Sabtu, 20 Juni 2015

BTS Taehyung Fanfiction "Just Waiting For You" Sequel dari FF "Just Waiting"





Title : Just Waiting for You
Cast : Kim Tae Hyung, Jung Hyo Ri (OC), Jeon Jung Kook
Genre : Happy, romance, school life
Author : Sandra Tamara
Lenght : One Shoot

Art by Wulan Dongyoo

Happy reading...
Mian kalau banyak typo^^

Sandra Tamara storyline....
            Pagi hari menghangatkan kota Seoul dan sekitarnya. Terlihat sosok gadis cantik yang sedang berjalan melewati koridor sekolahnya. Gadis yang memakai tas rensel warna hitam ini hanya berjalan sambil menunduk tanpa memperdulikan orang lain yang berada di sekitarnya. Tiba – tiba...
Bruk~
            Gadis yang mempunyai nama lengkap Jung Hyo Ri ini menabrak seseorang tetapi orang itu tidak terjatuh justru tetap berdiri di hadapan hyori. Hyori segera mendongak untuk melihat siapa yang sudah dia tabrak ternyata...
            “Kim Tae Hyung!” Ucapnya yang terkejut melihat sosok taehyung.
            “Jung Hyo Ri... Kenapa kau begitu lemah, kau seperti bukan hyori yang sesungguhnya” Ucap taehyung yang menatap mata hyori bengkak sedikit, seperti habis menangis tadi malam.
            “Eoh. Aku tidak lemah, aku gadis yang kuat” Ucap hyori yang meyakinkan perkataannya
            “Jinjja? Lalu kenapa semalam kau menangis?” Tanya taehyung yang masih memperhatikan kedua kelopak mata hyori.
            “Aku tidak menangis. Kata siapa aku menangis?” Ucap hyori yang menunduk malu karena dia sedang berbohong.
            “Berbohong. Jika kau ingin menemukan cinta keduamu, kau tidak perlu nangis. Karena aku mau menjadi cintamu” Ucap taehyung yang kepedean.
            “Kau. Sudah ku bilang jika aku berhasil move on dari Jungkook aku akan...” Ucapan hyori terputus karena taehyung segera mengelaknya.
            “Menjadi kekasihku. Itukan yang ingin kau katakan padaku?” Ucap taehyung yang tersenyum manis ke hyori.
            “Aish. Apa kau menungguku?”
            “Ne, aku akan menunggumu”
            “Tapi, bagaimana jika aku tidak menyukaimu. Apa kau akan tetap menungguku?”
            “Hmm, Aku yakin kau pasti akan menyukaiku.” Jawab taehyung yang memperlihatkan barisan giginya yang  begitu rapih dan putih itu.
            “Kau yakin 100 persen?” Tanya hyori yang meyakinkan taehyung. Taehyung hanya menjawab dengan sebuah anggukan dan senyuman di wajahnya.
            “Lalu. Apa kau punya cara untuk menaklukan hatiku?”
            “Aku punya berbagai macam cara. Cara itu sudah ku hafalkan di dalam otakku ini” Jawab taehyung yang menunjukan keningnya tersebut.
            “Issh....” Pekik hyori yang kesal karena setiap dia bertanya taehyung selalu menjawabnya. Padahal dia ingin taehyung tidak menjawabnya.
            Hyori berjalan pergi meninggalkan taehyung. Taehyung hanya mengikutinya dan berjalan di samping hyori.

            Di lain tempat, terlihat jungkook sedang berdiri di balkon sekolahnya sambil memandang ke bawah untuk melihat murid murid bermain Basket. Tiba tiba seorang gadis cantik berteriak memanggil namanya.
            “Jeon Jung Kook!” Teriak gadis itu dari jauh yang di duga sebagai kekasih jungkook.
            “Song Hyun Ae” Jawab jungkook yang menoleh ke arah hyun-ae. Hyun-ae hanya tersenyum dan berjalan menghampirinya.
            “Apa kau ingin minum coffee bersamaku?” Ajak hyunae. Jungkook hanya menjawab dengan sebuah anggukan dan senyuman cerah di wajahnya. Mereka segera pergi ke kantin untuk menikmati segelas coffe hangat.

Di kantin...
            Terlihat hyori dan Taehyung sedang berjalan bersama mengelilingi kantin. Hyori yang melihat toko coffee dia segera menghampirinya dan memesan satu gelas coffee.
            “Yaa. Aku tidak di beliin?” Tanya taehyung yang melihat hyori membeli segelas coffee hangat.
            “Kau mau?”
            “Tentu mau”
            “Kau bisa beli dengan uang mu sendirikan” Ucap hyori dengan dingin dan melanjutkan jalannya untuk meninggalkan taehyung. Taehyung segera memesan segelas coffee untuknya.

            Saat hyori ingin berjalan untuk meninggalkan taehyung tiba tiba di hadapannya terlihat dua insan manusia yang dia kenal. Sehingga membuat langkah hyori terhenti tepat di depan mereka. Mereka adalah...
            “Jungkook... Hyun-ae...” Ucap hyori yang terkejut. Taehyung yang mendengarnya segera menoleh ke arah hyori.
            “Eoh” Ucap taehyung yang juga terkejut. Dengan cepat dia mengambil coffeenya dan berjalan menuju hyori.
            “Kalian berdua juga di sini” Ucap hyun-ae yang melihat sosok taehyung dan hyori
            “Kajja!” Ajak taehyung yang menarik lengan hyori untuk pergi dari tempat itu.
            “Mereka begitu romantis. Oh iya, apa kau sudah bilang padanya kalau aku adalah pacarmu?” Tanya hyunae ke jungkook
            “Ne, aku sudah memberitaunya. Sepertinya dia begitu sedih... Sudah lupakan, Ayo kita beli coffee” Ajak jungkook yang menarik lengan hyunae.

            Di taman, terlihat hyori dan taehyung duduk di kursi taman, Dimana itu adalah tempat yang hyori duduki saat dia menangis karena jungkook menolak cintanya.
            Hyori hanya diam dan masih terkejut melihat sosok jungkook di hadapannya bersama Hyun-ae. Taehyung yang melihat hyori dari samping segera memegang pundak hyori sehingga membuatnya terkejut.
            “Eoh”
            “Lupakan dia... bukannya kau ingin melupakannya?”
            “Ne.”
            “Aku akan membuatmu menjadi menyukaiku”
            “Jinjja? Bagaimana caranya?”
            “Nanti sore, aku akan kerumahmu. Tunggu aku” Ucap taehyung yang membuat hyori terkejut. Untuk apa taehyung kerumahnya? Apa dia ingin bilang ke ibunya kalau dia menyukai hyori? Aish... Ini membuat hyori penasaran. Tiba tiba, mereka mendengar suara bel masuk.
            “Aku mendengar bel masuk sudah bunyi. Kajja” Ajak taehyung yang menarik lengan hyori untuk masuk ke kelasnya.
            Mereka segera pergi dari taman sekolahnya dan meninggalkan Coffee mereka di kursi taman tersebut.

Skip~
            Matahari sudah berada di sebelah barat, dan langit sudah berubah menjadi warna orange terang. Sore ini taehyung akan kerumah hyori. Dia kerumah hyori naik sepedanya yang dia rawat sejak lama.
Tok...tok...
            Taehyung mengetuk pintu rumah hyori, dan...
Clek~
            Taehyung melihat seseorang membukaan pintunya. Ternyata yang membukanya bukan hyori melainkan ibunya.
            “Eoh Taehyung... Apa kau sedang mencari hyori?” Tanya ibunya yang terkejut melihat sosok taehyung berdiri di depan pintunya.
            “Ne, Ajhuma. Apa hyorinya ada?”
            “Ada. Tunggu sebentar ya..” Ucap ibu hyori, tapi saat dia ingin memanggil hyori. Hyori sudah bersiap siap, dia berlari menuju pintu rumahnya untuk bertemu dengan taehyung.
            “Eoh. Ayo!” Ajak hyori yang menarik lengan taehyung untuk cepat pergi dari rumahnya.
            “Ne... Ajhuma kami pergi dulu” Ucap taehyung yang pamit kepada ibu hyori, Ibu hyori hanya tersenyum melihat putrinya begaul dengan seorang lelaki yang di duga sebagai kekasihnya itu.

            Mereka berjalan jalan ke taman kota naik sepeda taehyung. Terlihat taehyung memboceng hyori yang berdiri di belakang sambil memegang pundak taehyung dengan erat.
            “Pelan pelan, aku takut jatuh” Pinta hyori pada taehyung.
            “Ne...” Jawab taehyung dengan senyum manisnya.
            Taehyung begitu bahagia bisa berjalan jalan dengan orang yang dia sukai, Yaitu Jung Hyo Ri. Sepertinya hyori juga menikmati jalan jalan ini. Baru kali ini dia di bonceng naik sepeda oleh seorang namja.
            “Kau harus bisa melupakan jungkook...” Ucap taehyung yang sedikit menoleh ke hyori
            “Bagaimana aku bisa melupakannya, setiap hari aku selalu bertemu dengannya” Ucap hyori dengan wajah yang datar yang melihat sekeliling taman kota.
            “Baiklah aku akan membantumu untuk melupakan jungkook dan beralih kepadaku” Ucap taehyung
            “Eoh. Memangnya kau bisa? Kau tau, aku masih merasa sakit saat tau kalau jungkook berpacaran dengan hyun-ae.” Ucap hyori yang kembali mengingat kejadian itu

Tiba tiba... Mata hyori terbelak saat melihat seekor kucing melintas di jalanan dan taehyung hampir ingin menabraknya.
            “Eoh. Taehyung shi... awas....” Teriak hyori yang menunjuk ke arah kucing dan membuat taehyung oleng dan...
Bruk~
            Mereka berdua terjatuh dari sepeda taehyung. Terlihat hyori dan taehyung merintih kesakitan.
            “Aww... kenapa harus jatuh dan terluka?” Rintih hyori pelan yang melihat lututnya berdarah sedikit. Taehyung yang mendengarnya pun segera menoleh dan melihat hyori terluka.
            “Kau baik baik saja?”
            “Anio. Lutut ku sakit” Jawab hyori yang merasa sakit pada bagian lututnya
            “Baiklah. Sini biar ku kasih plester” Pinta taehyung yang mendekatkan dirinya ke lutut hyori dan menaruh plester bermotif bunga bunga itu di lutut hyori.
            Hyori hanya memandang wajah taehyung yang begitu tampan dari samping. Matanya terus memandang wajah taehyung dan tidak pernah lepas.
            “Ternyata dia baik, perhatian dan tampan...” Ucap hyori dalam batinnya
            “Eoh anio... anio, aku tidak boleh berkata seperti itu” Ucap hyori dalam batinnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya dengan pelan.
            Taehyung sudah selesai menempelkan plester di lutut hyori. Dia segera membangunkan hyori dan membawanya ke kursi taman yang tidak jauh dari tempat mereka terjatuh.
            “Gomawo” Ucap hyori yang menunduk karena malu
            “Eoh, seharusnya aku yang minta maaf karena aku, kau terjatuh dan terluka seperti ini” Ucap taehyung yang menatap hyori.
            “Eoh, anio. Justru salah ku.. jika aku tidak mengejutkanmu pasti ini tidak akan terjadi” Ucap hyori yang menatap kedua mata taehyung dengan dalam. Hyori segera mengalihkan pandangannya ke arah lututnya.
            “Anio. Ini salah ku, Aku harus bertanggung jawab. Mulai besok aku akan mengantarkan mu ke sekolah” Ucap taehyung
            “Eoh.” Ucap hyori yang terkejut dan kembali menatap taehyung. Taehyung hanya memasang setengah lingkaran di wajahnya dengan manis sehingga membuat jantung hyori berdebar kencang.

            Malam tiba...
Hyori sudah berada di kamarnya, dia tidak bisa tidur padahal sekarang sudah jam 11 malam dan besok dia harus berangkat ke sekolah. Kedua matanya tidak bisa di pejamkan dan terus memandang langit kamarnya itu.
            “Aish. Ada apa denganku? Kenapa aku sekarang jadi mengingat wajah taehyung saat dia menempelkan plester di lutut ku? Wajahnya begitu jelek... ah anio, wajahnya sangat tampan...” Ucap hyori yang mengacak acak rambutnya dengan kesal
            “Apakah aku mulai menyukai taehyung dan sudah move on dari jungkook?” Lanjutnya lagi yang bertanya pada dirinya sendiri.
            “Kenapa aku begitu mudah jatuh cinta?? Apakah ini sikap diriku yang asli?”

            Di kamar taehyung, terlihat taehyung sedang berbaring di ranjangnya dan memandang langit kamarnya. Entah kenapa taehyung tidak bisa tertidur dia masih terus mengingat kejadian saat dia bersama hyori.
            “Aku takut hyori marah padaku, karena dia terjatuh karena ku... kalau aku mengantarkannya ke sekolah naik sepeda. Jantungku terus berdegup kencang seperti tadi. Bagaimana ini...” Gumam taehyung yang bimbang
            “Ah coba aku mengirim pesan ke hyori” Lanjutnya lagi dan mengambil ponselnya dari meja yang berada di sampingnya.
            Dia mulai mengetik pesan ke hyori, setelah di ketik. Taehyung menekan tombol send. Dan...
Cling...
            Ponsel hyori berdering, tandanya ada pesan masuk. Hyori yang terkejut dengan cepat mengambil ponsel itu dan melihat nama di layar ponselnya.
            “Eoh dari taehyung?” Ucap hyori yang terkejut. Dia segera membuka isi pesan itu.

            “Sedang apa kau? Apa kau sudah tertidur?”

            “Eoh. Taehyung mengirim pesan. Bagaimana ini... aku harus jawab apa...” Ucap hyori yang salah tingkah.
Hyori segera mengetik pesan untuk membalas isi pesan taehyung itu.

            “Eoh. Aku lagi nonton tv” Setelah hyori mengetik pesan itu, tak lama kemudian, hyori menghapusnya kembali dan di ganti dengan yang baru. Setelah selesai dia segera menekan tombol send.
Cling...
            Ponsel taehyung berdering kembali, dengan cepat dia membuka balasan dari hyori dengan semangat.

            “Aku sedang memandang langit kamar. Aku tidak bisa tidur”

            “Eoh, kenapa bisa sama? Aku juga tidak bisa tidur dan memandang langit kamar. Apakah ini namanya takdir?” Gumam taehyung yang terkejut saat membaca balasan dari hyori.

            Hyori sedang menunggu balasan dari taehyung, tapi balasan itu tidak juga muncul. Akhirnya dia putuskan untuk tidur karena kedua matanya sudah ngantuk.
            “Kenapa tidak di balas. Ah sudahlah... aku tinggal tidur” Gumamnya yang melihat layar ponsel itu. Dia segera menaruh ponselnya di atas meja yang tidak jauh darinya dan dia segera membaringkan badannya untuk tidur.

Skip~
            Esok pagi tiba, Hyori sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Saat dia keluar dari halaman rumahnya, dia melihat sosok taehyung sudah menunggunya di depan gerbang rumahnya.
            “Eoh. Kau menungguku?”
            “Ne. Sudah ku bilang aku akan menunggumu” Ucap taehyung yang tersenyum cerah di wajahnya itu.
            “Kajja” Ajak taehyung yang meminta hyori untuk di bonceng olehnya.
            “Eoh”
            “Lututmu masih sakit kan? Ayo, naiklah... sebelum aku berubah pikiran” Pinta taehyung. Mau tidak mau, hyori naik ke sepeda taehyung untuk di bonceng. Karena jika dia terlalu banyak jalan, yang ada kaki nya akan tambah sakit.

            Di jalanan menuju sekolah, di antara mereka hanya ada keheningan karena mereka tidak tau harus memulai percakapannya dari mana. Jantung mereka sama sama berdegup sangat kencang, ini yang kedua kalinya taehyung membonceng hyori, cinta pertamanya.
            “Hey jantung... bisakah kau berhenti sejenak.” Gumam taehyung dalam batinnya yang berusaha untuk tenang saat menbonceng hyori.
            “Tenanglah... jangan bersikap layaknya aku menyukainya” Gumam hyori dalam batinnya yang berusaha tenang meski jantung mereka berdegup sangat kencang.
            “Hyori ya..” Ucap taehyung yang memecahan keheningan itu.
            “Eoh ne,”
            “Semalam maaf aku tidak balas pesanmu, karena pulsa ku sudah habis” Ucap taehyung dengan ragu
            “Oh ne. Gwechanayo.. Lagi pula bagus, karena saat itu aku sudah tertidur” Jawab hyori yang salah tingkah dan dengan cepat mengatakan itu.
            “Hmm, bagus deh...”
            “Sebenarnya aku ingin sekali membalasmu, tapi... pulsaku sudah sekarat” Ucap taehyung dalam batinnya
            “Aku menunggu balasanmu, tapi sudah ku duga pasti kau tak akan balasnya” Ucap hyori dalam batinnya

Selang beberapa menit, mereka sudah sampai di sekolah. Hyori segera turun dari sepeda taehyung dan berjalan lebih dulu melewati lorong lorong sekolahnya, sedangkan taehyung harus memakirkan sepedanya yang tidak terlalu jauh dari tempat ia berada.
            Hyori berjalan melewati lorong lorong sekolahnya dengan langkah yang begitu cepat seperti di kejar kejar oleh hantu. Tiba tiba dia mendengar namanya di panggil oleh seseorang.
            “Hyori!”
            Hyori yang mendengarnya segera mempercepat langkahnya tapi tiba tiba langkahnya terhenti karena ada seseorang yang menahan lengannya dan membuat hyori menoleh.
            “Taehyung...”
            “Kenapa kau mempercepat langkahmu?”
            “AH itu karena aku ada tugas sekolah yang belum ku selesaikan” Jawab hyori yang berbohong.
            “Jinjja?”
            “Ne. Lepaskan. Aku harus masuk dulu” Pinta hyori, taehyung segera melepaskan genggamannya. Hyori segera berlari menuju kelasnya.
            “Sepertinya kau mulai menyukaiku, Jung Hyo Ri” Gumam taehyung yang melihat tingkah laku hyori.

Skip~
Satu minggu kemudian...
            Sudah satu minggu taehyung mengantarkan hyori ke sekolahnya dengan sepedanya. Rasa suka hyori semakin lama semakin mendalam, begitu juga dengan taehyung.            
            Di jalan menuju sekolah, di antara mereka hanya ada keheningan. Tapi akhirnya hyori angkat bicara.
            “Sudah satu minggu kau mengantarkan ku sekolah dengan sepedamu ini. Sebaiknya mulai besok kau tak perlu mengantarkan ku lagi, karena kaki ku sudah lebih baik dari yang sebelumnya” Pinta hyori yang membuat taehyung terkejut.
            “Oh, ne... aku mengerti” Jawab taehyung yang berusaha tersenyum meski hatinya begitu sedih.

Selang beberapa menit...
            Mereka sudah sampai di parkiran sekolah untuk menaruh sepeda milik taehyung, mereka sudah memarkirkan sepeda taehyung. Saat mereka ingin berjalan melewati lorong lorong sekolah tiba tiba, mereka melihat sosok jungkook dan hyun-ae yang sedang memarkirkan sepedanya.
            Tak hanya mereka yang terkejut, Jungkook dan hyun-ae juga terkejut saat melihat mereka berangkat bersama. Jungkook merasa ada yang aneh, dia segera beralih untuk melihat lutut hyori yang terluka itu.
            “Taehyung shi... kajja!” Ajak hyori yang menarik lengan taehyung untuk segera pergi dari tempat itu dan meninggalkan mereka berdua. Entah kenapa hari ini hyori sendiri yang menarik tangan taehyung untuk pergi dari hadapan mereka berdua. Apakah hyori sudah berhasil move on maka dari itu dia tidak mau melihat wajah jungkook lagi?
            “Apa mereka sudah berpacaran? Kenapa mereka begitu dekat?” Tanya hyun-ae yang berada di samping jungkook.
            “Entahlah. Bukannya kau sahabatnya?” Tanya jungkook balik yang menatap hyun-ae
            “Aku sudah lama tidak saling ngobrol. Aku sudah putus hubungan dengannya semenjak kejadian itu” Jawab hyun-ae
            “Begitukah? Ini semua salah ku” Ucap jungkook
            “Anio. Ini salah ku, seharusnya aku mengaku pada hyori saat kau menembak ku” Ucap hyun-ae
            “Sudah lupakan, ini salah kita berdua... Bagaimana.. Impas kan?” Ucap jungkook yang membuat hyun-ae tersenyum ke arahnya.
            “Ne. Ini salah kita berdua... Kajja” Ajak hyun-ae pada jungkook. Jungkook segera menarik tangan hyun-ae untuk pergi dari tempat itu.

            Saat mereka melewati koridor sekolah, Terlihat hyori sedang menarik tangan taehyung dan berjalan dengan cepat. Taehyung segera menghentikan langkahnya dan membuat hyori juga ikut terhenti. Dia segera menoleh ke taehyung.
            “Kenapa kau menarik lenganku?” Tanya taehyung yang membuat hyori melepaskan genggamannya dari tangan taehyung.
            “Jangan lepaskan. Ku mohon, seperti inilah terus” Pinta taehyung yang meminta tangan hyori kembali menggenggam tangannya. Hyori hanya salah tingkah dan dia merasa udaranya sangat panas.
            “Aku semakin menyukaimu... Apakah kau mau menjadi kekasihku?” Tanya taehyung yang membuat hyori semakin panas.
            “Eoh. Akan ku pikirkan dulu... kajja!” Ajak hyori yang menarik lengan taehyung tapi taehyung justru menariknya kembali lengan hyori sehingga membuat hyori terjatuh ke dalam pelukan taehyung yang sangat hangat itu. Mereka tidak memperdulikan orang lain yang melihatnya yang penting dia bisa membuat hyori jatuh cinta.
Deg~
            Jantung hyori berdetak lebih kencang. Baru kali ini dia mendapatkan sebuah pelukan yang hangat di dalam tubuhnya. Dia tidak bisa berkata kata, dan tangannya begitu kaku untuk membalas pelukan taehyung.
            “Jika kau bicara seperti itu, artinya kau sudah move on dari jungkook dan mulai menyukaiku kan?” Bisik taehyung yang membuat hyori salah tingkah dan keringat dingin. Mulutnya sama sekali tidak bisa bergerak maupun berkata apapun.
            Akhirnya taehyung melepas pelukannya dan memegang kedua pundak hyori dengan kedua tangannya itu. Hyori masih seperti patung hidup yang di pegang oleh taehyung.
            “Akan ku tunggu jawabanmu” Ucap taehyung begitu bahagia. Dia segera menarik lengan hyori untuk masuk ke dalam kelasnya.
            Saat itu terlihat jungkook dan hyun-ae yang melihat kejadian tersebut. Saat mereka sudah pergi, jungkook masih memandang tempat dimana taehyung dan hyori berdiri. Hyun-ae segera melihat jungkook dari samping untuk menyadarkan jungkook dari lamunannya.
            “Sayang... sayang...” Panggil hyunae
            “Eoh, ne. Waeyo?” Tanya jungkook yang melepaskan lamunannya dan menatap hyunae
            “Kajja!” Ajak hyunae yang tersenyum ke arah jungkook. Jungkook segera menarik lengan hyunae untuk masuk ke dalam kelasnya.

Skip~
            Sepulang sekolah, Taehyung dan hyori mampir dulu ke taman kota untuk melihat pemandangan yang sangat indah saat musim semi tiba. Mereka melewati pohon sakura dengan sepeda milik taehyung. Hyori begitu bahagia, baru kali ini dia bisa melihat pohon sakura yang sedang bermekaran. Dia sudah lama tidak melihat pohon sakura hampir setahun yang lalu. Sedangkan taehyung, dia begitu bahagia akhirnya hyori bisa menyukainya dan dia tidak sabar menunggu jawaban dari hyori.
            Akhirnya taehyung memberhentikan sepedanya di sebuah kursi taman, di mana saat itu mereka duduk bersama saat lutut hyori terluka.
            “Kenapa berhenti?” Tanya hyori yang turun dari sepeda taehyung.
            “Duduklah sebentar... kaki ku pegal mengayuh sepeda ini karena kau itu berat” Ucap taehyung yang berbohong
            “Eoh. Apa aku seberat itu? kalau begitu maaf kan aku, karena setau ku beratku hanya 46 kg” Ucap hyori yang merasa bersalah
            “Hahaha... anio. Kau itu tidak berat... aku membawa mu kemari hanya ingin tau jawaban dari mu” Ucap taehyung sambil tertawa bahagia
            “Issh...”
            “Apa jawabanmu? Cepat... aku sudah tidak sabar” Ucap taehyung yang tidak sabar mendengar jawaban dari hyori.
            “Jawabanku... jawabanku Ne... aku mau jadi kekasihmu” Jawab hyori yang salah tingkah.
            Taehyung yang mendengarnya segera memeluk hyori dengan erat, sehingga membuat hyori terkejut setengah mati dan jatungnya kembali berdegup lebih kencang dari yang sebelumnya. Kali ini tangan hyori merasa tidak berat, perlahan lahan tangannya membalas pelukan taehyung dan bibirnya tersenyum bahagia.
            “Aku sangat bahagia, akhirnya kau menyukaiku” Ucap taehyung yang sangat bahagia
            “Ternyata rencana mu itu tidak sia sia untuk membuatku jatuh cinta denganmu” Ucap hyori dengan ragu tapi dia begitu bahagia.
            Taehyung melepaskan pelukannya dan kedua tangannya memegang pundak hyori dengan erat seperti tidak mau kehilangan hyori untuk selamanya.
            “Aku akan berjanji, aku akan membuat mu bahagia...” Ucap taehyung yang begitu bahagia sehingga dia tidak bisa merasakan apa apa di dalam jantungnya.
            Hyori yang mendengarnya segera memeluk taehyung dengan cepat tanpa ada rasa ragu sedikit pun. Taehyung yang merasakannya hanya terkejut dan membalas pelukan hyori dengan tersenyum bahagia.

Hyori : “Akhirnya ada seseorang yang rela menungguku. Awalnya aku tidak begitu tertarik dengannya. Tapi saat kejadian itu aku merasa, bahwa aku mulai mencintainya”
Taehyung : “Sudah ku duga kau akan menyukaiku karena pesona tampanku ini. Gadis yang ku tunggu akhirnya dia menerima ku sebagai kekasihnya. Meskipun cinta pertamanya begitu buruk tapi akau akan berusaha menjadi cinta pertamamu. Gomawo Hyori...”


THE END

Tidak ada komentar: