap hyori yang menatap
kedua mata taehyung dengan dalam. Hyori segera mengalihkan pandangannya ke arah
lututnya.
“Anio. Ini salah ku, Aku harus
bertanggung jawab. Mulai besok aku akan mengantarkan mu ke sekolah” Ucap
taehyung
“Eoh.” Ucap hyori yang terkejut dan
kembali menatap taehyung. Taehyung hanya memasang setengah lingkaran di
wajahnya dengan manis sehingga membuat jantung hyori berdebar kencang.
Malam tiba...
Hyori
sudah berada di kamarnya, dia tidak bisa tidur padahal sekarang sudah jam 11 malam
dan besok dia harus berangkat ke sekolah. Kedua matanya tidak bisa di pejamkan dan
terus memandang langit kamarnya itu.
“Aish. Ada apa denganku? Kenapa aku
sekarang jadi mengingat wajah taehyung saat dia menempelkan plester di lutut
ku? Wajahnya begitu jelek... ah anio, wajahnya sangat tampan...” Ucap hyori
yang mengacak acak rambutnya dengan kesal
“Apakah aku mulai menyukai taehyung
dan sudah move on dari jungkook?” Lanjutnya lagi yang bertanya pada dirinya
sendiri.
“Kenapa aku begitu mudah jatuh
cinta?? Apakah ini sikap diriku yang asli?”
Di kamar taehyung, terlihat taehyung
sedang berbaring di ranjangnya dan memandang langit kamarnya. Entah kenapa
taehyung tidak bisa tertidur dia masih terus mengingat kejadian saat dia
bersama hyori.
“Aku takut hyori marah padaku,
karena dia terjatuh karena ku... kalau aku mengantarkannya ke sekolah naik
sepeda. Jantungku terus berdegup kencang seperti tadi. Bagaimana ini...” Gumam
taehyung yang bimbang
“Ah coba aku mengirim pesan ke
hyori” Lanjutnya lagi dan mengambil ponselnya dari meja yang berada di
sampingnya.
Dia mulai mengetik pesan ke hyori,
setelah di ketik. Taehyung menekan tombol send. Dan...
Cling...
Ponsel hyori berdering, tandanya ada
pesan masuk. Hyori yang terkejut dengan cepat mengambil ponsel itu dan melihat
nama di layar ponselnya.
“Eoh dari taehyung?” Ucap hyori yang
terkejut. Dia segera membuka isi pesan itu.
“Sedang apa kau? Apa kau sudah
tertidur?”
“Eoh. Taehyung mengirim pesan.
Bagaimana ini... aku harus jawab apa...” Ucap hyori yang salah tingkah.
Hyori
segera mengetik pesan untuk membalas isi pesan taehyung itu.
“Eoh. Aku lagi nonton tv” Setelah
hyori mengetik pesan itu, tak lama kemudian, hyori menghapusnya kembali dan di
ganti dengan yang baru. Setelah selesai dia segera menekan tombol send.
Cling...
Ponsel taehyung berdering kembali,
dengan cepat dia membuka balasan dari hyori dengan semangat.
“Aku sedang memandang langit kamar.
Aku tidak bisa tidur”
“Eoh, kenapa bisa sama? Aku juga
tidak bisa tidur dan memandang langit kamar. Apakah ini namanya takdir?” Gumam
taehyung yang terkejut saat membaca balasan dari hyori.
Hyori sedang menunggu balasan dari
taehyung, tapi balasan itu tidak juga muncul. Akhirnya dia putuskan untuk tidur
karena kedua matanya sudah ngantuk.
“Kenapa tidak di balas. Ah
sudahlah... aku tinggal tidur” Gumamnya yang melihat layar ponsel itu. Dia
segera menaruh ponselnya di atas meja yang tidak jauh darinya dan dia segera
membaringkan badannya untuk tidur.
Skip~
Esok pagi tiba, Hyori sudah siap
untuk berangkat ke sekolah. Saat dia keluar dari halaman rumahnya, dia melihat
sosok taehyung sudah menunggunya di depan gerbang rumahnya.
“Eoh. Kau menungguku?”
“Ne. Sudah ku bilang aku akan
menunggumu” Ucap taehyung yang tersenyum cerah di wajahnya itu.
“Kajja” Ajak taehyung yang meminta
hyori untuk di bonceng olehnya.
“Eoh”
“Lututmu masih sakit kan? Ayo,
naiklah... sebelum aku berubah pikiran” Pinta taehyung. Mau tidak mau, hyori
naik ke sepeda taehyung untuk di bonceng. Karena jika dia terlalu banyak jalan,
yang ada kaki nya akan tambah sakit.
Di jalanan menuju sekolah, di antara
mereka hanya ada keheningan karena mereka tidak tau harus memulai percakapannya
dari mana. Jantung mereka sama sama berdegup sangat kencang, ini yang kedua
kalinya taehyung membonceng hyori, cinta pertamanya.
“Hey jantung... bisakah kau berhenti
sejenak.” Gumam taehyung dalam batinnya yang berusaha untuk tenang saat
menbonceng hyori.
“Tenanglah... jangan bersikap
layaknya aku menyukainya” Gumam hyori dalam batinnya yang berusaha tenang meski
jantung mereka berdegup sangat kencang.
“Hyori ya..” Ucap taehyung yang
memecahan keheningan itu.
“Eoh ne,”
“Semalam maaf aku tidak balas
pesanmu, karena pulsa ku sudah habis” Ucap taehyung dengan ragu
“Oh ne. Gwechanayo.. Lagi pula
bagus, karena saat itu aku sudah tertidur” Jawab hyori yang salah tingkah dan
dengan cepat mengatakan itu.
“Hmm, bagus deh...”
“Sebenarnya aku ingin sekali
membalasmu, tapi... pulsaku sudah sekarat” Ucap taehyung dalam batinnya
“Aku menunggu balasanmu, tapi sudah
ku duga pasti kau tak akan balasnya” Ucap hyori dalam batinnya
Selang
beberapa menit, mereka sudah sampai di sekolah. Hyori segera turun dari sepeda
taehyung dan berjalan lebih dulu melewati lorong lorong sekolahnya, sedangkan
taehyung harus memakirkan sepedanya yang tidak terlalu jauh dari tempat ia
berada.
Hyori berjalan melewati lorong
lorong sekolahnya dengan langkah yang begitu cepat seperti di kejar kejar oleh
hantu. Tiba tiba dia mendengar namanya di panggil oleh seseorang.
“Hyori!”
Hyori yang mendengarnya segera
mempercepat langkahnya tapi tiba tiba langkahnya terhenti karena ada seseorang
yang menahan lengannya dan membuat hyori menoleh.
“Taehyung...”
“Kenapa kau mempercepat langkahmu?”
“AH itu karena aku ada tugas sekolah
yang belum ku selesaikan” Jawab hyori yang berbohong.
“Jinjja?”
“Ne. Lepaskan. Aku harus masuk dulu”
Pinta hyori, taehyung segera melepaskan genggamannya. Hyori segera berlari
menuju kelasnya.
“Sepertinya kau mulai menyukaiku,
Jung Hyo Ri” Gumam taehyung yang melihat tingkah laku hyori.
Skip~
Satu
minggu kemudian...
Sudah satu minggu taehyung
mengantarkan hyori ke sekolahnya dengan sepedanya. Rasa suka hyori semakin lama
semakin mendalam, begitu juga dengan taehyung.
Di jalan menuju sekolah, di antara
mereka hanya ada keheningan. Tapi akhirnya hyori angkat bicara.
“Sudah satu minggu kau mengantarkan
ku sekolah dengan sepedamu ini. Sebaiknya mulai besok kau tak perlu
mengantarkan ku lagi, karena kaki ku sudah lebih baik dari yang sebelumnya”
Pinta hyori yang membuat taehyung terkejut.
“Oh, ne... aku mengerti” Jawab
taehyung yang berusaha tersenyum meski hatinya begitu sedih.
Selang
beberapa menit...
Mereka sudah sampai di parkiran
sekolah untuk menaruh sepeda milik taehyung, mereka sudah memarkirkan sepeda
taehyung. Saat mereka ingin berjalan melewati lorong lorong sekolah tiba tiba,
mereka melihat sosok jungkook dan hyun-ae yang sedang memarkirkan sepedanya.
Tak hanya mereka yang terkejut,
Jungkook dan hyun-ae juga terkejut saat melihat mereka berangkat bersama.
Jungkook merasa ada yang aneh, dia segera beralih untuk melihat lutut hyori
yang terluka itu.
“Taehyung shi... kajja!” Ajak hyori
yang menarik lengan taehyung untuk segera pergi dari tempat itu dan
meninggalkan mereka berdua. Entah kenapa hari ini hyori sendiri yang menarik
tangan taehyung untuk pergi dari hadapan mereka berdua. Apakah hyori sudah
berhasil move on maka dari itu dia tidak mau melihat wajah jungkook lagi?
“Apa mereka sudah berpacaran? Kenapa
mereka begitu dekat?” Tanya hyun-ae yang berada di samping jungkook.
“Entahlah. Bukannya kau sahabatnya?”
Tanya jungkook balik yang menatap hyun-ae
“Aku sudah lama tidak saling
ngobrol. Aku sudah putus hubungan dengannya semenjak kejadian itu” Jawab
hyun-ae
“Begitukah? Ini semua salah ku” Ucap
jungkook
“Anio. Ini salah ku, seharusnya aku
mengaku pada hyori saat kau menembak ku” Ucap hyun-ae
“Sudah lupakan, ini salah kita
berdua... Bagaimana.. Impas kan?” Ucap jungkook yang membuat hyun-ae tersenyum
ke arahnya.
“Ne. Ini salah kita berdua... Kajja”
Ajak hyun-ae pada jungkook. Jungkook segera menarik tangan hyun-ae untuk pergi
dari tempat itu.
Saat mereka melewati koridor sekolah,
Terlihat hyori sedang menarik tangan taehyung dan berjalan dengan cepat.
Taehyung segera menghentikan langkahnya dan membuat hyori juga ikut terhenti.
Dia segera menoleh ke taehyung.
“Kenapa kau menarik lenganku?” Tanya
taehyung yang membuat hyori melepaskan genggamannya dari tangan taehyung.
“Jangan lepaskan. Ku mohon, seperti
inilah terus” Pinta taehyung yang meminta tangan hyori kembali menggenggam
tangannya. Hyori hanya salah tingkah dan dia merasa udaranya sangat panas.
“Aku semakin menyukaimu... Apakah
kau mau menjadi kekasihku?” Tanya taehyung yang membuat hyori semakin panas.
“Eoh. Akan ku pikirkan dulu...
kajja!” Ajak hyori yang menarik lengan taehyung tapi taehyung justru menariknya
kembali lengan hyori sehingga membuat hyori terjatuh ke dalam pelukan taehyung
yang sangat hangat itu. Mereka tidak memperdulikan orang lain yang melihatnya
yang penting dia bisa membuat hyori jatuh cinta.
Deg~
Jantung hyori berdetak lebih
kencang. Baru kali ini dia mendapatkan sebuah pelukan yang hangat di dalam
tubuhnya. Dia tidak bisa berkata kata, dan tangannya begitu kaku untuk membalas
pelukan taehyung.
“Jika kau bicara seperti itu,
artinya kau sudah move on dari jungkook dan mulai menyukaiku kan?” Bisik
taehyung yang membuat hyori salah tingkah dan keringat dingin. Mulutnya sama
sekali tidak bisa bergerak maupun berkata apapun.
Akhirnya taehyung melepas pelukannya
dan memegang kedua pundak hyori dengan kedua tangannya itu. Hyori masih seperti
patung hidup yang di pegang oleh taehyung.
“Akan ku tunggu jawabanmu” Ucap
taehyung begitu bahagia. Dia segera menarik lengan hyori untuk masuk ke dalam
kelasnya.
Saat itu terlihat jungkook dan
hyun-ae yang melihat kejadian tersebut. Saat mereka sudah pergi, jungkook masih
memandang tempat dimana taehyung dan hyori berdiri. Hyun-ae segera melihat
jungkook dari samping untuk menyadarkan jungkook dari lamunannya.
“Sayang... sayang...” Panggil hyunae
“Eoh, ne. Waeyo?” Tanya jungkook
yang melepaskan lamunannya dan menatap hyunae
“Kajja!” Ajak hyunae yang tersenyum
ke arah jungkook. Jungkook segera menarik lengan hyunae untuk masuk ke dalam
kelasnya.
Skip~
Sepulang sekolah, Taehyung dan hyori
mampir dulu ke taman kota untuk melihat pemandangan yang sangat indah saat
musim semi tiba. Mereka melewati pohon sakura dengan sepeda milik taehyung.
Hyori begitu bahagia, baru kali ini dia bisa melihat pohon sakura yang sedang
bermekaran. Dia sudah lama tidak melihat pohon sakura hampir setahun yang lalu.
Sedangkan taehyung, dia begitu bahagia akhirnya hyori bisa menyukainya dan dia
tidak sabar menunggu jawaban dari hyori.
Akhirnya taehyung memberhentikan
sepedanya di sebuah kursi taman, di mana saat itu mereka duduk bersama saat
lutut hyori terluka.
“Kenapa berhenti?” Tanya hyori yang
turun dari sepeda taehyung.
“Duduklah sebentar... kaki ku pegal
mengayuh sepeda ini karena kau itu berat” Ucap taehyung yang berbohong
“Eoh. Apa aku seberat itu? kalau
begitu maaf kan aku, karena setau ku beratku hanya 46 kg” Ucap hyori yang
merasa bersalah
“Hahaha... anio. Kau itu tidak
berat... aku membawa mu kemari hanya ingin tau jawaban dari mu” Ucap taehyung
sambil tertawa bahagia
“Issh...”
“Apa jawabanmu? Cepat... aku sudah
tidak sabar” Ucap taehyung yang tidak sabar mendengar jawaban dari hyori.
“Jawabanku... jawabanku Ne... aku
mau jadi kekasihmu” Jawab hyori yang salah tingkah.
Taehyung yang mendengarnya segera
memeluk hyori dengan erat, sehingga membuat hyori terkejut setengah mati dan
jatungnya kembali berdegup lebih kencang dari yang sebelumnya. Kali ini tangan
hyori merasa tidak berat, perlahan lahan tangannya membalas pelukan taehyung
dan bibirnya tersenyum bahagia.
“Aku sangat bahagia, akhirnya kau
menyukaiku” Ucap taehyung yang sangat bahagia
“Ternyata rencana mu itu tidak sia
sia untuk membuatku jatuh cinta denganmu” Ucap hyori dengan ragu tapi dia
begitu bahagia.
Taehyung melepaskan pelukannya dan
kedua tangannya memegang pundak hyori dengan erat seperti tidak mau kehilangan
hyori untuk selamanya.
“Aku akan berjanji, aku akan membuat
mu bahagia...” Ucap taehyung yang begitu bahagia sehingga dia tidak bisa
merasakan apa apa di dalam jantungnya.
Hyori yang mendengarnya segera
memeluk taehyung dengan cepat tanpa ada rasa ragu sedikit pun. Taehyung yang
merasakannya hanya terkejut dan membalas pelukan hyori dengan tersenyum
bahagia.
Hyori
: “Akhirnya ada seseorang yang rela menungguku. Awalnya aku tidak begitu
tertarik dengannya. Tapi saat kejadian itu aku merasa, bahwa aku mulai
mencintainya”
Taehyung : “Sudah ku
duga kau akan menyukaiku karena pesona tampanku ini. Gadis yang ku tunggu
akhirnya dia menerima ku sebagai kekasihnya. Meskipun cinta pertamanya begitu
buruk tapi akau akan berusaha menjadi cinta pertamamu. Gomawo Hyori...”
THE
END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar